NovelToon NovelToon
Qin Yuchen : Seni Dewa Naga

Qin Yuchen : Seni Dewa Naga

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:356.7k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di Tanah Soul Martial, hukum rimba adalah segalanya — hanya kekuatan yang menentukan hidup dan mati. Para kultivator menembus langit, para raksasa mengguncang bumi, dan setiap jiwa bermimpi meraih matahari serta bintang.

Namun, takdir berputar.Qin Yuchen, Raja Dewa yang pernah menguasai Alam Atas, jatuh ke jurang kehancuran. Dari abu kehancuran itu, ia bangkit kembali dalam tubuh seorang pemuda biasa di perbatasan barat, membawa rahasia terlarang: Seni Dewa Naga Kekacauan

Dengan seni ilahi itu, ia menapaki jalan berdarah — menantang langit, menundukkan bumi, dan menyingkirkan segala jenius yang berani menghalangi. Perjalanan menuju takhta tertinggi pun dimulai, sebuah kisah tentang kebangkitan yang akan mengguncang seluruh jagat raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Burung Roh Jiwa

Matahari terbenam di barat, cahaya senja mewarnai separuh langit dengan warna merah jingga.

*Apa itu?*

Qin Yuchen menyipitkan mata, mengamati saksama, tapi tak melihat apa pun. Alisnya berkerut, pandangannya menyapu pegunungan di sekitarnya.

*Medan ini cukup istimewa. Belum cukup untuk membesarkan seorang Kaisar Suci, tapi tetap mengesankan — tak heran Harta Karun Roh lahir di sini.*

*Harta Karun Roh...*

*Lokasi Sekte Pedang Bintang tak jauh dari sini. Mungkin lembah gunung raksasa ini tak sesederhana kelihatannya.*

*Bayangan yang muncul barusan di bawah cahaya senja itu mungkin...!*

Matanya berbinar. Dengan cepat, ia membentuk mantra esoterik — jari kirinya menggores telunjuk kanannya hingga berdarah, lalu menyatukan telunjuk dan jari tengah kanannya, menggoreskannya di dahi.

"Mata Jiwa, terbukalah," gumamnya pelan.

Mata Qin Yuchen berubah hijau muda. Ia menyapu pandangannya ke udara — sesaat kemudian, seekor Burung Roh Jiwa kecil berwarna hijau zamrud, hampir transparan, muncul dalam pandangannya. Baik di bawah matahari maupun kegelapan, orang biasa sama sekali takkan bisa melihatnya, seolah tanpa wujud fisik.

Makhluk Roh Jiwa seperti ini terbentuk dengan dua cara: kondensasi Kekuatan Jiwa Langit dan Bumi murni, atau seorang ahli kuat yang menggabungkan Jiwa Ilahi miliknya atau peliharaannya dengan Kekuatan Jiwa Langit dan Bumi. Bagaimanapun cara terbentuknya, kemunculan makhluk semacam ini selalu menandakan harta karun berharga di sekitarnya.

Penemuan ini memastikan dugaan Qin Yuchen: lembah gunung raksasa ini bukan tempat biasa, melainkan tanah dengan keberuntungan geomantik luar biasa — asal muasal Harta Karun Roh yang tengah terbentuk. Namun kini ia sadar, nilai sesungguhnya lembah ini bukanlah harta tingkat Master Jiwa itu, melainkan sesuatu yang lain — dan itu pasti dimulai dari Burung Roh Jiwa ini.

Ia melesat ke atas, mengejar burung itu.

Burung Roh Jiwa seolah menyadari kehadirannya. Ia mengepakkan sayap lembut, terbang perlahan ke depan. Qin Yuchen mengikuti dengan cermat dari bawah. Tak lama, ekspresinya berubah serius — jalan yang ditunjukkan burung itu makin sulit, hingga akhirnya ia harus menyusuri tepi tebing curam. Hanya karena Angin Pengejar-nya sudah mencapai penguasaan penuh, ia bisa melewati jalur berbahaya itu — Prajurit Jiwa lain, apalagi orang biasa, mustahil bisa mengikutinya.

Setelah berlari selama sebatang dupa, ia berhenti di tebing retak tempat burung itu berhenti, memutar badan kecilnya menatapnya.

