Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.
Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.
Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Nenek moyangku seorang pelaut
Hay, apa kabar kesayangan klan Ananta? Masih tetep stay tune kan? Ayokk merapat!
Tak bosan aku komat-kamit ini ya. Cerita ini hanya karya tulis fiktif belaka. So, bijak untuk tidak membawa-bawa nama instansi terkait atau menyandingkan semua peristiwa di dalam karya ini dengan kenyataan. Semua tokoh, penokohan, latar, setting hanya berdasarkan imajinasi penulis saja. Dan dibuat sebagai penghidup jalannya cerita saja.
Keep reading ya sampai akhir, 💞
...****************...
Blurb
...Mayra bukan hanya punya Panji. Dan Ivy, mau-maunya menjadi merpati yang menyampaikan pesan bahwa dirinya tengah sakit. Sementara Panji melihat itu.......
...Pengabdian yang melibatkannya, membawa Ivy pada takdir menikmati lembayung senja di batas timur bersama seseorang yang terjerat benang kusut...Ketika manis mulai mereka nikmati, akankah cita-cita membuat goyah tali yang mulai dirajut? Atau mimpinya hanya sebatas, mengarungi samudra khatulistiwa bersama yang terkasih?...
**Teuku Pandjie Ikram**
*Jalesveva Jayamahe*..ia tenggelam di kedalaman laut Nusantara, demi menjaga kedaulatan bumi pertiwi. Menjaga warisan nenek moyang dan seluruh rakyat Nusantara.
*Nenek moyangku seorang pelaut*!
*Gemar mengarung luas samudra*
*Menerjang ombak tiada takut*
*Menempuh badai sudah biasa*...
*Suara nyanyian dengan suara cempreng dan lantang bergema di sebuah taman kanak-kanak, diantara siang yang belum begitu panas, dan angin sepoi-sepoi yang sopan* *berhembus*.
Namun kini, suara itu sayup terdengar di pikiran, tersamarkan oleh arus bawah laut yang cukup kencang.
Kode sandi telah diberikan kapten Samudra, dan ia mengangguk diantara alat bantu nafas dan kaki katak yang mulai ia lepaskan satu persatu.
Oke, Panji menatap jam tangan diantara sinar matahari yang redup menembus lautan. Waktunya hanya 60 detik untuk muncul dan melumpuhkan.
Lambung kapal berwarna putih pudar ditumbuhi teritip, kerang-kerangan dan organisme laut lain itu menandakan jika sang pemilik jarang membersihkannya.
Yeah!
*Target dalam jangkauan*...
Satu unit detasemen Raden Arung yang dikepalai kapten Samudra kini bersiap menyergap.
"*Moray*, on position..." Kelana naik memperpendek jarak disusul yang lain termasuk Panji.
"*Orca, ready*..." Dena menempelkan pelacak di bawah sana.
Lalu Panji, dengan sekali tarikan nafas di alat nafas yang kemudian ia lepaskan, naik ke permukaan tanpa suara, senyap diantara kedamaian laut, "*Wolf-eel ready to shot*."
"Go."
Unit Denarung I naik, dan langsung membuat damainya siang di perairan timur Nusantara mendadak chaos, yeah! Ketika tim yang sedang patroli perbatasan menemukan kapal dengan bendera negri sebrang menjejakan lambung kapalnya di zona Nusantara, saat itu juga tak ada ampun untuk mereka.
"Hand's up!"
"Soldierrr! Marine!"
Dan obrolan bahasa negri serumpun yang sudah tentu bukan bahasa ibu pertiwi kini menghiasi kapal sambil terjerit jerit.
Zea mengubah nama grup Arisan anak-anak Soleh menjadi Ananta gen 2
(Russel) Acara 4 bulanan Gala di rumah umma. Nji @ Panji, bisa kagak lu? Masih nugas luar?
(Ryu) Nji lagi nyari pacar sewaan 🤣
(Kalingga) mau ngga, gue bantu sewain dari kota tua?
(Cle) Nji, Abi Lo bilang jangan datang tanpa calon mantu.
(Zea) Abi lo--abi Lo, 😒 Abi lo juga Cle.
(Russel) Lo berdua so iye...kaya yang punya gandengan aja. @Kalingga @Ryu. Anemia ya kalo Lo berdua juga jomblo.
(Zea) wkwkwkwk si Alan. Insomnia.
(Ryu) 😆😆 gue ngga anemia atau insomnia tapi anemonia, Lingga Anemon laut.
(Cle) Amnesia ba cot. Yang bener kalo pada ngomong ihhh.
Panji baru saja mandi, setelah mencari makan di sekitaran dermaga, ia kembali ke mess dan merebahkan diri yang cukup lelah.
Melihat grup chat yang berisi kakak dan adik sepupu cukup membuat matanya semakin berat meski kemudian ia berusaha mencari kontak sang kekasih, Mayra...yang saat ini adalah seorang mahasiswi FKIP di salah satu universitas ternama di ibukota, dan mereka sudah menjalin hubungan sejak tiga bulan yang lalu.
