NovelToon NovelToon
MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Amira membawa Lista masuk ke hidupnya sebagai sepupu dan sahabat. Namun, Lista justru keluar sebagai pencuri suaminya.

​Diceraikan saat hamil dengan mahar yang menghina, Amira dipaksa pergi dengan tangan hampa. Tapi mereka lupa satu hal: Amira adalah pemilik takhta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: MAP MERAH YANG MENAMPAR

MAP MERAH YANG MENAMPAR

​Aroma sisa minyak wangi dari para tamu arisan kemarin sore seolah masih menempel di gorden beludru ruang tamu, bercampur dengan bau obat lantai yang baru saja digosokkan Amira sejak subuh. Rumah mewah itu sudah kembali rapi, mengkilap tanpa noda. Namun, bagi Amira, udara di dalam ruangan ini terasa semakin tipis dan mencekik paruparuhnya.

​Amira berdiri di dekat meja makan, menatap jemarinya yang memerah dan sedikit perih karena terlalu banyak menyentuh sabun cuci piring. Pikirannya masih melayang pada dokumen pengalihan jalur distribusi Jawa Timur yang dikirimkan Lista semalam. Dadanya berdenyut nyeri setiap kali mengingat bagaimana Aris dengan mudahnya menyerahkan hasil kerja kerasnya dulu kepada wanita lain tanpa berdiskusi dengannya lebih dulu.

​“AMIRA! KELUAR KAMU! LIHAT APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN PADA ANAKKU!”

​Teriakan melengking Ibu Ratna memecah kesunyian pagi. Suara itu bergaung dari arah ruang depan, disusul suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa.

​Amira tersentak. Ia meletakkan kain lap di tangannya dan segera melangkah keluar dari dapur. Di ruang tamu yang luas itu, Ibu Ratna sudah berdiri dengan napas memburu. Wajah senjanya yang dilapisi bedak tipis tampak memerah padam karena amarah. Di tangan kanannya, ia mencengkeram sebuah map plastik tebal berwarna merah menyala.

​"Ada apa, Bu? Kenapa berteriak-teriak?" tanya Amira lembut, mencoba menekan rasa gemetar di suaranya.

​"Masih tanya ada apa?!" Ibu Ratna melangkah lebar mendekati Amira. Tanpa aba-aba, ia mengayunkan tangan kanannya.

​Plak!

​Bukan tamparan tangan, melainkan sudut map plastik tebal itu yang menghantam pipi kiri Amira dengan keras. Rasa perih seketika menjalar di kulit wajah Amira yang sawo matang. Amira terhuyung mundur satu langkah, memegangi pipinya yang mulai memanas. Mata jalangnya menatap lantai, terkejut dengan serangan mendadak itu.

​"Ibu... apa salah Amira?" bisik Amira, setitik air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

​"Salahmu? Dasar perempuan penipu! Sini kamu, lihat ini!" Ibu Ratna membuka map merah itu dengan kasar, mengeluarkan beberapa lembar kertas putih dan melemparkannya tepat ke dada Amira. Kertas-kertas itu berhamburan di atas karpet Persia.

​Amira perlahan berlutut, memungut lembaran kertas tersebut dengan tangan yang gemetar hebat. Matanya menyapu tulisan di atasnya. Itu adalah brosur resmi dari sebuah klinik kesuburan ternama di ibu kota, lengkap dengan lampiran kwitansi tagihan perawatan dan program kehamilan rahasia bernilai puluhan juta rupiah. Yang membuat Amira syok, di kolom nama pasien tertera nama jelasnya: Amira Shinta, dengan tanda tangan yang sangat mirip dengan tanda tangannya.

​"Program kehamilan apa ini, Amira?! Puluhan juta uang Aris kamu kuras setiap bulan untuk ini, tapi hasilnya apa? Kosong! Mandul!" pekik Ibu Ratna, suaranya naik satu oktavi hingga terdengar ke halaman luar. "Kamu diam-diam memeras tabungan anakku untuk mengobati rahimmu yang cacat itu, tanpa hasil! Kamu sengaja memanfaatkan kebaikan Aris!"

​Amira menggelengkan kepala dengan cepat, air matanya kini luruh membasahi kertas di tangannya. "Tidak, Bu! Demi Allah, Amira tidak pernah pergi ke klinik ini. Amira tidak pernah mengambil uang Mas Aris untuk program rahasia semacam ini. Ini... ini bukan dokumen milik Amira!"

​"Halah! Masih mau mengelak? Itu namamu jelas tertulis di sana! Tanda tanganmu juga ada! Jangan kira aku bodoh, Amira. Pantesan saja uang belanja rumah tangga selalu kamu keluhkan kurang, ternyata kamu pakai buat menutupi kemandulanmu!" Ibu Ratna bersedekap, menatap Amira yang bersimpuh di lantai dengan pandangan menjijikkan.

