NovelToon NovelToon
Ayah Dadakan

Ayah Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:285.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arby yingjun

Kebiasaan buruknya dalam berjudi, membuat dirinya terpuruk dalam kesulitan.

Di kejar kejar Dep colector kelas mafia, membuat hidupnya, mati segan hidupu pun tak mau.

Hingga di penghujung kebuntuanya, Dylan harus bertarung melawan para Dep Colector hingga membuat nyawanya melayang.

Ikuti terus kisahnya Cuy .... Ok.
Klik favorite dan kasih like and ratenya juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERIMA KASIH, ERICK

Seperti pada biasanya, sebelum bertugas Surono pasti menyiapkan baju untuk si kembar setelah mereka selesai dengan mandi paginya.

"O ya, Erick. Sepertinya hari ini aku harus berangkat lebih awal." ucap Surono yang sudah siap dengan baju dinasnya.

Erick memandang sekilas ke arah Surono dan mengangguk.

"Apa kau tidak sarapan terlebih dahulu?" Erick mengingatkan Surono.

"Tenang saja, aku bisa sarapan di tempat kerjaku." jawab Surono.

Tak banyak ucapan lagi, Surono terlihat buru buru melangkah ke luar rumah menuju mobilnya.

Selesai memakaikan baju pada si kembar, Erick terlihat mencari sesuatu.

"Papapa, cicil." ucap si kembar sambil memegang rambut di kepalanya.

Erick tersenyum mendengar ucapan anaknya yang belum begitu fasih, namun masih bisa di pahaminya.

"I ya, tunggu sebentar. Papa akan ambilkan dulu sisirnya." ucap Erick, seraya bangun dan melangkah masuk ke dalam kamar Surono.

Di dalam kamar Surono. Erick mengedarkan pandanganya ke segala arah mencari sisir yang di carinya.

"Dimana dia menyimpanya, biasanya di simpan disini kok." gumam Erick dengan tangan yang kini membuka laci lemari Surono satu persatu.

Hingga pada akhirnya, di laci ke tiga. Erick menemukan sisir yang di carinya, namun pandanganya sesaat terhenti melihat 4 buah wadah kecil seperti vitacimin yang masing masing terisi satu butir obat.

"Karena buru buru, sepertinya dia lupa membawa obatnya." gumam Erick.

Erick yang penasaran akhirnya mengambil dan membaca nama obat yang tertera pada wadah kecil tersebut.

"Carboplatin, cisplatin, carmustine dan termozolomide." ucap Erick yang terlihat bingung dengan nama nama obat tersebut.

Di tengah rasa penasaranya yang sangat mendalam, Erick sampai tidak sadar bahwa si kembar telah masuk ke dalam kamar Surono mencari dirinya.

Obat apa ini ...?

Lamunan sesaat Erick buyar, seketika si kembar mengguncang kakinya.

"Papapa cicil." ucap lagi si kembar pada Erick.

"Maaf, Papa lupa sayang. Ayo kita keluar dulu, kita menyisir di luar saja." ajak Erick pada kedua anaknya.

sambil melangkah keluar kamar Surono. Erick memasukan semua wadah obat pada saku celananya.

Tak berselang lama, Kini Erick sudah menyulap kedua putri cantiknya menjadi ratu kecil yang cantik dengan bandu mahkota di kepalanya.

"Tunggu sebentar ya, Papa harus ganti baju dulu. Kalian tunggu disini sebentar!" titah Erick yang di balas anggukan oleh kedua putrinya.

Tak butuh waktu lama, dengan waktu 5 menit. Erick kini sudah mengganti baju dengan baju yang terlihat bersih dan rapi.

"Papapa ... mamama." ucap si kembar yang membuat Erick teringat pada ianjinya tadi.

Bagaimana ini, mobilnya kan sudah di bawa pergi Surono. Dan mana mungkin aku membawa mereka dengan menggunakan motor.

Erick terus berpikir melawan pikiranya, dia terus berpikir bagaimana cara membawa kedua putrinya menemui Alexa di rumah sakit.

"Tidak, jika aku membawa mereka menggunakan motor. dandananya akan acak acakan." Erick menggeleng kepala memadang ke arah si kembar.

