NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Aku Tidak Mau

Dulu Dea masih takut-takut tiap kali masuk ke dalam ruangan sang Presdir, tapi sekarang Dea sudah bisa tersenyum dan bahkan langsung mengunci pintu sebelum diperintah.

Alex sudah duduk di sofa dan menyambut dengan senyum menggoda. Dea hendak duduk di sampingnya, namun Alex menarik hingga akhirnya Dea jatuh di atas pangkuannya.

"Jangan buru-buru," ucap Dea yang suaranya pun kini terdengar manja, ternyata tak butuh waktu lama dia benar-benar bisa melupakan Barry.

Alex dengan semua yang dimilikinya ternyata mudah sekali membuat Dea merasa nyaman.

Alex kini menatap Dea dengan ekspresinya yang sedikit berubah, tidak lagi sekadar menggoda, melainkan penuh perhatian. Entah kenapa kini Alex pun rasanya ingin selalu membahagiakan sang sekretaris.

“De,” ucapnya pelan, “Apa kamu ingin jalan-jalan ke luar negeri?" tanya Alex dengan membelai lembut rambut sekretarisnya. Sampai detik ini Alex belum menganggap Dea sebagai istri.

Status istri terasa begitu berat untuk dia tanggung, jadi lebih nyaman menjadikan Dea sebagai simpanannya. Pernikahan hanyalah salah satu cara agar harga diri Dea tak terluka.

Mendengar penawaran itu hati Dea langsung berbunga-bunga, seolah mimpinya akan segera terwujud satu persatu dan semua itu karena Alex.

Tapi Dea tak ingin berbahagia yang terlalu berlebihan, “Maksudmu apa? perjalanan bisnis?” tanya Dea, mencoba berpikir bahwa ini semua masih ada hubungannya dengan pekerjaan..

Alex tersenyum tipis. “Tidak, tapi jalan-jalan ke luar negeri seusia dengan keinginan mu."

Dea terdiam beberapa detik, menatap wajah Alex yang terlihat tenang dan penuh kendali. Tawaran itu terlalu manis untuk langsung ditelan mentah-mentah, apalagi ia tahu betul dunia Alex selalu dibungkus logika dan strategi.

“Tapi aku tidak ingin ini menimbulkan masalah. Bagaimana mungkin seorang sekretaris jalan-jalan ke luar negeri?" balas Dea.

Alex tersenyum kecil, jelas sudah memperhitungkan hal itu sejak awal. “Itu sebabnya aku akan mengaturnya.”

Ia menggeser posisi Dea agar duduk lebih nyaman di pangkuannya, jemarinya masih bermain di helaian rambut wanita ini. “Kita tidak akan pergi sebagai pasangan, kita pergi sebagai Presdir dan sekretarisnya.”

Dea mengangguk pelan, mulai memahami arah pembicaraan Alex.

“Ada klien di Swiss yang memang sudah lama ingin kutemui,” lanjut Alex. “Aku akan buat jadwal rapat, makan siang bisnis, kunjungan kantor. Juan akan tetap ikut bersama kita."

Dea mulai tersenyum senang, lama-lama raut wajah bahagia tak mampu dia sembunyikan.

Swiss, negara itu sangat indah. Dan nanti akan dia kunjungi tanpa perlu memikirkan uang. Dea senang sekali, sumpah dia sangat bahagia.

“Di atas kertas ini murni perjalanan kerja,” tambah. “Tak ada celah untuk dicurigai.”

Dea menelan ludah, campuran antara gugup dan senang mengalir di dadanya. “Kalau begitu aku akan menyiapkan semua dokumennya.”

Alex tersenyum puas. “Itu yang ingin kudengar.” Ia menunduk sedikit, suaranya lebih rendah. “Sisanya kita nikmati di sela-sela waktu yang ada.”

Dea tak menjawab, hanya menyandarkan dahi ke dada Alex. Ia tahu, perjalanan ini bukan sekadar soal pergi ke luar negeri. Ini adalah langkah Alex membawanya lebih jauh ke dalam hidupnya meski masih dengan nama dan peran yang berbeda.

Beberapa hari kemudian, pengumuman resmi beredar di internal perusahaan.

Perjalanan bisnis Presdir ke Swiss.

Pendamping Juan dan Dea.

Dan seperti dugaan kantor kembali ramai dengan bisik-bisik. Karena biasanya hanya Juan yang ikut. Tapi kali ini nama Dea tercantum jelas di sana.

Namun tak satu pun yang berani mempertanyakannya secara terbuka.

Sementara Dea di balik meja kerjanya menatap layar jadwal perjalanan dengan jantung berdebar.

Sehari sebelum keberangkatan ke Swiss, Dea menyempatkan diri pulang ke rumah orang tuanya.

Sudah lama ia tidak menginap di sana dan meski hubungan mereka tetap baik, ada jarak yang tak terucap sejak Dea memilih tinggal sendiri. Sore ini Dea datang dan mama Mia langsung menyambut dengan senyum hangat. “Tumben pulang, sayang? Kamu Libur ya?” tanyanya dengan memeluk Dea erat.

Mama Mia sangat menyayangi Dea, anak satu-satunya yang paling dia banggakan.

Dea tersenyum dan menggeleng. “Bukan, Ma. Aku pulang karena mau pamit, besok Aku mau ke luar negeri.”

“Ke luar negeri?” balas mama Mia yang sontak terkejut.

