NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Dirasa tidak ada hal berguna lainnya di kota Batu, Yan Kai pun langsung berniat untuk meninggalkan kota tersebut. Di dalam kamar penginapan, Yan Kai telah selesai membereskan seluruh barang miliknya.

Ia memeriksa kembali isi Cincin Ruang—pedang, kitab Teknik Pedang Bayangan, beberapa jubah sutra, sisa koin emas, batu giok hitam yang energinya telah habis terserap, serta beberapa barang kebutuhan sehari-hari.

Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, Yan Kai menganggukkan kepala pelan. "Sudah lengkap."

Ia kemudian meninggalkan kamar, menyerahkan kunci kepada pemilik penginapan, lalu melangkah keluar menuju jalan utama Kota Batu.

Suasana kota sudah kembali ramai. Para pedagang mulai membuka kios mereka, kereta-kereta barang keluar masuk melalui gerbang kota, sementara para kultivator dan pengelana tampak berjalan menuju tujuan masing-masing.

Yan Kai berhenti sejenak di tengah jalan. Ia mengangkat kepalanya, memandang langit biru yang membentang luas. Selama satu tahun lebih, hidupnya dipenuhi perjuangan untuk bertahan hidup. Kini, ia akhirnya memiliki kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Namun sebelum meninggalkan kota, Yan Kai terlebih dahulu membeli beberapa persediaan perjalanan, seperti makanan kering, kantong air, serta beberapa perlengkapan sederhana yang mungkin dibutuhkan selama berada di jalan.

Setelah semuanya siap, ia berjalan menuju gerbang selatan Kota Batu. Di depan gerbang, para penjaga hanya memeriksa barang bawaan secara sekilas sebelum mempersilakan para pengelana melanjutkan perjalanan.

Begitu melewati gerbang kota, hamparan jalan besar langsung terbentang di hadapannya. Jalan itu menghubungkan berbagai kota di seluruh kerajaan.

Yan Kai telah memperoleh banyak informasi selama berada di Kota Batu. Kini ia mengetahui bahwa tempat dirinya berada adalah Benua Laut Bintang, salah satu benua terbesar di dunia kultivasi. Sementara Kota Batu sendiri berada di wilayah Kerajaan Awan Suci.

Kerajaan itu memiliki empat kota utama yang menjadi pusat perdagangan, kebudayaan, dan berkumpulnya para kultivator dari berbagai penjuru.

Di bagian utara berdiri Kota Berlian, pusat pemerintahan dan kota paling makmur di kerajaan. Di sebelah timurnya terdapat Kota Emas, yang terkenal sebagai pusat perdagangan dan pelelangan berbagai harta langka.

Di wilayah selatan berdiri Kota Perak, kota yang menjadi tempat berkumpulnya banyak sekte, akademi, dan para kultivator muda berbakat. Sedangkan di wilayah barat terdapat Kota Perunggu, kota benteng yang menjadi garis pertahanan utama kerajaan.

Setelah mempertimbangkan semuanya, Yan Kai akhirnya menentukan tujuannya.

"Kota Perak..."

Menurut berbagai cerita yang ia dengar, kota itu merupakan tempat terbaik bagi seorang kultivator muda untuk berkembang. Di sana terdapat banyak kesempatan, baik untuk memperoleh sumber daya kultivasi maupun memperluas pengalaman.

Tanpa ragu lagi, Yan Kai mulai melangkah mengikuti jalan utama menuju arah selatan. Angin pagi berembus pelan, membuat jubah hitamnya berkibar. Tatapannya lurus ke depan, langkahnya mantap. Perjalanan baru dalam hidupnya akhirnya benar-benar dimulai.

...

Hari pertama perjalanan menuju Kota Perak berlangsung dengan sangat tenang. Yan Kai berjalan menyusuri jalan utama yang membelah hutan dan perbukitan.

Sesekali ia berpapasan dengan rombongan pedagang, pengelana, maupun kultivator yang memiliki tujuan sama. Namun, ia tidak berniat bergabung dengan siapa pun. Ia telah terbiasa hidup seorang diri.

Menjelang malam, Yan Kai beristirahat di bawah sebuah pohon besar di tepi jalan. Dengan kekuatannya saat ini, binatang buas biasa bukan lagi ancaman baginya. Setelah berkultivasi beberapa jam untuk menstabilkan fondasi kultivasinya, ia pun memejamkan mata hingga fajar tiba.

Hari kedua, matahari baru saja naik ketika Yan Kai kembali melanjutkan perjalanan. Jalan yang ia lalui mulai memasuki kawasan hutan yang lebih lebat. Pepohonan tinggi menjulang di kedua sisi jalan, membuat suasana menjadi sedikit lebih sunyi dibanding hari sebelumnya.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

"Tunggu di sana!"

Beberapa sosok tiba-tiba melompat keluar dari balik semak-semak. Dalam sekejap, Yan Kai telah dikepung oleh belasan pria bertubuh kekar yang membawa pedang, kapak, dan tombak.