"Apa boleh buat, aku harus memesan jasa layanan transportasi untuk membawa kedua anaku kesana." ucap Erick sambil melogok handphone di dalam saku celananya.

Dan tak butuh waktu lama juga, Erick telah memesan jasa pelayanan transportasinya. Mereka bertiga terlihat menunggu di depan rumah Surono.

"Papapa ... bem .. bem." si kembar tertawa riang melihat mobil yang akan menjemput mereka.

"I ya, sayang. Ayo kita siap siap." Erick memegang tangan kedua anaknya dan menuntun mereka menghampiri mobil penyedia layanan jasanya tersebut.

"Dengan Bapak Erick," tanya supir tersebut.

"I ya, betul. Pak." jawab Erick sambil mengangguk.

"Mari, Pak." sang supir membukakan pintu untuk Erick dan kedua putrinya.

Perlahan sang supir penyedia layanan jasa tersebut, menginjak pedal gas secara perlahan. Meninggalkan area rumah Surono menuju rumah sakit tempat dimana Alexa di rawat.

Sepanjang perjalanan, sang supir penyedia layanan jasa tersebut, sesekali memperhatikan Erick yang terlihat begitu menyayangi kedua putrinya lewat canda tawanya.

"Maaf, Pak Erick. Kalau boleh tahu, kenapa istrinya tidak ikut?" tanya si supir yang membuat Erick terlihat sedikit kaget.

Erick menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum paksa pada sang supir.

Belum sempat Erick menjawab pertanyaan yang di lontarkan supir padanya, namun si kembar dengan cepat menyambar jawabanya.

"Mamama ... akit." ucap si kembar dengan mulut kecilnya.

Sang supir mengangguk dan memahami jawaban yang di ucapkan si kembar padanya.

"Ouwh, Mama kalian sedang sakit. Semoga cepat sembuh ya." ucap sang supir yang kini kembali fokus pada jalanan yang di lewatinya.

"Terima kasih atas doanya, Pak." ucap Erick yang terdengar di telinga sang supir.

"I ya, Pak." sang supir mengangguk dan tersenyum pada Erick.

Dan kini, mobil penyedia jasa layanan yang di tumpangi Erick dan anaknya telah sampai di rumah sakit tempat Alexa di rawat.

Kedua putri cantik Erick keluar dari mobil, dan Erick langsung menghampiri sang supir.

"Berapa semuanya, Pak?" tanya Erick.

"Sesuai dengan tarif pada aplikasi kami, semua 135 ribu saja, Pak." jawab sang Supir.

Erick mengangguk dan terlihat mengeluarkan dompet dari sakunya.

"Ini, Pak. Terima kasih." Erick menyodorkan tiga lembar uang 50 ribuan dan pergi meninggalkan supir tanpa menunggu uang kembalianya.

Sementara, di dalam kamar Alexa. dirinya sudah terlihat bosan dan jenuh menunggu dirinya yang sudah 4 hari, namun Dokter belum memberinya izin untuk pulang.

"Sayang, kalian dimana?, apa kalian tahu, aku sangat merindukan kehadiran kalian." Alexa memandang pintu ruangan kamar dengan tatapan kosong.

Seperti sebuah mimpi, belum sempat Alexa menutup mulut dalam berucap, kini pandanganya di kejutkan dengan pintu yang kini tiba tiba terbuka, memperlihatkan dua malaikat kecil yang sangat di rindukanya telah benar benar datang dan berlari kecil menghampiri dirinya.

"Mamama ...," si kembar berhambur naik ke atas tempat tidur Alexa dan memelukanya.

"Mamama ...akit." si kembar meneteskan air mata memandang wajah Alexa.

Alexa menggelengkan kepala dan mengusap air mata bahagianya dan langsung menghujani si kembar dengan ciuman kangenya.

Erick hanya bisa melihat terharu melihat pertemuan kedua putri dan wanita yang di anggap mama oleh kedua putrinya.

Alexa memeluk erat si kembar dengan penuh kasih sayang. Dan kini pandanganya beralih pada Erick yang sudah terlihat berdiri memperhatikan dirinya.

