satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Gelang
Hadi dan Satria segera menuju ke Kantor PTP, yang berada jalan Pramuka
Saat sampai di sana Satria langsung menuju staf resepsionis
" Maaf mbak, saya mau melamar kerja katanya lagi ada lowongan " Ucap Satria saat berhadapan dengan Resepsionis
" Ada de, tapi bagian pemeliharaan, dan lokasi kebunnya di desa Munjuk Sempurna, kalianda " Ucap Resepsionis itu
" Ga apa apa mbak ini surat lamaran saya dan juga ada no kontak saya " Satria memberikan surat lamaran yang ia bawa lalu berpamitan pulang
" Loe beneran mau kerja di sana,? Itu jauh banget loe" Tanya Hadi saat pulang
" Ga apa apa itung itung sekalian nyari pengalaman" Sahut Satria
" Trus loe ga jadi kuliahnya?" Tanya Hadi, ia sangat menyayangkan jika beneran Satria tidak meneruskan pendidikannya, pengoperasian perangkat lunaknya sudah bisa di bilang jago.
" Kayanya ga, kan jauh dari desa" Sahut Satria, ia sempat melihat peta lokasi di mana ia akan bekerja jika di terima. Harus menempuh jalan kecil dari desa terakhir dan berada di kaki gunung Rajabasa.
" Gw punya usul tapi ga tahu loe mau apa ga " Ucap Hadi tiba tiba
" Tumben otak loe punya ide, coba bilang apa usulan loe" Sahut Satria penasaran
" Biar loe bisa kuliah sambil kerja, gmana kalau loe ikut ojek online aja, jadi pas loe ga ada jam pelajaran kuliah loe bisa ngojek" Sahut Hadi
" Boleh juga usul loe, ya udah nanti kalau gaji gw udah cukup buat beli motor gw ngojek" Sahut Satria santai
" Pake motor gw aja, ga perlu beli" Seru Hadi cepat
" Ga bisa, bukan ga mau, tapi kalau gw ngojek pake motor loe, kapan gw mandirinya " Sahut Satria, Hadi Terdiam
" Dah loe duluan kuliah, tahun depan gw nyusul " Lanjut satria yang melihat Hadi terdiam saat ia menolak motornya
" Ok deh" Ucap Hadi sambil menggelengkan kepala.
Di pelataran Kampus, seorang mahasiswa turun dari mobil dan bergegas menghampiri Baron yang masih duduk di taman
" Bos, dua anak yang sama Rani tadi namanya Satria dan Hadi, tadi gw ngikutin mereka ternyata Satria sedang melamar kerja di PTP" Ucap mahasiswa itu, yang ternyata disuruh Baron mengikuti mereka
" Ngelamar kerja?, bukannya mereka calon mahasiswa baru Ton?" Tanya Baron
" Yang daftar mahasiswa baru cuma Hadi, yang tadi make baju kemeja kotak kotak, satunya lagi cuma nganterin doang" jawab Toni
" PTP, itu gampang " gumamnya pelan sambil mengeluarkan handphonenya dan menelpon seseorang
Dan tak lama ia menutup telponnya sambil tertawa senang
"Satria ga perlu di pikirkan kalau di terima kerja juga dia akan di tempatkan di pelosok" ucap Baron, ternyata dia menelpon salah satu teman ayahnya yang bekerja di Kantor PTP dan menyanyakan ada lowongan apa di sana, dan ia mendapatkan bagian pemeliharaan yang kosong dan jauh dari keramaian.
Ia akan membuat Satria dan Hadi menjauh dari Rani. Orang yang di cintainya
Satria yang pulang ke rumah kaget karena rumahnya ramai, sedangkan ia hanya tingal sendiri dirumah kakek itu
" Assalamu'alaikum" Ucap satria , ia melihat pak Sardi dan juga beberapa warga desa ada di dalam rumahnya , dan ada seorang kakek tua yang mirip dengan kakek pandu
" Pak ada apa ini, kenapa berkumpul di sini?" Tanya Satria sopan, sementara Hadi tak ikut masuk karena rumah kecil itu sudah ramai orang dia hanya melihat dari pintu saja
" Eh nak Satria, baru pulang, begini ini cucu dan adik kakek pandu" Pak Sardi mengenalkan kakek yang mirip dengan kakek pandu.
