NovelToon NovelToon
Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

Bagi Liana, mencintai Justin dimulai dari sebuah sore di lobi kampus. Hanya karena melihat Justin bermain basket di bawah hujan, Liana nekat mengejar pria dingin itu hingga mereka bersatu di tengah lapangan basket yang basah.

Namun, janji itu hancur saat Justin memutusnya secara sepihak di hari kelulusan Justin dan menghilang tanpa jejak.

Tiga tahun kemudian.
Liana terkejut saat harus berhadapan dengan CEO baru di kantor tempatnya melamar kerja. Justin kembali, namun ia kini asing, dingin, dan terjebak dalam pusaran perjodohan.

Meski waktu berlalu, Liana menyadari: "There was something about you that I can't forget." Hidupnya tetap terjebak pada melodi yang sama Lagu kesukaannya "About You" milik The 1975. Karena baginya, ini masih tentang Justin di setiap detiknya.

Apakah takdir memberi mereka kesempatan kedua, ataukah hujan kali ini benar-benar menghapus jejak mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kabar Mengejutkan dari Kaila

Latihan sore itu berakhir dengan intensitas yang lebih tinggi dari biasanya. Setelah insiden pengusiran Alena oleh Justin, semua peserta maba tampak berlatih dua kali lebih giat—entah karena takut pada sang kapten atau karena terinspirasi oleh ketegasannya. Liana sendiri merasa tenaganya seolah terisi kembali. Setiap lay-up yang ia lakukan terasa lebih ringan, meski keringat membanjiri seluruh tubuhnya.

"Latihan selesai! Pendinginan!" teriak Raka sambil meniup peluit panjang.

Satu per satu mahasiswa mulai membubarkan diri. Liana berjalan menuju pinggir lapangan, mengambil tas olahraganya yang tersandar di bangku penonton. Ia melirik ke arah Justin yang sedang berbincang dengan Pak Heru di dekat ring utama. Tampaknya ada hal serius yang mereka bicarakan.

"Li, gue ke toilet bentar ya, udah kebelet banget dari tadi!" seru Dhea sambil berlari kencang meninggalkan Liana sendirian.

Liana tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya. Ia kemudian teringat pada tujuannya sore ini. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kantong plastik bersih berisi hoodie abu-abu milik Justin. Jaket itu sudah ia setrika dengan rapi, aromanya segar—perpaduan antara wangi deterjen dan sedikit sentuhan parfum vanila milik Liana yang tak sengaja menempel.

Ia menunggu sampai Pak Heru pergi. Setelah Justin tampak sendirian dan sedang merapikan bola ke dalam keranjang besi, Liana memberanikan diri mendekat.

"Kak Justin," panggil Liana pelan.

Justin menoleh. Wajahnya yang semula tampak tegang saat bicara dengan Pak Heru, mendadak melunak ketika melihat Liana. Ia menyeka keringat di dahinya dengan handuk kecil yang tersampir di bahu. "Ya? Kenapa belum pulang?"

Liana menyodorkan kantong plastik itu. "Ini, Kak. Jaketnya. Sudah saya cuci bersih. Makasih banyak ya, kemarin beneran ngebantu banget."

Justin menerima kantong itu. Jarinya sempat bersentuhan dengan jari Liana, menciptakan aliran listrik statis yang membuat Liana refleks menarik tangannya dengan pipi merona. "Oh, iya. Makasih. Harusnya nggak usah buru-buru dicuci juga nggak apa-apa."

"Nggak enak, Kak, kalau lama-lama saya simpan," balas Liana sambil tersenyum canggung. "Kakak... nggak apa-apa soal yang tadi?"

"Soal Alena?" Justin menatap Liana lurus. "Jangan dipikirin. Dia memang sering begitu. Lo fokus aja sama performa lo di lapangan. Gue nggak mau anggota gue keganggu cuma karena hal sepele."

Liana mengangguk patuh. "Baik, Kak."

Baru saja suasana di antara mereka mulai mencair, suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar mendekat. Kaila muncul dari arah gedung sekretariat dengan napas yang tidak beraturan. Wajahnya yang biasanya santai kini tampak pucat dan penuh kecemasan.

"Justin! Syukurlah lo masih di sini!" seru Kaila sambil memegang kedua lututnya, mencoba mengatur napas.

Justin mengernyitkan dahi. "Ada apa, Kai? Kenapa lo kayak habis dikejar hantu?"

Kaila mengangkat sebuah surat resmi dengan kop surat universitas. "Gue baru dapet email dari panitia Liga Basket Mahasiswa Regional. Turnamen Cakrawala Cup di majuin, Justin!"

Mata Justin membelalak. Raka yang baru saja datang dari arah parkiran pun ikut terkejut. "Hah? Di majuin gimana? Harusnya kan masih dua bulan lagi?"

