NovelToon NovelToon
Run Lady Run

Run Lady Run

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Ia melangkah satu langkah maju, membuat Sybilla instingtif mundur hingga punggungnya menempel pada dinding.

"Tapi," lanjut Cyprian, matanya menyipit sedikit saat menatap gaun tidur Sybilla yang masih berantakan, "bagaimana kau akan menjelaskan perilakumu ini? Berlarian di koridor istana dengan pakaian seperti ini, seolah-olah kau lupa tata krama yang telah diajarkan padamu selama sepuluh tahun terakhir?"

Nada suaranya tenang, namun setiap katanya menghujam seperti pisau, mengingatkan Sybilla (dan Christina) akan betapa besarnya kesalahan yang baru saja ia lakukan di mata dunia bangsawan yang kaku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Elysianne

Lysander melangkah mendekat, mengabaikan tatapan tajam Cyprian yang seolah siap menghunus pedang kapan saja. Ia membungkuk, membiarkan helai rambut peraknya yang halus bersentuhan dengan bahu Sybilla, lalu membisikkan sesuatu yang membuat seluruh aliran darah Christina membeku.

"Jangan takut, Elysianne," bisik Lysander, suaranya halus namun tajam. "Identitas 'Christina' di bumi hanyalah debu dibandingkan cahaya murnimu di Kayangan. Aku sudah melihatmu sejak kita masih kecil, saat ayahku dan para Dewa berbisik di balik tirai takdir."

Sybilla tersentak mundur, matanya yang ungu membelalak lebar. "Siapa... bagaimana kau..."

Masa lalu Christina yang sebenarnya bukan berasal dari trotoar basah London, melainkan dari dimensi tertinggi yang disebut Aethelgardia Celeste (Kayangan).

Nama aslinya adalah Elysianne von Astraea. Ia lahir dari Dewa Aether dan Dewi Selene, penguasa cahaya langit. Namun, kekuatannya begitu murni dan besar hingga sanggup mengguncang fondasi Kayangan.

Karena takut kekuatan itu akan menarik perhatian kegelapan, orang tuanya menitipkannya kepada seorang nenek di Bumi. Nenek yang merawatnya selama 19 tahun itu bukan manusia biasa, ia adalah penjaga gerbang dimensi yang didukung oleh kekuatan langit hingga akhir hayatnya.

Kupu-Kupu Pengacau: Sinmi, seekor roh kupu-kupu nakal yang seharusnya menjadi penjaga, justru bermain-main dengan takdir. Sinmi-lah yang menarik jiwa Elysianne keluar dari tubuh Christina dan menjebaknya ke dalam raga Sybilla yang sedang kosong.

Dewa Aether dan Dewi Selene mencoba menarik kembali putri mereka saat Sinmi berbuat ulah, namun langkah mereka dihentikan oleh Erebus, sang Raja Neraka. Erebus ingin mengacaukan sistem kehidupan antara bumi, langit, dan dimensi antara (Aethelgard) dengan menjadikan Elysianne sebagai pion dalam catur kekuasaannya.

Di tengah ketegangan itu, ayah Lysander, Raja Zephyrus Al-Qahhar, penguasa yang namanya diagungkan karena kebijaksanaan kunonya, diam-diam membantu para Dewa. Lysander, yang sejak kecil memiliki mata Ruby yang mampu melihat menembus tabir dimensi, menyaksikan semua perjanjian rahasia itu.

Raja Zephyrus berdiri di ambang pintu, jubahnya yang berat seolah membawa beban seluruh sejarah dunia. Mata Ruby Lysander kembali menatap Sybilla (Elysianne) dengan binar pemahaman yang mengerikan.

"Ayahku, Sang Agung Zephyrus, telah menjaga rahasia pembuanganmu selama belasan tahun," ucap Lysander, kali ini dengan suara lantang agar didengar Cyprian. "Dan sekarang, saat Sinmi membawamu ke sini, sistem ini mulai retak. Kau bukan hanya kunci Skyrosia, kau adalah kunci gerbang Kayangan yang diinginkan Erebus."

Cyprian melangkah maju, tangannya mencengkeram hulu pedangnya. "Apa pun namanya, atau dari mana pun asalnya, dia adalah Duchess-ku sekarang. Aku tidak peduli pada Dewa maupun Raja Neraka."

