When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vs Jörmungandr (4)
Pagi Hari, Esoknya.
Matahari telah menampakkan dirinya, ayam berkokok, menandakan pagi telah tiba.
Party Given bersiap kembali, merapikan segalanya dan bergegas menuju Kota Wellhaiz.
Jadi untuk mencapai Kota Hallenmark (tujuan) dibutuhkan ± 7 hari perjalanan menggunakan kereta kuda. Berikut adalah rute atau beberapa kota yang bisa disinggahi untuk mengisi ulang persediaan atau beristirahat diantaranya;
Rusville (Awal) —> Kota Wellhaiz —> Desa Suugen –> Perbukitan Gehazi —> Sungai Lily –> Desa Simian —> Kota Hallenmark (tujuan).
Kini mereka baru memulai perjalanan menuju Kota Wellhaiz. Pemandangan disepanjang jalan mereka hanya dipenuhi padang rumput dan hutan, simpel tapi sangatlah indah.
"Sepertinya perjalanan menuju Wellhaiz akan berjalan lancar tanpa halangan.." Ucap Kai.
"Tentu saja, para monster sihir yang mendiami wilayah padat telah dimusnahkan. Sebagian besar monster sihir itu berada diwilayah pegunungan, bukit, hutan lebat seperti hutan Yoru, danau, dan daerah perairan lainnya termasuk lautan." Balas Given.
"Benar sekali, tapi jangan kurangi pengawasan kalian ya! Sebab bahaya itu bisa datang secara tiba-tiba." Lanjut Raamez.
*Brrzzt! Kepala Kai serasa disetrum.
Kai! Bersiaplah, sebentar lagi akan ada monster sihir dari langit!
Suara Dewa itu muncul kembali setelah sekian lama.
"Hah?? Apa maksudmu?? Kata temanku ini wilayah aman dan tenang!" Balas Kai.
Hari normalnya memang tenang, tapi ada hal lain yang menyebabkannya berubah. Pokoknya suruh teman-temanmu juga untuk bersiap!
"Ada apa Kai?!" Tanya Bella.
"Barusan, Dewaku memberitahu bahwa akan ada bahaya yang datang sebentar lagi. Kita harus bersiap!"
"Huh? Dewa Astraezas sendiri berbicara padamu?" Tanya Raamez tak percaya.
"Apa sungguh bisa seperti itu? Dewa berbicara secara langsung pada pewarisnya? Aku kira hanya para leluhur awal yang bisa.." Ucap Ingrid.
Langit berubah dari terang menjadi gelap. Cahaya matahari tertutup sepenuhnya, angin berhembus sangat kencang. Hujan mulai turun dengan derasnya. Dari atas langit bayangan raksasa terlihat.
"Hei lihat diatas sana!"
*BOOOMMM!
Raksasa membawa pedang muncul dihadapan kereta kuda mereka.
"Itu.. Typhon!"
Representasi dari bencana itu sendiri, monster sihir kuno sama seperti Jörmungandr, dan Hydra, Typhon tergolong monster sihir yang harus dikalahkan dalam misi tingkat S. Tidak seharusnya ia muncul diwilayah aman seperti ini, sekali lagi keanehan muncul tanpa diduga.
"APA YANG DILAKUKAN TYPHON DISINI??!"
"AKU JUGA TIDAK TAHU! MENURUT SEJARAH, IA TERAKHIR MUNCUL DI KERAJAAN VLADMIR 100 TAHUN YANG LALU."
"SIALAN, MISI S DIDALAM MISI S YA.."
*SWINGG!
Raksasa itu mengayunkan pedangnya ketanah dan gempa besar langsung terjadi. Inilah wujud dari Typhon, Sang Bencana Dunia.
Ditengah cuaca badai dan gempa itu, rombongan Savior dari Kota Wellhaiz mulai terlihat dari sisi berlawanan.
"Gila! APA APAAN INI?!" ucap salah satu savior.
"HEI ADA KERETA KUDA DI SISI SEBERANG, SEPERTINYA RAKSASA INI MENGINCAR MEREKA." Teriak yang lainnya.
"AYO KITA SELAMATKAN MEREKA!"
"YA AYO!"
Raamez melihat dari kejauhan bahwa savior Wellhaiz hendak menyerang Typhon dari belakang.
"TIDAK!! PERGILAHH SAVIOR! ITU BUKAN MONSTER SIHIR BIASA!" Teriak Raamez.
*SLASSHHH!!!
Kurang lebih 5 Savior mati dalam sekali tebasan oleh Typhon.
Yang mana diantara kalian ini yang bernama Kai dan Given?
Raksasa itu mulai berbicara.
"Hah? Dia mencari Given dan Kai? Apa maksudnya ini?" tanya Ingrid penasaran.
Aku datang untuk mengambil nyawa mereka. Serahkan 2 anak manusia itu dan aku akan lepaskan sisanya.
"Dasar Raksasa Bangsat! Aku tidak akan memberikan adik-adikku ini padamu!" Teriak Raamez.
*SET!
Raamez pergi dari kereta kudanya dan berdiri tepat dihadapan Typhon.
Hoo. Manusia pemberani, namun bodoh. Apa yang bisa kau lakukan saat ini?
“By the path of the rising sun,
By sight that never falters,
Let my will become the arrow—
Apollo, grant me perfect aim.”
“Demi jalan matahari yang terbit,
Demi penglihatan yang tak pernah goyah,
Jadikan kehendakku sebagai anak panah—
Apollo, anugerahkan bidikan sempurna.”
Cahaya merah menyala muncul, membentuk panah ditangan Raamez. Anak panahnya bercahaya sangat terang bahkan sampai menyilaukan pandangan ditengah kegelapan badai.
"Lihat Kai.. Sebentar lagi kita akan mengetahui kekuatan penuh dari Sang Pemanah Ilahi, Dewa Apollo!"
Typhon merasakan bahaya dari busur Raamez. Ia langsung mengayunkan pedangnya pada Raamez.
*SWINGGG!
Sol Dominus: Final Arrow!!!
*JDEERRR!!!
Anak panah cahaya beradu dengan pedang sang bencana! Siapa yang akan menang??