NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Datang Hati Goncang

Ada hal aneh yang Dewa rasakan saat menjemput Ibu Dian pagi ini. Ia tidak bernyanyi, tidak bercanda hanya diam dengan tatapan kosong ke luar jendela motor.

Ada yang tidak beres, pikirnya sedikit panik

"Bu, Ibu baik-baik saja?"

Dian tidak menjawab matanya tetap memandang di kejauhan.

Sesampainya di parkiran, Ia turun melepas helm menatap dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

"Dewa...apakah kamu pernah berbohong sama saya?"

Laki laki itu membeku, jantungnya berdegup kencang. Cincin. Apakah Ibu Dian tahu soal cincin?

"Bu... maksud Ibu?"

Ia menggeleng pelan meninggalkan Dewa dengan pertanyaan yang menggantung di udara.

Pukul 09.00, kantin.

Dewa duduk dengan kopi sudah dingin. Roby di sampingnya. Mereka tidak bicara sejak tadi seperti musuh tanpa lawan

"By... dia tanya gue pernah bohong," Pria tampan berkulit putih itu tidak tahan memecah keheningan.

Roby menoleh memandang nya. "Apa sih Lo? siapa yang nanya Lo begitu?"

" Ibu Dian."

" Masalah Lo apa? Lo bohong dengannya?"

"Gue nggak merasa berbohong cuma gue bingung melihatnya diam kaya orang sakit gigi."

Roby mengernyit, " Napa Lo tanya ma gue keripik? Kan elu yang jalan ma Ibu Dian.."

" Please Roby, please."

" Gue pikir masa percobaan Lo jadi asisten telah berakhir, dan Ibu Dosen secara tidak langsung menyuruh Lo mundur."

"Ibu Dian gak pernah nyinggung masalah asisten."

Roby terdiam seperti meramal nomor butut, keningnya berkerut, "Gue yakin ini bukan soal cincin, ia gak perlu nanya nanya Lo, cukup satu dua suku kata Lo di karungin "

"Lalu apa ?"

"Mungkin ..ibu Dian cemburu melihat Lo jalan dengan cewek."

Kening Dewa berlipat lipat mencerna pernyataan nya... Sasha?"

" Mungkin...tapi apa mungkin Ibu dosen cemburu ma Lo papan cucian ?"

" Terserah Lo dah julidin gue,

" Maaf friend, gue ragu, lama lama Lo gila dengan perasaan Lo sendiri."

Sasha ? Pikiran Dewa berkecamuk hatinya berkata bahwa cinta nya sudah berpaling sejak cincin itu tertukar dan tidak berharap ia kembali.

--+

Pukul 10.00, lorong dekat ruang dosen.

Dian berjalan menuju ruangannya. Wajahnya datar, tapi pikirannya berputar cepat.

Dia bohong? Tentang apa? Atau aku yang terlalu paranoid? Tiba tiba matanya terpaut melihat sesuatu yang membuat langkahnya berhenti.

Pemuda itu berdiri di depan pintu ruangannya. Dan di depannya... seorang gadis cantik muda, berdandan rapi, memakai tas branded, high heels, senyum manis terlalu manis untuk ukuran mahasiswi.

Dan.. posisinya terlalu dekat dengannya

Ia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi ia melihat Dewa mundur satu langkah dengan wajah tegang. Dan gadis itu malah maju satu langkah sembari tersenyum.

Dian merasakan sesuatu di dadanya bukan marah, bukan cemburu. Tapi... sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan, diduakan.

Tapi ? bagaimana mungkin rasa itu ada ? Ia berbalik masuk ke dalam ruangannya menutup pintu raut wajah gelisah.

---

Dewa ingin pergi ke kantin menenangkan diri tapi baru saja beberapa langkah bahunya di cekal oleh Rina di sudut koridor." Wa, gue baru selesai mata kuliah dengan Bu Dian."

" Terus ? " Ia tercekat." Apa hubungannya dengan gue ?"

" Jangkrik ! gue dapat pesan Lo mesti keruangannya."

" Gue ? "

" Ya Lo? Cepat..sebelum Pak Dekan liat Lo, sebelum mata mata mulai mengintai."

