Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Setelah di parkiran Dara langsung masuk dan duduk dikursi kemudi mobilnya. Ia menghidupkan mesin mobil, suara knalpot mobil sport merah itu memecah kesunyian malam di area parkir bioskop serta diiringi bunyi derasnya hujan.
Ia melajukan mobilnya keluar dari parkiran dan langsung menuju ke arah jalan raya.
\=\=\=\=\=\=
Tampak disudut jalan ada sepasang mata yang terus mengawasi mobil gadis itu dari atas motor yang mesinnya sengaja masih dinyalakan.
Ia tampak berbicara dengan seseorang dari ponselnya yang tersembunyi dibalik helm hitam yang dipakainya. Sambil ia menjalankan pelan-pelan motor yang berkecepatan tinggi itu. Posisinya tidak terlalu jauh dibelakang dari mobil Dara.
"Bos target sudah bergerak" ujar lelaki itu.
"Awasi dan ikuti terus jangan sampai hilang jejak" ujar suara dari ponsel itu.
"Baik bos" jawab lelaki itu.
" Jalankan misi sesuai rencana jangan sampai gagal" jelas bos lelaki itu.
"Siap bos" jawabnya sambil mematikan ponselnya.
Dara sudah berada di jalan raya dekat hutan kota yang mulai sepi, hanya ada beberapa kendaraan saja yang lewat di sana. Ia menambah kecepatan mobilnya karena jalanan sangat lengang.
Sementara di belakang mobil Dara tampak lelaki diatas motor memberikan kode melalui ponselnya.
"Misi dijalankan target sudah mendekat"
"Lokasi aman, tidak ada lagi kendaraan yang lewat" perintahnya kepada seseorang.
Saat di persimpangan jalan nampak dari arah yang berlawanan mobil van hitam berkecepatan tinggi menghidupkan lampu sorot yang mengganggu penglihatan Dara.
"Akhhhh!!!!" Shitttt!!!"
pekiknya spontan karena matanya silau karena lampu sorot dari mobil van itu.
Konsentrasi Dara buyar,ia banting stir kekanan agar menghindari tabrakan. ia menekan pedal rem mobilnya tetapi tidak berfungsi. Kakinya menekan dalam-dalam pedal rem itu tetapi mobilnya malah tak terkendali.
"Aduh kenapa remnya gak bisa berfungsi" gumam Dara yang sudah panik. Karena sudah panik ia tidak melihat ada mobil yang melaju kencang ke arahnya dari sebelah kanan mobil.
Disaat itu juga dari arah samping mobil truk berkecepatan tinggi menghantam keras mobilnya.
" Brakkkk!!!!!" Ciittttt!!! AKHHHHH PAPA...MAMA!!!!! " pekik Dara dari dalam mobil yang terlempar hingga puluhan meter hingga menghantam pepohonan dalam hutan kota itu. Saat mobilnya dihantam keras, balon keselamatan keluar otomatis dari kemudinya . Mobil canggih dengan tingkat keamanan nomor satu tetap ringsek parah karena dihantam mobil truk besar itu.
Dara masih sadar dan badannya masih duduk dikursi kemudi memakai sabuk pengaman.
Dara merintih kesakitan " Tolong..tolong "Mama..papa , Tolong Dara..badan Dara sakit sekali" .
Ia merasakan seluruh badan dan tulangnya terasa remuk. Tampak darah segar mengalir dari kening gadis itu, karena kepalanya terbentur keras pada kemudi dan kaca mobil. Dadanya mulai terasa sesak.
Ia masih bisa mengangkat tangannya yang sangat lemah. Ia mencoba ingin melepaskan sabuk pengaman di kursi tempat duduknya tetapi tidak bisa. Dara merasakan ada cairan yang mengalir dari keningnya, setelah sadar bahwa itu darahnya ia langsung tak sadarkan diri.
Bunyi hantaman keras dari logam yang beradu dan decit ban mobil terdengar sangat keras ditengah guyuran hujan malam itu.
Saat kejadian jalanan memang sangat sepi, cuaca yang sedang hujan lebat disertai sambaran kilat dan suara petir.
Sementara itu lelaki ber helm hitam masih diatas motor sambil menelpon bosnya.
"Misi selesai bos, target off" ujarnya.
"Bersihkan area, jangan ada saksi mata yang melihat kejadian ini, dan satu lagi pastikan gadis itu mati" ujar suara bariton dari ujung telpon.
"Baik bos" jawabnya singkat.
Lelaki berjaket dan helm hitam itu segera turun dari motor, ia memerintahkan anak buahnya agar cepat meninggalkan lokasi kejadian.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