Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 OKB Suka Minta Ternak
"Waahh, permen!"
"Semua mendapatkan nya, jangan berebut." Ucap Bai Rongxin ramah.
"Manis sekali, terimakasih Kaka Bai!"
"Terimakasih Kak Bai"
Bai Rongxin menggeleng. "Bukan aku yang pantas menerima terimakasih kalian, kalian harus berterimakasih kepada nyonya ku."
"Nyonya ku?"
"Maksud Kakak Bai adalah nyonya nya kakak Bai."
"Eh, Bibi Su yang jahat?!"
Mendengar nama Bibi Su yang jahat, anak-anak itu seperti mendengar nama musuh bebuyutan mereka. Tubuh mereka langsung murungkut seperti anak ayam bertemu elang.
"B-bibi Su jahat?" Mereka seketika mundur ketakutan.
Bai Rongxin sedikit tersenyum melihat reaksi anak-anak itu. "Benar, dia yang memberikan kalian permen ini. Dia baik bukan?"
Anak-anak terdiam bingung, permen di mulut mereka memang enak. Namun sikap dan reputasi buruk Su Wanwan sudah melekat pada ajaran orang tua mereka.
"Tidak, dia tidak baik. Bulan lalu dia bertengkar dengan Ibuku, membuat keluarga kami kehilangan satu ekor Ayam." Seru seorang anak kecil.
"Benar, telur di rumah ku juga habis di ambil nya. Hanya karena kesalahan kecil Ibuku."
Anak-anak itu tentu memiliki pikiran sendiri, mereka melihat, mendengar dan menyaksikan sendiri bagaimana perbuatan buruk Su Wanwan. Bai Rongxin hanya bisa mendengar nya tanpa daya. Apa yang di katakan mereka merupakan sebuah fakta yang tak terbantahkan.
Di dalam kamarnya, Su Wanwan dengan pendengaran nya yang setajam silet tentu mendengar apa yang di katakan mereka. Bibirnya berkedut-kedut, dan tiba-tiba kepalanya berdengung... Seperti drama pendek, ingatan kejahatan tubuh ini terhadap warga segera terekam di benaknya.
"Hosh... Hosh, astaga... Apa kata dunia orang kaya baru ini ternyata suka mencuri kesempatan meminta ternak warga."
**
Sore menjelang malam harinya Su Wanwan keluar kamarnya-- ikut makan malam.
Hari ini setelah beres-beres barang, mereka tidak cemas kemalaman. Karena nyonya mereka membeli banyak lampu minyak untuk penerangan rumah.
"Nyonya, ini daging tanpa lemak panggang pesanan anda. Aku sudah mengolah nya sesuai permintaan anda." Seru Bai Rongxin.
Su Wanwan mengangguk, ia duduk dan mencicipi nya. "Bagus" rasanya masih cukup standar namun makanan bagus untuk diet.
Meskipun dia tidak bisa makanan berkarbo dan berminyak, namun saat diet seseorang biasanya membutuhkan protein yang tinggi. Dia biasanya memesan steak di dunia modern, namun hari ini dia ingin makan bersama mereka tentu saja karena ada sedikit keperluan juga.
"Eurgghh~ Masih ada?" Su Wanwan bersendawa tanpa sungkan, lalu menatap Bai Rongxin sambil bertanya.
"Ahh ada, tentu ada. Tunggu sebentar aku akan memanggang nya lagi."
Su Wanwan hanya bisa tersenyum tanpa malu melihat reaksi nya, setelah resmi berkultivasi konsumsi makanan nya memang semakin besar. Ingin nge-mie malam pun sekarang dia harus makan lima bungkus agar puas.
Tentu saja karena konsumsi nya yang besar dia jadi menyaring makanan nya, sekarang dia hanya makan daging dan sayuran rendah karbo.
"Nyonya makanlah juga nasi dan tumisan sayur ini, rasanya tidak kalah dari daging." Ucap Hu Zheng, menggeser mangkuk sayur dan nasi kepada Su Wanwan.
"Hari ini aku tidak makan nasi, hanya makan daging..." Su Wanwan menatap sayur sebentar. Mungkin dia harus makan sedikit sayur agar bisa eek.
"Dan sedikit sayur sepertinya bagus."
Meskipun nasi masakan nya tidak di makan, namun sayur masakan nya masih tetap di makan. Hu Zheng jadi tidak terlalu kecewa.
