NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Perasaan

Malam di mansion terasa tenang, Lampu-lampu hangat menyinari ruang makan besar dengan meja panjang dari kayu gelap. Beberapa pelayan berdiri di sisi ruangan, menunggu jika Darius membutuhkan sesuatu. Namun malam ini suasananya terasa berbeda. Lyra duduk di salah satu kursi, memainkan sendok di piringnya.

Darius duduk di seberangnya, Pria itu tampak tenang seperti biasa, menikmati makan malamnya tanpa terlihat terganggu oleh apa pun, Lyra menatapnya beberapa detik, Kemudian ia memasukkan satu suap makanan ke mulutnya, "Darius."

Pria itu mengangkat matanya "Apa?"

Lyra bersandar sedikit di kursinya "Kita ini… apa?"

Darius berhenti sejenak "Maksudmu?"

Lyra menghela napas kecil, Ia menatap pria itu dengan tatapan serius "Kenapa aku jadi harus menurutimu?"

Kalimat itu membuat beberapa pelayan yang berdiri di sisi ruangan diam-diam saling melirik, Mereka jarang sekali melihat seseorang berbicara seperti itu pada Darius Baskara. Namun pria itu sendiri tetap tenang, Ia meletakkan garpunya perlahan "Lanjutkan."

Lyra menatapnya tanpa mengalihkan pandangan.

"Aku pergi dengan pengawalanmu." Ia menunjuk ke arah taman di luar jendela, "Aku tinggal di rumahmu."

Kemudian ia menunjuk dirinya sendiri "Dan aku bahkan tidak benar-benar tahu siapa dirimu." Suasana ruangan menjadi sangat sunyi, Lyra menelan ludah pelan sebelum melanjutkan.

"Jadi aku ingin tahu." Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan "Aku penting untukmu?"

Darius tidak menjawab, Tatapannya hanya tertuju pada wajah Lyra, Lyra menyipitkan mata sedikit.

"Atau…"

Ia berhenti sejenak.

"...kau jatuh cinta padaku?"

Salah satu pelayan hampir menjatuhkan gelas di tangannya, Namun ia segera menahan diri. Lyra melanjutkan dengan nada lebih pelan.."Atau ini hanya bentuk tanggung jawab…"

"...karena malam itu?"

Ruangan itu sekarang benar-benar sunyi, Tidak ada suara selain detak jam dinding yang pelan, Darius akhirnya berdiri dari kursinya, Langkahnya tenang ketika ia berjalan menuju Lyra. Setiap pelayan di ruangan itu menahan napas. Pria itu berhenti tepat di depan kursi Lyra. Kemudian ia sedikit membungkuk.

Tangannya menyentuh sandaran kursi di kedua sisi Lyra, membuat wanita itu tidak bisa menghindar dari tatapannya "Dengar baik-baik, Lyra." Nada suaranya rendah, Namun sangat jelas. "Aku tidak pernah melakukan sesuatu karena tanggung jawab."

Lyra menatapnya tanpa berkedip, Darius melanjutkan.

"Jika aku tidak menginginkan sesuatu…"ia berhenti sejenak "...aku tidak akan mempertahankannya."

Jantung Lyra berdetak lebih cepat, Tatapan Darius menjadi lebih dalam, "Aku membiarkanmu tinggal di rumah ini." Ia menyentuh dagu Lyra dengan lembut.

"Aku membiarkanmu menantangku." Sudut bibirnya terangkat sedikit. "Dan aku bahkan membiarkanmu bertanya hal-hal seperti ini."

Lyra menelan ludah pelan "Lalu jawab pertanyaanku."

Darius menatapnya beberapa detik lagi, Kemudian ia berkata dengan suara rendah yang hampir seperti bisikan."Kau penting."

Lyra memegang pinggiran kursinya.

"Seberapa penting?"

Darius tersenyum tipis, Senyum yang jarang ia tunjukkan "Jika seseorang mencoba menyakitimu…"

tatapannya berubah dingin "...aku akan menghancurkan mereka."

Napas Lyra tertahan, Darius kemudian mencondongkan tubuh sedikit lebih dekat. "Apa itu cukup jelas untukmu?"

