NovelToon NovelToon
Istri Culun Pria Narsis

Istri Culun Pria Narsis

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:561.9k
Nilai: 5
Nama Author: maililiani

Intan, memiliki sifat pemalu, inscure, dan selalu menghindar dari keramaian. Penampilannya selalu menggunakan kacamata, rambut yang selalu diikat satu, membuat penampilannya terkesan culun. Intan dinikahkan oleh Mama dan Papanya dengan laki-laki narsis, hanya dikarenakan hutang keluarganya. Namun siapa sangka, ternyata hutang adalah sebuah kebohongan agar Intan mau menikah.

Begitu pula dengan sebaliknya, Rifal, pria narsis yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi karena ketampanannya yang membuat kaum hawa ingin menjadi istrinya.

Akankah pernikahan Intan dan Rifal menjadi sebuah keluarga yang harmonis? Setelah semuanya terbongkar, akankah Intan dan Rifal memilih untuk berpisah?

Update tidak menentu, tapi saya akan usahakan untuk update setiap hari😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maililiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertunangan

"Kamu apakan anak saya?" tanya Ferdian.

"Maaf, Om, Tan. Saya tidak sengaja, saya khilaf," jawab Rifal. Kemudian ia meletakan paper bag di meja.

"Suruh orang tuamu datang kemari, minggu depan!" titah Ferdian. "Sekarang kamu boleh pulang," lanjutnya lagi.

"Baik, Om. Saya permisi." Rifal bangun dari duduknya, melangkah meninggalkan rumah yang bernuansa Jawa itu.

***

Kediaman Rubin

Rifal memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan memasuki rumah. Hari sudah larut tapi mata Rifal tak kunjung mengantuk. Laki-laki itu keluar dari kamarnya,ternyata Ayah dan Bundanya sedang menonton sebuah acara di televisi.

"Yah, Bun," panggil Rifal. Kedua orang yang dipanggilnya pun menoleh.

"Kenapa wajahnya ditekuk? Katanya anak ganteng," celetuk Nahla yang melihat Rifal dengan ekspresi tidak bisa diartikan.

"Bun, minggu depan Ayah sama Bunda harus ke rumah Pak Ferdian." Rifal menundukan wajahnya. Jika Rifal mempunyai masalah, ia akan menundukan wajahnya. Kedua orang tua Rifal menatap heran.

"Apa yang kamu lakukan sampai kamu menunduk seperti itu?" tanya Rubin dengan tegas.

"Ayah, Rifal khilaf, Yah. Rifal tahu, Rifal salah. Ayah maafin aku," ucap Rifal dengan nada memelas.

"Nak, apa yang kamu lakukan? Sehingga kami harus ke rumah Ferdian," tanya Nahla dengan halus.

"Tadi sore kan Bunda nyuruh aku ke mall, terus ...." Rifal seakan-akan mengingat sesuatu. "Astaga, Bun. aku lupa, tidak beli cincin," ucapnya lagi saat telah mengingat sesuatu.

"Terus kamu ngapain aja ke mall?" tanya Nahla.

Rifal menceritakan semua, awal mula bertemu Intan di mall, ke toko kacamata, mencium Intan, lalu mengantar pulang gadis itu, hingga akhirnya Rifal harus menyuruh Ayah dan Bundanya minggu depan harus datang kerumah Ferdian. Rifal bercerita panjang lebar, Nahla dan Rubin hanya menjadi pendengar. Karena mereka tahu, jika anaknya sedang berbicara maka dilarang ada yang memotong perkataannya.

"Tapi kan minggu depan acara lamaran sekaligus tunanganmu," ucap Nahla setelah mendengarkan cerita dari anaknya, Rifal.

"Ya sudah, kalau begitu nanti siang acara lamaran, malamnya kita ke rumah Ferdian," saran Rubin. Mereka mengangguk.

***

Hari-hari berlalu begitu cepat, hingga sampailah hari dimana pertunangan berlangsung. Rena dan Mia menginap di rumah Intan karena undangan dari Nie, Mama Intan. Mereka sudah siap dengan gaun yang mereka beli minggu lalu.