"Terima kasih, Erick. Kau telah membawa kedua malaikat kecil ini padaku." ucap Alexa yang terlihat senang.

"I ya, sama sama." ucap Erick, seraya duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Alexa.

"Apa kau tahu, nona. setiap aku menidurkan mereka di malam hari, mereka selalu memanggil manggil dan memintaku agar menemuimu." Erick tersenyum memberitahu Alexa.

"Apa semua itu, benar?" tanya Alexa yang makin bahagia mendengarnya.

"Tentu saja, mana mungkin aku berbohong." tegas Erick.

"Erick, apa boleh. Jika kedua putrimu tidur di tempatku?" tanya Alexa dengan ragu.

"Maksudnya?" tanya Erick untuk memastikan apa yang baru saja di dengarnya.

"I ya, maksud aku. Apa kau mengizinkan mereka tidur di rumahku, satu hari saja." Alexa memohon pada Erick.

"Kalau satu hari, boleh saja. Tapi, apa nanti kau tidak kerepotan?" tanya lagi Erick.

"Tidak, di rumahku ada asisten rumah tangga, jadi sepertinya aku akan terbantu." jawab Alexa.

"Baiklah, besok sabtu sore. Aku akan mengantar kedua putri cantiku ke rumahmu, bagaimana?" ucap Erick sambil melangkah menghanpiri Alexa.

Alexa merasa sangat senang dan secara tidak sadar menarik Erick yang jaraknya sudah dekat dan memeluknya dengan erat.

"Terima kasih, Erick." ucap Alexa dengan tatapan spesial ke arah bibir Erick.

"Sama sam ...." belum sempat Erick menyelesaikan ucapanya, namun Alexa sudah dengan greget membungkan Erick dengan bibirnya.

LIKE LIKE ..., BERIKAN LIKE JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA SAYA.

1
arfan
up
RIRI KARNIAWATI HP
bagus. tidak melulu soal cinta dan nikah paksa
Praised94
Baca DETAIL nya kurang jelas harusnya di DETAIL ini merupakan isi pokok dari cerita, kalau DETAILnya orangmya meninggal ya mau apa selanjutnya, tak jadi bacanya juga
Nee Zee Laa
AQ aemangat baca nya Jun, lanjuttt... 😊👍👍👍
잉준🌟FM🌟: Makasih Sayank akoh😍
total 1 replies
𝕸y💞MiraDeN@y😻EF🍆
udah and aja ternyata..

semoga kalian selalu bahagia.. 🥰🥰😍
𝕸y💞MiraDeN@y😻EF🍆
udah celap celup aja ya si erick,, 🤣🤣

lanjut baca👍👍
Yeti Budiawati
wkwkwk 😅😅😅💪💪💪🥰🥰🥰
DPuspita
Bagus ceritanya, thor. Aq suka, cuma menurutku penulisannya terlalu cepat. Jadi kesannya kayak diburu2. So far, masih enak dibaca kok. Ditunggu novel berikutnya ya thor... Semangat!!! 💪😁
❤️Reinee❤️
sepruuttt....
❤️Reinee❤️
hahahaha....bla'em bla'em....
bundA&M
gempor iya bang tp g ngesot jg 😂😂😂😂
bundA&M
apaan tuh bang nyoy blaem blaem😂😂😂
bundA&M
semangat klu bikin cucu mah rick😂😂😂
bundA&M
langsung z polosan pasti luluh tuh erick😂😂😂
bundA&M
kesal mulu ni bang erick
💞¹⁴⁸
dah tamat aja thor
oen
bonteng jumbo apaan sih thor
잉준🌟FM🌟: via inbox
total 1 replies
𝕸y💞Sharie æ⃝᷍𝖒
gempor
ngangkang tuh jalan

ko tamat
잉준🌟FM🌟: sudah saatnya kakak
total 1 replies
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴
𝕸y💞Sharie æ⃝᷍𝖒
ular kadut berubah anak conda berhasil makan apem berbulu
nita🥳: 🤣🤣🤣😅😅😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😅😅😅🤣🤣🤣😅😅😅😅😅🤣🤣🤣😅😅😅😅🤣🤣🤣😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😆😆😆😆😆😆😆😅🤣😅😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!