NovelToon NovelToon
PUTRI PEDANG DI AKADEMI SIHIR

PUTRI PEDANG DI AKADEMI SIHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Akademi Sihir
Popularitas:201.8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Putri Duke dari Kerajaan Aurelius, Elara Ravens, dikenal sebagai pewaris pedang keluarga. Namun sejak kecil ia selalu kalah dari kembarannya, dan selalu dibandingkan dan dicemooh sebagai kegagalan.

Tanpa menyadari bahwa tubuh Elara menyimpan sihir besar yang pernah meledak saat ia berusia tiga tahun dan kemudian disegel.

Sampai sebuah undangan datang dari Kerajaan sihir, Elara memilih pergi ke akademi sihir dan ingin menaklukkan kekuatan dalam dirinya.

Di sana ia bertemu kembali dengan Aaron Oberyn, Rank 1 akademi dan teman masa kecilnya. Di tengah sistem ranking yang kejam dan tatapan meremehkan, Elara harus membuktikan bahwa ia bukanlah kegagalan atau aib keluarga.

Apakah Elara akan menjadi kesatria pedang atau memilih menjadi penyihir kelak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. CEMBURU?

Langit sore di atas kediaman keluarga Duke Ravens perlahan berubah warna menjadi jingga lembut. Cahaya matahari yang memudar menyelinap melalui jendela-jendela tinggi kastil, memantulkan kilau emas di lantai marmer yang luas.

Hari itu terasa panjang bagi Elara.

Bukan karena pelajaran akademi.

Bukan juga karena hukuman lari yang diberikan oleh Profesor Garrick.

Justru sebaliknya ... hari itu terasa begitu penuh.

Elara masih bisa merasakan hembusan angin di wajahnya saat berlari di lapangan akademi, percakapan santainya dengan Edgar Maverick, dan senyum lembut Evangeline yang kini terbayang jelas di ingatannya.

Hari itu untuk pertama kalinya sejak lama, Elara merasa dunia akademi tidak sepenuhnya menolaknya.

Elara bahkan pulang dengan langkah ringan.

Begitu memasuki gerbang kediaman Duke Arram, para pelayan menyambutnya dengan sopan.

"Nona Elara, selamat datang kembali," sambut para pelayan.

Elara mengangguk kecil. "Terima kasih."

Gadis itu menaiki tangga besar menuju lantai atas dengan langkah santai, satu tangan memegang tas buku yang kini sudah kembali rapi berkat bantuan Evangeline.

Saat sampai di lorong kamarnya, ia menghela napas lega.

Akhirnya.

Istirahat.

Elara membuka pintu kamar tanpa banyak berpikir.

Namun langkahnya terhenti seketika.

Seseorang duduk santai di kursi dekat jendela kamarnya. Kaki panjang disilangkan dengan santai, tubuh bersandar, dan ekspresi wajahnya begitu tenang seolah ia berada di ruang tamunya sendiri.

Rambut pirang jatuh rapi di dahi. Tatapan mata biru bak permata menoleh perlahan.

Aaron.

Elara langsung melipat kedua tangannya di dada dan berkata dengan nada sebal, "Bukankah tidak sopan masuk ke kamar gadis seperti ini?"

Aaron tersenyum santai. Senyum yang sangat ia kenal sejak kecil.

"Kemarilah," kata Aaron ringan. "Aku ingin bicara denganmu soal akademi."

Elara mendengus pelan. Ia berjalan masuk, menutup pintu di belakangnya, lalu melempar tas bukunya ke meja dengan sembarang.

"Kalau kau ingin bicara, kau bisa melakukannya di ruang tamu," kata Elara.

Aaron tidak menjawab. Ia hanya menatap Elara. Tatapan yang terlalu fokus. Terlalu dalam. Seolah ia sedang memastikan sesuatu.

Elara yang awalnya masih sebal mulai merasa aneh.

"Apa?" tanya Elara akhirnya.

Aaron tetap menatapnya.

Beberapa detik.

