NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dengan langkah tenang dan penuh percaya diri, Aira berjalan menyusuri koridor megah hingga sampai di area lobby utama hotel.

Ia melihat sosok Radit, Ibu Radit, dan Siska yang berdiri dengan raut wajah penuh kedengkian.

Kedatangan Aira langsung disambut dengan tatapan tajam dan cibiran sinis oleh keluarga mantan suaminya itu.

"Lihat nih, wanita sok suci kita akhirnya keluar juga!" ejek Radit dengan suara sengaunya yang tertutup perban.

Ia melangkahkan kakinya menuju ke arah Aira yang berdiri di hadapannya.

"Jangan sok polos kamu, Aira! Semua orang di sini harus tahu kalau kamu itu cuma wanita panggilan! Mana mungkin koki biasa bisa gaya-gayaan punya simpanan pria kaya kalau bukan jual diri?!" ucap Radit sampai membuat beberapa tamu hotel dan staf di sekitar lobby menoleh terkejut.

Dari sudut koridor VIP, Lucas melangkah cepat dengan aura membunuh yang dingin, siap meremukkan Radit sekali lagi.

Namun, sudut mata Aira menangkap pergerakan Lucas yang akan menuju ke arahnya.

Sebelum pria itu sempat menampakkan diri di depan umum, Aira menggelengkan kepalanya pelan.

Dimana sebuah isyarat tegas meminta Lucas agar tidak campur tangan dan membiarkan dirinya menyelesaikan ini sendiri.

Lucas menghentikan langkahnya di balik pilar besar, mengepalkan tangannya rapat-rapat sembari terus pasang badan mengawasi dari kejauhan.

Aira membalikkan badan, menatap Radit lurus-lurus tanpa ada rasa takut sedikit pun di matanya.

"Mana buktinya kalau aku wanita panggilan, Tuan Radit?" tanya Aira dengan suara lantang

'Kalau Anda tidak bisa membuktikannya detik ini juga, saya akan langsung memanggil polisi atas tuduhan pencemaran nama baik, fitnah, dan membuat keributan di tempat kerja saya!"

Deg!

Radit, Ibu Radit, dan Siska seketika terkejut setengah mati.

Mereka tidak menyangka Aira yang dulunya penurut, lemah lembut, dan selalu mengalah. Akan bisa berbicara dengan begitu tegas dan membawa nama kepolisian tanpa ragu.

Mulut Radit terkunci rapat, sementara Ibu Radit menahan napasnya yang tercekat.

Tak mau kehilangan muka di tempat umum, Ibu Radit melangkah maju sembari menunjuk wajah Aira dengan telunjuknya yang gemetar.

"Sombong sekali kamu, Aira! Kamu itu cuma wanita mandul dan sekarang cuma bekerja jadi koki murahan di sini! Jangan sok menakut-nakuti kami!" bentak Ibu Radit.

Aira hanya menyunggingkan senyum tipis yang penuh kemenangan.

Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh ucapan kasar mantan ibu mertuanya.

Aira berpaling menatap dua petugas keamanan hotel yang sudah bersiaga di dekat pintu.

"Satpam, tolong usir mereka bertiga keluar dari area hotel sekarang juga. Mereka mengganggu kenyamanan pengunjung," pinta Aira.

"Baik, Chef!" jawab kedua satpam tegas.

Mereka langsung melangkah maju dan menghadang jalan keluarga Radit.

"Mari Pak, Bu, silakan keluar secara baik-baik atau kami tindak secara paksa!"

"Kurang ajar kamu, Aira! Aira!" teriak Ibu Radit histeris saat mereka bertiga didorong keluar oleh petugas keamanan.

Tanpa membuang waktu atau menoleh lagi ke belakang, Aira berbalik dan melangkah mantap kembali menuju dapur, meninggalkan trio penjahat itu dalam kehinaan dan rasa malu yang mendalam.

Begitu Aira melangkah masuk kembali ke area dapur utama, suasana langsung terasa hening sejenak.

Seluruh staf dapur menatapnya dengan campuran rasa kagum dan penasaran atas keributan yang sempat terjadi di lobby depan tadi.

Belum sempat Aira membuka suara, pintu kaca ruang pengawasan terbuka.

Lucas melangkah keluar dengan setelan jas rapi dan ekspresi wajah sedingin es.

Namun matanya langsung tertuju sepenuhnya pada sosok Aira.

"Chef, Anda tidak apa-apa?" tanya Lucas dengan nada suara berat yang sengaja ia buat terdengar formal, meskipun sorot matanya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.

Aira menunduk sekilas, menyembunyikan senyum kecil di balik bibirnya sebelum mendongak dan menatap sang bos besar lurus-lurus.

"Tidak apa-apa, Pak Lucas. Terima kasih atas perhatiannya, situasi di lobby sudah ditangani dengan baik oleh pihak keamanan," jawab Aira profesional.

Untuk sepersekian detik, sorot mata hitam Lucas dan mata jernih Aira terkunci dalam keheningan yang sarat makna.

Ada ketegangan manis yang tercipta di udara dimana tatapan penuh cinta dan perlindungan yang terpancar jelas bagi siapa saja yang peka melihatnya.

Melihat interaksi kedua atasan tersebut, Rizal dan para koki di sekitarnya langsung saling berpandangan.