Dewa mengetuk pelan, wajah nya memutih, dan satu alasannya nanti file file akreditasi belum tersusun

Tapi perempuan itu tidak melihat berkas itu, hanya melihat tubuhnya terlihat kikuk membuka pintu.

"Duduk Dewa."

Dewa duduk di depannya, jantungnya berdegup tidak karuan, ' ada apa dengan diri gue ? bisiknya

Wajah perempuan itu datar tanpa ekspresi membuat Dewa bergidik. "Boleh saya bertanya, Dewa, siapa dia?"

Ia pura-pura tidak paham tertunduk. "Maksud Ibu?"

"Saya melihat mahasiswi yang tidak saya kenal bersama mu tadi"

Dewa diam, jantung nya berhenti sesaat memompa. "Dia... teman, mahasiswi pindahan, Bu."

Ia tersenyum tidak sampai ke mata."Teman? Saya lihat lebih dari teman."

Laki laki itu tertunduk tidak tahu harus menjawab apa, kenapa ibu Dian kepo begini ?

"Dewa, saya kenal denganmu sebagai asisten, kamu nggak akan gugup kalau cuma teman."

Bibirnya akhirnya menjawab, "Dia...man- tan sa-ya, Bu."

Dian diam. Wajahnya tidak berubah. Tapi tangannya di atas meja—sedikit mengepal.

"Oh."

Satu kata. Tapi beratnya seperti gunung kembar.

Dewa buru-buru menambahkan, "Tapi itu dulu, Bu. Sekarang nggak ada apa-apa. Saya nggak—"

"Dewa." Ia memotong nadanya berubah lebih dingin. "Kamu nggak perlu jelasin. Ini urusan pribadi kamu. Saya dosen kamu dan kamu hanya assisten.

Kata-kata itu—saya cuma dosen kamu, dan kamu cuma asisten—terasa seperti tamparan membuatnya tersudut. Ia ingin membantah.l Ingin mengatakan Ibu lebih dari itu tapi lidahnya kelu,karena memang benar adanya ia cuma asisten, cuma mahasiswa. Cuma...pembohong yang masih menyimpan rahasia.

"Baik, Bu, mohon maaf jika mengganggu."

Dewa keluar dan pintu pun tertutup.

Dada perempuan itu terasa sakit, kedua jemari nya saling bertaut menggenggam erat

" Kamu cuma dosennya. Tidak lebih."

---

Tepat pukul 12.00 Dewa makan siang dengan Roby setelah makul kelar di kantin.

Suasana kantin tidak begitu ramai oleh mahasiswa karena ada mata kuliah masih berlangsung dikelas. Mereka mengambil tempat di sudut.

"By...Gue jelasin ke dia," kata Dewa memecah keheningan, wajahnya kusut.

"Terus?"

"Dia bilang... 'Saya cuma dosen kamu, dan kamu hanya asisten

"Sakit, ya?"

Ia tidak menjawab dadanya memang terasa seperti dipukul palu.

"Bro, itu tandanya Ibu Dian punya perasaan. Kalau dia nggak peduli, dia nggak bakal sakit hati."

" Gue tahu, tapi memang benar apa yang ia katakan."

" Wa ..otak Lo ada miringnya, Lo sebenarnya suka gak ma dia?"

Dewa tercekat "Gue tahu, gembrot, tapi .gue minder, gue gak tahu harus gimana?"

"Kasih Ibu Dian waktu. Dan... Lo jauhin Sasha. Selama perempuan itu masih ada di sekitar lo, dia akan terus merasa... nggak penting."

"Gue usahain."

" Ya usahain...kalau gak, the end. Dosen kesayangan Lo di embat ma Prof gila itu,

dan satu hal lagi Lo mesti inget, Arif bukan mentimun bungkuk yang bisa dibuang, dia itu anggur manis yang terus menjalar."

Mata dewa membesar melihatnya," Gue gak mau kalah."

--

Pukul 14.00, taman kampus.

Sasha duduk di bangku taman memegang ponsel, bibirnya mengulas senyum. Ia baru saja melihat Dian—perempuan yang selalu bersama Dewa, perempuan tua, dosen killer. Dan Dewa... terlalu dekat dengannya.