Intan sudah cantik dengan make up yang tidak terlalu mencolok. Gaun serta aksesoris yang tidak terlalu mewah, lengan pendek dan panjang selutut. Penampilannya sangat feminim, tidak terlihat culun. Rambut disanggul membuat penampilannya elegan.

Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruangan yang sudah didesain semewah mungkin, seperti layaknya acara pernikahan. Para laki-laki menggunakan kemeja batik yang sama. Acara tersebut hanya dihadiri oleh kerabat terdekat tanpa rekan bisnis.

Sementara itu di kediaman Rubin. Rifal sudah siap mengenakan jas yang tanpa ia ketahui bahwa setelan jas nya sepasang dengan gaun yang dikenakan oleh Intan. Beberapa kerabat dekat ikut, tetapi teman dekatnya tidak. Karena ada meeting penting dengan klien dari luar negeri.

"Ayo berangkat." Mereka semua pun keluar dari rumah bernuansa modern itu. Dua mobil mewah mulai melaju menuju kediaman Intan.

Rifal masih memikirkan bagaimana ia akan tanggung jawab kepada Intan, meskipun hanya sebuah ciuman pertama yang ia ambil. Tak terasa, dua mobil itu sudah sampai di rumah bernuansa adat Jawa. Beberapa kerabat dekat Intan menyambut mereka dengan ramah, sedangkan Rifal kaget saat ia melihat rumah yang akan mereka masuki.

"Ini kan rumah om Ferdian, Yah," ucap Rifal dengan terkejut.

"Sudah, kita masuk saja. Katanya mau tanggung jawab." Mereka semua berbaris layaknya seperti rombongan pengantin pihal laki-laki.

Rombongan pihak laki-laki menyalami semua kerabat daru pihak perempuan. Kemudian mereka masuk pada ruangan yang didesain seindah mungkin. Alangkah terkejut Rifal melihat rumah adat Jawa itu berubah menjadi sebuah ruangan yang seperti ruangan khusus ijab qabul. Mereka duduk lesehan, beberapa makanan atau cemilan sudah disiapkan di depan mereka dan tak lupa dengan air mineral.

Sepesang suami istri bersama anak perempuannya datang dari atas tangga dan menuruni anak tangga. Mata mereka semua terfokus pada seorang wanita cantik yang berada di tengah-tengah pasangan suami istri itu. Serta di belakangnya ada dua sahabat anaknya, yaitu Rena dan Mia.

Mata Rifal tak pernah lepas dari pandangan yang indah itu. Cantik sekali, gumamnya dalam hati, matanya masih tertuju pada wanita dengan gaun selutut yang mendekatinya kemudian ikut duduk lesehan bersama. Intan sedari tadi hanya menunduk karena malu. Setelah duduk, Intan sedikit mendongakan kepalanya.

"Ma, kenapa laki-laki itu ada di sini?" tanya Intan berbisik-bisik.

"Sudah, kamu ikuti saja acaranya."

Acara pun sudah dimulai, Intan dan Rifal sama-sama terkejut ketika nama mereka disebut-sebut. Kini giliran mereka maju untuk bertukar cincin. Intan berjalan dengan jantung yang berdetak begitu cepat, sedangkan Rifal berjalan begitu santai dengan langkah percaya dirinya yang begitu besar.

"Akhirnya aku bisa melihat kecantikanmu dan bisa memilikimu dalam sebuah hubungan yang pasti. Seperti janjiku, aku akan bertanggung jawab meskipun yang aku curi hanya sebuah ciuman pertamamu." Rifal memasangkan cincin di jari manis Intan.

Sekarang giliran Intan yang memasang cincin di jari manis Rifal. "Jadilah calon istriku, karena kamu adalah istri idaman yang aku cari," ucap Rifal lagi. Intan hanya tersenyum untuk menanggapi setiap perkataan Rifal, calon suaminya.

