ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Happy Reading...😍
Nih Double nya😀
...○○○...
Vina meletakkan nampan berisi bubur yang ia buat diatas nakas, samping ranjang Princess. Duduk dibibir ranjang dan mengelus rambut panjang Syifa.
Syifa melenguh, ia terganggu dengan tangan seseorang yang masih setia mengelus rambutnya.
"Emm.. M-mom"
"Bangun yuk sayan. Makan dulu nanti dilanjut tidurnya"
Vina mengulurkan tangannya menghadap Syifa. Syifa menatap uluran tangan tersebut lalu menerimanya.
Vina membantu Syifa bangun, lalu memindahkannya diatas pahanya.
Ia memangku Princess menghadap samping, dengan ia yang bersandar dikepala ranjang.
Adnan bangkit mengambil alih mangkuk berisi bubur diatas nakas, ia peka dengan gelagat Mommynya yang seperti kesusahan mengambil mangkuk bubur tersebut.
Adnan dengan telaten menyuapi Syifa bubur dengan sabar.
Karena Syifa menyunyah dengan sangat pelan. Mungkin ini efek sakit jadi Princess sangat lemas. Mengunyah saja tidak bertenaga, padahal hanya bubur.
Selesai menghabiskan semangkuk bubur, kini giliran untuk meminum obat dan vitaminnya. Untuk obat Vina mengambil alih, mencoba membujuk putrinya.
"Sekarang minum obatnya yah"
Syifa menggelengkan kepalanya dengan menecebikkan bibirnya. Siap untuk menumpahkan tangisnya.
"Ehh.. ehh.. jangan nangis Sayang"
Terlambat.
Syifa sudah terlanjur menumpahkan air matanya. Tetapi tidak menangis dengan meraung-raung, untungnya.
Vina menghapus air mata di pipi Putrinya. Mencium gemas pipi Chubby yang kini berubah warna menjadi merah karena menangis.
"Cup cup sayang. Jangan nangis, diminum yah. Habis itu dilanjut tidurnya"
Entah kesambet apa, Syifa malah menganggukan kepala. Akhirnya pasrah menuruti perintah Mommynya.
"Emmhh... Syifa mau bobo"
"Iya gapapa bobo lagi aja"
Syifa menutup mata perlahan, kantuk mulai menyerangnya karena efek obat yang diminumnya.
Vina bergerak untuk memindahkan Princess berbaring diranjang. Tanpa disangka malah membangunkan Syifa yang kembali membuka matanya.
"Sshh huh.. s-sakit hiks hiks perih" eluh Syifa memegang pinggiran lututnya.
Semua panik.
Mencoba mengalihkan perhatian Princess dari rasa sakit pada lututnya.
Akhirnya Revan mengambil alih tubuh Syifa untuk ia gendong ala Koala.
"Princess" panggil Revan pelan ditelinga Syifa, dengan kepala Syifa yang sudah bertengger manis dibahu kanan Revan.
"I-iya"
"Mau gak kalau udah sembuh, Kakak ajak lihat-lihat Kampus Kak Bara?"
"Kan itu yang diinginkam Princess. Mau??"
Revan setia memberi penawaran dan segala bujukan juga rayuan.
"Mau"
Syifa terlihat senang dengan ajakan Revan.
Karena niatnya hari ini yang ingin berkunjung di Kampus Kak Bara terurungkan. Karena ia terjatuh dan sekarang malah demam.
"Janji dulu, harus sembuh. Baru boleh jalan-jalan"
"Syifa janji. Boleh ajak Ana?"
"Boleh dong"
Syifa mengangguk paham.
Lalu hening kembali.
"Mommy"
Syifa memanggil Vina dengan suaranya yang lemah.
"Kenapa Sayang?"
Vina bertanya heran pasalnya tadi ia lihat Princess sudah tenang. Tetapi kini kembali merengek.
"Syifa mau bobo sama Mommy"
"Ya udah sini baring samping Mommy"
Vina menepuk sisi yang kosong disebelahnya. Revan menurunkan Princess lalu membaringkannya diranjang samping Mommy.
Aditya memberi kode pada ketiga putranya untuk keluar agar tidak mengganggu tidur Princess.
