NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: DETEKSI RISIKO

Udara di dalam Sektor 1 terasa semakin berat bagi Charlotte, bukan karena polusi dari pabrik peleburan baja di pinggiran kota, melainkan karena kepadatan informasi yang terus membanjiri sirkuit sarafnya. Sejak ia berhasil memanipulasi aliran dana dan membungkam Mayor Thorne, kekayaan digital dan fisik Charlotte melonjak ke titik yang bahkan tidak pernah ia bayangkan saat masih memulung di Sektor 13. Namun, di dunia yang penuh dengan predator, puncak gunung adalah tempat yang paling berangin.

Charlotte duduk di kursi kerjanya yang kini telah dimodifikasi dengan sensor tekanan dan pemindai biometrik pasif. Di depannya, layar hologram raksasa membagi data menjadi tiga zona: Zona Hijau untuk operasional bengkel, Zona Kuning untuk pergerakan militer Radiant, dan Zona Merah yang berkedip pelan untuk anomali yang tidak teridentifikasi.

"Sistem, jalankan Protokol Sentinel. Aku mencium sesuatu yang tidak beres di frekuensi komunikasi tingkat tinggi," perintah Charlotte sambil menyesap kopi hitamnya yang kini berkualitas jauh lebih baik daripada sereal nutrisi cair bulan lalu.

"Protokol Sentinel aktif. Melakukan penyisiran pada enkripsi Level 4 di Kantor Intelijen Pusat. Deteksi anomali ditemukan: Sebuah sub-rutin pencarian data tanpa nama sedang melacak silsilah mekanik yang masuk ke Sektor 1 dalam tiga bulan terakhir. Fokus pencarian: Mekanik dengan teknologi lengan prostetik non-standar," jawab suara sistem yang terdengar lebih tajam di telinganya.

Charlotte meletakkan cangkirnya dengan perlahan. "Mereka mulai mencari asal-usulku. Intelijen Radiant tidak sebodoh yang aku kira. Siapa yang memerintahkan pencarian ini?"

"Data dienkripsi di balik identitas anonim, namun jejak digitalnya mengarah pada faksi pemurnian internal. Mereka adalah unit rahasia yang tidak tunduk pada Jenderal Kaelen. Risiko deteksi identitas asli: meningkat hingga empat puluh persen dalam empat puluh delapan jam ke depan," lapor sistem.

Ini adalah ancaman nyata pertama bagi eksistensi Charlotte di markas ini. Jika mereka menemukan bahwa ia adalah seorang pelarian dari pembuangan dengan teknologi terlarang, seluruh aset yang ia bangun akan disita, dan ia akan dieksekusi sebagai penyusup. Charlotte harus bertindak lebih cepat daripada kecurigaan mereka.

Ia mulai mengaktifkan drone mikroskopis yang ia sebut sebagai Kutu Pengintai. Drone-drone ini dilepaskan melalui pipa ventilasi bengkel, menyebar ke seluruh koridor pusat komando. Tugas mereka sederhana: menempel pada perangkat komunikasi para perwira intelijen dan mengirimkan setiap kata yang mereka ucapkan kembali ke Charlotte.

"Aku tidak bisa hanya bertahan. Aku butuh tameng hidup," gumam Charlotte.

Tiba-tiba, monitor Zona Merah berkedip lebih cepat. Sebuah pesan masuk melalui jalur pribadi yang terenkripsi. Pengirimnya adalah seseorang yang selama ini ia pantau secara khusus: sekretaris pribadi Jenderal Kaelen, seorang pria bernama Elias yang memiliki akses ke setiap jadwal rahasia sang Jenderal.

"Tuan Charlotte, Jenderal ingin bertemu denganmu di ruang bawah tanah malam ini. Tanpa pengawalan, tanpa catatan resmi. Dia bilang zirahnya mengalami gangguan yang tidak bisa dijelaskan melalui diagnosa standar," kata Elias melalui pesan suara yang terdistorsi.

Charlotte menyipitkan matanya. Monokel Eye of the Raven miliknya segera melakukan analisis stres pada suara Elias.

"Sistem, berikan diagnosa pada pesan itu. Apakah ini jebakan?" tanya Charlotte.

"Analisis suara menunjukkan tingkat stres sebesar dua puluh persen, namun detak jantung yang terdengar di latar belakang stabil. Kesimpulan: Jenderal Kaelen benar-benar sedang ketakutan, bukan sedang menjebak Anda. Namun, terdapat aktivitas pihak ketiga yang memantau transmisi ini dari jarak jauh," jawab sistem.

Charlotte berdiri, mengenakan jubah teknisnya yang kini telah dilapisi dengan serat karbon anti-peluru dan penyerap energi. Ia tahu bahwa ia harus mendesain solusi perlindungan yang lebih canggih sekarang juga. Ia tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan.