Terasa lebih lama dari seharusnya.

Elara akhirnya berjalan mendekat dan duduk di kursi di depannya.

"Jadi? Apa yang mau kau katakan?" tanya Elara lagi.

Aaron masih menatapnya. Seolah ia tidak ingin melepas pandangan. Mata birunya bergerak perlahan dari wajah Elara, rambutnya, lalu kembali ke matanya.

Elara mulai merasa tidak nyaman. "Aaron," tegurnya.

Akhirnya Aaron berbicara. "Apa hubunganmu dengan Edgar Maverick?"

Pertanyaan itu membuat Elara terdiam.

Beberapa detik.

Elara menatap Aaron dengan mata menyipit. "Bagaimana kau tahu aku kenal dengannya?"

Aaron menjawab dengan santai. "Aku melihatmu. Kau dan dia. Di lapangan tadi. Kalian tampak sangat dekat."

Elara menaikkan alisnya.

Aaron melanjutkan dengan nada datar. "Edgar tidak pernah sedekat itu dengan orang lain kecuali dengan anak Student Council.Jadi aku penasaran. Apa hubungan kalian?"

Elara menatap Aaron beberapa detik.

Lalu ...

Gadis itu tertawa.

Tawa yang cukup keras.

Aaron berkedip, bingung, "Kenapa kau tertawa?"

Elara menatap pria itu dengan wajah mengejek. "Kau cemburu, ya."

Ruangan menjadi hening.

Aaron menatapnya.

Lama.

Lalu Aaron menghela napas pelan. Ia melipat tangannya di dada. Dan menjawab tanpa ragu. "Kalau memang aku cemburu lalu kenapa?"

Elara langsung berhenti tertawa. Seketika. Ia tidak menyangka jawaban itu. Ia kira Aaron akan menyangkal. Atau menghindar.

Tapi ...

Tidak.

Aaron justru mengakuinya. Dengan santai. Dengan sangat serius.

Elara berkedip beberapa kali. Wajahnya mulai terasa panas.

Aaron bersandar santai di kursinya. Senyum tipis muncul di bibirnya lalu berkata, "Kau pikir aku hanya menganggapmu teman kecilku?"

Elara hanya diam.

Nada suara Aaron berubah sedikit lebih rendah. Lebih pelan. "Kau terlalu lugu sampai tidak menyadari bagaimana kalau aku melihatmu bukan hanya sekadar teman dekat."

Wajah Elara langsung memerah.

Benar-benar merah.

Aaron melihat perubahan itu dengan jelas. Senyumnya semakin lebar.

Ia bangkit dari kursinya. Perlahan. Langkahnya tenang saat berjalan mendekati Elara.

Elara yang duduk langsung menegang. "A-Aaron?"

Namun Aaron tidak berhenti. Ia berdiri tepat di depan Elara. Lalu mencondongkan tubuhnya.

Kedua tangan Aaron bertumpu pada sandaran kursi di belakang Elara. Sehingga Elara seolah terkurung di antara lengannya.

Jarak mereka kini sangat dekat.

Terlalu dekat.

Elara bisa melihat jelas warna mata biru pria itu. Bisa merasakan napas Aaron karena saking dekatnya jarak mereka.

"Aaron-"

Aaron berbicara sebelum Elara sempat melanjutkan. "Elara Ravens. Ingat ... kau yang melamarku saat kita kecil."

Elara langsung membeku.

Aaron melanjutkan dengan santai. "Kau mengatakan kalau suatu hari nanti kau akan menjadi istriku. Menikah denganku."

Elara langsung panik. "Itu hanya-"

Aaron memotongnya dengan senyum malas. "Jadi, kau sudah terikat denganku sejak hari itu."

Elara menggeleng cepat. "Itu hanya ucapan anak kecil! Tidak bisa kau anggap serius!"

Aaron mengangkat satu alisnya. "Ah.Ah." Ia menggeleng kecil dengan ekspresi pura-pura menyesal. "Maaf, Lala-ku Sayang.”