Untungnya mereka mengerti kode dari Daddy. Mereka segera keluar dari kamar Princess.
Syifa menarik-narik baju milik Vina.
"Kenapa Sayang?"
Syifa bergeleng pelan.
"Syifa gak bisa bobo, Syifa udah gak ngantuk Mom"
"Lhoo tadi katanya pengin bobo. Kok sekarang malah gak bisa bobo"
Vina heran pada putrinya yang sekarang mengeluh tidak merasa ngantuk lagi.
Syifa merengek seraya menendang-nendang selimut yang berada dikakinya.
"Iya iya Princess, syuttss... udah pejemin mata aja. Nanti lama lama Princess juga ngantuk, jadi bobo deh.." rayu Vina lembut untuk membuat Princess tenang.
Benar saja tak membutuhkan waktu lama, Syifa sudah terlelap dalam tidurnya. Vina senantiasa mengelus punggung Princess naik turun.
Setelah memastikan Princess tertidur pulas, Vina bangkit dari ranjang.
Menyelimuti Syifa sampai batas bahu, karena posisi Syifa berbaring miring ke kanan.
Menutup pintu dengan pelan lalu Vina berjalan menuruni tangga, menyusul mereka yang sudah terlebih dahulu berada di ruang keluarga.
...●●●...
...💲Tiga Serangkai💲...
Sandi
Eh siapa yang ganti nama grup ini?.
Doni
Gue kenapa?!.
^^^Revan^^^
^^^Pake emot Dollar segala😐^^^
Doni
Ya biarin.
Kan kenyataan.
Kalo Kita kaum berduit alias Holkay😂😂
Sandi
Begaye Lo.
Itu kan duit bokap Lo😑
^^^Revan^^^
^^^Itu mah Kalian. ^^^
^^^Kalo Gue emang Passionnya udah jadi orang kaya.^^^
Doni
Dasar songong!!.
Sandi
Miskin baru tau rasa Lo!.
^^^Revan^^^
^^^Gak mungkin! Duit keluarga Gue tuh gak bakalan habis walau turunannya nanti udah punah sekalipun.^^^
Sandi
Terserah Lo dah.
Doni
Oh ya tadi Lo kenapa pulang buru-buru banget si?. Padahal biasanya pulangnya lebih sore.
Si dedek emesh baik-baik aja kan?!.
Sandi
Iya tadi juga Ana Chat Gue.
Kenapa Ponselnya Syifa gak bisa dihubungin.
^^^Revan^^^
^^^Hah? Sejak kapan Lo deket sama Ana San?.^^^
^^^Curiga Gue. ^^^
^^^Kalo Lo ada apa-apa sama Ana, sahabatnya Syifa kan.^^^
Sandi
Gak usah kepo!.
Doni
Wah👏 wah👏 Sandi kita udah besar ternyata.
Sandi
GUE EMANG UDAH GEDE YAH BANGSUL!.
Doni
Gak usah ngegas juga kali San.
Gue kan cuma bercanda.
Peach..
Oh ya tadi Gue nanya belum Lo jawab Van.
^^^Revan^^^
^^^Ouh tadi Gue dapet kabar kalo Princess jatuh kesandung. ^^^
^^^Jadi Gue buru-buru pulang. ^^^
^^^Lukanya banyak, lutut, siku, dagu. ^^^
^^^Syifa aja sampe nagis kejer.^^^
^^^Soal Ponsel Syifa yang gak aktif karena emang gak Kita bolehin dia main HP. ^^^
^^^Biar istirahat dulu.^^^
Doni
Yah kasian pasti sakit tuh.
Sandi
Ya pastinya sakit lah gimana sih Lo!!.
Ya udah nanti Kita-kita jenguk Syifa ya Van.
^^^Revan^^^
^^^Jangan!!^^^
Doni
Lah masa mau jenguk malah gak dibolehin sih!
Gimana sih Lo!.
^^^Revan^^^
^^^Bukan gak boleh!. ^^^
^^^Cuman Princess lagi bobo dia juga kena demam. Jenguknya besok aja habis pulang sekolah.^^^
Doni
Ishh!!
Yaudah.
^^^Revan^^^
^^^Malem-malem bukannya jenguk Syifa malah ngerusuh Lo pada.^^^
Sandi
Itu mah si Doni!.
