NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Voucer Traktiran

Aya kembali ke kamarnya setelah diinterogasi oleh Bu Aisyah. Ia langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Hatinya begitu sakit, sakit karena merasa di bodohi oleh Rudi. Dadanya terasa begitu sesak. Belum genap dua bulan hubungannya berakhir, sudah ada surat undangan pernikahan.

Bertahan-tahun Aya menjaga kesetiaan namun kesetiaannya dibalas pengkhianatan. Ingin rasanya ia menelepon Rudi dan mencaci-makinya, sayang nomor kontak Rudi sudah terhapus dari ponselnya.

Tak masalah jika ia ditinggal menikah karena ia yakin Tuhan sedang menyelamatkannya dari orang yang salah. Tapi yang membuat Aya marah mengapa undangan pernikahan itu harus sampai di tangan ibunya.

Aya mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi WA, dan membuat status di sana, statusnya hanya menampilkan emoji sedih tanpa caption. Sebenarnya Aya termasuk orang yang jarang update status. Baru dua menit ia membuat status WA ponselnya sudah berbunyi, ada notifikasi WA di layar ponselnya. Aya langsung membukanya. Ternyata pesan masuk dari Rizki Billar KW alias Rizal. Ia mengomentari status Aya barusan.

"Kenapa Teh?" pesannya singkat.

"Ga kenapa-kenapa kok ... gimana kabar kamu?"

"Alhamdulilah."

"Kamu lagi ngojek ya?" Aya asal-asalan membalas chat dari Rizal karena pikirannya sedang fokus dengan masalah obrolan dengan ibunya tadi.

"Alhamdulilah."

"Gimana, ramaikah?"

"Alhamdulilah."

"Dapat penumpang berapa?"

"Alhamdulilah."

"Kok kamu jawabnya alhamdulillah terus sih?"

"Karena hidup itu harus selalu disyukuri Teh, jangan pernah mengeluh, harus selalu bersyukur."

Sejenak Aya terdiam tidak membalas lagi chat dari Rizal.

"Teh, maaf ya kalau saya salah ngomong atau membuat Teteh tersinggung."

"Engga kok, kamu benar kita harus selalu bersyukur."

"Teh."

"Yah."

"Voucer traktiran saya masih berlaku kan?" Aya jadi teringat terakhir bertemu Rizal sekitar tiga minggu yang lalu saat ia meminta tolong untuk menemaninya mengambil motornya di bengkel, Rizal bilang kapan-kapan ia akan meminta traktiran.

"Masih dong ... kamu mau aku traktir?"

"Iya Teh."

"Kapan?"

"Terserah Teteh saja, kapan Teteh ada waktu?"

"Aku mah kapan saja bisa, terserah kamu saja kapan."

"Besok malam saja ya Teh."

"Malam jam berapa? Jangan terlalu malam!"

"Jam setengah delapan aja ya Teh, waktu jam makan malam."

"Ok."

"Nanti saya jemput Teteh apa gimana?"

"Boleh, jemput aku di ruko ya."

"Siap Teh."

"Ok."

"Teteh semangat ya, jangan bersedih lagi!"

"Iya Rizal, terima kasih."

"Sama-sama Teh, assalamualaikum."

"Waalaikum salam."

Setelah selesai chatingan dengan Rizal pikiran Aya kembali ke permasalahan yang ia hadapi, masalah tentang jodoh.

Jodoh merupakan salah satu rahasia illahi yang sering dipertanyakan oleh manusia. Banyak persepsi yang muncul jika sudah membahas soal jodoh. Beberapa orang menganggap bahwa jodoh adalah takdir, dan Allah sudah menetapkannya. Sedangkan kubu lainnya beranggapan bahwa jodoh adalah pilihan, dimana manusia mampu menentukan pilihannya sendiri.

Orang bilang bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kita sebagai manusia wajib berusaha atau berikhtiar. Lalu bagaimana cara berikhtiar mendapatkan jodoh itu apakah dengan berganti-ganti pacar, atau apakah kita harus memiliki pacar lebih dari satu agar ketika kita gagal dengan yang satu maka kita punya cadangannya. Jelas Aya tidak setuju dengan itu, ia tahu bahkan dalam agama islam pun melarang pacaran.