​Tepat di saat Amira berada di titik terendahnya, pintu depan terbuka. Lista melangkah masuk dengan kemeja kerjanya yang rapi. Ia membawa beberapa tas belanjaan berisi buah-buahan segar. Melihat situasi yang kacau, wajah Lista langsung berubah panik—sebuah ekspresi yang tertata dengan sangat rapi.

​"Ya ampun... Bude! Mbak Amira! Ada apa ini?" Lista menjatuhkan tas belanjaannya dan langsung berlari menghampiri Amira. Ia ikut berlutut di lantai, merangkul bahu Amira yang terguncang karena tangis. "Mbak Amira, kenapa menangis di lantai? Bude, tolong jangan bentak Mbak Amira lagi, kasihan Mbak Amira sedang tidak sehat..."

​"Kamu jangan bela dia, Lista!" bentak Ibu Ratna, namun nadanya sedikit melunak saat bicara pada Lista. "Lihat itu kertas-kertas di lantai. Kakak sepupumu yang kamu puji-puji itu ternyata tukang tipu! Dia menguras uang Aris diam-diam untuk mengobati penyakitnya sendiri tanpa bilang-bilang!"

​Lista mengambil salah satu kertas tagihan tersebut. Matanya membelalak, lalu ia menutup mulutnya dengan tangan seolah sangat terkejut. "Ini... Klinik Yasmin? Aduh, Bude... mungkin Mbak Amira cuma terlalu ingin memberikan cucu untuk Bude, makanya Mbak Amira nekat..."

​Kalimat Lista terdengar seperti pembelaan, namun di telinga Ibu Ratna, kata "nekat" itu justru menjadi penegasan bahwa Amira memang bersalah.

​"Ingin beri cucu atau takut didepak dari rumah ini?!" sinis Ibu Ratna. "Kalau memang tidak bisa punya anak, bilang! Bukan malah mencuri uang suami di balik layar! Aris banting tulang di kantor, dia malah foya-foya di klinik kecantikan dan kesuburan!"

​Amira mendongak, menatap Lista yang berada di sampingnya. Di balik pelukan hangat Lista dan wajah cemasnya, Amira menangkap sesuatu. Brosur klinik ini... bukankah sebulan lalu Lista pernah bercerita tentang temannya yang berhasil hamil setelah datang ke Klinik Yasmin? Mengapa sekarang dokumen ini bisa ada di tangan Ibu Ratna dengan namanya?

​"Lis... kamu yang tahu soal klinik ini, kan? Kamu yang pernah cerita padaku," ucap Amira lirih, menatap langsung ke mata Lista.

​Lista langsung memasang wajah super panik, matanya berkaca-kaca seolah-olah ia dituduh melakukan kejahatan besar. "Mbak... demi Allah, Lista tidak tahu apa-apa soal dokumen ini. Lista memang pernah cerita soal klinik itu karena sepupu teman Lista berhasil, tapi Lista tidak pernah tahu kalau Mbak Amira beneran datang ke sana diam-diam... Bude, sumpah, Lista tidak tahu kalau Mbak Amira memalsukan atau menyembunyikan ini dari Mas Aris..."

​"Tuh, lihat! Sekarang kamu malah menuduh Lista?!" Ibu Ratna semakin murka. Ia maju dan merenggut kerah gamis Amira, memaksa Amira untuk berdiri. "Lista itu anak baik! Dia yang menemukan map ini terselip di bawah jok mobil Aris kemarin sore saat merapikan berkas kantor. Kalau bukan karena ketelitian Lista, sampai mati Aris akan terus kamu bohongi!"

​Amira membeku. Lista yang menemukannya di mobil Aris? Ia melirik Lista. Di detik itu, saat Ibu Ratna sedang berapi-api memaki, Lista sedikit menundukkan kepalanya. Dari sudut bibirnya yang tidak terlihat oleh Ibu Ratna, Lista menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat tipis. Sebuah senyuman kemenangan yang dingin dan penuh kelicikan.

​Amira merasakan seluruh badannya mendadak kaku. Ia sadar, pelukan hangat Lista di bahunya saat ini bukanlah pelukan seorang saudara. Itu adalah belitan seekor ular yang sedang memastikan mangsanya tidak bisa bernapas, siap untuk menelan hidupnya bulat-bulat.

1
partini
semua orang kalau udah tersudut bilang nya khilaf
gendiz: ya kaaan kak 🤭
total 1 replies
partini
,👍👍👍👍
falea sezi
sejauh ini muter wae. lahh😕
gendiz: makasih ya sudah mau baca, semoga next bab enggak kerasa muter alurnya
total 1 replies
partini
busettt dari dari bab 1 Ampe yg ini Amira apes Thor, kata jadi Badas eh malah kaya gini
gendiz: makasih ya masukkan nya , semoga nanti next bab alurnya gak membingungkan lagi,🤭
total 3 replies
gendiz
bisa mereka dari segi cerita
gendiz
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!