NovelToon NovelToon
SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.

Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.

Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STRES

Mobil seperti melayang, Scarlet tidak tahan untuk tidak berteriak, dia takut sekali, keringat dingin membasahi tubuhnya, dia menekan dadanya yang berdebar kencang. Wajahnya kelihatan pucat pasi,  pandangannya mulai kabur.

"David...." panggil Scarlet dengan lirih. David menoleh dan terkejut melihat Scarlet. David menurunkan kecepatan mobil dan berpindah ke lajur kiri. Dia cepet menepi.

"Sayank..." David menyentuh kening Scarlet, sangat dingin, tangannya juga dingin dan seluruh tubuh Scarlet bergetar. David kaget dan sangat panik, dia cepat memacu mobilnya dan mencari rumah sakit terdekat.

David mondar-mandir di depan pintu IGD di sebuah Rumah Sakit. Dokter masih memeriksa kondisi Scarlet. Waktu seakan berjalan dengan lamban, David terus berdoa dalam hati supaya Scarlet selamat. Lima belas menit sudah berlalu, David tidak tahan memikirkan kondisi Scarlet. Begitu pintu ruangan IGD di buka, David bergegas menghampiri dokter.

"Bagaimana keadaan istri saya, dok?" Tanya David cemas.

"Mari kita bicara di ruangan saya, Tuan." David mengangguk mengikuti dokter ke ruangannya, dia berharap supaya dokter itu mengatakan Scarlet hamil.

"Kondisinya stabil, tidak ada luka sama sekali." jelas dokter, itu sambil membuat resep.

"Lalu apa yang salah dok? Kenapa istri saya tiba-tiba pingsan."

"Dia seperti tertekan dan mengalami ketakutan yang luar biasa. Mungkin dia stres berat. Disamping itu dia kelihatan jarang makan. Apa kalian hari ini habis bertengkar?" dokter itu bertanya dan menjelaskan sambil membolak-balik hasil pemeriksaan medis Scarlet.

"Kami memang lagi bermasalah dok, saya tidak tahu kalau dia tertekan selama ini. Memang kalau kami lagi berantem, dia jarang mau makan." kata David merasa malu, padahal setiap siang dia berusaha mengirimi makanan. Apa Scarlet begitu ngirit sampai tidak berani membeli makan untuk dirinya.

"Sebagai suaminya, kenali istri anda sebaik-baiknya. Saya yakin istri anda tertekan, dia tidak pernah mengeluh serta mengungkapkan apa yang dia alami karena menjaga perasaan anda atau bisa saja dia takut kepada anda."

"Baik dok, apa yang saya harus lakukan supaya dia seperti semula." tanya David.

Bukankah Scarlet lagi bahagia punya pacar banyak, menyebar pesona kemana-mana. Harusnya dia tidak stres dong, sebenarnya yang stres adalah dirinya bukan Scarlet. gerutu David kesal.

"Akan lebih membantu kalau anda memperlakukan istri anda secara manusiawi, perlihatkan bahwa anda sayang padanya, supaya dia tidak ketakutan."

"Baik dokter, apakah seseorang bisa pingsan kalau dalam ketakutan yang berlebihan. Masalahnya kami tadi bertengkar, saya lalu ngebut membawa mobil." kata David.

"Bisa saja, bahkan bisa mati kalau istri anda ada sakit jantung. Apapun bisa terjadi, kondisi orang berbeda- beda, tergantung masing-masing orang. Saya sarankan supaya anda mengajak istri refreshing ke tempat yang alami. Untuk mengetahui lebih lanjut sebaiknya anda menghubungi psikolog," Saran dokter.

"Saya akan mengikuti saran dokter." kata Davin mohon diri.

David keluar dari ruangan dokter dan langsung menuju sal Scarlet. Dia menghampiri Scarlet yang masih tidur pulas. Dokter menjelaskan dia akan segera bangun. 

David membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada Iwan supaya mencari Psikolog yang paling top.

Tidak lama kemudian David sudah menerima pesan dari Iwan, berisi nama seorang psikolog terkenal beserta alamat prakteknya.

David cepat menoleh ketika ada pergerakan dari Scarlet.

"Hallo sayang, kamu sudah bangun, bagaimana perasaanmu?" sapa David seolah tidak terjadi apa-apa.

Scarlet membuang mukanya nggan melihat David. Dia masih marah dan kesal pada pria itu.

"Oke...tidak disahuti, tidak apa-apa." David lalu keluar mencari dokter yang tadi memeriksa Scarlet dan mengatakan Scarlet sudah bangun.

"Tolong diperiksa lagi dok. Dia tidak bisa bicara sekarang." kata David menahan tawa, setelah mereka berada di depan Scarlet. Dokter itu mendekati Scarlet, memeriksanya kembali.

"Maaf dok, saya baik-baik saja, apakah saya sudah boleh pulang?" tanya Scarlet mengacuhkan David.

"Ohh...kirain tidak bisa bicara." canda David membuat dokter itu tersenyum dia memaklumi.