Aya pernah membaca satu ayat alquran dalam surah An Nuur "Laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji dan wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji (pula) , laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)"

Aya memahami bahwa ikhtiar kita sebagai manusia adalah berusaha menjadi manusia yang baik agar mendapatkan jodoh yang baik. Adapun tentang si Rudi yang meninggalkannya ia percaya bahwa berarti dia bukan laki-laki yang baik untuknya. Aya menerima takdir itu, ia yakin Allah pun akan menggantinya dengan laki-laki yang lebih baik. Hanya masalahnya di sini ia tidak ingin membuat ibunya sedih, ia ingin membuat ibunya bahagia, ibu akan bahagia jika ia segera menikah.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Aya POV

Aku terlambat bangun subuh, biasanya aku terbangun tepat saat azan berkumandang karena kebetulan rumahku lumayan dekat jaraknya dengan masjid sehingga suara azan akan terdengar jelas dan lantang. Masalah ini benar-benar membebaniku membuat aku sulit tidur hingga semalam aku tidur sangat larut. Selepas salat Subuh aku merebahkan diri sebentar, aku masih belum kuat untuk bertemu ibu, aku tidak kuat melihat raut kesedihan di wajahnya, aku tidak kuat melihat sorot kepiluan di matanya.

Sebenarnya hari ini aku ingin berdiam di rumah saja tapi lagi-lagi aku merasa tidak kuat dengan beban ini, lebih baik aku ke toko di sana banyak yang bisa aku kerjakan sehingga bisa membuatku melupakan sejenak masalah ini.

Seperti biasa aku melaksanakan salat duha sebelum berangkat kerja. Setelahnya aku bersiap untuk berangkat kerja. Aku sempat berpikir untuk langsung berangkat saja tidak usah berpamitan pada ibu. Tapi ku urungkan niatku, apapun yang terjadi aku tetap harus berpamitan pada ibu sebagai tanda baktiku sebagai anak. Aku hanya berdoa semoga saja ibu tidak membahas masalah yang semalam.

Aku hendak berpamitan pada ibu, kulihat ibu sedang membantu Bi Saroh memasak. Aku tahu dari raut wajahnya ibu masih memikirkan masalahku.

"Ibu, Nong pamit ya mau ke toko mungkin Nong akan pulang malam," ucapku sambil menyodorkan tangan minta salim.

"Sarapan dulu sana ... ibu sudah belikan nasi uduk, " ucap ibu. Membuat aku menghempaskan kembali tangan yang sudah aku sodorkan minta salim.

"Sarapannya Nong bawa saja yah Bu ... nanti di makan di toko."

"Makan di sini saja ... kamu kan tidak harus berangkat tepat waktu karena kamu kan bosnya," ujar ibu.

"Iya Bu," kataku dengan lemah.

Aku langsung duduk di kursi meja makan dan membuka bungkusan nasi uduk lalu mulai memakannya. Ibu ikut duduk di kursi meja makan sambil memperhatikanku makan, membuat jantungku deg-degan khawatir ibu membahas soal yang semalam.

"Nong ... kamu beneran sedang dekat dengan seseorang. Kalau kamu belum punya calon, bagaimana kalau ibu minta tolong kakak-kakakmu untuk mencarikan jodoh buatmu," ucap ibu sambil menatapku.

"Tidak usah, Bu." Aku menolak usulan ibu. Aku tidak mau dicarikan jodoh oleh keluargaku, menurutku nanti hubungannya akan terasa tidak nyaman, terasa akan canggung jika ada campur tangan keluarga.

"Kenapa?" tanya ibu singkat.

"Karena Nong ga mau... Nong hanya minta Ibu untuk selalu doakan Nong, semoga Nong mendapat jodoh yang terbaik."

"Tanpa diminta pun seorang ibu akan selalu mendoakan anaknya," ucap ibu lembut, membuat hatiku bergetar. Aku segera menghabiskan sarapanku. Lalu bersiap untuk berangkat kerja. Tidak lupa berpamitan pada ibu. Aku mencium tangan ibu.

"Assalamualaikum... Nong berangkat yah, Bu."

"Iya Nong, hati-hati!" ucap ibu membuatku merasa senang. Ibu sudah kembali memanggil dengan sebutan "Nong", tidak seperti semalam, memanggil dengan sebutan namaku atau "kamu".

 

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!