Ia berjalan ke arah brankas rahasianya dan mengambil sebuah modul kecil berbentuk cakram yang bersinar dengan cahaya ungu redup. Ini adalah Penolak Frekuensi Saraf, sebuah alat yang bisa mengacak gelombang otak siapa pun di radius lima meter, membuat mereka mengalami disorientasi sesaat jika Charlotte merasa terancam.

"Mari kita lihat apa yang sebenarnya diinginkan Jenderal tua itu," kata Charlotte dingin.

Ia berjalan melewati lorong-lorong gelap menuju ruang bawah tanah yang dimaksud. Sesampainya di sana, ia menemukan Kaelen sedang berdiri di samping zirahnya yang diletakkan di atas penyangga. Sang Jenderal tampak pucat, tangannya gemetar saat ia menyentuh pelat dada emas zirahnya.

"Charlotte, kau di sini. Sesuatu sedang terjadi. Zirah ini... ia bicara padaku," kata Kaelen dengan suara parau.

Charlotte mendekat, memindai zirah itu secara menyeluruh. Ia segera menyadari masalahnya. Alat penyadap yang ia pasang sebelumnya mulai mengalami interferensi dengan sistem pemurnian internal yang baru saja dipasang oleh pihak intelijen tanpa sepengetahuan Kaelen.

"Mereka memasang pelacak tambahan di zirahmu, Jenderal. Pihak intelijen sedang mengawasimu. Mereka tidak mempercayaimu lagi sejak insiden di podium kemarin," kata Charlotte sambil mulai membongkar panel belakang zirah itu dengan tangan mekaniknya.

"Apa? Beraninya mereka! Aku adalah pahlawan faksi ini!" Kaelen berteriak, namun suaranya segera mengecil saat ia menyadari posisinya yang rentan.

"Pahlawan yang tidak berguna bagi mereka adalah beban, Jenderal. Kau sekarang adalah risiko bagi mereka, sama seperti aku. Mereka mencari celah untuk menyingkirkan kita berdua," kata Charlotte.

Saat Charlotte sedang sibuk menonaktifkan pelacak intelijen tersebut, sistemnya tiba-tiba memberikan peringatan darurat di monokelnya.

"Peringatan! Deteksi unit penyerang elit di luar pintu ruang bawah tanah. Jumlah: lima personil. Persenjataan: Pemutus Saraf dan Senapan Plasma. Mereka diperintahkan untuk melenyapkan semua orang di dalam ruangan ini dan menghapus jejak teknologi non-standar," lapor sistem dengan cepat.

Charlotte membeku sejenak. "Jadi mereka memutuskan untuk memotong akarnya sekarang."

"Jenderal, kita punya tamu tidak diundang. Jika kau ingin hidup, ikuti instruksiku. Pakai zirahmu sekarang, meski sistemnya belum stabil. Aku akan mengaktifkan mode darurat dari terminalku," perintah Charlotte.

Kaelen tidak banyak tanya. Ia segera masuk ke dalam zirahnya. Charlotte dengan cepat menghubungkan lengannya ke port data zirah tersebut, mengonsumsi lima ribu MP untuk melakukan Overclocking Paksa.

"Sistem, aktifkan Protokol Jaring Laba-Laba. Gunakan energi zirah Kaelen untuk menciptakan perisai elektromagnetik di ruangan ini. Lumpuhkan senjata mereka sebelum mereka bisa menarik pelatuk!" perintah Charlotte.

"Instruksi dilaksanakan. Biaya MP: 5.000. Memulai pelepasan gelombang elektromagnetik dalam tiga... dua... satu!"

Pintu ruang bawah tanah diledakkan dari luar. Lima prajurit berbaju hitam dengan helm sensor canggih menyerbu masuk. Namun, sebelum mereka bisa membidik, ruangan itu dipenuhi oleh kilatan cahaya ungu yang sangat terang. Suara dengungan frekuensi tinggi membuat mereka terjatuh sambil memegangi kepala mereka. Senjata plasma di tangan mereka mengeluarkan percikan api dan mati total.

Deteksi penderitaan fisik dari unit penyerang: 4.000 MP diperoleh. Target mengalami disorientasi saraf tingkat tinggi, lapor sistem.

Charlotte tidak membuang waktu. Ia menarik sebuah kabel dari lengannya dan menghubungkannya ke terminal pusat di ruangan itu. Ia mulai menghapus setiap rekaman CCTV di koridor tersebut dan menggantinya dengan rekaman loop yang menunjukkan ruangan itu kosong.

"Jenderal, hancurkan mereka. Jangan tinggalkan saksi mata. Jika intelijen tahu kita masih hidup, mereka akan mengirimkan pasukan yang lebih besar," kata Charlotte dengan nada yang sangat kejam.