Mereka menahan tawa, merasa ada getaran aneh yang tidak biasa antara sang pemilik hotel dan Head Chef mereka.

Rizal yang paling tidak bisa menahan diri akhirnya berdehem keras sambil menyenggol lengan koki di sebelahnya.

"Ehem! Chef. Ayo, printer pesanannya bunyi lagi. Menu apa lagi nih yang dipesan?" ledek Rizal dengan nada jenaka, sengaja menggoda Aira untuk mencairkan suasana.

"Jangan asyik tatap-tatapan terus sama Pak Bos, nanti ikannya keburu gosong!"

Seketika seluruh staf dapur meledak dalam tawa tertahan.

Pipi Aira langsung merona merah padam, salah tingkah karena tertangkap basah.

Ia segera berbalik dan melempar tatapan tajam pura-pura marah kepada Rizal.

"Rizal! Fokus ke wajanmu!" seru Aira salah tingkah.

Lucas yang melihat rona merah di wajah calon istrinya hanya bisa menyunggingkan senyum tipis yang amat tampan, lalu berbalik kembali ke ruangannya dengan hati yang jauh lebih tenang.

Sementara itu setelah diusir dari hotel, Radit melajukan mobilnya menuju ke rumah.

Sesampainya di rumah mereka bertiga masuk dengan penuh emosi.

Mila, yang sejak tadi menunggu di ruang tamu, langsung berdiri dan menyambut kepulangan mereka dengan wajah penasaran.

"Bagaimana, Mas? Apa kalian berhasil bikin Aira malu dan dipecat?" tanya Mila berturut-turut.

Radit membanting pintu depan dengan keras. Wajahnya merah padam, gigi bawahnya bergeser kesakitan akibat perban di mulutnya.

"Apanya yang bagaimana?!" bentak Radit kesal.

"Wanita sialan itu benar-benar sudah berubah! Bukan cuma menolak diintimidasi, dia bahkan menyuruh satpam mengusir kita dan mengancam akan memenjarakan aku!"

Ibu Radit yang mendengarnya langsung memegang dadanya sendiri.

Napasnya terengah-engah, wajah keriputnya pias karena emosi yang teramat sangat.

"Dada Ibu rasanya sesak sekali. Anak kurang ajar itu benar-benar mau membunuh Ibu perlahan-lahan!" rintih sang ibu lemas nyaris jatuh pingsan, membuat Siska dan Mila langsung panik memapahnya ke sofa.

Di saat Siska sibuk mengipasi sang ibu dan Radit mengumpat kesakitan di pojok ruangan, Mila melangkah mundur pelan-pelan.

Matanya menyipit, memancarkan aura licik yang mematikan. Ia tidak akan pernah tinggal diam membiarkan Aira hidup tenang sementara dirinya diusir dari penthouse mewah dan diabaikan begitu saja.

Mila berjalan ke teras belakang rumah, merogoh ponsel dari dalam tasnya, lalu menghubungi seseorang.

"Halo?" suara kasar seorang pria menjawab di seberang sana.

"Aku butuh bantuan kalian malam ini," bisik Mila tajam.

"Datanglah ke restoran hotel tempat Aira bekerja malam nanti saat jam operasional hampir tutup. Pesan menu yang aneh dan buat keributan besar di sana untuk mengerjai wanita itu sampai hancur!"

Di ujung telepon, sang preman tertawa menyeringai.

"Beres, Bos! Serahkan pada kami."

1
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Ariany Sudjana
tetap waspada ya chef dan Lukas, karena si pelacur murahan itu ga terima kalau Aira hidup dengan baik
Ariany Sudjana
wah chef Aira ngidam ceri 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, yang ada kamu yang akan dikerjai sama preman itu dan kamu salah cari lawan
Iffanaya 😽
lanjut Thor 💪
Iffanaya 😽
kamu salah cari lawan Mila 😏 liat aja apa yg dilakukan Lucas kalo tau apa yg kamu lakukan ke aira
Dew666
💜
my name is pho: Terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu harus waspada, jangan biarkan si pelacur murahan dan Mak Lampir itu berbuat kerusuhan di hotel kamu, dan jangan sampai mereka membuat celaka ke Aira
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dna Mila, silakan kalian balas dendam, kalian siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
puji Tuhan, calon ibu mertua Aira itu baik hati, dan meskipun konglomerat, tidak sombong seperti mantan mertuanya
Ariany Sudjana
skak mat kamu merin, kamu hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 mama Lucas benar-benar wise, tidak termakan dengan omongan si pelacur murahan itu, kacian deh loe Merin 🤣🤣😂😂
mama kandung yang waras pasti ga akan mau punya menantu pelacur murahan seperti kamu, jadi jelas sekali chef Aira kelasnya jauh di atas kamu
Ariany Sudjana
dasar laki-laki pengecut kamu Radit, kamu sudah menghina Aira. dan kamu pelacur murahan, kamu bilang Aira mandul 🤣🤣🤣😂 dasar bodoh, buktinya Aira mengandung bayi kembar 3, jangan-jangan Radit yang mandul 🤣🤣😂😂 kalau Radit mandul, berarti yang dikandung Mila, anak siapa?
Ariany Sudjana
harusnya jangan hanya diusir pelacur murahan itu, tapi juga dibinasakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!