Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.
Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.
langsung baca aja dear😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam Alarick
Lompatan waktu terjadi dengan begitu kejam. Alarick Valerius yang dulu penuh kehangatan saat menatap Kate, kini telah berubah menjadi pria yang lebih dingin dari es dan lebih tajam dari sembilu.
Restu palsu ibunya bekerja dengan sangat sempurna. Victoria Valerius memainkan perannya sebagai ibu yang berduka atas hilangnya Kate, seolah-olah dia juga merasa kehilangan menantu idaman.
Tiga hari setelah kelulusan, Alarick menghabiskan waktunya seperti orang gila. Ia menggeledah setiap sudut kota, mendatangi rumah Bibi Sarah yang ternyata sudah kosong dan dijual, serta melacak setiap jejak digital Kate. Namun, hasilnya nihil. Kate lenyap seolah ditelan bumi.
Di ruang kerjanya yang mewah, Victoria masuk membawa secangkir kopi, wajahnya menunjukkan keprihatinan yang dibuat-buat.
"Sudahlah, Alarick," ucap Victoria lembut sambil mengelus bahu putranya. "Ibu baru saja mendapat kabar dari informan Ibu. Katanya... Kate terlihat di bandara bersama seorang pria dewasa yang kaya. Sepertinya, dia memang hanya memanfaatkan namamu untuk mendapatkan akses ke lingkungan elit, dan setelah merasa cukup, dia pergi mencari mangsa yang lebih mapan."
Alarick mendongak dengan mata yang memerah karena kurang tidur. "Nggak mungkin, Bu. Kate nggak kayak gitu."
"Sayang, lihat faktanya. Dia bukan gadis suci yang kamu kira. Ibu merestui kalian karena Ibu pikir dia tulus, tapi ternyata Ibu salah menilai orang. Dia mempermainkan kita, Al."
Victoria memberikan sebuah amplop berisi foto-foto hasil rekayasa yang memperlihatkan Kate sedang tersenyum masuk ke dalam mobil mewah pria lain (yang sebenarnya adalah orang suruhan Victoria).
Hati Alarick hancur berkeping-keping. Keyakinannya runtuh. Di saat ia siap melepaskan takhtanya demi Kate, gadis itu justru pergi meninggalkannya dengan cara yang paling hina. Rasa cinta yang membara malam itu di apartemennya mendadak berputar balik menjadi kebencian yang mendalam.
"Dia benar-benar mempermainkan aku," desis Alarick, meremas foto itu hingga hancur. "Dia menggunakan tubuhnya, otaknya, dan air matanya cuma buat bikin aku kelihatan kayak orang bodoh."
Lima Tahun Kemudian..
Alarick kini telah mengambil alih sebagian besar operasional Valerius Group. Ia bukan lagi ketua geng motor yang ugal-ugalan, melainkan CEO muda yang ditakuti karena kekejamannya di dunia bisnis. Ia tidak pernah lagi menyentuh cinta. Baginya, wanita hanyalah alat atau gangguan.
Malam itu, Alarick menghadiri sebuah gala amal bergengsi. Ia berdiri di balkon lantai atas, menyesap wiskinya, menatap kerumunan dengan pandangan merendahkan.
"Alarick, kamu harus bertemu dengan perwakilan dari Ayudia Research," ujar asisten pribadinya. "Mereka adalah firma riset mandiri yang baru saja memenangkan tender besar. Pemiliknya masih sangat muda."
Alarick berbalik dengan malas. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat sosok wanita yang berdiri di tengah aula.
Wanita itu mengenakan gaun backless hitam yang sangat minimalis namun terlihat sangat mahal. Rambut panjangnya disanggul rapi, memperlihatkan leher jenjang yang dulu sering Alarick tandai dengan cumbuan panas. Tidak ada lagi plester bunga matahari, tidak ada lagi baju tidur Doraemon. Di depannya berdiri seorang wanita yang matanya memancarkan ketegasan dan kesunyian yang dalam.
Katarina Ayudia.
Darah Alarick mendidih. Kenangan tentang malam terakhir mereka, tentang bagaimana Kate membuatnya Terbang hanya dengan jemarinya, tentang bagaimana mereka saling memiliki di atas kasur kembali menghantamnya seperti palu godam. Namun, kenangan itu langsung tertutup oleh rasa benci.
Alarick melangkah mendekat, membelah kerumunan. Saat jarak mereka hanya beberapa senti, Kate membeku. Gelas sampanye di tangannya sedikit bergetar, namun ia berhasil menguasai diri.
"Lama tidak jumpa, Nona Ayudia," suara Alarick terdengar rendah dan berbahaya. "Atau harus kupanggil Si Genius yang kabur setelah mencuri hati dan uang keluarga saya?"
Kate menatap Alarick, matanya mencari sosok pria hangat yang dulu mencintainya, namun yang ia temukan hanyalah monster yang diciptakan oleh fitnah ibunya sendiri. Kate tahu Alarick membencinya, tapi ia tidak tahu seberapa dalam racun yang telah disuntikkan Victoria ke otak pria ini.
"Tuan Valerius," balas Kate dengan nada profesional yang dingin. "Saya di sini untuk bisnis, bukan untuk membahas masa lalu yang sudah saya buang ke tempat sampah."
Alarick menyeringai kejam. Ia mendekat ke telinga Kate, membisikkan kata-kata yang membuat Kate sesak napas. "Masa lalu yang kamu buang itu... termasuk junior saya yang dulu sering kamu tangisi minta dilepaskan? Kamu pikir bisa pergi begitu saja setelah membuat saya jadi orang gila selama Lima tahun?"
Alarick mencengkeram lengan Kate, tarikan yang posesif dan menyakitkan. Kebenciannya begitu besar, namun di bawah permukaan itu, gairah yang belum padam justru menuntut balas dendam yang lebih panas.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