NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi Wanita / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Luna, seorang mahasiswi jurusan teknologi informasi semester akhir selalu begadang mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk. Suatu malam ia tertidur di meja belajar bersama tumpukan kertas-kertas nya lalu tiba-tiba ia merasa seperti jatuh dari kursi. Tapi saat ia membuka matanya rupanya ia berada di dalam tubuh seseorang yang mirip dengannya. Ia yakin itu bukan dirinya yang sebelumnya. Tempat itu juga sangat asing baginya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang pria tampan berparas lembut berbicara padanya. "Annette, kau sudah lebih baik ? Bangunlah, aku membuatkan mu sarapan,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Annette

Emilie memang nampak lembut. Namun dibalik kelembutannya ada sifat manipulatif yang menurun dari ibunya. Ia tidak menyukai sesuatu yang lebih indah darinya. Ia haus pujian dan pujaan dari orang lain. Ia ingin selalu mendengar hal baik tentangnya.

Saat mendengar ucapan Tuan Wiles yang mengatakan temannya ingin menikahkan putranya, dengan cepat Nyonya Vivian mengatakan jika Annette saja yang harus menikah. Usianya sudah cukup dan sudah waktunya ia bersuami.

Sedangkan Emilie dia masih terlalu muda dan harus mengejar impiannya. Mereka lupa jika Annette juga mempunyai mimpi yang belum selesai dirajutnya.

"Aku tidak mau menikah," tolak Annette dengan tegas. Tidak nampak rasa takut di wajahnya karena ia memang sosok yang pemberani. Annette memiliki wajah yang cantik dengan kulit putih dan rambut pirang. Tapi ia jarang tersenyum. Ia jarang bicara dan bergaul dengan orang lain. Sekali bicara hanya pertengkaran yang dibuatnya.

Sifatnya keras dan tidak mau menurut. Sama dengan sang ayah yang tidak mau mendengarkan. Meski hatinya lembut tapi orang-orang sudah terlanjur menilai jika Annette perempuan sombong. Berbeda dengan Emilie.

"Kau harus mau, Annette. Dia teman baik Ayah. Jangan mempermalukan Ayah," kata Tuan Wiles masih berusaha membujuk.

"Baik, aku mau menikah. Asalkan aku dibuatkan rumah besar yang isinya perlengkapan melukis juga roda putar yang baru untuk membuat kerajinan keramik. Aku akan menikah. Aku juga punya keinginan," pinta Annette membuat kesepakatan. Ia berani mengatakan itu sebab ia tau bahwa keinginannya tidak akan dipenuhi.

Annette juga punya mimpi. Ia menyukai seni. Ia menyukai melukis dan ia suka membuat kerajinan keramik. Tapi hobinya harus dipendam karena Nyonya Vivian tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk mendukung keinginan Annette.

Alih-alih memberikan tempat indah untuk menuangkan bakatnya, Annette justru diberi tempat kecil di dekat gudang, tempatnya menghabiskan waktu sehari-hari.

Annette tidak menyukai Nyonya Vivian karena wanita itu pandai memanipulasi keadaan. Bahkan Ayahnya bisa menurut hanya karena mendengar ucapan istrinya itu.

"Tidak, tidak bisa. Usaha Ayahmu sedang tidak bagus. Kau tau kan kalau kapalnya baru saja dibajak dan itu membuat kerugian dalam jumlah yang banyak untuk keluarga kita. Kau jangan meminta sesuatu yang memberatkan, Annette. Apa kau tidak kasihan pada kami ?" Nyonya Vivian bicara dengan menggebu-gebu. Tatapan matanya tajam pada Annette dan seketika berubah ketika menatap Tuan Wiles.

"Kakak, kau bisa meminta itu pada suami mu nanti," timpal Emilie dengan suara lemah lembut. Senyum manis tidak pernah hilang dari wajahnya.

Annette menatap ibu dan anak yang sama-sama liciknya. Yang satu membuat luka di hati Annette, dan satunya lagi menuangkan garam pada luka itu.

"Kalau begitu kau saja yang menikah, adikku sayang..." balas Annette dengan wajah marahnya.

Tuan Wiles berdiri mendekati Annette. Ia ingin Annette menerima pernikahan itu karena hubungannya dengan temannya itu sangat baik.

"Kau beruntung jika bisa menikah dengannya," bujuk Tuan Wiles. Semakin Tuan Wiles bicara semakin luka di hati Annette menganga. Mengapa ayahnya hanya memaksanya saja. Mengapa bukan Emilie.

Dengan hati yang rapuh ia keluar dari rumah nya dan pergi dalam keadaan menangis. Tujuannya hanya ingin menghilang jauh dari rumahnya agar tidak melihat kelicikan dua wanita yang dibencinya sekaligus ayah yang tidak bisa melindungi dan membahagiakan nya. Jika bisa ia ingin ikut ibunya saja yang sudah lebih dulu meninggalkannya di dunia.

Lalu dalam perjalanan yang tidak tentu arah ia mengingat Leon. Pemuda pekerja keras yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali.

Dengan tekad yang bulat ia mendatangi rumah Leon. Gaunnya yang panjang membuatnya jatuh berkali-kali. Lututnya terluka bahkan berdarah. Tapi Annette tetap berlari. Ia hanya ingin cepat sampai dan menyuruh Leon menikahinya.

Setelah sampai di rumah Leon dan Leon mengobati lukanya, Annette mengatakan apa tujuannya datang. Awalnya Leon terkejut dan tidak menyangka kedatangan Annette meminta untuk dinikahi. Ia terdiam sejenak memandang wajah putus asa Annette yang berlinang air mata.

