NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kembali nya sang mantan

Ara yang sedang berada di kamar terus membayangkan tentang betapa bahagianya nya Ia jika nanti sudah menjadi istri Dimas, Ia akan memiliki keluarga yang selama ini ia impikan, dan Ia yang akan memiliki keluarga yang akan selalu mendukung nya, tidak merendahkan ataupun memaki nya lagi, senyum bahagia terukir di bibir nya.

hari demi hari Ara lalui dengan hati yang lebih sabar dan tenang, sampai suatu hari ujian cinta nya kembali datang, mantan Dimas yang dulu pernah meninggalkan Dimas kini datang kembali untuk meminta Dimas kembali menjadi pacar nya.

Sarah adalah mantan Dimas yang dulu pernah meninggalkan Dimas karna alasan ingin meraih cita-cita nya, namuan kini iya kembali dan menginginkan Dimas kembali.

" hay Dim apa kabar udah lama ya kita engga ketemu." ucap Sarah yang sengaja datang ke rumah Dimas.

Melihat kedatangan Sarah membuat Dimas sedikit terkejut Dimas tidak menyangka Sarah akan kembali ke kampung itu, luka lama yang sudah perlahan sembuh kembali datang menghantui Dimas.

" Sarah kok kamu ada di sini, dan sejak kapan kamu kembali dari kota." jawab Dimas

" baru dua hari lalu, aku kesini karna kangen sama kamu, kamu ada waktu engga boleh engga kamu nemenin aku jalan - jalan bentar doang kok, cuma keliling kampung aja kok."

" maaf ya Sar aku lagi sibuk, kerjaan aku masi banyak, aku masih harus ke ladang." jawab Dimas mencoba menolak ajakan Sarah.

" gimana kalu aku ikut kamu ke ladang, udah lama juga aku engga ke ladang boleh kan aku ikut kamu pliss."

" diladang panas orang berpendidikan kaya kamu engga cocok main ke ladang."

" aku minta maaf Dim, aku tau aku salah tapi aku engga punya pilihan lain waktu itu, aku harus nurut sama bapak, sekarang aku udah balik kok aku engga akan ke mana-mana lagi."

" udah telat, rasa cinta aku ke kamu udah mati." jawab Dimas lalu meninggalkan Sarah.

Sarah yang mendengar itu merasa tidak percaya, Ia yakin bahwa Dimas masi mencintai nya dan cinta Dimas hanya untuk dia saja, dia yakin bahwa Dimas saat ini hanya sedang marah saja, dia akan membuat Dimas kembali menjadi pacar nya, namun yang Sarah tidak tau bahwa tempat nya di hati Dimas sudah di gantikan oleh Ara.

Sarah tidak menyerah Ia tetap mengikuti Dimas kemana pun Dimas pergi, Ia yakin bahwa Dimas akan luluh kembali Dimas akan memaafkan nya.

" udara di sini seger banget yaa beda sama di kota, tiap hari cuma bisa dengar kendaraan lalu lalang udara nya juga penuh debuh, kamu tau engga Dim waktu aku di kota tiap hari aku selalu mikirin kamu, aku pengen banget cepet - cepet balik ke kampung ini supaya aku bisa ketemu sama kamu lagi." oceh sarah mencoba memancing perhatian Dimas.

Namun Dimas mengabaikan keberadaan Sarah dan terus melanjutkan pekerjaan nya, Ia sangat malas mendengar ocehan Sarah karna baginya itu sudah menjadi masalalu, karna sekarang Ia hanya menginginkan Ara, Dimas hanya ingin fokus pada Ara saja.

Sarah yang melihat perkataan nya di abaikan oleh Dimas merasa sedikit kesal, Ia yakin Dimas sedang berpura-pura mengabaikan nya saja, Sarah merasa bahwa Dimas pasti sangat merindukan Sarah dan Dimas senang karna Ia sudah kembali dan mencari Dimas.

namun semua itu hanya anggan-angan Sarah saja, Dimas benar-benar tidak ingin berurusan lagi dengan Sarah.

" sebaiknya kamu pulang aja, nanti bapak kamu nyariin kamu." jawab Dimas.

