NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Setelah mengalami kebutaan selama bertahun-tahun, Samira Hadid justru mendapatkan kembali penglihatannya lewat kecelakaan jatuh yang melukai kepalanya.

Ia kembali melihat dunia yang dulu terasa gelap. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama saat ia melihat suaminya memeluk wanita lain di dapur rumah mereka.

Terkepung rasa sakit dan kemarahan, Samira memutuskan untuk tetap berpura-pura buta dan mengamati semua permainan licik sang suami.

Lalu, ia mulai memutuskan pembalasan dendam. Ia bertekad untuk mengambil kembali semua yang telah suaminya rebut dan mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Malam turun perlahan di rumah itu, membawa keheningan yang tidak biasa. Lampu-lampu menyala seperti biasa, dan makan malam tersaji di meja panjang, suara jam dinding yang berdetak teratur menjadi pengiring ruang makan. 

Tak ada yang jauh berbeda dari rumah itu, namun bagi Samira, rumah itu terasa lebih berbeda dari biasanya, seolah dinding-dinding rumahnya menyimpan napas orang-orang yang berbohong di dalamnya.

Alya sudah duduk di kursi makan dengan patuh, punggungnya tegak tapi bahunya tegang. Tangannya yang kecil memegang sendok tanpa benar-benar menyentuh makanannya.

“Kenapa kau tidak makan? Apa kau tidak suka dengan makanannya?” tanya Samira lembut, merasa sesak dengan kesunyian yang tercipta di sana.

Alya langsung menggeleng cepat. “A-aku suka. Makanannya enak, tapi ….”

“Tapi apa?!” sentak Arga tak suka.

Anak itu langsung terdiam kala melihat sorot tajam milik Arga. Matanya melirik ke arah Larissa, yang berdiri di dekat dapur dengan wajah kaku. 

Larissa berpura-pura tetap sibuk, tapi jarak pandangnya tak pernah benar-benar meninggalkan Alya.

“Kalau kau tidak lapar, tidak apa-apa,” kata Samira lembut. “Kau bisa makan sedikit saja, atau kau mau makan yang lain? Jika kau tidak suka dengan makanan di sini, kita bisa meminta Bibi Larissa membuat makanan yang lain.”

Alya menggeleng pelan dan tangannya memaksa menyendok beberapa sendok makanan masuk ke mulutnya.

Arga yang duduk di ujung meja, bersikap tenang seperti biasa. Ia memperhatikan semuanya dengan ekspresi datar.

“Kau harus mulai membiasakan diri,” kata Arga tiba-tiba. “Ini rumahmu sekarang. Kau harus mulai belajar agar terbiasa,” ucap Arga lagi, kalimatnya terdengar seperti perintah.

Alya menunduk namun bibir kecilnya menggumam lirih. “Iya.”

Samira menoleh pada Arga, ekspresinya terlihat tidak suka dengan cara bagaimana Arga bersikap. “Jangan terlalu keras padanya. Dia kecil, dia juga masih baru di sini, setidaknya izinkan anak kita untuk beradaptasi,” tegurnya pelan.

Arga kemudian tersenyum tipis, langsung mengubah ekspresinya saat menghadapi Samira. “Maaf, Sayang. Aku hanya ingin dia lebih cepat terbiasa dan disiplin.”

Disiplin atau tunduk pada perintahmu? batin Samira.

Larissa menggigit bibirnya keras, ia jelas ingin mengatakan sesuatu, namun memilih diam saat putrinya diperlakukan seperti orang asing oleh ayah kandungnya sendiri.

Setelah makan malam selesai, Samira menggenggam tangan Alya dan membawanya pergi ke kamar.

“Mulai sekarang,” kata Samira sambil membantu Alya berganti piyama, “Kamar ini adalah milikmu. Tidak ada yang boleh masuk tanpa izinmu.”

Alya mendongak, menatap Samira dengan tatapannya yang seperti menyiratkan sesuatu. “Termasuk Ayah?” tanyanya lirih.

Pertanyaan itu membuat jantung Samira berdegup lebih keras. Ia kemudian mengangguk, “Iya, termasuk ayahmu,” jawab Samira tenang.

Alya mengangguk, lalu ragu-ragu berkata, “Aku … apakah boleh memanggilmu Tante saja? Aku sudah memiliki Ibu, aku tidak mau orang lain sebagai ibuku,” kata Alya setengah berbisik. 

Samira tersenyum kecil. “Tentu.”

Anak itu tampak sedikit lega.

Namun ketika Samira hendak keluar, Alya tiba-tiba memegang ujung bajunya.