Berawal dari acara pernikahan yang Panji datangi bersama teman teman kesatuan, sementara Mayra, adalah teman dari adik rekan Panji.
Mayra ❤️🔥
Sayang.
Namun tidak menunggu balasan, Panji justru langsung menempelkan ponsel di telinganya dan melakukan panggilan telepon pada May.
Sedikit lama, bahkan Panji mengulangi panggilannya untuk kemudian panggilan itu diangkat. namun----
"Hallo...ini aku lagi sibuk banget di rumah. Ada banyak sodara, ngga enak...nanti aku telfon lagi ya.."
Mata yang semula sudah mengantuk dan lelah itu mendadak waspada dan penuh perasaan janggal mendengar suara May dari sebrang telfon. Terlalu sunyi untuk kondisi yang katanya disebut ramai. Panji mendengar selintas suara bicara tapi sepertinya itu televisi karena yang ada, suara May dengan nafas yang tersengal macam habis berlari.
"Kamu dimana?" suara Panji dalam dan berat.
"Ya di rumah lah. Udah ya...nanti aku telfon lagi." Tuutt...
"Hallo, May...Mayra..." Panggilan terputus dari sebrang.
"Ahh Zein! Touch me again, faster and deep!" suaranya menthesah nyaring mengisi setiap sudut kamar kost-annya.
"My pleasure baby, aahhhh gue mau keluar May..."
"Barengan...come-come!!" erang keduanya.
~~
Ivy
Ia menatap laptopnya nyalang, laman resmi website salah satu agency ternama sedang membuka pendaftaran calon model baru untuk masuk asrama. Berkali-kali ia hanya bisa menghela nafasnya, sejak dulu....ia harus menekan egonya untuk menjadi apa yang ia mau.
Di sampingnya beberapa tumpuk tugas makalah dengan judul
...Tugas makalah...
...Early Childhood Character Building...
...Oleh : Pravita Ayudisa...
...FKIP UNJANA...
Lalu tatapnya jatuh ke arah frame foto di atas meja kayu putih dimana deretan make up dan skin care berdiri memenuhi atas meja rias itu.
Frame foto biasa, tapi di dalamnya menampilkan sosok beberapa orang, ada papa seorang yang bekerja di kantor pemerintahan, mama yang seorang dosen, dan abang yang seorang dokter.
Dengan berat hati, ia menutup kembali laman web itu dan laptopnya. Beberapa lomba modeling termasuk majalah sampul, menjadi brand ambassador ketika SMA pernah ia geluti dan raih, tapi ....
"Papa ngga suka! Ngga ada bibitnya disini jadi penghibur atau entertain begitu, Ivy....masuk kedokteran kaya abangmu atau jadi tenaga pendidik seperti mama."
Krincing--krincing....meoooww!
Kucing dengan mata coklat dan keabuan itu langsung melompat ke atas ranjang Ivy, menaruh pan tat dan badan gembul disertai bulu lebat nan halus sebab rajin di grooming, tak lupa kalung tulang ikan dengan nama Velvet dan nomor ponselnya tercantum disana.
"Hay sayangkuhhh, apa nihhh kamu minta digarukin mami ya?" jemari lentik dengan kuku-kuku kinclong itu menggaruk bawah dagu sang kucing yang manja dan rebahan di pangkuan. Sama dengan si empunya yang begitu pemalasan.
Meooww...begitu ia langsung merasa keenakan dan telentang sehingga Ivy dapat dengan bebas menciuminya sambil terus menggaruk-garuk pelan dagunya, hrrr--hrrrr begitu suara yang terdengar bak mesin motor dari tenggorokan Velvet.
"Udah ah, awas...mami mau mandi, udah telat ke kampus..." Ia melirik jam yang menunjuk ke angka 6 pagi, benar terlambat untuk seorang seperti Ivy yang mandi saja harus menghabiskan waktu hampir sejam, disusul dengan bersolek setengah jam. Voalahhhh! alhasil ia selalu masuk di waktu mepet-mepet.
Velvet dengan wajah ditekuk hanya bisa membuat gestur patung spinx di atas kasur Ivy sembari mengibas-ngibaskan ekor lebatnya melihat si pemilik menyambar handuk dan masuk kamar mandi. Mungkin jika bisa bicara Velvet akan berteriak, mamiii, gue mau dimanja...makan, spa, grooming, rebahan, dipijitin!
.
.
.
.
.
gua berdoa semoga para koruptor dan di hukum mati
gpp nji, lo sm Russell kan masuknya reptil jg 🤣🤣🤣🤣
habis dibikin ketawa ngik ngik , di bab ini hati rasanya clekit clekit.
semangatnya mereka sekolah dg keterbatasan fasilitas sekolah, mana kadang ada anak berprestasi tapi GK bisa melanjutkan sekolah🥺
banyak2 bersyukur ma Allah ditempatkan ditempat yg baik
😔 mereka yg di gedung DPR tutup mata sungguh neraka bagimu wahai para koruptor 👊👊👊