Dea menarik mamanya untuk duduk di ruang tengah, di sana juga ada sang ayah dan Dea lebih dulu memeluk ayahnya sebelum menjelaskan semua yang terjadi.

Setelah tenang barulah Dea mengeluarkan map berisi dokumen. Ia membuka lembaran jadwal perjalanan dengan rapi, menunjukkannya pada kedua orang tuanya. Ada kop perusahaan, nama Alex sebagai Presdir, detail rapat, hotel, dan durasi perjalanan.

“Perjalanan kerja,” jelas Dea coba menjelaskan dan menenangkan kedua orang tuanya. “Aku ikut mendampingi Presdir, beberapa hari di Swiss bersama dengan satu rekan kerjaku yang lain.”

Ibunya membaca pelan, lalu menatap Dea dengan mata berbinar. “Syukurlah, berarti karier kerjamu mu memang sedang bagus ya, De.”

“Iya, Ma,” jawab Dea dengan senyumnya yang cerah, “Mama dan Papa tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja dan bisa menjaga diri dengan baik."

Ayahnya mengangguk puas. “Kerja yang benar. Jangan macam-macam. Ayah bangga sama kamu.”

Kalimat itu membuat dada Dea terasa hangat. Setidaknya di hadapan orang tuanya, ia masih bisa berdiri dengan kepala tegak sebagai anak yang berhasil, bukan sebagai wanita yang hidup dari bayang-bayang pria berkuasa.

Namun kebahagiaan itu tidak sepenuhnya utuh. Karena sore ini Gisel juga ada di rumah.

Begitu melihat jadwal perjalanan di tangan Dea, mata Gisel langsung berbinar dengan cara yang berbeda. Bukan kagum, melainkan iri yang sulit disembunyikan.

“Swiss?” ulang Gisel. “Serius? Kamu ikut Presdir ke luar negeri?”

Dea mengangguk singkat. “Iya.”

“Gila, enak banget hidup kamu sekarang,” gumam Gisel, lalu tersenyum dibuat-buat. “Dea, aku kepikiran sesuatu.”

Dea sudah bisa menebak arah pembicaraan itu bahkan sebelum Gisel melanjutkan. “Kamu kan sekarang dekat dengan orang-orang penting di kantor,” sambung Gisel cepat. “Bisa tidak kamu bantu aku masuk kerja di sana juga? Minimal staff biasa lah. Aku capek kerja di tempatku sekarang.”

Dea menatap sepupunya itu lama. Wajah Gisel memang terlihat cantik, penuh percaya diri, tapi niat di balik matanya terlalu jelas untuk diabaikan.

“Tidak mau,” jawab Dea tegas.

Gisel terkejut. “Kenapa? Kamu kan bisa ngomong ke atasanmu, tinggal bilang_"

“Aku tidak mau,” potong Dea tanpa menaikkan suara. “Kalau kamu mau masuk ke perusahaan itu, usahakan sendiri. Lewat jalur yang benar, jangan manfaatkan aku.”

Gisel tertawa kecil, tapi terdengar kaku. “Ih, pelit banget sih. Kamu sekarang sudah sukses, masa bantu keluarga saja tidak mau?”

“Justru karena aku susah payah sampai di titik ini, aku tidak mau diseret-seret. Aku tidak punya kewajiban membuka jalan untuk siapa pun.”

Ibunya mencoba menengahi, “Dea, mungkin maksud Gisel cuma minta tolong_"

“Aku tahu, Ma,” sahut Dea lembut, lalu kembali menatap Gisel. “Tapi aku tidak mau hanya karena membantu Gisel nanti malah aku yang kena masalah. Apapun yang dilakukan Gisel di sana nanti pasti bawa-bawa namaku terus."

"Dea benar, dia tidak bisa membantumu Sel," sahut papa.

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
hadeeewwhh Kimnana mulai kumatt🙄🙄wes pirangndino ora updet, njaluk di cetoti ginjele ancen
niara
thor kok lama banget up nya???☕nuh q kasih kopi biar semangat
niara
seru ceritanya real fact dg jaman sekarang
Rizka Susanto
km kereeeennn de...,
lupe you pull😍😍
Rizka Susanto
pertahnkan de.... jngan terpengaruh,
biar bang Al tantrum sdri🤣
Rizka Susanto
good job De... 😄
inha
blm up
rahmalia maricar
kok blm up kak
ayr barokah
mana nih up nya thor?
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
Akak Kim, ah ah ah ny gitu doank, panjangin dunk!! 😁😁🙈🙈🙈
🌈Yulianti🌈
aseeeek Alex masuk jebakan wonder woman padahal dea lagi menahan kehancuran hatinya, lanjut Dea biar s Alex yg makin cemburu dan marah dengan sikap tenang mu 😅😅😅
Naviah
lanjut thor
Baim Jum
good Dea pertahanan sikap mu, geram aku ma laki modelan Alex thu sukanya sok yes j🤭😂
rizky tria
biar Alex menyadari pentingnya kehadiran Dea di hidupnya, biar nanti Alex yg ngejar" dirimu De 😀
Daneen
Kapok lu lex
Deera
Lex, 1+1 berapa? 🤭
Kim.nana: that simple 🤣
total 1 replies
❤️ TISAFOREVER ❤️
cie.. ada yg ngarep ni🤭🤭🤣
tapi sayang tak digubris🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!