“Tante!” panggil Alya, suaranya terdengar bergetar. “Aku … apakah aku akan jadi anak nakal jika tidak menuruti perkataan orang dewasa?”

Samira berlutut sejajar dengannya, matanya melihat wajah Alya yang tampak merasa bersalah. “Kenapa kau berpikir begitu, Nak? Apakah ada orang yang mengatakan sesuatu padamu?” tanyanya hati-hati.

“Karena …. ” Alya menunduk, tetapi kemudian menggeleng pelan. “Tidak apa-apa. Aku pasti akan menjadi anak yang baik,” katanya kemudian. 

Samira menahan napas dan merasa sesuatu pasti telah terjadi pada anak ini. 

“Kau masih kecil, Nak. Kau tidak perlu menanggung kesalahan orang dewasa. Kau anak yang baik, kau tidak nakal,” katanya lembut seraya mengusap rambut Alya pelan. 

“Kesalahan orang dewasa bukanlah tanggung jawabmu.”

Mata Alya terlihat berkaca-kaca. Ia kemudian mengangguk mengerti dan memeluk Samira dengan pelukan kecil yang gemetar. Dan saat itulah Samira tahu bahwa anak ini sudah terlalu lama menanggung rahasia yang seharusnya tidak pernah dibebankan padanya.

Entah apa yang sudah mereka lakukan, tetapi aku bersumpah, jika aku tahu mereka memperlakukan anak ini dengan buruk. Mereka tidak akan pernah hidup tenang, batin Samira merasa sedih sekaligus kesal.

•••

Larissa tidak bisa tidur malam itu. Ia duduk di tepi tempat tidur, jemarinya saling menggenggam, gelisah. Setiap kali memejamkan mata, yang muncul adalah wajah Alya. Wajahnya yang ketakutan, kebingungan, dan tatapan lugunya yang memohon.

“Aku tidak bisa melakukan ini, aku tidak bisa” bisiknya pelan pada diri sendiri. “Ini salah. I-ini tidak benar.” 

Pintu kamarnya terbuka tiba-tiba. Arga muncul di ambang pintu kamarnya, menatap Samira dengan tegas.

“Kau kenapa?” tanyanya dingin.

Larissa mendongak, dengan tatapan memohon ia menyentuh lengan Arga. “Arga! Kita harus menghentikan ini. Kita … kita tidak bisa membiarkan putri kita menjadi anaknya. Kita harus menghentikan ini.” 

Arga mendengus kecil lalu menghempaskan tangan Larissa dengan kasar. “Semua sudah terlambat, Larissa. Ada apa denganmu? Ingat apa tujuan kita, Larissa.” 

Larissa menggeleng. “Lupakan saja soal uang itu, aku … aku merasa cemas. Aku merasa … putri kita tidak nyaman.” 

Alih-alih menenangkannya, Arga justru menampar pipi Larissa keras. “Cukup, Larissa!” 

Napas Arga memburu, kesal bukan main. “Jangan mengacaukan rencana yang sudah ku buat hanya karena anakmu menangis di depanmu. Wajar saja jika dia tidak merasa nyaman tinggal di rumah mewah. Dia tinggal di lingkungan kumuh sebelumnya, tentu saja dia harus beradaptasi di sini,” katanya dengan kasar.

“T-tapi dia putrimu. Dia putri kita,” lirih Larissa, menahan dadanya yang terasa sesak dan pipi yang terasa perih. 

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang hanya kebahagiaan yg akan menghampirimu Samira 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
omooo.. sejak kapan ray?
HK: Sejak ...
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
karepmu
HK: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Astiana 💕
baru 20 bab masa dah tamat, cerpen kah🙏
HK: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
cinta semu
jgn bilang kayak film India ,,setelah musuh ny mati ,,,polisi ny datang 🤣🤣
HK: Kak 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
cinta semu
q lebih suka cepat tamat .. daripada lama sampai bab ny banyak tamat kagak malah di gantung iya ...🤣🤣yg penting kn happy. ending 💪
HK: Betul 🤭🤭🤭
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
lanjut dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga berjodoh dengan Rayhan 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah Wanita hebat 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu karmamu 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa mereka akan mati bersama..?
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Good job Samira 👍🏻
Siti Siti Saadah
pertarungan yg cukup tegang samira punya dokter reyhan kenapa ngga bantu cari cara melawan arga
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu yg akan tertipu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar orang gila 😏
Rosmayanti 80
dikit se x update nya trs LM pula update 🙏😄🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
dikit ihh
HK: Ngejar target Nyak 🤣
total 1 replies
Siti Siti Saadah
arga ternyata sungguh terlalu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jahat sekali kamu Arga 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!