" kamu ngusir aku Dim, kok kamu tega sih aku udah berinisiatif buat cari kamu dan minta maaf ke kamu loh, kok kamu malah ngusir aku si."

" aku engga ngusir dan aku juga engga minta kamu buat nyari aku, hubungan kita unda berakhir Sar, kita engga akan bisa kaya dulu lagi."

" kenapa Dimas,atau kamu udah punya orang lain,engga aku tau kamu cuma lagi ngambek kan udah ya Dim kita baikan lagi aku janji kok engga akan ninggalin kamu lagi ya, udah dong ngambek nya."

mendengar itu Dimas hanya diam, Dimas lalu kembali meninggalkan Sarah namun Sarah nampaknya masi tidak ingin menyerah Sarah bahkan terus mengikuti kemana pun Dimas pergi.

" kamu engga capek apa ngikutin aku terus, aku aja capek loh liat muka kamu mending sekarang kamu pulang, aku mau ke rumah Doni."

" aku ikut , aku juga mau ketemu sama kk Doni udah lama juga aku engga ketemu sama kk Doni." jawab Sarah

" engga, lebih baik kamu pulang sekarang." Jawab Dimas yang buru - buru naik ke motor nya dan langsung pergi meninggalkan Sarah."

Sarah merasa kesal dengan perlakuan Dimas, namun Ia tidak ingin menyerah, Ia akan terus mengejar cinta Dimas dan mendapatkannya kembali.

" aku engga akan nyerah sampai kamu mau balikan lagi sama aku, aku akan lakukan apapun demi dapetin kamu lagi. " ucap Sarah sambil mengepalkan tanggan nya.

Saat sampai di rumah Doni, Dimas menghembuskan nafas berat yang memancing perhatian Doni.

" kenapa lagi luh, perasaan ngeluh mulu de heran gua, kali ini kenapa lagi berantem luh sama Ara ada masalah lagi sama keluarga nya Ara." tanya Doni.

" ini bukan tentang Ara atau keluarga nya, tapi ini tentang Sarah dia kembali lagi Don, dan tadi Dia datang ke rumah gua bahkan ngikutin gua sampai ke ladang, dia bilang dia kangen sama gua, dia mau gua nerima dia lagi. "

" trus luh jawab apa, dan sekarang gimana perasaan luh sama Sarah apa luh masi suka sama dia."

" engga Don, sekarang gua cuma cinta sama Ara, gua engga mau ninggalin Ara, gua sama Sarah itu udah lama berakhir rasa cinta gua ke dia udah lama pudar Don. "

" luh udah bilang ke Sarah kalau sekarang luh udah punya pacar. "

" engga gua belum bilang sama Dia dan gua rasa dia engga perlu tau itu."

Doni menghela nafas panjang saat mendengar cerita sahabat nya itu, Doni tau bagaimana sayang nya Dimas ke Sarah dulu, dan Ia juga tau bagaimana Sarah menghancurkan hati sahabat nya dulu.

" Sarah harus tau, dengan begitu mungkin dia akan berhenti deketin luh lagi Dim, dan luh bisa bilang kalu dia bisa jadi adik luh, bagaimana pun kalian pernah dekat dulu."

" tapi Don gua engga mau nyakitin hati Ara, gua mau jaga jarak dari Sarah, gua engga pengen punya hubungan apa- apa sama Sarah lagi."

" gua ngerti Dim , gua ngerti luh sayang banget sama Ara, tapi apa salahnya kalu luh dan Sarah jadi teman, gua yakin Ara pasti ngerti dia engga akan marah. "

" tapi gimana kalu Ara marah, gua engga mau dia jauhin gua karna Sarah."

" yaudah kalu gitu gua udah engga bisa bilang apa- apa lagi, sekarang terserah luh aja, semua keputusan ada di tangan luh."

Di sisi lain Ara yang sedang mencuci baju terkejut saat tante Rianti berteriak dari kamar nya,

" aaaa tolong." teriak tante Rianti.

Ara yang mendengar itu langsung berlari untuk melihat keadaan tante Rianti, saat sampai di kamar Tante Rianti Ara terkejut saat melihat tante Rianti sudah terduduk kesakitan di lantai.

