NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:304.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

"Seni Bintang Ketujuh: Titah Pemusnahan."

Kalimat itu diucapkan dengan nada yang sangat datar, nyaris berbisik, namun bergema di kedalaman Lautan Kesadaran setiap makhluk yang mendengarnya.

Di dalam Dantian Zhao Xuan, Roda Bintang Ketujuh Roda Pemusnahan Absolut berputar untuk pertama kalinya. Ini bukanlah sekadar kekuatan fisik atau manipulasi ruang ini adalah hukum alam tingkat konseptual yang dulunya hanya bisa diakses oleh seorang God Emperor. Kekuatan untuk menghapus eksistensi.

Dari ujung jari telunjuk Zhao Xuan yang teracung, tidak ada ledakan Qi yang menyilaukan mata. Tidak ada badai elemen atau naga energi yang mengaum.

Hanya ada sebuah riak transparan yang luar biasa hening, meluas ke depan layaknya ombak kecil di permukaan danau yang tenang.

Riak transparan itu menyapu melewati barisan terdepan dari sepuluh ribu Pasukan Sayap Hitam.

Prajurit siluman yang sedang mengangkat senjata mereka, bersiap untuk mencabik-cabik Long Chen, tiba-tiba mematung. Angin berhenti berembus. Waktu di sekitar mereka seolah kehilangan maknanya.

Satu detik kemudian, tanpa ada jeritan kesakitan, tanpa ada darah yang menetes, ujung tombak mereka mulai berubah menjadi debu abu-abu.

Debu itu merambat dengan kecepatan konstan ke tangan mereka, lengan mereka, zirah mereka, hingga ke seluruh tubuh mereka. Puluhan ribu siluman itu rontok layaknya patung pasir yang ditiup angin laut. Mereka tidak mati terbunuh keberadaan mereka secara harfiah dihapus dari Dunia Siluman Kuno.

Riak pemusnahan itu terus meluas tanpa ampun. Menyapu barisan tengah, barisan belakang, hingga ke burung-burung bangkai raksasa yang terbang di atas mereka. Semuanya luruh menjadi abu yang berkilauan sesaat sebelum lenyap ditelan ketiadaan.

Hanya butuh tiga tarikan napas.

Sepuluh ribu pasukan elit siluman yang sebelumnya menutupi cakrawala kawah Hutan Mati, kini lenyap tak bersisa. Tidak ada mayat. Tidak ada senjata yang tertinggal. Medan perang yang tadinya riuh oleh niat membunuh kini kembali menjadi hamparan pasir hitam yang sunyi senyap, seolah pasukan itu tidak pernah ada di sana sejak awal.

Di belakang Zhao Xuan, Long Chen yang berlumuran darah membelalakkan matanya yang liar. Raksasa perunggu itu, yang seumur hidupnya memuja kehancuran fisik yang brutal, merasakan bulu kuduknya merinding ngeri melihat bentuk pembantaian yang begitu sunyi dan absolut ini.

Jauh di tepi kawah, Su Qingxue menutup mulutnya dengan kedua tangan, jatuh terduduk dengan air mata mengalir saking ketakutannya. Kakinya lemas. Ia menyadari bahwa pemuda berjubah hitam yang ia ikuti ini bukanlah manusia atau iblis, melainkan inkarnasi dari kehancuran itu sendiri.

Satu-satunya musuh yang sengaja disisakan oleh Zhao Xuan dari riak pemusnahan itu hanyalah Jenderal Gagak Besi.

Sang Jenderal, yang separuh wajahnya hancur akibat pukulan Long Chen, kini berdiri mematung sendirian di tengah padang pasir yang kosong. Lututnya bergetar hebat. Senjata tingkat tingginya terlepas dari genggamannya dan jatuh berdebum ke tanah.

Kewarasan Jenderal Gagak Besi hancur berkeping-keping. Pasukannya... sepuluh ribu elit kebanggaannya... musnah hanya dengan satu jentikan jari?! Bahkan Kaisar Siluman tingkat God King pun membutuhkan waktu untuk meratakan pasukan sebanyak itu!

"T-Tidak mungkin... I-Ilusi... Ini pasti sihir ilusi!" Jenderal itu bergumam histeris, melangkah mundur dengan pandangan kosong.

Zhao Xuan perlahan menurunkan tangannya. Matanya yang memancarkan pusaran tujuh galaksi kini menatap sang Jenderal dengan kebosanan yang mematikan.

Ia melangkah maju. Tidak berjalan, melainkan melipat ruang. Dalam sekejap, Zhao Xuan sudah berdiri tepat di depan Jenderal Gagak Besi, mematahkan sisa-sisa mental penguasa wilayah timur itu.

"Sujud," perintah Zhao Xuan dingin.

Tekanan dari Roda Ketujuh menghantam bahu Jenderal Gagak Besi layaknya tertimpa sepuluh gunung.

KRAAAAAK!

Kedua lutut sang Jenderal hancur menghantam pasir hitam. Ia bersujud paksa di depan kaki Zhao Xuan, darah mengalir deras dari mulut dan hidungnya.

"A-Ampuni aku... Tuan... Dewa..." Jenderal itu terisak, segala kebanggaan dan arogansinya sebagai siluman Soul Transformation Puncak telah menguap. Ia mencoba memohon belas kasihan.

Zhao Xuan tidak memedulikan permohonan itu. Ia meletakkan telapak tangan kanannya tepat di atas ubun-ubun Jenderal Gagak Besi. Niat Ketiadaan yang sedingin es meresap masuk, langsung mencengkeram Lautan Kesadaran dan Jiwa Utama sang Jenderal.

"Tujuh Penghancur Surga. Kelompok manusia berjubah hitam yang menyusup ke duniamu," suara Zhao Xuan menusuk langsung ke dalam pikiran sang Jenderal, mengabaikan rasa sakit yang membuat siluman itu menjerit tertahan. "Mereka baru saja melarikan diri dari istana Kaisarmu di ibu kota setelah mencuri harta karun perairan. Ke mana Kaisar kalian mengerahkan pasukan untuk memburu mereka?"

Jiwa Jenderal Gagak Besi disiksa oleh tarikan ketiadaan, memaksanya membocorkan segala rahasia militer yang ia ketahui.

"A-Aaaargh! D-Di utara! Lembah Tulang Menangis!" jerit sang Jenderal dengan suara serak. "K-Kaisar sangat murka... Dia mengeluarkan Perintah Pembantaian Darah! Pasukan utama dan tiga Panglima Siluman sedang mengepung Lembah Tulang Menangis... Para penyusup berjubah hitam itu bersembunyi di dalam Reruntuhan Kuil Kuno di dasar lembah untuk... untuk memurnikan sisa kekuatan pusaka yang mereka curi!"

Mata Zhao Xuan sedikit menyipit. Lembah Tulang Menangis. Jadi mereka terjebak di sana oleh pasukan Kaisar Siluman sebelum sempat melarikan diri kembali ke Alam Dewa.

Ini adalah kabar baik. Pemimpin Tujuh Penghancur Surga dan sisa anak buahnya pasti sedang terluka setelah bentrok dengan God King, dan kini mereka terkepung.

"Pilihan tempat sembunyi yang sangat menyedihkan," gumam Zhao Xuan.

"A-Aku sudah memberitahumu semuanya! T-Tolong... biarkan aku hidup..." isak Jenderal Gagak Besi, jiwanya sudah berada di ambang kehancuran.

Zhao Xuan menunduk, menatap wajah hancur siluman itu dengan senyum tiran yang tipis.

"Aku hanya bertanya. Aku tidak pernah menjanjikan kehidupan."

Zhao Xuan menutup telapak tangannya.

BLUUSSSHH!

Jiwa dan raga Jenderal Gagak Besi seketika meledak menjadi kabut darah, yang dengan cepat ditelan habis oleh pusaran Ketiadaan hingga tidak menyisakan setetes pun noda di atas pasir hitam.

Zhao Xuan membalikkan badannya, berjalan kembali ke arah Long Chen. Ia mengayunkan lengan jubahnya, melepaskan gelombang Qi spiritual murni bercampur esensi kehidupan kosmik yang langsung menyelimuti tubuh sahabatnya itu.