" Oh salam kek, saya Satria, cucu angkat kakek Pandu" Ucap Satria sopan
" Iya aku tahu, aku Darto, adik Pandu, kamu tahu maksud kedatangan kami?" Tanya kakek Darto sambil menatap Satria
Satria tak menjawab, ia hanya menggeleng
" Begini,karena kak pandu sudah tiada, maka rumah peninggalan ini akan saya ambil alih" Ucap kakek Darto
satria terdiam, ia memang tak akan mengakui kepemilikan rumah itu karena memang ia tak punya hubungan darah dengan Kakek Pandu, tetapi yang membuat kaget kenapa tiba tiba dan juga saat kakek Pandu Hidup mengapa mereka tak pernah mengunjungi kakek Pandu.
" Iya kek, saya mengerti, saya akan pindah tapi beri saya waktu seminggu untuk mencari rumah sewaan" Sahut Satria
" Tiga hari, karena rumah ini sudah terjual!" Seru kakek Darto.
" Baik kek, tiga hari saya akan pergi" Satria menunduk menatap lantai runahnya
" Baiklah kalau begitu kami permisi" kakek Darto yang sudah menyampaikan maksud kedatangannya berdiri dan berpamitan
" Nak Satria kamu ikut bapak saja " Pak Sardi yang melihat Satria diam saja menawarkan bantuan
" Ga usah paman, aku bisa sendiri, dan juga andai lamaran kerjaku di Terima aku juga akan tinggal di tempat kerjaan" Sahut Satria, ia berharap diterima kerja di PTP jadi ia tak perlu mengontrak rumah lagi
" Loe tinggal sama gw aja Sat?" Ajak Hadi
" Gimana nanti aja, liat di terima apa ga lamaran kerja gw" Sahut Satria
" Paman emang tadi adik kakek Pandu?" Tanya Hadi penasaran
" Iya itu memang adiknya, hanya saja sudah puluhan tahun tak pernah kemari" Sahut pak Sardi
Setelah berbincang bincang satu persatu warga desa pulang, Hadi juga pulang karena ayahnya telpon akan memakai mobil yang ia bawa.
Satria duduk di pinggir ranjang kayu.
"Gelang?" Gumam Satria saat ia melihat lihat isi lemari pakaiannya dan menemukan kotak gelang yang di berikan sebelum kakek Pandu meninggal.
Satria memakai gelang di lengan, agar tak terlihat orang lain, ia tak mau disebut lelaki pesolek karena memakai gelang di pergelangan tangannya.
Wuuuuung
tiba tiba gelang itu mendengung dan mengeluarkan cahaya, dan satu energi merasuk kedalam tubuh Satria dengan gila gilaan
" aaaargh" satria menjerit kesakitan saat aliran energi itu semakin lama semakin panas, tubuhnya seakan membesar dan akan meledak, dan kuku jari jempol tangannya terasa memanjang beberapa centi
Aaaaargh
Satria akhirnya pingsan saat aliran energi itu semakin panas ia tergeletak di atas dipan kayunya. saat ia tak sadarkan diri seluruh tubuhnya berpendar cahaya keemasan tipis dan perlahan gelang di tangannya menghilang menjadi sebuah tato
Di alam bawah sadarnya , Satria sedang berada di satu taman yang indah , ada air terjun dan kebun buah yang lebat
" Di mana aku?" tanya Satria yang kebingungan dengan keadaan sekitarnya, seingatnya ia sedang duduk di kamarnya dan mencoba memakai gelang warisan
" Cucuku kemarilah" satu suara menggaung di taman itu
" Siapa?" Satria bertanya kebingungan
" Berjalan lah ke dalam air terjun aku menantikanmu di sini" kembali suara itu terdengar
Dengan memberanikan diri Satria berjalan ke arah air terjun
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