"Panitia bilang ada kendala di renovasi GOR pusat kota bulan depan, jadi jadwal semua grup di majuin. Kita tanding dua minggu lagi!" Kaila menyerahkan surat itu ke tangan Justin.

Suasana di lapangan yang tadinya mulai tenang mendadak berubah tegang. Dua minggu adalah waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan tim, terutama karena maba baru saja bergabung dan belum sempat masuk ke latihan taktik yang mendalam.

"Dua minggu?!" Raka berteriak frustrasi sambil mengacak rambutnya. "Gila! Kita bahkan belum nentuin starting five buat tim maba. Belum lagi tim inti putra yang fisiknya belum seratus persen."

Justin membaca surat itu dengan cepat. Rahangnya mengeras. Sebagai kapten, ia tahu beban berat kini ada di pundaknya. "Dua minggu cukup kalau kita nggak pakai cara latihan biasa."

Kaila menatap Justin dengan serius. "Maksud lo?"

"Kita harus karantina latihan. Mulai besok, jam latihan ditambah. Pagi sebelum kelas dan sore sampai malam. Tim putra dan tim putri bakal latihan gabungan buat simulasi pertandingan," ucap Justin dengan nada perintah yang mutlak.

Liana yang masih berdiri di sana merasa jantungnya berdegup kencang. Dua minggu lagi? Ia baru saja belajar cara dribble yang benar, bagaimana mungkin ia bisa siap bertanding dalam waktu sesingkat itu?

Justin tiba-tiba menoleh ke arah Liana. Pandangannya tajam namun mengandung kepercayaan. "Liana, lo denger kan? Nggak ada waktu buat main-main lagi. Mulai besok, gue sendiri yang bakal awasi latihan tambahan lo."

Liana tersentak. "Saya, Kak? Tapi saya kan masih..."

"Nggak ada tapi-tapian. Gue liat potensi lo tadi. Kalau lo mau buktiin ke orang-orang kayak Alena kalau lo bukan sekadar 'anak emas' yang manfaatin gue, buktikan di turnamen ini," ucap Justin tegas.

Kaila yang melihat interaksi itu tersenyum tipis, seolah menyadari sesuatu di balik ketegasan sepupunya itu. "Gue setuju sama Justin. Liana, lo punya bakat alami. Dua minggu ini bakal berat, tapi gue yakin lo bisa."

Malam itu, setelah pembicaraan singkat namun krusial di lapangan, Liana berjalan pulang dengan pikiran yang berkecamuk. Kabar dari Kaila benar-benar merubah segalanya. Tantangan besar sudah di depan mata.

Sesampainya di rumah, Liana langsung merebahkan diri di kasur. Ia menatap langit-langit kamarnya, teringat kata-kata Justin: “Gue sendiri yang bakal awasi latihan tambahan lo.”

Ada rasa takut, tapi ada juga rasa senang yang tidak bisa ia sembunyikan. Itu berarti ia akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan Justin. Namun, ia juga sadar bahwa Justin tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun di lapangan.

Drrrtt.

Ponsel Liana bergetar. Sebuah pesan masuk.

Justin: Tidur sekarang. Besok jam 6 pagi sudah harus ada di lapangan terbuka. Jangan telat.

Liana tersenyum, lalu mengetik balasan dengan cepat.

Liana: Siap, Kapten! Terima kasih atas kesempatannya.

Liana memejamkan mata, memeluk gulingnya erat. Ia tahu hari-hari ke depan akan sangat melelahkan, tapi selama ada Justin yang membimbingnya, ia merasa tidak ada hal yang mustahil. Di sisi lain, ia tidak tahu bahwa di sebuah rumah mewah, Alena sedang merencanakan sesuatu untuk menggagalkan performa Liana di turnamen tersebut agar Justin kecewa padanya.

Pertarungan yang sebenarnya bukan hanya di atas lapangan basket, tapi juga di balik layar hubungan mereka yang mulai tumbuh di tengah badai turnamen.

1
nesha
🤭🤭
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Kostum Unik
Justin Timberlake jealous /Slight/
Kostum Unik
Justin Timberlake.. Jgn cemburu kan kamu yg minta putus. Apapun alasannya ttp kalian sudah putus. Biarkan Liana memulai hidup baru. Dan buat Liana move on jgn naif jgn baper
Azalea Qziela
mulai muncul saingan justin😄
Reni Anjarwani
cemburu justin
Elprasco
😍💪
Widya Ekaputri
semangatttt!!!😍
SarSari_
iyaa...aku pun juga sama penasarannya sama liana🫣 halo kakak ..aku mampir di novelnya kakak ..mampir juga ya di novel aku. mkasih....🤗
Celine
Keren Author, lanjut thor
MayAyunda
keren👍👍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Azalea Qziela
bagus KK,, ditunggu crazy up nya👍
Azalea Qziela
semangat kak😍💪
Veline: Terimakasih udah Mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!