Gue mah kalem gak kayak dia!.
Doni
Lo kenapa si San!!
Dari tadi julid mulu sama Gue perasaan.
Sandi
Elo ngeselin sih!.
^^^Revan^^^
^^^Udah udah! ^^^
^^^Gausah ribut.^^^
^^^Ouh ya Lo pada mau gak? ^^^
^^^Gue ajak ke kampus Kak Bara.^^^
Sandi
Ngapain.
Doni
Mancing.
Sandi
Diem Lo Don.
Ganggu aja.
^^^Revan^^^
^^^Gue mau nepatin janji Princess buat ajak dia lihat-lihat Kampus. ^^^
^^^Tapi syaratnya setelah Syifa sembuh sakitnya.^^^
^^^Mau ga?.^^^
Sandi
Gue sih oke-oke aja.
Doni
Kuy.
^^^Revan^^^
^^^Siip.^^^
^^^Read by 2^^^
Revan menyimpan kembali ponsel disaku celananya.
Ia mengambil toples keripik kentang, memakannya lalu memfokuskan pandangan kedepan untuk menonton acara Televisi.
Ada Bara juga dibawah sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Duduk diatas karpet berbulu diruang keluarga.
Sedangkan Aditya dan Adnan berada di ruang kerja milik Daddy. Padahal Adnan juga memiliki ruangan sendiri. Mungkin sedang membahas masalah Kantor.
"Mommy mana Kak?"
"Ada didapur"
Revan mengangguk.
"Mommy.."
Ucapan lirih itu terdengar memperihatinkan. Mereka berdua menoleh, tak lama melototkan matanya terkejut.
Revan dan Bara sama-sama berlari kencang saat melihat Syifa akan menuruni tangga dengan sempoyongan.
Sebelum Syifa benar-benar menginjakkan kaki dianak tangga. Bara dengan sigap membopong Syifa didepan ala koala.
Bara kembali membaringkan Syifa diranjang kamar. Tak lama suara tangisan terdengar memilukan.
"Hiks hiks.. S-syifa mau Mommy.."
"Syutss Sayang iya, Revan lagi panggilin Mommy. Tunggu sebentar yah"
Bara mengelus rambut Syifa pelan.
Tak lama Vina datang tergopoh-gopoh dengan diikuti Revan dibelakangnya.
"Princess.. Mommy disini sayang"
Vina memeluk tubuh ringkih Syifa. Mengelus punggungnya yang sudah berbaring miring.
Mengecek suhu tubuh Syifa, ternyata demamnya naik. Karena keningnya terasa lebih panas dari tadi sore.
Vina menatap Revan.
"Revan, Mommy minta tolong yah"
"Tolong apa Mom. Revan siap kok"
Vina tersenyum.
"Tolong ganti air kompresnya Princess dengan air yang baru"
"Siap Mom"
Revan langsung melaksanakan apa yang disuruh oleh Vina.
"Bara-"
"Apa Mom. Mommy mau minta tolong apa?"
Vina tersenyum karena anaknya terlalu peka. Padahal ia belum selesai bicara, Bara sudah tahu maksudnya.
"Tolong buatin susu coklat hangat buat Princess yah"
"Iya Mom"
Bara berdiri lalu berjalan keluar menuju pintu. Membuat susu untuk Princess.
"Ada yang sakit sayangnya Mommy?"
Syifa mengangguk lemas.
"Ada, Syifa pusing.." adu Syifa merengek manja.
Dengan sigap Vina memijat lembut kepala Princess, guna mengurangi rasa pusing.
Mengecup kening Syifa lama, yang terasa panas sekali saat ia kecup.
Cuup~
Ia tak tega dengan Putrinya. Princess sampai demam tinggi gini. Rasanya pasti tidak karuan, pusing, panas, lemas, dll.
...■■♡■■...
1322 Karakter.
Hallo semua😍
Aku udah nepatin janji yah buat Double Up😆
Gimana Chapter ini?
Suka ga?
Semoga kalian suka Chapter ini😅
Jangan lupa buat VOTE✔✔✔
COMMENT✔✔✔
Sampai jumpa lagi di Next Part
Bye bye👋
See you😗😙
^^^Minggu, 27 September 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor