NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mediasi

Mata Juna Airlangga memerah menahan amarahnya. Dia tidak terima putri kesayangannya diperlakukan seperti itu oleh Jeon Respati.Putri yang sangat disayangi dan di manjakan di keluarga besarnya di selingkuhi. Persetan dengan kedua besannya yang duduk tak jauh dari dirinya. Tanpa diduga tangan Juna melayang menghajar wajah Jeon dengan brutal.

"Besannn../Papaaa..."teriak mereka serentak.

Bibir Jeon berdarah karena berkali-kali terkena hantaman dari mertuanya. Dia hanya diam tak membalas atau mengatakan apapun. Wajar saja jika mertuanya marah dengannya karena memang dia bersalah.

"Apa salah putriku sehingga kamu tega memperlakukan dia seburuk itu..? kurang bakti apa Namira padamu Jeon, dia meninggalkan semuanya untuk hidup denganmu"

Jeon diam tak mengatakan apapun,Namira sibuk menangis karena tidak tega melihat suaminya babak belur di hajar ayahnya.Namira tak menduga ayahnya bisa melakukan itu, padahal Juna Airlangga adalah lelaki yang sangat sabar.

"Saya hanya ingin berpisah baik-baik dengan Namira"sahut Jeon akhirnya.

"Tidak ada perpisahan baik-baik, ketika hubungan berpisah berarti semuanya tidak baik-baik saja"ujar Sherly cepat.

"Maafkan saya,Pa...Ma..,saya janji akan tetap memberikan nafkah yang layak untuk Evan.Dia akan tetap mendapatkan apapun yang dia inginkan "

"Evan tidak hanya butuh uang mas...dia juga butuh kamu sebagai ayahnya.."teriak Namira frustasi.

"Duduklah dulu besan,kita bicarakan ini baik-baik"Jeon Hanah berusaha mencairkan suasana.

Mereka berenam tak ada yang berusaha untuk memulai pembicaraan. Bahkan Jeon sibuk dengan ponselnya, berkirim pesan dengan Emily.Gadis itu memberikan semangat untuk Jeon menjelaskan semuanya. Sebenarnya Emily sudah menawarkan diri untuk ikut tapi Jeon menolak karena dia tidak ingin memperkeruh semuanya.

"Apa yang akan besan lakukan sekarang, bagaimana caranya untuk menyatukan mereka lagi. Uang bahkan sudah tak berarti saat ini terjadi.Apa tanggapan publik seandainya berita ini mencuat ke permukaan"tanya Sherly memecah keheningan.

"Respati... tolong pertimbangkan semua ini, keluarga kalian harmonis tidak seharusnya ada perpisahan "Hanah menatap putranya.

"Tolong mengertilah...aku tidak pernah mencintai Namira, pernikahan ini tanpa cinta.."

"Kamu mencintai perempuan lain, makanya aku serba salah dimatamu Jeonnnn.."Namira kembali terisak setelah meneriakkan isi hatinya.

Juna mengepalkan tangannya berusaha untuk tidak menghajar Jeon lagi. hatinya sangat sakit mendengar ucapan Namira.Putrinya tak pantas menangisi pria sialan seperti Jeon Respati.

"Aku mohon..aku mohon jangan ceraikan aku,demi Evan demi semuanya.Akuu..A..a..aku mau di madu"ucap Namira terbata-bata.

"Tidakkkk...apa yang kamu katakan Nami, pernikahan kalian hanya kamu dan Jeon tidak akan ada yang lain"Teriak Juna.

"Papa...Nami sangat mencintai Respati, Nami tidak ingin bercerai.Demi Evan tolong Nami harus bagaimana.."air mata tak berhenti turun dari mata perempuan itu.

"Pergilah bulan madu,mama yakin hubungan kalian akan kembali harmonis.Mungkin Respati bosan dengan suasana dirumah. Mungkin tahun ini akan hadir adik Evan,iya kan sayang..?Hanah menimpali.

"Tidak mih...aku tidak bisa merasakan apapun pada Namira,jika boleh membuka segalanya akan kubuka hari ini.Evan lahir karena Namira yang selalu meminta untuk berhubungan intim. Namira yang selalu memulai semuanya, sedangkan aku hanya merasa kasian pada Namira. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi membohongi diri sendiri,aku benar-benar tidak ada hasrat pada Namira"

"Cukupppp...cukup hentikan Jeon hentikan.."Raungan Namira terdengar memilukan diruangan itu.

"Brengsek, sialan kamu Jeon Respati.."Juna kembali memukuli Jeon tanpa ampun.

Kedua orang tua Jeon hanya menonton yang terjadi,tak berniat untuk menghentikan apa yang besan mereka lakukan. Hanah hanya bisa memejamkan matanya mendengar semua ucapan dari putranya.

"Ayo pulang..jangan merendahkan dirimu sendiri "Sherly menarik tangan putrinya.

"Tidak ..Tidakkk...tolong aku piii,mamiii..."Namira menjatuhkan diri berlutut di depan kedua mertuanya.

"Namiraaaaaaaaaaaa hentikan..."Sherly kembali menarik Namira untuk pergi dengannya. Dengan bantuan Juna, akhirnya Namira bisa berdiri dan bergegas mereka membawa Namira dari ruangan itu.

Tuan besar Jeon memijat pelipisnya,dia tak tau lagi apa yang harus dia lakukan. Sedari awal dia tak ingin ikut campur dengan rumah tangga putranya. Apalagi dengan fakta yang baru saja terungkap, bukankah putranya juga tersiksa dengan pernikahan mereka.

"Jeon..mami minta sudahi semuanya, kembalilah pada Namira.Keluarga Airlangga tidak akan membiarkan kamu selamat"

Jeon Respati menyandarkan tubuhnya di sofa.Sungguh dia sangat lelah dengan semua ini,dia hanya ingin berpisah dengan baik-baik tapi ternyata semuanya tidak akan terjadi begitu saja.

"Aku mencintai Emily, walaupun keluarga Namira menghabisiku aku tetap tidak akan kembali pada Namira.."

"Jeonnn Respati..."teriak Hanah geram.

"Sudahlah sayang... biarkan Respati menanggung sendiri akibatnya. Dia sudah terlalu tua untuk terus dilarang"

Hanah menahan kesal dan bergegas pergi untuk meninggalkan anak dan suaminya. Dia tau sedari awal suaminya lebih condong pada putranya.

"Pulanglah.. selesaikan semuanya secepatnya,jika butuh bantuan datang saja kerumah. Besok bawa gadis itu untuk makan malam dirumah"

Jeon menganggukan kepalanya,rasa pedih di ujung bibirnya membuat dia tak ingin banyak bicara. Dia hanya ingin segera pulang menemui kekasihnya, ingin memeluk tubuh gadis seharum strawberry itu sampai pagi.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!