Wajah mereka dipenuhi bekas luka, sementara tatapan mereka menunjukkan bahwa mereka telah terbiasa hidup dengan merampok dan membunuh.

Seorang pria bertubuh besar melangkah ke depan sambil menyeringai. "Hari ini keberuntungan kami cukup bagus. Seorang bocah yang bepergian sendirian. Lepaskan seluruh barang berhargamu, kalau tidak jangan salahkan kami bila kepalamu kami penggal."

Yan Kai hanya memandang mereka dengan tenang. Ia bahkan tidak mencabut pedangnya. "Aku sedang terburu-buru. Menyingkirlah."

Mendengar jawaban itu, seluruh bandit langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Bocah ini benar-benar tidak tahu diri!"

Pemimpin bandit itu mengangkat kapaknya tinggi-tinggi. "Kalau begitu, bunuh dia!"

Belasan bandit langsung menyerbu secara bersamaan. Namun Yan Kai hanya melangkah satu langkah ke depan.

Whusss!

Tubuhnya menghilang dari tempat semula. Para bandit membelalakkan mata. "Cepat sekali!"

Sebelum mereka sempat bereaksi...

buk!

Yan Kai menghantam perut seorang bandit hingga tubuhnya terpental beberapa meter. Disusul tendangan berputar yang menjatuhkan dua orang sekaligus. Pedang miliknya bahkan belum keluar dari sarung. Seluruh serangannya hanya mengandalkan kekuatan fisik yang diperkuat Qi.

Dalam hitungan napas, jeritan kesakitan terdengar dari berbagai arah.

"Aaaagh!"

"Tolong...!"

Buk! Brak!

Satu demi satu tubuh para bandit tumbang ke tanah. Pemimpin mereka mencoba melarikan diri dengan wajah pucat. Namun Yan Kai sudah berdiri tepat di depannya.

"Kau... kapan...?"

Belum sempat kalimatnya selesai...

Bang!

sebuah pukulan menghantam tengkuknya. Pria itu langsung pingsan seketika. Yan Kai menghela napas pelan sambil membersihkan debu di lengan bajunya. "Seperti ini saja sudah selesai." Ia sama sekali tidak merasa bangga. Bandit-bandit biasa seperti mereka bahkan tidak pantas disebut lawan bagi kultivator Ranah Pemurnian Qi.

Setelah memastikan mereka tidak lagi mampu mengejarnya, Yan Kai kembali melanjutkan perjalanan. Namun baru beberapa ratus meter berjalan...

Boom!!

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang bumi. Tanah di bawah kakinya ikut bergetar, pepohonan bergoyang hebat. Disusul benturan energi lain yang jauh lebih kuat.

Boooom!!

Gelombang tekanan yang luar biasa bahkan mencapai tempat Yan Kai berdiri. Angin kencang menerpa wajahnya. Yan Kai langsung menghentikan langkah.

"Pertarungan?"

Tatapannya mengarah ke kedalaman hutan. Dari sana, aura spiritual yang sangat kuat terus bertabrakan. Jelas sekali bahwa orang-orang yang sedang bertarung memiliki kekuatan jauh di atas para bandit tadi.

Rasa penasaran muncul di hati Yan Kai. Ia menimbang sejenak, lalu akhirnya memutuskan untuk memeriksa dari kejauhan. Dengan menekan auranya serendah mungkin, Yan Kai bergerak cepat melintasi pepohonan.

Semakin dekat, semakin jelas suara benturan senjata terdengar. Tak lama kemudian, ia bersembunyi di balik batang pohon raksasa dan mengintip ke arah sebuah tanah lapang di tengah hutan. Pemandangan di hadapannya membuat kedua matanya sedikit membesar.

Di tengah lapangan itu, seorang wanita berdiri dengan tenang. Ia mengenakan jubah putih bersih yang berkibar lembut tertiup angin. Tubuhnya ramping dan anggun, rambut hitam panjangnya terurai hingga pinggang, sementara wajahnya tertutup oleh cadar tipis berwarna biru muda yang justru menambah kesan misterius.

Meski wajahnya tidak terlihat jelas, hanya dari sepasang matanya saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa wanita itu memiliki kecantikan yang luar biasa. Di tangannya tergenggam sebilah pedang panjang yang memancarkan cahaya kebiruan.

Sementara di hadapannya, berdiri tiga orang pria berusia sekitar tiga puluh tahunan. Masing-masing memancarkan aura yang kuat dan tajam. Tatapan mereka dipenuhi niat membunuh, seolah tidak akan membiarkan wanita berjubah putih itu pergi hidup-hidup.

Yan Kai tetap bersembunyi di balik pepohonan. Ia tidak mengetahui siapa wanita itu, juga tidak mengenal ketiga pria yang sedang mengepungnya.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!