Luka-luka menganga di tubuh Long Chen menutup dengan kecepatan kasat mata. Tulang-tulangnya yang retak kembali menyatu, dan darah emasnya kembali mendidih dengan vitalitas baru.

Long Chen menarik napas panjang, merasakan tenaganya pulih sepenuhnya. Ia memanggul pilar hitamnya kembali dan menyeringai lebar.

"Kau selalu tahu cara membuat pertunjukan yang bagus, Zhao Xuan," kekeh Long Chen. "Jadi, ke mana kita akan meratakan tanah selanjutnya?"

Su Qingxue yang masih pucat pasi berlari kecil mendekati mereka berdua, berusaha menahan gemetar di kakinya. Ia menundukkan kepalanya, tidak berani menatap langsung ke mata Zhao Xuan yang kini terasa jauh lebih menakutkan dari sebelumnya.

"Ke utara," jawab Zhao Xuan, matanya menatap tajam membelah awan miasma di ufuk. "Lembah Tulang Menangis. Tujuh Penghancur Surga sedang terpojok di sana seperti tikus di dalam selokan."

Zhao Xuan merentangkan tangannya. Belati Kembar Jiwanya muncul, memancarkan resonansi spasial yang kini jauh lebih kuat berkat dukungan Roda Ketujuh.

"Kaisar Siluman mengira dia adalah pemburu yang sedang mengepung mangsanya," ucap Zhao Xuan dingin, menyayat udara di depannya untuk membuka robekan dimensi raksasa. "Kita akan ke sana... dan mengajari sang Kaisar bahwa di rantai makanan alam semesta ini, dia hanyalah hidangan pembuka."

Zhao Xuan melangkah masuk ke dalam gerbang spasial tersebut, diikuti oleh senyum buas Long Chen dan kepatuhan mutlak dari Su Qingxue.

1
REY ASMODEUS
yang penting pengikutnya orang gila semua🤣🤣🤣. itu sudah di anggap sama aja bapaknya. fanatik gila🤭🤭🤭
REY ASMODEUS
kegilaan sang tirani memang nomor satu dalam daftar pemusnahan total musuh musuhnya🤣🤣🤣🤣🤣
REY ASMODEUS
orang gila mulai beraksi 🤣🤣🤣
REY ASMODEUS
tolong lah. ada yang normal 1 saja di barisannya zhao xuan. ini malah nambah orang gila hormat. udah uda psiko, orang tua bar bar, sama si gila otot. sempurnanya sudah.. 🤣🤣🤣
REY ASMODEUS
kalian jangan taro leher kalian di atas coba sembunyikan di ruang spasial. jangan sampai sama seperti monyet monyet itu 🤭🤭🤭
REY ASMODEUS
aku masih disini sedang zhao shuan udah di neraka 🤣🤣🤣
Darwito
xjhzhzhz
Darwito
duudjx
Darwito
tsysgs
Ahmad Gatot
harusnya bibinya xin'er ikut mendampingi....
Ahmad Gatot
kenapa petir kesengsaraan kesembilan tidak di gunakan untuk membantai musuh seperti waktu membangkitkan roda kedelapan.
Darwito
ghhd
Darwito
ficiciic
Ahmad Gatot
jatuhnya di tempat kekuasaan kedua jenderalnya....😄😄😄
Ahmad Gatot
kalao partneran cocok nih dua cewek....
Ahmad Gatot
kenapa cairan emas yang di danau kok ga di ambil thor...itu kan juga harta karun,bisa di berikan ke sekte harimau besi biar tambah kuat untuk di jadikan sekutu.
Ahmad Gatot
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣.....air kuningnya yang bau keluar.....
Ahmad Gatot
jadikan kelompok dari sekte harimau besi jadi pengawalnya sang putri tirani thooorrr..
Ahmad Gatot
roda bintang anaknya berwarna putih bapak warna hitam,kehancuran dan pemurnian.....
Ahmad Gatot
ayahnya yang begitu protektif,tau ga ya kalao anak gadis kesayangannya,melakukan petualangan tanpa izin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!