Elara membeku mendengar panggilan itu.

Aaron menatap Elara lurus. "Tapi kau milikku sejak hari itu. Jadi jangan terlalu dekat dengan pria lain."

Nada suara Aaron tetap santai. Namun ada sesuatu yang tegas di dalamnya.

"Karena aku pria yang sangat pencemburu," tambah Aaron. Ia sedikit mendekat lagi. "Hm?"

Elara benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Wajahnya sudah seperti tomat.

Aaron tersenyum puas melihat reaksi gadis di depannya.

"Dan aku tahu ... kalau kau juga melihatku lebih dari sekadar teman," kata Aaron dengan senyum paling indah yang pernah Elara lihat.

Elara langsung membantah. "Aku tidak-"

Namun kata-kata Elara terhenti ketika Aaron tiba-tiba menyentuh pipi Elara. Dengan sangat lembut.

Aaron mencondongkan wajahnya sedikit.

Lalu ...

Mencium pipi Elara.

Singkat.

Hangat.

Namun cukup untuk membuat dunia Elara berhenti beberapa detik.

Aaron mundur. Ia menatap Elara yang masih membeku. Senyumnya penuh kemenangan.

"Kau milikku. Dulu. Sekarang. Dan selamanya," klaim Aaron. Ia berdiri tegak kembali. "Jadi jangan nakal."

Lalu Aaron berbalik menuju pintu.

Elara masih diam beberapa detik. Memroses semuanya.

Lalu ...

Wajah Elara berubah semakin merah. Ia meraih bantal sofa di sampingnya. Dan melemparkannya ke arah pintu. Bantal itu melesat cepat.

BRAK!

Tepat menghantam pintu ... di samping kepala Aaron.

Elara berdiri dan berteriak. "KUADUKAN PAPA KAU NANTI!"

Aaron berhenti. Ia menoleh perlahan. Senyumnya semakin lebar dan berkata, "Boleh. Sekalian membicarakan pertunangan kita."

Elara membeku. "AARON!"

Aaron tertawa. Tawa yang jarang sekali terdengar. Tawa yang benar-benar tulus.

Pria itu membuka pintu kamar.

Sebelum keluar, ia menoleh sekali lagi. Matanya masih penuh kehangatan.

"Selamat istirahat, Lala," ucap Aaron.

Lalu pria itu pergi.

Pintu tertutup perlahan.

Dan Elara ...masih berdiri di tempatnya. Wajahnya masih merah. Jantungnya masih berdetak terlalu cepat. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Apa barusan itu, kenapa tiba-tiba dia seperti itu, sih?" gumamnya malu.

Elara menjatuhkan dirinya ke sofa. Mengubur wajahnya ke bantal.

"Dasar menyebalkan," ucap Elara lagi.

Namun entah kenapa ... senyum kecil muncul di bibir gadis itu.

Sedangkan di lorong luar kamar. Aaron berjalan santai. Namun senyumnya belum hilang. Ia menyentuh pelan bibirnya sendiri dan mengingat pipi lembut Elara yang ia cium.

Dan bergumam pelan "Edgar Maverick, aku harus mengawasinya dengan benar setelah ini. Dia tidak boleh mengambil gadis-ku begitu saja."

Namun beberapa detik kemudian ia menghela napas. Senyumnya kembali muncul.

"Elara Ravens. Benar-benar menggemaskan," ucapnya Aaron.

Di dalam kamar.

Elara akhirnya duduk tegak kembali. Ia menatap jendela. Langit sudah berubah gelap.

Hari itu terasa begitu panjang.

Ia bertemu Edgar.

Ia mendapatkan teman baru.

Dan ... Aaron.

Elara menutup wajahnya lagi, salah tingkah. "Kenapa dia tiba-tiba berkata seperti itu!"

Namun jauh di dalam hatinya Elara tahu.

Ucapan Aaron tadi tidak sepenuhnya membuatnya marah.