"Baiklah aku akan menikahi mu. Ayo kita pergi ke gereja," kata Leon membantu Annette berdiri. Ia mengulurkan tangannya dan Annette dengan senang hati menerimanya.

Awalnya Annette berpikir jika Leon rupanya menyimpan perasaan yang sama sepertinya juga. Tapi semua itu tidak benar.

Senyum yang awalnya tercetak jelas di bibir Annette seketika luntur sudah ketika ia mendengar Leon bicara pada pastor jika ia tidak mencintai Annette, melainkan mencintai Emilie, adiknya Annette.

Pastor menjelaskan agar Leon sebaiknya memikirkan keputusannya dulu. Karena pernikahan adalah hubungan seumur hidup yang tidak bisa dipermainkan.

Ia yang tadinya berpamitan akan mencuci tangannya dulu di belakang gereja. Setelah kembali malah mendengar ucapan Leon yang membuatnya sakit hati.

Tapi ia tidak ada pilihan lagi. Ia tidak mengenal pria lain lagi. Jika bukan Leon siapa yang akan ia minta untuk menikahinya. Ia benar-benar tidak mau menikah dengan orang pilihan keluarganya.

Maka dengan keputusan yang sadar bahkan benar-benar sadar, Annette menerima pernikahan itu.

Leon mencium Annette sebagai tanda mereka berdua telah sah menjadi suami istri. Tapi ada yang berbeda bagi Leon. Ia tidak melihat senyum bahagia seperti yang Annette tampakkan tadi.

Yang ada di wajah Annette adalah kesedihan dan kemarahan yang menjadi satu. Matanya Annette selalu berkaca-kaca saat menatapnya.

Selama dua bulan mereka hidup bersama dan sikap Annette masih dingin pada Leon. Ia menjadi lebih galak dan tidak berperasaan ketika menghadapi keluarganya.

Leon bahkan pernah melihat Annette mendorong Emilie hanya karena Emilie mengantar makanan untuknya dari rumah keluarga nya. Saat itu Leon yang baru pulang memetik wortel tidak tau masalahnya dan segera membantu Emilie berdiri. Bahkan ia sedikit menegur Annette untuk bersikap baik pada adiknya.

Tapi bukannya menjawab, Annette malah meneteskan air matanya lalu masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Leon dengan banyak pertanyaan ada apa dan kenapa.

Emilie sendiri dengan sengaja menggoda Leon yang sudah menjadi kakak iparnya. Namun sedikit kelegaan Annette rasakan jika Leon tidak pernah menanggapi godaan Emilie. Pria itu lebih memilih pergi ke kebun lagi dari pada bersama Emilie.

Tuan Wiles yang mengetahui jika Annette menikah merasa marah dan kecewa. Tapi pada akhirnya ia bisa menerima keputusan Annette dan sesekali mengunjungi putrinya yang memilih tinggal bersama Leon.

Suatu malam, Leon meminta izin pada Annette jika dia harus ke kota karena harus membeli pupuk. Ia harus berangkat malam hari agar saat pagi ia bisa langsung membeli dan tidak kehabisan lagi.

Annette hanya mengangguk sembari menatap kepergian Leon yang menaiki kereta kudanya.

Tanpa di duga, malam itu Nyonya Vivian dan Emilie datang bersama sopir kereta kuda. Ia membawa banyak makanan dan pakaian bagus untuk Annette.

Saat tau jika Leon tidak disana, Nyonya Vivian dibantu oleh sopirnya segera meringkus Annette lalu ia menyuapkan makanan yang diberi racun sebelumnya.

Racun itu tidak instan. Ia akan membunuh dengan perlahan. Menyakiti tubuh Annette sedikit demi sedikit.

Setelah menyuapkan beberapa makanan, Nyonya Vivian menyuruh sopir untuk melepaskan nya. Dapat Annette lihat dari kedua matanya yang sudah mengabur karena air mata sosok Emilie yang tersenyum puas sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

..

Yuk ramein. Jangan lupa di subscribe dulu ya biar jadi favorit 😉😉

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti diracun
Susi Akbarini
apa rahasia yg akan anette temukan di kamaar ibunyaaa..

😍😍💪❤❤
Susi Akbarini
waaahhh..
paati meninggalnya diracun ama vivian..
❤😍😍💪💪💪❤❤❤
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Siap2 annette bakal dijebak lagi
Susi Akbarini
akankah vivian kerahuan sama suaminya😍😍💪💪
Susi Akbarini
lnjutttt😍❤❤💪
Susi Akbarini
so Sweet...
❤❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
mudah2an bapak anette nemu dakangnya dan ngehukum vivian dan emely..
🤣😄😄❤💪💪
Susi Akbarini
soga anettw selamat❤😍😍💪💪11
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah loh kerjaan siapa tuh
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Moga aja bpk na cepet sadar
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah bikin esmosi aja nih duo racun 😤😤
aku
sisilia klo bs jgn pggil anet dg KAU. kurang sopan bacanya 🙏
Aida: Oke kak, othor perbaiki 🙏😄
total 1 replies
Susi Akbarini
lanjutttttt
😍❤❤❤💪💪💪💪
Dew666
😍😍😍😍😍
Susi Akbarini
sekamat gatal2 ya emely...
🤣😄❤❤💪
Susi Akbarini
apalagi yg akan vivian lakukan...
❤❤😍😍💪
Dwi Agustina
Semangat up trs othor 💪💪💪🫰
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!