Lysander tertawa pelan, sebuah tawa yang terdengar sangat merdu namun jahat. "Oh, Cyprian yang malang. Kau pikir kau bisa melindungi seorang Dewi dengan sepotong logam Adamant? Erebus sudah mengirimkan pasukannya ke Perbatasan Bawah. Mereka tidak menginginkan Sybilla... mereka menginginkan Elysianne."

Sybilla merasakan getaran hebat di dadanya. Pendar biru elektrik di tangannya kini berubah menjadi emas murni. Warna asli kekuatannya di Kayangan.

Lysander melangkah melintasi ruangan, gerakannya seringan kucing hutan, hingga ia berdiri tepat di depan Sybilla. Ia mengabaikan geraman rendah dari tenggorokan Cyprian. Tangan sang Pangeran Mahkota yang pucat terulur, jemarinya yang lentik hampir menyentuh dagu Sybilla, namun ia berhenti tepat satu inci di depannya.

"Kekuatan Elysianne bukan untuk kau 'makan' seperti sihir katedral yang murahan, Duchess," ucap Lysander, matanya yang sewarna permata Ruby berkilat penuh rahasia. "Jika kau membiarkannya mengalir tanpa kendali, kau bukan hanya akan menjatuhkan Skyrosia, tapi kau akan membakar dirimu sendiri hingga menjadi abu cahaya."

Ia menyunggingkan senyum tipis yang tampak sangat indah namun menyimpan racun.

"Aku bisa mengajarimu. Aku telah mempelajari kitab-kitab kuno Raja Zephyrus sejak aku bisa membaca. Aku tahu cara menjinakkan api Kayangan di dalam nadimu agar Raja Neraka, Erebus, tidak bisa melacak keberadaanmu melalui pendar emas itu."

Sybilla menatap mata Ruby itu, merasa terhipnotis sekaligus waspada. "Apa imbalannya?" bisiknya. "Tidak ada pangeran yang memberikan bantuan gratis di dunia ini."

Lysander terkekeh pelan, suara yang terdengar seperti gesekan kristal. Ia mencondongkan tubuhnya ke telinga Sybilla, memastikan suaranya hanya menjadi rahasia di antara mereka.

"Imbalannya sederhana, namun mematikan bagi suamimu," bisik Lysander.

"Setiap kali aku mengajarimu satu tingkatan kendali, kau harus memberiku satu tetes darah murnimu. Darah Elysianne. Dan sebagai gantinya, di akhir bulan ini, kau harus memberiku kunci masuk ke gerbang Aethelgardia Celeste (Kayangan) yang tersegel di dalam ingatanmu."

Sybilla tersentak. Memberikan darah murni Dewi kepada seorang pangeran dengan ambisi besar seperti Lysander sama saja dengan memberinya senjata untuk menantang para Dewa. Terlebih lagi, kunci Kayangan adalah hal yang paling dilindungi oleh orang tuanya, Dewa Aether dan Dewi Selene.

"Kau ingin menyerang Kayangan?" tanya Sybilla dengan suara bergetar.

"Aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milik manusia," jawab Lysander dingin sambil menegakkan punggungnya kembali. "Dewa-dewamu membuangmu ke bumi seperti sampah, bukan? Mengapa kau masih setia pada mereka?"

Cyprian melangkah maju, tangannya kini benar-benar sudah menghunus pedang Adamant-nya. Ujung pedang yang tajam itu kini tertuju tepat di leher Lysander.

"Cukup, Pangeran!" geram Cyprian. "Jangan mencoba meracuni pikirannya dengan ambisi gilamu. Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya, apalagi mengambil darahnya."

Lysander hanya menatap pedang itu dengan bosan. "Pilihan ada di tangan istrimu, Duke. Tanpa bantuanku, saat gerhana bulan merah tiba—saat kekuatan Erebus memuncak—istrimu akan meledak dan membawa kita semua ke neraka."

Sybilla berdiri di antara dua pria paling kuat di Skyrosia. Di satu sisi, ada suaminya yang protektif namun tidak tahu apa-apa tentang jati diri aslinya sebagai dewi. Di sisi lain, ada pangeran misterius yang tahu segalanya namun menginginkan darahnya untuk menghancurkan tatanan langit.

Apa yang akan Sybilla pilih?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!