Kaelen, yang kini dikendalikan oleh sistem Overclocking buatan Charlotte, bergerak seperti mesin pembunuh yang tidak memiliki rasa ampun. Dengan satu ayunan pedang cahayanya, ia menyapu kelima prajurit yang masih lumpuh itu. Ruangan itu seketika menjadi sunyi, hanya diisi oleh bau logam terbakar dan napas terengah-engah sang Jenderal.

Charlotte berjalan mendekati mayat-mayat itu. Ia mengambil salah satu perangkat komunikasi mereka. "Sistem, lacak sumber perintah mereka. Aku ingin tahu siapa otak di balik unit ini."

"Melacak... Sumber teridentifikasi: Jenderal Aris dari Divisi Keamanan Dalam Negeri. Dia adalah rival politik Kaelen dan pengawas proyek pembersihan internal," jawab sistem.

Charlotte menatap Kaelen yang kini terduduk lemas di dalam zirahnya. "Sekarang kau tahu siapa musuhmu yang sebenarnya, Jenderal. Aris ingin kau mati agar dia bisa mengambil alih posisimu dan menyita teknologiku untuk kepentingannya sendiri."

"Apa yang harus kita lakukan, Charlotte? Aku tidak bisa melawan seluruh divisi keamanan sendirian," kata Kaelen dengan suara penuh keputusasaan.

"Kita tidak akan melawan mereka dengan pasukan. Kita akan melawan mereka dengan informasi. Aku akan mendesain solusi perlindungan baru untukmu, sebuah zirah yang tidak bisa dideteksi oleh sensor mereka. Dan sebagai imbalannya, kau harus memberikan otoritas penuh padaku untuk mengaudit seluruh jaringan intelijen Radiant atas namamu. Kita akan membalikkan keadaan. Kita akan menjadikan Aris sebagai targetnya," kata Charlotte sambil mulai memprogram ulang zirah Kaelen.

Inilah deteksi risiko yang sesungguhnya. Charlotte menyadari bahwa perlindungan terbaik bukanlah tembok yang tebal, melainkan kontrol total atas informasi. Ia mulai menanamkan virus pelacak ke dalam sistem komunikasi intelijen yang ia ambil dari prajurit tadi. Setiap kali Aris memberikan perintah, Charlotte akan mengetahuinya lebih dulu.

"Sistem, berikan laporan status perlindungan saat ini," perintah Charlotte.

"Solusi perlindungan fase satu aktif. Anda kini memiliki akses ke frekuensi rahasia Divisi Keamanan. Jenderal Kaelen sepenuhnya berada di bawah kendali teknis Anda sebagai tameng hidup. Poin MP terkumpul: 28.500 MP," jawab sistem.

Charlotte merasa adrenalinnya mulai menurun, digantikan oleh perhitungan yang dingin. Ia telah mendeteksi ancaman, menetralisirnya, dan mengubahnya menjadi peluang kekuasaan yang lebih besar. Ia tidak lagi hanya bersembunyi di bengkel; ia sekarang sedang bermain di meja catur para jenderal.

"Mari kita lihat seberapa jauh Aris bisa berlari sebelum jaring laba-labaku menjerat lehernya," bisik Charlotte sambil berjalan keluar dari ruangan gelap itu, meninggalkan mayat-mayat prajurit elit yang kini hanya menjadi statistik dalam perjalanannya menuju puncak.

Malam itu, di dalam kegelapan bengkelnya, Charlotte mulai merancang sebuah algoritma baru. Ia menyebutnya Protokol Administrator. Ia tidak ingin lagi hanya dideteksi sebagai mekanik; ia ingin menjadi sistem itu sendiri. Sistem yang menentukan siapa yang boleh hidup dan siapa yang harus dihapus dari database Radiant.

"Dunia ini adalah mesin yang rusak," gumam Charlotte sambil menatap layar monitornya yang kini menampilkan profil Jenderal Aris. "Dan aku adalah satu-satunya orang yang tahu cara membongkarnya tanpa meninggalkan jejak."

Status: Deteksi Risiko Selesai. Perlindungan Aktif.

Poin Terkumpul: 28.500 MP.

Tujuan Berikutnya: Jaring Laba-Laba dan Mengontrol Informasi Vital.

Charlotte memejamkan mata, membiarkan dengungan mesin-mesin di sekelilingnya menenangkan pikirannya. Ancaman telah diredam, namun ia tahu ini hanyalah awal dari perang informasi yang sebenarnya. Di Sektor 1, tidak ada yang benar-benar aman, kecuali jika kau adalah orang yang memegang kendali atas sensor pengawasnya. Dan Charlotte baru saja menggenggam kendali itu erat-erat.

1
BlueHeaven
dekstra typo kah thor
BlueHeaven
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!