Lyra tidak menjawab, Namun wajahnya sedikit memerah, Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu ia benar-benar merasa jantungnya tidak bisa tenang ketika berada dekat pria ini. Dan mungkin ia memang sudah mulai jatuh terlalu dalam.

Suasana ruang makan masih terasa tegang setelah kata-kata Darius,Para pelayan perlahan mundur, memberi mereka ruang tanpa diminta, Sekarang hanya ada Lyra dan Darius. Lyra masih duduk di kursinya, sementara Darius berdiri sangat dekat di depannya. Tatapan pria itu masih sama dalam, tajam, dan membuatnya sulit berpaling.

"Jadi…" Lyra akhirnya berkata pelan. "Itu jawabanmu?"

Darius mengangkat alis sedikit"Kau masih belum puas?"

Lyra menghela napas kecil."Bukan begitu."

Ia berdiri dari kursinya, Sekarang jarak mereka hanya beberapa inci."Aku hanya mencoba memahami seseorang yang sangat misterius."

Darius memperhatikan wajahnya dengan tenang. Namun jauh di dalam dirinya, ia tahu wanita ini sudah melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Lyra membuatnya merasa… terikat..Dan itu sesuatu yang tidak pernah ia izinkan sebelumnya, Lyra menatapnya beberapa detik.

Kemudian tanpa sadar tangannya menyentuh dada Darius, Jantung pria itu berdetak stabil di balik kemeja hitamnya "Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan berubah seperti ini," bisik Lyra.

Darius tidak menjawab, Namun tangannya perlahan memegang pinggang Lyra, Sentuhannya hangat."Aku juga tidak," katanya pelan.

Lyra menatapnya "Apa maksudmu?"

Darius menyentuh rambutnya yang jatuh di bahu.

"Aku tidak pernah membawa siapa pun ke rumahku."

Kalimat itu membuat Lyra terdiam "Tidak pernah?"

Darius menggeleng pelan "Kau yang pertama."

Jantung Lyra berdetak lebih cepat lagi, Ia tidak tahu kenapa kata-kata itu terasa begitu kuat baginya Tiga hari lalu mereka hanyalah dua orang asing yang bertemu di klub malam. Namun sekarang Lyra menyadari sesuatu yang membuatnya sedikit takut.

Ia mulai jatuh cinta pada pria ini. Dan pria itu adalah seseorang yang hidup di dunia yang sangat berbahaya.

Lyra menatap Darius dengan tatapan lembut.

"Lalu sekarang?"

Darius tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia menarik Lyra lebih dekat, Ciuman mereka terjadi begitu saja, Lembut pada awalnya, Namun perlahan menjadi lebih dalam. Lyra memegang kerah kemeja Darius tanpa sadar. Sementara tangan pria itu menahan pinggangnya dengan kuat. Dunia di sekitar mereka terasa menghilang, Ketika mereka akhirnya berhenti sejenak, napas Lyra sedikit terengah.

"Darius…"

Pria itu menyentuh pipinya."Apa?"

Lyra menatapnya dalam, Ada sesuatu yang lembut di matanya sekarang, Sesuatu yang tidak lagi ia sembunyikan.

"Aku pikir…"

Ia berhenti sejenak.

"...aku mulai menyukaimu."

Sudut bibir Darius terangkat pelan "Mulai?"

Lyra tersenyum kecil"Jangan sombong."

Darius tertawa pelan sesuatu yang jarang sekali ia lakukan. Kemudian ia mengangkat Lyra dengan mudah ke dalam pelukannya.

Lyra terkejut.

"Darius!"

"Kau terlalu banyak berpikir."

Ia berjalan menuju tangga besar mansion.

"Hei, turunkan aku!"

Namun Lyra tidak benar-benar berusaha lepas, Tangannya justru memeluk leher pria itu, Ketika mereka sampai di depan kamar Darius, pria itu membuka pintu dengan satu tangan. Ia menurunkan Lyra perlahan di dekat tempat tidur, Tatapan mereka kembali bertemu, Kali ini tidak ada kata-kata lagi.

Hanya perasaan yang semakin jelas di antara mereka, Lyra menyentuh wajah Darius dengan lembut. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu ia tidak lagi mencoba menjaga jarak.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!