NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka dan Janji di Balik Kamar

Setelah drama bom yang hampir bikin jantung copot itu, Kenzo langsung bawa Nabila sama ayahnya ke rumah sakit pribadi milik keluarga Aditama. Dia nggak mau ambil risiko. Pengamanan di rumah sakit itu diperketat tiga kali lipat. Tiap sudut dijagain orang-orang berbadan tegap pakai setelan hitam. Kenzo bener-bener nggak mau kecolongan lagi.

Nabila duduk di ruang tunggu dengan baju yang masih kotor kena debu pabrik. Pikirannya kosong. Dia masih nggak percaya ayahnya selamat, dan dia lebih nggak percaya lagi kalau Kenzo rela ngerasain maut demi dia.

"Minum dulu, Bil. Muka lo udah kayak zombi," suara berat Kenzo ngebuyarin lamunan Nabila.

Kenzo berdiri di depan dia, nyodorin botol air mineral. Kemeja putihnya udah nggak karuan; kancing atasnya kebuka, lengannya digulung, dan ada bekas luka gores di pipinya. Tapi anehnya, di mata Nabila, Kenzo justru kelihatan seribu kali lebih ganteng daripada pas lagi rapi di kantor.

"Kenzo... kenapa kamu lakuin itu tadi?" tanya Nabila pelan sambil nerima botol itu.

Kenzo duduk di samping Nabila, nyandarin punggungnya ke kursi rumah sakit yang keras. "Lakuin apa? Motong kabel? Ya biar kita nggak jadi kembang api lah."

"Bukan itu," Nabila nengok, natap mata Kenzo dalem. "Kenapa kamu lebih milih nyawa Ayahku daripada reputasi perusahaan kamu? Kamu bisa aja hancur gara-gara ancaman Paman Bram."

Kenzo diem sebentar. Dia natap langit-langit rumah sakit, terus ngebuang napas kasar. "Perusahaan itu cuma benda mati, Nabila. Gue bisa cari uang lagi lewat cara lain. Tapi kalau gue biarin Ayah lo mati di depan mata lo, gue nggak bakal bisa liat muka lo lagi. Dan jujur... gue lebih takut kehilangan lo daripada kehilangan jabatan CEO."

Deg. Jantung Nabila rasanya mau loncat. Kenzo ngomong gitu tanpa ekspresi, tapi nadanya jujur banget. Nabila refleks megang tangan Kenzo yang ada di atas paha pria itu. "Makasih ya, Kenzo. Makasih udah jadi pahlawan buat aku sama Ayah."

Kenzo nggak narik tangannya. Dia malah ngebalik telapak tangannya dan nggenggam jemari Nabila erat-erat. "Jangan panggil gue pahlawan. Gue cuma pria posesif yang nggak suka miliknya diganggu. Paham?"

Nabila cuma bisa senyum tipis. Dasar, gengsinya masih setinggi langit.

Nggak lama, dokter keluar dan bilang kalau kondisi Ayah Nabila udah stabil, cuma butuh istirahat total karena trauma dan malnutrisi. Nabila lega banget. Tapi pas dia mau masuk ke ruang rawat ayahnya, Kenzo malah narik dia ke arah berlawanan.

"Eh, mau ke mana? Aku mau liat Ayah!" protes Nabila.

"Ayah lo lagi tidur. Sekarang giliran lo yang gue urus," ucap Kenzo narik Nabila masuk ke ruangan VIP lain yang ternyata udah disiapin buat Nabila.

Di dalam ruangan itu, udah ada kotak P3K sama baju ganti yang bermerek. Kenzo nyuruh Nabila duduk di pinggir ranjang. Tanpa babibu, Kenzo ambil kapas sama alkohol, terus mulai bersihin luka lecet di lutut Nabila yang tadi jatuh pas di pabrik.

"Aw! Pelan-pelan, Kenzo!" ringis Nabila.

"Makanya jangan pecicilan. Udah tahu bahaya, malah mau lari-larian," gumam Kenzo, tapi tangannya gerak lembut banget pas ngobatin luka Nabila.

Suasana mendadak jadi canggung. Jarak mereka deket banget. Nabila bisa nyium aroma parfum Kenzo yang kecampur bau keringat, tapi entah kenapa malah makin maskulin. Pas Kenzo dongak buat natap Nabila, mata mereka ketemu. Jarak hidung mereka cuma hitungan centi.

"Bil..." panggil Kenzo lirih.

"Ya?"

"Mulai besok, nggak ada lagi kontrak asisten. Gue bakal suruh pengacara gue buat bikin surat pertunangan resmi. Bukan buat mama gue, bukan buat publik, tapi buat gue sendiri. Gue mau lo bener-bener jadi calon istri gue. Lo keberatan?"

Nabila ngerasa pipinya panas banget. "Tapi... aku cuma asisten, Kenzo. Masalah keluarga kita juga belum bener-bener beres. Paman Bram masih di luar sana, terus Ibu Sofia..."

Kenzo naruh jarinya di bibir Nabila, nyuruh dia diem. "Gue nggak peduli lo siapa. Dan soal Bram atau nyokap gue, biar itu jadi urusan gue. Lo cuma perlu bilang 'iya'. Itu doang."

Nabila diem sebentar, terus dia senyum manis banget—senyum yang bikin pertahanan Kenzo runtuh. "Iya, Kenzo. Aku mau."

Kenzo nggak tahan lagi. Dia narik tengkuk Nabila dan ngecup dahi gadis itu lama banget. "Makasih, Nabila."

Tapi kenyamanan itu langsung pecah pas asisten pribadi Kenzo, si Surya, ngetuk pintu dengan panik. "Pak! Gawat! Ibu Sofia dilarikan ke rumah sakit yang sama karena serangan jantung, tapi pengacaranya bawa surat gugatan balik buat Bapak!"

Kenzo langsung berdiri, wajahnya balik lagi jadi dingin kayak es. Dia natap Nabila sejenak. "Istirahat di sini. Jangan keluar tanpa pengawal gue. Gue beresin ular-ular itu dulu."

Kenzo jalan keluar dengan langkah lebar yang penuh wibawa. Nabila cuma bisa natap punggung pria itu sambil megang liontin kalung pemberian Kenzo. Dia tahu, perang yang sebenernya baru aja dimulai. Ibu Sofia nggak bakal nyerah segampang itu, apalagi sekarang dia punya "kartu mati" buat ngejatuhin Kenzo.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!