" tante, tante kenapa." ucap Ara sambil membantu tante Rianti berdiri.

" kamu nanya saya kenapa ini semua gara - gara ulah kamu yang engga becus, kamu sengaja yaa bikin lantai kamar saya ini licin, supaya saya celaka hah."

" engga tante Ara engga punya niat sedikit pun buat nyelakain tante, Ara juga engga tau kalau lantai nya akan selicin itu, maafin Ara tante. "

" maaf kamu bilang hah dasar perempuan bodoh, bilang aja kamu punya niat buat bunuh saya kan."

" sumpah tante, Ara engga punya niat sedikit pun bunuh tante, Ara minta maaf tante."

Plakkkk.... tamparan keras mendengar di pipi Ara, dan tante Rianti mendorong Ara dengan keras hingga membuat Ara terjatuh ke lantai.

" dasar anak sialan, kamu tuh emang seharus nya engga lahir ke dunia ini, kamu cuma bisa buat masalah aja tau engga, iiiii dasar anak go**ok." ucap tante Rianti sambil menjambak rambut Ara dengan sangat keras hingga membuat rambut Ara banyak yang rontok.

Ara hanya bisa menangis dan meringis kesakitan, iya terus memohon ampun namun tante Rianti masih terus menjambak rambut Ara.

" maafin Ara tante, Ara engga sengaja Ara engga punya niat nyelakain tante kok, Sumpah tante, tolong lepasin Ara sakit tante." ucap Ara.

" engga ada maaf, maaf pokoknya kamu harus saya kasi pelajaran, biar kamu kapok, eee dasar perempuan engga tau diri, dasar perempuan mur**han kamu ya."

"Ampun tante, Ampun lepasin Ara, Ara mohon tante." ucap Ara yang hanya bisa pasrah saat itu.

Setelah puas men**bak rambut keponakan nya itu, tante Rianti ternyata masi belum puas Ia menarik paksa Ara ke kamar mandi mendorong nya ke lantai menyiram nya dengan Air dingin dan mengunci nya di kamar mandi.

" tante jangan, tante Ara mohon." ucap Ara yang memohon belas kasian tante Rianti.

" sini kamu, masuk cepet. " jawab tante Rianti sambil mendorong Ara dengan kuat ke lantai kamar mandi.

" aaa." suara Ara saat tante Rianti menyiram nya hingga basah kuyup,

Setelah itu tante Rianti keluar dari kamar mandi dan mengunci Ara di dalam dengan keadaan Ara yang basah kuyup.

" tante buka pintu nya,Ara mohon disini dingin tante maafin Ara, Ara janji engga akan pernah ngulangin kesalahan Ara lagi."

" Diam kamu jangan harap saya akan mengeluarkan kamu dari situ, kamu pantes Terima hukum ini,manusia engga berguna kaya kamu emang pantes di gituin."

" engga tante, Ara mohon keluarin Ara tante, Ara mohon." ucap Ara

namuan tante Rianti hanya mengabaikan permohonan keponakan nya itu, Ia tersenyum puas lalu pergi dari tempat itu, mendengar langka tante Rianti yang pergi menjauh membuat Ara putus asa, kini Ara hanya bisa pasrah menunggu tante Rianti membukakan nya pintu.

rasa dingin seolah menusuk hingga ke tulang - tulang Ara, Ia hanya bisa menangis meratapi nasibnya saat ini, ia berfikir andai saja ada Dimas Ia pasti akan menolong nya, namun apa daya itu hanya anggan - anggan Ara saja.

Di sisi lain, Dimas yang sedang duduk di ruang tamu nya tiba-tiba merasa ada sesuatu yang menganggu di hati nya, Ia tiba - tiba memikirkan Ara, Dimas seperti bisa merasakan ada Ara sedang dalam keadaan yang tidak baik - baik saja, Dimas lalu mengambil HP nya dan coba menghubungi Ara, namun tidak ada jawaban dari Ara, Dimas Ingin pergi ke rumah Ara dan melihat keadaan Ara namun Ia takut jika kedatangan nya ke rumah Ara justru akan menjadi masalah bagi Ara.

