NovelToon NovelToon
Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nona Marwa

Namanya adalah Haidee Tsabina, wanita cantik dengan hijabnya yang merupakan istri seorang Ibrahim Rubino Hebi. Kehidupan keluarga mereka sangat harmonis. Ditambah dengan seorang anak kecil buah cinta mereka yaitu Albarra Gavino Hebi

Tapi semua berubah karena sebuah kesalahpahaman dan egois yang tinggi. Rumah tangga yang tadinya harmonis berubah menjadi luka dan air mata.

Sanggupkah Haidee dan Ibra mempertahankan keluarga kecil mereka ditengah banyaknya rintangan dan ujian yang harus mereka hadapi? Atau mereka akan menyerah pada takdir dan saling melepaskan? Yuk baca kisahnya.

Follow Ig author @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa

🌹HAPPI READING🌹

"Maaf"

"Maaf"

"Maaf", kata yang selalu terucap dari bibir Ibra sambil memeluk tubuh rapuh istrinya.

"Maaf karena kamu harus mengalami semua ini", ucap Ibra dengan mata memerah menahan tangisnya.

"Adek udah jelek", ucap Dee masih dalam dekapan Ibra.

Ibra menggeleng, "Aku mencintai kamu dengan tanpa alasan. Jadi mau jelek ataupun cantik kamu tetap istri ku, ibu dari anakku", ucap Ibra lembut meyakinkan Dee.

Cukup lama mereka saling memeluk, Ibra melepaskan pelukannya dan menatap wajah Dee, "besok kita ke rumah sakit ya"

"Untuk apa ?"

"Kita obati lukanya, kalau enggak nanti infeksi"

"Tapi Adek udah ada salep ini mas", ucap Dee menunjukan salepnya kepada Ibra.

"Dee dapat salep nya darimana ?"

"Waktu masih di kantor polisi dikasi ini"

Ibra terdiam, istrinya bahkan tidak diobati secara intensif. "Pokoknya besok kita ke rumah sakit ya. Kita obati semua lukanya. Yang di kepala juga, biar nanti rambutnya tumbuh lagi", ucap Ibra.

"Dee jelek ya botak kayak gini ?" tanya Dee memegang kepalanya.

"Iya kayak tuyul", jawab Ibra meledek Dee.

"iihh", cemberut Dee memukul pelan dada Ibra.

"Enggak enggak, istri nya mas Ibra selalu cantik. Karena dia cantik dari sini", ucap Ibra menunjuk dada Dee.

"Terimakasi masih sayang dan cinta sama Adek", ucap Dee menatap lembut mata Ibra.

Ibra hanya mengangguk dan tersenyum tanpa membalas perkataan Dee. Dia bahagia sekarang, meski dia belum mengetahui kebenaran mengenai semua permasalahan yang terjadi, tapi ia merasa lega karena menuruti apa yang dikatakan oleh hati kecilnya. Melepas rindu dengan Dee kekasih hatinya.

Ibra dan Dee kembali merebahkan diri. Mereka saling berpelukan dalam tidurnya. Dee menyembunyikan kepala pelontosnya yang tidak tertutup hijab di dada bidang Ibra.

"Kita tidur lagi yaa, ini masih jam setengah 4?"

"Nanti kalau subuh nya ketiduran gimana ?" tanya Dee. Karena jika sudah tidur dalam pelukan Ibra begini dia akan kenyenyakan tidur.

"Ga akan, kita istirahat aja ya", ucap Ibra mengecup pucuk kepala Dee.

Dee hanya mengangguk. Selang beberapa menit terdengar dengkuran halus Dee. Ibra yang belum memejamkan matanya menundukkan kepala melihat wajah damai istrinya ketika tidur. Aku menyesal kenapa dulu aku harus egois dan menyerahkan mu pada polisi. Entah bagaimana Allah menghukum ku kelak karena kebodohan dan dosa ini. Aku berjanji akan menyelidiki ini dan membuktikan bahwa memang kamu tidak bersalah. Ucap Ibra dalam hati masih memandangi wajah Dee. Setelah itu Ibra kembali memejamkan mata dan menyusul Dee ke dunia mimpi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00. Tapi kedua insan yang baru saja saling melepaskan rindu masih hanyut dalam dunia mimpinya dengan tubuh yang saling memeluk. Merasakan kenyamanan yang sudah lama mereka nantikan.

Ibra terbangun dari dunia mimpinya mendengar suara dering ponselnya yang tidak ada hentinya. Ibra mengambil ponsel yang ada di atas nakas sebelahnya dan melihat siapa yang mengganggu waktu tidurnya. Di sana tertera nama Kevin.

Baru akan menjawab Ibra sudah mendengar suara melengking Kevin.

"Woi Lo dimana ?", teriak Kevin dari seberang sana.

"Kasur", jawab Ibra singkat sambil menguap.

Kevin yang mendengarnya pun kesal bukan main.

"Lo gila, kita setengah jam lagi ada meeting penting bareng perusahaan dari Singapura ogeb, Lo malah baru bangun", Omel Kevin.

"Ketiduran Gue"

"Mentang-mentang udah baikan keenakan Lo yaa. Abis berapa ronde Lo sampe jam segini baru bangun"

"15 kayaknya", jawab Ibra santai.

Dari seberang sana Kevin mata membelalak sempurna, rahangnya hampir jatuh saking kagetnya. "Dasar maniak Lo, Gila. Sekarang Lo siap-siap cepetan ke kantor"

"Gue hati ini libur dan Lo sama Naina yang gantiin gue. GA ADA PENOLAKAN", putus Ibra mematikan sambungan telponnya sepihak. Ia melupakan jika hari ini dia sudah janji dengan Kevin dan Agam untuk menyelidiki semuanya.

