Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYESALAN YAMKA
#Tidak perlu di tegur... biarkan seseorang berjalan sesuka hatinya... terkadang seseorang tak akan puas sebelum mereka menyesal dengan egonya sendiri... suatu saat dia akan tersadar... bahwa ego sudah membuatnya jauh dari orang yang peduli padanya...
...----------------...
Yamka dengan tubuh lemah masuk kedalam rumah yang nampak sepi. Entah ada apa di dalam hatinya, mengapa begitu terasa sesak. Dia menatap sekeliling rumah yang hanya di hiasi foto mending istrinya dan lala, tidak ada satu pun foto nadia terpajang di sana.
Langkahnya terus mendekati pintu kamar, badannya lelah... hatinya... entah seperti apa. yamka merebahkan badannya di tempat tidur... Bahkan aroma nadia saja tidak tertinggal, nadia mengganti seprai dengan yang baru... dan... aroma ini... aroma spray bukan aroma yang biasa dia gunakan.
Yamka langsung berdiri dan berlari ke area laundry, dan... benar, nadia mengganti detergen dan parfum laundry dengan aroma lain.
" segitu kuatnya keinginanmu menjauh dariku nadia, bahkan jejak dan aroma kamu pun tidak kamu biarkan tertinggal.
Yamka kembali ke ruang keluarga, dia duduk menopang siku dan menutup wajah dengan kedua telapak tangan.
derrrrt drrrrttt
Ponsel yamka bergetar, yamka langsung membuka berharap nadia menghubunginya.
"nadia, kamu dimana dek, katakan sama mas, mas akan menjemput kamu sekarang juga sayang" ucap yamka tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
" apa papa sekarang menyesal karena mama sudah pergi??" ternyata lala yang menghubungi yamka.
"Lala. Katakan di mana mama sayang??" tanya yamka tanpa menjawab pertanyaan lala.
" aku tidak tahu papa, tapi papa harus menjemputku dan adik arka sekarang. Kamu sudah lama di sini dan aku kejauhan ke kampus" kata lala.
Hufffft
Yamka mengusap kasar wajahnya.
" papa jemput sekarang " jawab yamka.
Yamka berhenti sejenak menatap ruangan demi ruangan.... lalu beranja pergi menjemput anak anaknya.
Tidak menunggu lama, yamka telah sampai di rumah orang tuanya. arka berlari ke arahnya sambil merentangkan tangan. Anak umur 5 tahun itu langsung memeluknya.
" papa kenapa mama tidak pulang pulang?, kata kak lala mama dan ka vega sedang bepergian tetapi arka tidak di ajak"
" doakan papa bisa menjemput mama ya sayang" ucap yamka.
Lalu yamka menemui pak arif dan bu rina, salim... lalu duduk menghadap TV.
"apa ibu dan ayah tahu di mana nadia sekarang??" tanpa basa basi yamka bertanya keberadaan istrinya.
" untuk apa kamu mencari putriku yang malang itu, kamu sudah menceraikan anak perempuan ibu, lalu untuk apa sekarang kamu menanyakan keberadaannya. Biarkan dia bahagia yamka. Putri ibu dan cucu ibu berhak bahagia " jawab bu rina.
( BU RINA MERTUA IDAMAN BANGET KAN GUYS... JARANG JARANG LOH IBU MERTUA SEBAIK BU RINA)
" aku tidak pernah menceraikan nadia bu, satu talak pun tidak pernah terucap. Buku nikah juga masih utuh tidak pernah ku sentuh, nadia masih sah sebagai istriku baik hukum agama ataupun hukum negara" jawab yamka dengan tegas.
" bukankah kalian menikah agama selama ini" kata pak arif.
" hanya karena aku diam bukan berarti aku tidak paham tanggung jawabku yah. Pernikahan ini sah di depan hukum negara sejak beberapa hari setelah kami menikah. Jadi sampai sekarang nadia masih istriku baik hukum agama maupun negara" yamka dengan kesal menjelaskan pada orang tuanya.
Semua terdiam mendengar penjelasan yamka. Terlena dalam pikiran masing.
" meskipun pernikahan mama dan papa sah, bukan berarti papa seenaknya sendiri memperlakukan mama, papa bersikap seolah olah mama tidak ada harganya, gimana perasaan papa jika itu terjadi pada aku pa" lala yang sedari tadi diam akhirnya ikut berbicara.
" papa masih mencintai mamamu kak" jawab yamka.
"TIDAK!!!, papa bukan masih mencintai mama dinda, tetapi papa takut hati papa kehilangan. Papa membentengi hati dan perasaan papa, bersembunyi di balik kata setia, menyakiti hati mama nadia, hanya karena papa takut kehilangan. papa egois, dan keegoisan papa membawa api dalam diri papa sendiri. keegoisan papa membuat mama pergi meninggalkan kita semua. Lalu papa mau bilang cinta??? Cinta seperti apa yang tidak menghargai wanita pa. Bahkan... Papa merendahkan mama!!!" lala meluapkan emosi sambil menangis tersedu sedu.
" merendahkan bagaimana lala? " tanya bu rina.
" Jawab pa, jika papa masih sedikit memiliki rasa malu, bagaimana seorang pria yang aku anggap hebat telah merendahkan wanita yang mengorbankan segalanya tetapi tidak di hargai.
mama... mama nadia pantas pergi untuk mengembalikan harga diri" lanjut nadia lalu pergi meninggalkan papa dan kakek neneknya.
" lala dan adik arka tidak akan kembali kerumah, sebelum papa membawa mama pulang!!" BRAK!!!! Lala masuk ke dalam kamar sambil menutup pintu sedikit keras.
Yamka terduduk lemas di kursi panjang dan menunduk.
" biarkan anak anak di sini dulu yamka. Tenangkan hati dan pikiranmu. Lagi pula di rumahmu tidak ada yang menjaga mereka" ucap bu rina sebelum meninggalkan putranya.
Pak arif mendekat... menepuk bahu sang putra. Sebagai sesama pria, tentu pak arif paham bagaimana perasaan putranya.
" jika nadia memang jodohmu, dia pasti kembali padamu. Seminggu... sebulan... setahun... bahkan sepuluh tahun kedepan... dia tetap menjadi milikmu. ikatan yang sudah di takdirkan Allah pasti akan kembali sejauh apapun perpisahan, perbaiki diri yamka... jika kamu benar benar telah mencintai nadia, mintalah pada Allah agar mempersatukan kalian. tidak ada tempat yang mampu mempertemukanmu dengan nadia selain kamu meminta pada Sang Maha Pencipta" Pak arif menasehati putranya panjang lebar, bahkan pak arif sempat menitikkan air mata.
" Yakinkan dulu hatimu sebelum kamu meminta pada TuhanMu. Cinta tidak bisa di paksa, tetapi kami bisa meminta di setiap sujud dan di setiap keheningan malam" lanjut pak arif.
Yamka tidak menjawab satupun nasehat pak arif... lalu yamka berpamitan pada ayahnya, menitipkan anak anaknya dan melangkah pergi meninggalkan kediaman orang tuanya....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saling support sabi kali ya😉