Justru membuatnya merasakan seperti ada kupu-kupu mengepak dalam di perutnya. Dan itu membuatnya semakin bingung.

Malam itu.

Elara Ravens tertidur dengan pipi yang masih sedikit merah.

Tanpa gadis tersebut sadari itu bukan hanya awal perubahan hidupnya di akademi.

Namun juga awal sesuatu yang lain.

Sesuatu yang telah dimulai sejak lama.

Sejak dua anak kecil membuat janji yang tampak seperti lelucon.

Janji yang ternyata tidak pernah dilupakan oleh salah satu dari mereka.

1
Ir
jujur deh paling benci sama musuh kalo udah terdesak terus main nya curang 😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐥𝐚 𝐣𝐠𝐧 𝐝𝐠𝐫𝐢𝐧 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 🥺🥺😭😭
Made Putu Sridana
💪💪💪
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐤𝐩𝐧 𝐭𝐮𝐡 𝐝𝐢𝐧𝐨𝐬𝐚𝐮𝐫𝐮𝐬 𝐠𝐤 𝐦𝐚𝐭𝐢𝟐 🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚 𝐔𝐝𝐢𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐭𝐮𝐡 𝐝𝐢𝐧𝐨𝐬𝐚𝐮𝐫𝐮𝐬😭😭
total 2 replies
Mulyani Asti
kan pasti sihir ilusi deh soal nya ada Liora sama Evan kan mereka belum Dateng ke oberyn ya
Archiemorarty: Betul 🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
kerennn banget thorr😍
Archiemorarty: Terima kasih kembali karena kakaknya udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
mimief
hissss...udah nahan nafas
kirain beneran 😭😭😭
Archiemorarty: Hahahaha....
total 1 replies
mimief
Waduuh... waduuuh
mau ngumpet dimana ini
langit udah gelap semua😭

jangan yaaa..,jangan ngimpinya elera jadi kenyataan 🥹🥹
Archiemorarty: Ehhh... gimna ya 🤭
total 1 replies
mimief
expalirimusss
tambahin Thor
apa

Avra kadabra🤣🤣
Archiemorarty: Seketika mantra kutukan keluar 🙄
total 3 replies
j4v4n3s w0m3n
lanjut kaka lagi seru serunya jgn di potong🤭
mimief
CK...lama lama othorr kita sekep aja yuuk di ujung🫣🫣🤣
Archiemorarty: Kok gitu weehhh...
total 1 replies
mimief
heiii... permisi
kalau mau belagu juga mesti punya modal pak🫣🤣🤣
Archiemorarty: Bener, Edgar mah bisa belagu karena emang dah pengalamannya banyak abah satu itu 🤣
total 1 replies
j4v4n3s w0m3n
waduhhh siapa atu yg bisa mengalahkan musuh yg kuat itu apakah elara ??????
ade anggraini
menikmati tiap alur nya
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
ade anggraini
Titania yg selalu membimbing elara tiap kali terjebak ilusi
Archiemorarty: Hebat kali kakaknya sadar ....
total 1 replies
Miss Typo
penasaran sama lanjutannya,,, Elara selalu terjebak dgn sihir ilusi.
tetap kuat Elara kamu pasti bisa 💪
Miss Typo: harus lebih hati-hati dan waspada, eh kayak perang aja hehe
Elara harus lebih banyak belajar dan berlatih 💪
total 2 replies
Vina Fy
ihhh hebatnya diriku,,di tengah cerita aku udah nebak kalo ini ilusi loh thor 🤭🤭
Archiemorarty: Goog job kakak
total 1 replies
Miss Typo
Elara kah yg bisa mengalahkan Astrelia nantinya????
mimief: othor peliit🫣
total 3 replies
Miss Typo
akhirnya ayang Edgar muncul juga 😍

dah selesaikah makan seblaknya dgn othor???😁
Miss Typo: kagak ngajak² mkn seblak berdua aja 🥺
akhirnya tadi aku beli seblak sendiri 🥹
total 2 replies
Vina Fy
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!