Dia cuma dosen, kan?

Sasha membuka ponsel mengetik pesan lalu di hapusnya bukan sekarang tapi nanti masih ada waktu.

---

Seperti biasa tugas Dewa mengantar perempuan berwajah lembut itu pulang setelah mata kuliah berakhir sore hari. Tapi kali ini hatinya gelisah

Tidak lama pukul 17.30 Dian keluar dari ruangannya menuju parkiran dengan wajah datar

" Pulang Bu? Atau mau diantar ke tempat lain ? "

Ia hanya diam memasang helm naik motor

Di perjalanan, tidak ada yang bicara seperti dua orang bisu bercakap hingga akhirnya

"Dewa...saya minta maaf, " ucapnya rintih melepas helm

"Bu?"

"Tadi saya .. terlalu dingin dan itu hak privacy kamu, "

"Bu, Ibu nggak salah—"

"Dewa." Ia memotong cepat, " Tidak ada alasan saya untuk melarang kamu dekat dengan siapa pun."

" Saya..."

"Kamu masih muda, Dewa, punya masa depan, dan sekali lagi saya mohon maaf."

Dewa terdiam sepi, Ingin rasanya ia berteriak. gue nggak peduli usia Ibu berapa, gue nggak peduli status apapun itu, gue sayang...."

Tapi ... kalimat itu tersangkut di tenggorokannya."Bu... saya nggak—"

"Oh ya, besok saya naik mobil, gak usah jemput." Ia masuk menutup pintu.

Dewa terpaku mematung, tangannya gemetar dadanya terasa sesak.

.

1
D_wiwied
sayang Dewa apa kekayaannya?? dasar cewek licik bin matre
D_wiwied
loe sendiri msh perawan ga Sha,, bertanya dg nada selembut dering hp nokia jadul 🤭🤭
Ddie: mba wied masih ingat hape Nokia jadul ya...heheh. Sasha itu cewek opurtunis, mencari celah agar bisa dekat mba 😄
total 1 replies
D_wiwied
Si tepung bumbu ini tipe oportunis, deketin Dewa lg krn tau kalo Dewa anak org kaya.. nyesel kan kau sekarang sha, sukuriiiin 😆🤣
Ddie: hahahah...mba wied ..eneg banget
ama Sasha ...padahal dia cantik lho mba. 😄
total 1 replies
ALWINDO BM
yes
Ddie: terimakasih sobatku 🙏
total 1 replies
D_wiwied
jauh banget ya jarak antara apartemen dg kampus, berangkat jam 6 pagi nyampe kampus jam 7.30 ga pegal tu pulang pergi tiap hari 🤭😆😁
Ddie: Itulah mba Wid ...kampus ibu Dian itu di planet mars, tapi demi ayang biby ...jarak tidak terasa hehe
Trims mba Wid koreksinya...emang benar...satu jam setengah...kalau author mungkin udah capek duluan 😄😄🙏
total 1 replies
D_wiwied
yg masih jd tanda tanya, kenapa bisa tiba-tiba sekonyong-konyong Sasha tepung bumbu pindah ke kampusnya Dewa, siapa yg nyuruh.. apakah pak dekan ato si mantan 🤔🤔
D_wiwied: kakk.. mlh ngajak berteka teki 😁
total 2 replies
D_wiwied
rasanya spt belum ditembak tp udah ditolak duluan ya Wa 🤭😆
makanya jujur aja deh Wa, jangan cm dipendam tok gimana bu Dian tau kalo kamu cm diem aja
Ddie: Dewa takut kalau rahasia cincin nya tertukar mba..apa yng terjadi kalau Ibu dosen tahu cincin itu untuk Sasha
total 3 replies
anggita
salah kirim antara shasa dan dian..? 🤔
Ddie: ya mba...seharusnya untuk Sasha jatuh ke Dian...dosen killer
total 1 replies
anggita
like👍, 2iklan☝☝
Ddie: yeee ...thanks mba Anggi ....ciaat...yea...tunggu aku, Purnama !! aku ikut

Kalau mba anggi nulis keren
total 1 replies
Ddie
cinta salah kirim, lucu, koplak dan membuat hati meringis🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!