Setelah memasangkan cincin, mereka berfoto ria. Mengabadikan memon itu dengan bercanda sambil sesekali menggoda pasangan baru itu yang akan segera menikah. Untuk acara pernikahan akan mereka bicarakan nanti.

"Ayo senyum." Cepretan kamera telah mengambil gambar sebelum para kerabat memilih pulang.

Intan hanya diam dan menikmati semua acara yang ada. Beberapa kerabat sudah pulang karena mereka benar-benar sibuk, tapi masih banyak pula yang menikmati acara itu. Laki-laki itu menatap calon istrinya, sangat cantik dibandingkan saat ia bertemu pertama kali di perusahaan Ferdian.

"Kenapa diam aja? Enggak mau nikmati acaranya?" tanya Rifal. Kemudian laki-laki itu berdiri di depan calon istrinya sambil berkata, "Mau berdansa denganku?" ajaknya. Intan menggelengkan kepala sebagai jawaban.

"Kalau begitu, kamu mau makan? Biar aku yang ambilkan," ucapnya penuh perhatian. Sebenarnya Intan benar-benar lapar, namun ia masih canggung dengan situasi ini. Tanpa menunggu jawaban, Rifal pergi mengambil sepotong kue untuk dirinya dan juga Intan.

"Ini, ambil dan makanlah." Intan menerima kue itu dan memakannya secara perlahan. Tiba-tiba perutnya enek, ia langsung berlari menuju kamar mandi terdekat. Semua yanh melihatnya dibuat heran. Rifal menyusul Intan yang terus berlari ke arah kamar mandi.

Laki-laki itu dengan setia menunggu calon istrinya keluar dari kamar mandi yang ada di lantai bawah. Nie menyusul Intan dan Rifal yang berada di area kamar mandi dekat dengan dapur. Nie tahu bahwa anaknya pasti salah makan.

Bersambung ....

Jangan lupa like, komen, dan vote. Dukung terus yah😉

1
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
VANESHA ANDRIANI
mampir thor... mampir juga ya di karyaku..
Elbena
yg koment cewek semua...
merasa paling laki aja klo bgn..😅😅😅
Clara Ayunda
seru banget aktor sesuai karektek
re
❤❤❤❤❤❤❤❤
re
Next
Evi Safitri
mau tanya thor ini intan pake jilbab ?
Evi Safitri
mohon maaf thor klau bisa kata" (birahi) itu di ubah ..soalnya agak kasar bisa ganti aja dengan nafsu atau gairah itu kedengaran halus ...maaf yah thor sekedar saran aja
Evi Safitri
maaf thor sekedar saran yah jangan tersinggung..kan intan dan rifal uda nikah ni kok intan masih sembut orang tua kandungnya mama papanya harusnya kan mama papa soalnya kan panggilan orang tua rifal itu kan ayah bunda...maaf yah thor klau q slah kata
Muflikhatul Azizah
dapat rekomen dari novel sebelah, aq langsung cus mampir kak 🤗🤗🤗🤗
MoonStar
wow irene and suho😍
Nita Anjani
geli aq Thor liat intan, masa ngadu ke mamahnya di cium rifal,kaya anak kecil hahaha
Andayani Ahmat
rasain lo dina.
Andayani Ahmat
hmmmm💪💪💪
Andayani Ahmat
wow sandiwara nya keren.
Nur Aini
suka deh karakter intan g neko neko kata orang Jawa tapi mandiri
L.S.PELAWI
garasi cin....bukan bagasi
arfan
up
Desy Utari Budiatmy
sedikit saran untuk penulisan thor.
red velvet bukan red valvet
berjibaku bukan bercibaku.

semngat trus nulis ny ya thor
¥Dayu~~: terima kasih atas sarannya 🤗
total 1 replies
Putri yasmin
semoga yg tau makin banyak ya, baca sampe sini bagus juga. enak dibaca. kadang ada novel yg bagus alur ceritanya tapi penyampaiannya belepotan jd ga seru
¥Dayu~~: aamiin, makasih atas supportnya 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!