"Tuan David, istri anda sudah bisa pulang. Dari hasil pemeriksaan, semuanya sudah normal dan stabil. Setelah menyelesaikan administrasi, anda sudah boleh meninggalkan rumah sakit ini," jelas dokter.

"Tapi istri saya masih terlihat lemah, mungkin di rawat satu malam, dan memberikan dia infus." kata David membuat Scarlet tambah cemberut.

"Tidak perlu Tuan, setelah pasien makan, dia akan kembali seperti sebelumnya." dokter itu kemudian pamit dan pergi.

"Enak saja menyebut aku istrimu, aku tidak sudi punya suami sepertimu."

"Terus apa namanya kalau sudah satu ranjang?"

"Musuhhh...."

"Musuh dalam selimut?" canda David mencoel pipi Scarlet.

"Aku akan urus administrasi dulu, kamu tunggu di sini." David lalu keluar meninggalkan Scarlet yang masih berbaring, dia malas berdebat dengan gadis itu.

Scarlet termenung dia tidak mengerti bagai mana perasaannya sendiri, seharusnya dia tidak perlu sakit hati mendengar perkataan David yang mengatakan dirinya perempuan murahan. Orang lain tentu bebas menilai, berarti Scarlet di mata David adalah perempuan yang tidak berharga dan murahan, beda dengan wanita yang David ajak waktu itu.

Dia kemudian berdiri dan melangkah tanpa menunggu David kembali. Dia ingin pria itu kewalahan mencarinya. sebagai hukuman karena berani melukai hatinya.

David kembali ke ruangan Scarlet tapi tidak menemukan wanita itu.

"Sayank...kamu berada dimana." gerutu David cemas. Dia tahu Scarlet sengaja membuatnya bingung. David setengah berlari menuju Scurity, dia ketakutan seandainya Scarlet pergi dengan salah satu kandidatnya. Rumah sakit ini sangat luas, kemana dia harus mencarinya.

"Pak, istri saya meninggalkan sal, apa saya bisa melihat CCTV?"

"Maaf Tuan, tidak boleh, kecuali ada rekomendasi dari Direktur Rumah Sakit."

"Katakan kepada Direktur RS, David Narendra ingin bicara."

"Ya Tuan."

Tidak begitu lama, scurity memberi hormat dan mengantarkan David ke ruangan kontrol CCTV. Hati David lega, dia menghela nafas panjang ketika matanya melihat Scarlet berada di rest area di belakang gedung.

Gadis itu bikin jantungan saja, David cepat ke belakang, Scarlet duduk sambil haha hihi main ponsel. David merasa curiga dan kesal.

"Sayank...aku setengah mati mencari kamu dari tadi, sedangkan kamu disini ketawa ketiwi vidio call dengan pacarmu."

"Dia yang duluan VC aku, aku cuma jawab saja, lagian dia belum jadi pacarku, masih di seleksi." sahut Scarlet enteng. David menahan emosinya, ingat saran dokter supaya Scarlet tidak stres.

"Aku tidak senang kamu chattingan sama orang asing. Aku mohon jangan memancing emosiku. Kamu tahukan kalau aku agak possessive."

"Bagiku kamu juga orang asing." sahut Scarlet masuk ke mobil. Dia tidak peduli sama David yang terus mengoceh dan memberikan petuah yang tidak guna. Talk only no action!"

David hanya bisa menarik nafas, dia harus extra sabar dengan tingkah Scarlet yang agak prontal.

"Aku mau kerja, antar ke Toko bunya."

"Tapi kamu sakit sayank, sepertinya kamu mencintai pekerjaanmu, gimana kalau kamu buka usaha lain, misalnya ....."

"Jadi artis..." potong Scarlet, David hampir tersedak.

"Kamu tidak cocok jadi artis." kata David cepat. Scarlet tersinggung berat.

"Maksudmu apa? aku kurang cantik atau kurang pintar menghafal dialog Aku pernah koq ditawari untuk main film. Aku menolak karena aku masih kuliah, tapi setelah tamat aku akan meninjau kembali tawaran itu." sahut Scarlet membuat jantung David berdebar.

*****

1
like
Kecewa
like
Buruk
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
delete account
gara-gara kamu jadinya/Grievance/
delete account
daripada senyam-senyum Mulu trs sudah dimasukkan obat ke dalam minuman
delete account
cie tetap di waspadai tapi kira-kira apakah Iwan bisa atasi/Doubt/
delete account
jadi gimana tu apakah ada yang menolong?
delete account
dimasukkan ke dalam obat /Doubt/
delete account
🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
delete account
diancam kepolisian karena sifat buruk
delete account
benar tu pelan-pelan saja tidak perlu buru-buru
delete account
Kok pengen nya cepat banget
delete account
seharusnya lebih hati-hati
delete account
Wahaha kasihan baru dapat kerja sudah dimaki-maki
delete account
hadir
delete account
banyak sekali pesanan buat apa
🎎 Lestari Handayani 🌹
semangat terus. lanjut ceritanya
Arya suryadi🐞
🥰🥰🥰👌👌👌
ayumi: 🍬🍭🍬🍭🍭🍬
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!