Dimas hanya bisa berdoa semoga Ara baik- baik saja, dan Dimas terus berusaha menghubungi Ara.

setelah beberapa jam terkurung di kamar mandi, dengan wajah yang pucat Ara terus bertahan, dan masi terus mencoba memanggil tante Rianti, namuan sayang nya tidak ada jawaban, dan pintu pun tak kunjung di bukakan untuk nya, Ara hanya bisa kembali pasrah.

Hingga malam hari Ara terbangun dan mendapati dirinya masi terkurung di kamar mandi itu, rasa dingin dan lapar Ia rasakan, tenaganya pun mulai terkuras, dengan tenaga yang tersisa Ia mengebor - gedor pintu dan memohon untuk di keluarkan dari kamar mandi itu.

Crekkk.... suara pintu terbuka, Ara segera bangkit berdiri dengan sisa tenaga nya.

" rasain kamu, ini yang akan kamu dapat kan, jika kamu cari masalah sama saya. " bentak tante Rianti, lalu pergi meninggalkan Ara.

Ara keluar dari kamar mandi itu, lalu masuk ke kamar saat melewati meja makan Ara melihat nenek yang hanya menatap nya sekilas lalu membuang muka.

melihat itu Ara merasa sangat kecewa, Ara bergegas masuk ke kamar nya dan menganti pakain nya, setelah itu karna merasa sangat lapar sebab dari pagi Ia belum makan apapun, saat hendak mengambil nasi tante Rianti membentak nya.

" mau ngapain kamu hah." tanya tante Rianti

" Ara lapar tante, dari pagi Ara belum makan. " jawab Ara.

" enak aja kamu, tuh cuci piring dulu sama beresin tuh raung tamu baru kamu boleh makan."

mendengar itu Ara hanya bisa bersabar dan meletakkan piring yang sedang Ia pegang, dan menuju ke Ara wastafel, setelah selesai mencuci piring dan membersihkan ruang tamu sesuai perintah tante Rianti, Ara berniat mengambil makanan.

namun belum sempat ia membuka tudung saji yang ada di atas meja, suara tante Rianti kembali terdengar.

" eee kamu mau makan kan." ucap Tante Rianti yang di jawab anggukan oleh Ara.

" tuh kamu makan nasi yang ada di atas meja itu, awas kamu kalu berani ngambil nasi dari atas meja ini."

" tapi tante, nasi itu kan udah basi."

" yaa saya engga perduli mau nasi itu basi kek, apa kek, saya engga perduli, lagian makan kaya gitu cocok buat kamu yang bodon dan engga bisa apa - apa, awas kamu kalau sampai kamu ambil makan dari meja ini, kalau kamu mau makan tuh ambil aja nasi yang udah basi itu. "

Dengan terpaksa Ara mengambil nasi sisa itu dan memakan nya, Ara makan sambil menitika Air mata, iya bertanya - tanya kapan penderitaan nya ini akan berakhir, sampai kapan Ia akan terus di perlakuan seperti ini.

Sementara itu di rumah Dimas, saat Dimas sedang menghawatirkan Ara, Ia terkejut saat ponsel nya bergetar, dengan semangat Dimas mengambil ponsel nya karna mengira itu telfon dari Ara, namun saat melihat itu adalah nomor baru Dimas merasa sedikit kecewa dan bertanya - tanya siapa yang menelfon nya, dengan ragu Dimas mengangkat telfon itu.

" hallo Dim ini aku Sarah, kamu lagi ngapain, kita makan malam bareng yuk udah lamakan kita engga makan, kita ke warung bakso nya ibu Tini, kamu masi ingat kan,

" aku engga bisa, kalau kamu mau makan kamu pergi sendiri aja, ngapain si nelfon aku, aku udah engga inget apa- apa soal kita." jawab Dimas dingin dan langsung mematikan ponsel nya, lalu melempar ponselnya ke tempat tidur.

" Ara kamu kemana si sayang, kenapa kamu engga jawab telfon akau, kamu baik- baik ajakan sayang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!