Yakinlah, diseberang sana Kevin sedang mengeluarkan segala macam nama binatang menahan kekesalannya kepada Ibra. Ibra tergelak membayangkan pasti saat ini Kevin sedang mencak-mencak sendiri mempersiapkan meeting, pikir Ibra.

Ibra menoleh kesamping, ia melihat wajah Dee yang masih nyenyak dalam tidurnya. Tidak ingin menggangu Dee, Ibra beranjak turun dari kasur untuk membersihkan diri. Tapi sebelumnya ia mengecup dahi dan bibir Dee sekilas. Setelah selesai Ibra berjalan keluar menuju dapur menyiapkan sarapan untuk dia dan Dee.

"Bi, siapin sarapan buat aku sama Dee ya Bi", ucap Ibra kepada Bi Nini yang ada di dapur.

Bi Nini cukup kaget mendengar perkataan Ibra. Karena setaunya majikannya ini masih bersikap dingin kepada Dee

"Ibra udah baikan sama Dee. Bibi benar, lebih baik memilih hati kecil dari pada ego yang besar", ucap Ibra menjawab ke kagetan Bi Nini.

"Oalah Alhamdulillah, Bibi ikut senang Tuan", jawab Bi Nini bahagia.

"Terimakasi Bi", jawab Ibra.

"Sarapannya Bibi yang antar atau bagaimana Tuan ?"

"Biar Ibra aja yang bawa Bi, Bibi siapin aja", jawab Ibra cepat. Ia tidak ingin orang lain melihat keadaan Dee tanpa hijabnya.

Bi Nini dengan cepat menyiapkan sarapan nasi goreng yang tadi ia masak ke dalam dua piring. Sedangkan Ibra menunggu di meja makan.

"Oiya Bi, Al udah bangun atau belum ?" tanya Ibra sambil menunggu Bi Nini menyiapkan sarapan.

"Sudah tuan, tadi pagi Non Naina datang kesini. Karena Tuan belum bangun jadi Tuan Muda berangkat sekolah dengan Non Naina", jawab Bi Nini. Ibra hanya mengangguk, karena memang Naina sering datang setiap pagi untuk membantu Al bersiap sekolah semenjak Dee di penjara.

Tak butuh waktu lama, Ibra kembali naik ke kamar dengan kedua tangannya memegang nampan berisi dua piring nasi goreng, segelas susu untuk Dee dan kopi miliknya.

Karena kedua tangannya memegang nampan, Ibra membuka pintu kamar dengan kakinya. Saat memasuki kamar Ibra sudah melihat Dee bangun dengan duduk bersender di kepala ranjang.

"Mas kok nggak bangunin Adek, kelewatan kan subuh nya. Harusnya tadi nggak usah tidur aja", ucap Dee cemberut saat melihat Ibra masuk.

"Iya maaf ya. Sekarang kita sarapan dulu biar ada tenaganya lagi. Tenaga kamu kemaren pasti abis nangis terus. Padahal kita belum lepas rindu loh sayang", ucap Ibra meletakkan nampannya dipangkuan Dee.

"Maksudnya ? Kan kemarin indah i love you ilove you an" Tanya tidak mengerti maksud Ibra.

Ibra kesal karena kepolosan istrinya yang tidak paham maksudnya, padahal mereka sudah mempunyai satu anak.

"Masa nggak paham sih, ya buat calon adiknya Al lah sayang. Ngaduk tepung sama telur", jawab Ibra santai.

"Iihh mesum. Ngomong vulgar banget ga ada saringnya", jawab Dee malu dan memukul pelan lengan suaminya mendengar perkataan Ibra yang vulgar.

"Haha becanda sayang, pipi kamu kayak kepiting rebus. Ini telinganya juga", ucap Ibra meledek istrinya.

Dee menutup wajah dengan kedua telapak tangannya menutup malu.

......................

Hai Teman-Teman, Terimakasi sudah mampir dan temani Dee menggapai kembali cinta suaminya yaa ,,,

Jangan lupa like sama komentarnya yaa teman-teman agar novel ini tambah seru lagi,,,

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa untuk melihat ucapan ucapan mutiara author yaa.....

1
#ayu.kurniaa_
.
Sri Rahayu
kasian dee/Sob//Sob/
Nur Aulia
terlalu banyak bawangnya tor,aku JD 😭😭
Rini Amelia
Luar biasa
Nur Aulia
suami jolim banget SM istri,, katanya CEO tp bodoh,,bukanya di cari dl siapa yg salah,,jgn main hakim sendiri
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Novianty 01
karya yg sangat luar biasa😊😊
Ratnasihite
selalu nangis dgn pelajaran novel ini bagud👍
Ratnasihite
aq nangis baca novel ini jd inget alm mama papa
dugong
Luar biasa
punya tian
lagian aku greget anjayy ama si dee
Yushfi 853
Luar biasa
Nnek Titin
kena deh d prank ibraa
tapi seruuu puas bgt bacanya
terimakasih thooor
semoga karya mu selalu d gemari
Nnek Titin
padahal ijab kabul nya ga sah tuh Thor pengucapan nya ga pake Binti
Nnek Titin
ooohhgg melowww
Nnek Titin
ko bisa giniiii thooorr nangis akuuuu
berbahagialah dee
Nnek Titin
waaah untung besar dong ibunya Jaka dapet duit banyaak
paling buat berobat Jaka 15rb tuuh beli betadine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!