NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Mendengar suara Mahardika, kerumunan warga seketika hening.

Semua mata tertuju pada pria yang dulu mereka kira sudah tewas mengenaskan di Gunung Merapi.

"M-Mahardika?!" bisik salah satu warga terperanjat. "Kamu... kamu masih hidup?"

Ibu Darti mendongak dengan mata sembap dan merah.

Begitu melihat Mahardika yang berdiri menggendong Amel, yang tadinya penuh duka seketika ia menjadi marah dan prasangka buruk.

"Kamu?! Untuk apa kamu ke sini?! Mau mengejekku?! Dulu penyakitmu membawa sial di desa ini, dan sekarang kamu datang saat anakku meninggal?! Pergi kamu!" jerit Bu Darti menunjuk wajah Mahardika dengan jari gemetar.

"Bu Darti, tenang dulu! Anakmu Rendy belum meninggal. Napasnya hanya tertahan karena jalur pernapasan di dadanya tersumbat total. Kalau Ibu terus menangis dan menundanya, lima menit lagi dia benar-benar akan tewas!" potong Mahardika dengan nada tegas dan dingin.

"Jangan asal bicara kamu, Mahardika! Tadi bidan desa sudah memeriksa, detak jantung dan napas Rendy memang sudah tidak ada!" kata Pak RK yang baru tiba di lokasi, wajahnya cemas.

"Bidan desa memeriksa secara kasat mata, tapi saya melihat aliran kehidupan di dalam tubuhnya!" jawab Mahardika penuh keyakinan.

Ia mendudukkan Amel di bangku kayu dekat teras. "Amel, tunggu Papa di sini sebentar ya, Sayang."

"Iya, Pa," jawab Amel patuh.

Mahardika langsung melangkah mendekati tubuh Rendy yang terbaring kaku.

Bu Darti mencoba menghalangi sambil mendorong dada Mahardika.

"Jangan sentuh anakku! Kamu bukan dokter, kamu cuma orang sakit-sakitan! Jangan acak-acak mayat anakku!" pekik Buk Darti.

"Jika Ibu sayang pada Rendy, diam dan biarkan saya bekerja!" gertak Mahardika.

Aura keemasan tipis di sekitar tubuhnya, membuat tekanan kuat yang membuat Bu Darti seketika terpaksa mundur dua langkah secara refleks.

Tanpa membuang waktu, Mahardika merogoh dompet kainnya dan mengeluarkan tiga buah jarum perak.

Menggunakan penglihatan tembus pandangnya, ia mengincar titik di dada serta leher Rendy.

Jleb! Jleb! Jleb!

Jarum perak menancap dan Mahardika menyalurkan sentuhan energi murni keemasan melalui pangkal jarum tersebut.

Energi hangat itu menjalar masuk ke dalam saluran pernapasan Rendy, menghancurkan gumpalan dahak dan racun makanan yang menyumbat jalur udaranya.

Ukkhh! Uhuk! Uhuk!

Tiba-tiba, tubuh kaku Rendy melonjak kaget.

Anak laki-laki itu memuntahkan gumpalan lendir hitam pekat ke tanah, lalu langsung menghirup udara dengan napas memburu dan dada naik-turun.

"Uhuk! Ibu... Ibu..." panggil Rendy dengan suara serak.

Matanya yang tadi terpejam kini terbuka pelan.

"Gusti Allah! Rendy hidup lagi!" kata salah satu warga hampir menjerit.

"Dia benar-benar menyembuhkan anak yang sudah dianggap mati?!" sahut warga yang lain dengan mata membulat karena terjadi hal di luar nalar.

"Ilmu apa yang dimiliki Mahardika?!" bisik di antaranya penuh penasaran.

Ibu Darti tersungkur di samping anaknya, merengkuh Rendy sambil menangis sejadi-jadinya karena merasa lega dan bahagia.

"Rendy! Anakku! Kamu hidup, Nak!" jerit Bu Darti penuh rasa syukur.

Setelah memastikan napas anaknya kembali stabil, Bu Darti perlahan mendongak menatap Mahardika.

Rasa malu, bersalah, dan penyesalan yang teramat dalam.

Pria yang dulu ia caci-maki, ia tuduh membawa petaka, dan ia usir dari desa... kini justru menjadi penyelamat bagi nyawa putranya.

"M-Mahardika... Maafkan aku... Maafkan mulut busukku di masa lalu... Terima kasih sudah menyelamatkan anakku..." bisik Bu Darti dengan bibir bergetar hebat. Ia merangkak pelan di atas tanah menuju kaki Mahardika.

Mahardika menatap wanita paruh baya yang berlutut di depannya itu dengan pandangan datar.

Ia melangkah mundur satu tapak, membiarkan Bu Darti berdiri sendiri.

"Saya menolong Rendy karena dia anak kecil yang tak berdosa, bukan untuk mendengar permohonan maafmu. Jagalah anakmu baik-baik. Jangan mudah menghakimi orang lain hanya karena kamu merasa lebih tinggi," kata Mahardika dingin namun bermartabat.

Mahardika berbalik melangkah mendekati Amel, lalu kembali menggendong putri kecilnya itu di atas pundak dengan penuh kasih sayang.

"Wah, Papa keren banget! Bisa bikin Abang Rendy bangun!" puji Amel polos sambil bertepuk tangan gembira.

Mahardika tersenyum hangat menatap putrinya. "Ayo kita pulang, Nak. Masih banyak hal yang harus Papa siapkan untuk rumah kita."

Para warga menatap ke arah punggung Mahardika yang semakin menjauh, dengan perasaan malu, kagum dan bersalah karena pernah melakukan hal buruk para Mahardika, tapi Mahardika tetap menolong orang yang membencinya.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!