Su Wanwan terus makan sampai akhirnya sadar jika Shen Yuzhi tidak ada disana, biasanya pemuda itu memang tenang, jarang bicara hampir seolah tak ada. Namun setelah matanya menatap sekitar dia tidak sedikitpun melihat bayangan ketiga dari pemuda itu.
"Dimana Shen Yuzhi?" Tanya nya.
"Shen Yuzhi bilang dia tidak enak badan dan ingin segera istirahat. Jadi tidak ikut makan." Jelas Bai Rongxin.
Su Wanwan mengangguk mengerti, namun pikiran nya memikirkan sesuatu. 'Bukankah ini alur saat Shen Yuzhi sakit keras dan Su Weiwei yang merawatnya sampai sembuh dengan obat modern. Alur ini memperlihatkan sisi baik Su Weiwei secara jelas.'
'Tapi bagaimana Shen Yuzhi bisa sakit? Bukankah dia selalu makan teratur dan tidur dengan selimut tebal akhir-akhir ini?'
"Kenapa dia bisa sampai sakit?"
"Ah itu, aku kurang yakin. Namun Kakak Shen sepertinya setiap malam selalu keluar dan pulang larut. Entah apa yang dia lakukan."
Kreekk...
Setelah mendengar informasi dari Bai Rongxin, Su Wanwan langsung berdiri dan melangkah menuju kamar pemuda itu.
Shen Yuzhi seorang sarjana, tubuhnya tidak sekuat Hu Zheng. Dalam cerita dia sakit karena kelaparan, berakhir dengan kurang gizi. Hal ini menyebabkan kesehatan nya terus menurun, tidur tanpa selimut saja dia bisa sakit.
Apalagi dengan berkeliaran di malam hari dengan cuaca dingin musim gugur. Otaknya memang pintar dan sifatnya agak keras, namun tubuhnya begitu rapuh seperti tisu.
Bai Rongxin dan Hu Zheng sedikit terkejut dengan reaksi nyonya mereka, tanpa kata mereka segera mengikuti nya.
Brak!
Pintu di buka, berkat cahaya lampu obor Su Wanwan bisa melihat Shen Yuzhi yang terbaring di atas ranjang. Wajahnya memerah dan panas memancar dari tubuhnya.
"Hu Zheng, panggil tabib Sun. Bai Rongxin masak air hangat!" Perintah Su Wanwan dengan tegas.
Melihat Shen Yuzhi yang demam sampai wajahnya memerah, Hu Zheng segera berlari keluar menjemput tabib Sun dengan kereta kuda.
Bai Rongxin langsung pergi ke dapur merebus air, sementara Su Wanwan menyingkirkan selimut tebal di atas tubuh Shen Yuzhi dan mengganti nya dengan selimut tipis. Ia juga melepaskan pakaian Shen Yuzhi dan hanya menyisakan satu lapis pakaiannya.
"Tidak perlu sampai panas, hanya sampai sedikit hangat saja. Bawakan juga air minum dan sendok." seru Su Wanwan.
"Baik nyonya.."
Tidak lama kemudian Bai Rongxin masuk ke dalam kamar dengan air hangat dan air minum. Su Wanwan memotong sedikit kain dari selimut dan di jadikan nya kain kompres.
Setelah itu ia juga memasukkan sedikit demi sedikit air dengan sendok ke dalam mulut Shen Yuzhi selama beberapa kali dalam beberapa waktu, hingga akhirnya tabib Sun datang.
"Hu Zheng, apakah benar tuan mu yang meminta ku datang? Bukan kamu yang diam-diam memanggil ku karena teman mu sakit kan?"
"Tabib Sun" Panggil Su Wanwan.
"Ny-nyonya Su..."
Su Wanwan tahu sepertinya tabib Wang takut kepadanya karena dulu dia membuat masalah karena berpura-pura keracunan obat demi bisa tidak membayar obat.
Mengingat hal itu Su Wanwan terbatuk kecil. "Tabib Sun, masuklah. Tolong periksa keadaan nya."
Tabib Sun masuk ke dalam kamar dan memeriksa kondisi Shen Yuzhi. "Dia demam tinggi, jika terus seperti ini otaknya mungkin akan jadi bodoh!" Seru tabib Sun.
"Selamatkan dia!" Ucap tegas Su Wanwan.
"Baik-baik, tapi nyonya Su. Kamu akan membayar pengobatan nya kan?"
"Iya, obati dia, aku akan membayar biaya obat nya!"