Qin Yuchen menatap tebing tak berdasar di depannya, lalu mendongak ke arah burung itu, merasa sedikit ngeri. *Jangan-jangan makhluk kecil ini tersesat, membawaku ke jalan buntu?*

Tepat saat itu, Burung Roh Jiwa menukik, terbang langsung menuruni tebing retak.

*Aduh.* Qin Yuchen mengusap dahi. Sesaat kemudian, kicauan riang bergema dalam kesadarannya — pesan dari burung itu. *Sialan, ternyata memang benar-benar di bawah tebing ini.*

Kini ia yakin. "Baiklah, mana mungkin seorang Raja Dewa takut bahaya sekecil ini?" Sayangnya Si Hitam Kecil sedang tidur lelap untuk menembus realm baru — kalau tidak, ia bisa memanggilnya untuk menunggangi. Sekarang hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

Ia menghela napas panjang, diam-diam mengoperasikan Seni Lima Elemen. Kekuatan Jiwa muncul di tangannya, melilit jari-jarinya membentuk sulur tipis, mencengkeram bebatuan di tebing retak, bahkan menembus celah batu. Berpegangan pada sulur itu, ia mulai turun.

Dari atas, tebing ini tak terlihat seberapa mengerikan — tapi begitu berada di dalamnya, ia menyadari seluruh dinding tebing lurus sempurna, seolah dibelah pedang tanpa kemiringan sedikit pun.

Setelah menuruni ratusan kaki, memakan waktu hampir setengah cangkir teh, dengan Kekuatan Jiwa tersisa kurang dari dua persepuluh, ia akhirnya melihat kembali Burung Roh Jiwa yang hampir transparan itu, menari-nari gembira di udara menyambut kedatangannya.

Qin Yuchen tak sempat memperhatikan tingkah lucunya — menuruni tebing curam ini sudah cukup melelahkan.

Burung itu terbang ke sisinya, lalu bergeser sedikit ke samping. Qin Yuchen mengikuti. Burung itu bergeser lagi, ia pun mengikuti lagi. Setelah lima kali berpindah, sebuah mulut gua kecil — hanya cukup untuk satu orang — muncul di hadapannya.

Pintu masuk ini benar-benar tersembunyi. Bahkan seseorang yang bisa terbang dengan pedang akan sulit menemukannya lewat udara. Ditambah lokasinya di tebing curam, tak ada yang akan menyangka ada gua di sini — apalagi berani turun sejauh ini untuk mencarinya. Untung ia punya pengalaman dan kehati-hatian ekstra hingga bisa menemukan burung kecil transparan ini; kalau tidak, kesempatan ini pasti terlewat begitu saja.

*Wush!*

Qin Yuchen menghela napas lega — akhirnya sampai. Tanpa ragu, ia melompat masuk ke dalam gua, sekaligus mengeluarkan Pil Kekuatan Jiwa dan memasukkannya ke mulut. Meski sudah tiba, ia belum tahu apa yang menunggunya di dalam — lebih baik memulihkan Kekuatan Jiwa lebih dulu sebagai langkah kehati-hatian.

Efek pil menyebar cepat, Kekuatan Jiwanya yang nyaris habis segera pulih.

Burung Roh Jiwa yang tadinya hampir tak terlihat di bawah matahari, kini justru bersinar terang di dalam gua, menjadi satu-satunya sumber cahaya.

Senyum tipis muncul di wajah Qin Yuchen. Tindakan itu jelas menunjukkan niat baik burung kecil ini — mengorbankan Kekuatan Jiwanya sendiri demi menerangi jalan, meski ia tetap bisa memulihkan diri dengan menyerap Kekuatan Jiwa Langit dan Bumi.

Namun meski merasakan kebaikan itu, Qin Yuchen tetap waspada. Ia berdiri, menggenggam tangan kanan, mengeluarkan pedang saber yang biasa ia pakai belakangan ini. Meski memiliki Sembilan Langkah Istana dan Tinju Penghancur Kekosongan, kemampuan terkuatnya tetaplah Niat Pedang dan Niat Saber — keduanya kini sudah mencapai tiga persepuluh. Ia memilih pedang saber bukan karena alasan khusus, hanya karena sudah terbiasa memakainya beberapa hari terakhir.

Burung Roh Jiwa terbang cukup cepat. Qin Yuchen hanya sempat melihat sekilas beberapa lukisan dan tulisan di dinding gua, tak sempat memeriksanya lebih dekat — ia harus terus mengikuti dengan teknik pergerakannya, tak boleh kehilangan jejak di saat-saat terakhir ini. Siapa tahu ada jebakan berbahaya di dalam gua.

Semakin dalam mereka masuk, lorong gua perlahan melebar, cahaya mulai muncul di depan. Burung Roh Jiwa kembali transparan.

Tepat saat mata Qin Yuchen berbinar melihat cahaya itu, burung kecil itu mengeluarkan kicauan lain — kali ini berbeda dari kegembiraan sebelumnya, membawa nada mendesak.

1
Rajo kaciak
guru..guru....guruuu🤣🤣🤣
Sugianto 9
masih ada misteri yang tertinggal 🤔🤔🤔... 🥱🥱🥱
Sugianto 9
kebodohan dan keserakahan itu akan selalu membawa kerugian, kehancuran dan penyesalan yang mendalam... 😾😾😾🥱🥱🥱🤔🤔🤔
Sugianto 9
hhahahaha... entah harus tertawa atau menangis nih.. 🤔🤔🤔... 👽👽👽 dengan kekuatan suci di dalam jiwanya, bakalan bertambah cepet kuat dah.. 💪💪💪👻👻👻
Sugianto 9
ni bocah kelewat bae amat ya... 🤔🤔🤔.. semoga ads manfaatnya buat dia kedepan.. 💪💪💪
Sugianto 9
di 2 cewe kampret minta di emprut kali ya.. dah di tolongin tapi ga tau diri.. 🤣🤣🤣👻👻👻💪💪💪
Sugianto 9
tidak ada tang kekal abadi selama jutaan tahun.. Dalang memang adalah kunci utama keberhasilan sebuah drama..🤣🤣🤣.. 👻👻👻.. tapi.. drama jahat akan balik menyerang sang Dalang, pastinta.. 💪💪💪👽👽👽
Sugianto 9
waduh.. pada ngilang kemana ya tuh orang.. 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔 jangan jangan di culuk alien.. 🤣🤣🤣👻👻👻
Samadi Kelana
terlalu banyak entitas di dalam tubuhnya.
Sugianto 9
jadi sakte iblis sudah mulai beraksi..🤔🤔🤔.. menyusup.dah lama di keluarga² kuat itu.👽👽👽
Israel
agak bingung di chap ini
Sugianto 9
akhirnya yang takut mati akan menyerah seperti anjing takut ga makan.. 👽👽👽👽👽👽👽👽👽👽👽...
Sugianto 9
bunuhhhh.... musnakan para penghianat.. 💪💪💪.. manusia paling hina itu adalah penghianat.. di kanoha banyak yg kaya gitu.. 👻👻👻🤣🤣🤣👽👽👽
Sugianto 9
bagus... besrsihkan segera bandit² kampret itu .. 💪💪💪.. 👻👻👻...
Sugianto 9
banyak bacot lah... sikattttt ...bantaiiiii.... potong... 👻👻👻🤣🤣🤣
Sugianto 9
kampret ni bocah, masih berani ga jujur 100%.. dasar gendeng.. 🤣🤣🤣👻👻👻..
Sugianto 9
bagus.. perholakan sakte Dewa Pedang sudah di mulai. 🤔🤔🤔. sudah saatnya memisahkan air dengan minyak.. 👽👽👽.. sikat......
Sugianto 9
rahasia dah mulai terbongkar dikit dikit.. 👻👻👻🤣🤣🤣 ..
Sugianto 9
ini anak, kampret juga ya.. bukan kah dia di suruh ambil es itu ama guru nya.. ini malah di pakai sendiri...👽👽👽 hadeh.. murid bejat juga ni bocah..👻👻👻🤣🤣🤣
Sugianto 9
apa sakte Pedang ini ada rencana mau berontak dan mengambil alih sakte Dewa Pedang... 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!