NovelToon NovelToon
Baby Twins Milik Ceo

Baby Twins Milik Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Anna Maryana

Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Belas

“Assalamualaikum” sapa Tasya

Tania mendengar suara Tasya langsung lega dan juga kangen dengar suara Tasya

“Assalamualaikum” sapa Tasya lagi saat tak dengar suara di seberang

“Waailakumsalam .. sayang ” ucap Tania dengan suara serak menahan tangis karena rindu dengan suara Tasya.

Tasya yang mendengar suara yang selama ini ia rindukan menjadi kaget lalu melihat handponenya dan juga melihat nomor panggilan. Tasya kembali menaruh handponenya ke telinga mendengar suara di seberang sana

“Sayang .. “ Panggil Tania dengan masih suara serak

Tania tidak mungkin menangis di kantin tempat kerjanya apalagi ia mendengar Tasya menangis sedangkan Tasya sudah menangis dan Retno ibu panti yang melihat Tasya menangis lalu mendekatinya

“Sya ada apa? Kenapa kamu menangis?” Tanya ibu Retno

“Kak Nia jahat “ Ucap Tasya menangis sambil memberikan handponenya pada Retno dan langsung memeluk Retno

Retno juga tau Tania karena selama sebulan Tania tak ada kabar, Tania tak nelpon Tasya maupun Retno apalagi Tasya selama sebulan banyak melamun dan jarang makan kalau tidak dipaksa oleh Retno maupun pengurus anak panti. Retno yang mendengar Tasya menyebutkan nama Tania menjadi senang dan tersenyum pada Tasya atas ucapannya lalu mengambil handpone Tasya dan menerima panggilan Tania

“Assalamualaikum Nia ” sapa Retno

“Waailakumsalam bu”

“Gimana kabar kamu nak?” Tanya Retno

“Kabar baik bu, ibu gimana kabarnya dan adik – adik?” Ucap Tania dan balik bertanya keadaan Retno dan Adik – adik panti.

“Ibu dan adik – adik baik semua ..” Ucap Retno

“Kamu kemana ? Kenapa gak ada kabar selama ini? Nia kamu baik – baik sajakan? Ibu kangen sama kamu .. apalagi adik – adik panti apalagi Tasya sampai nangis gini di telpon sama kamu nak” ucap Retno menanyakan tentang Tania sambil memandang Tasya yang masih menangis di pelukan Retno

Retno lalu meloadspeker telpon Tania agar Tasya juga mendengarnya sambil duduk memeluk Tasya yang sudah berhenti menangis

“Udah gak malu di lihat adik – adik tuh “ Ucap Retno tersenyum melihat tingkah Tasya yang tsudah tidak menangis dan menghapus airmatanya lalu memandang Retno

“Maaf bu.. kalau aku gak ada kabar tapi aku baik – baik aja bu.. Aku sekarang di kota M “ Ucap Tania

“aku juga kangen sama ibu dan adik – adik bahkan adik aku yang lagi nangis “ Ucap Tania

“Aku gak kangen “ Ucap Tasya ketus

Tania dan Retno hanya tersenyum mendengar ucapan Tasya

“Gak kangen apaan tiap hari melamun .. bahkan gak makan kalau ibu gak maksa” Ucap Retno

“Ibu..” Jerit Tasya membuat Tania tertawa di sana

“Benar nich gak kangen?” Tanya Tania menggoda Tasya

“Kakak ihhh .. jahat banget “ ucap Tasya dengan suara manja

Tania semakin tertawa mendengar Tasya seperti itu

“Kak Nia jahat banget.. gak ada kabar dan gak nepatin janji” Ucap Tasya

“Sayang.. kalau kakak jahat kakak gak akan kasih kabar untuk tepati janji kakak” Ucap Tania

“Iya .. Maaf kak “ Pinta Tasya

“Iya sayang “ Ucap Tania

“Bu jika di ijinkan Tasya udah lulus kan bu.. boleh gak Tasya ikut aku biar nanti Tasya kuliah disini nanti aku yang tanggung ? “Tanya Tania meminta ijin pada Retno

Tasya memandang Retno begitupun juga Retno

“Boleh ya bu?” Tanya Tasya pada Retno

Retno mengangguk kepala membuat Tasya senang dan langsung memeluk Retno

“Iya ibu ijinin.. semua itu buat masa depan Tasya juga” Ucap Retno pada Tania sambil memandang Tasya dengan tersenyum

“Makasih bu” Ucap Tania dan Tasya berbarengan dengan Tasya memeluk Retno

“Nak apa kamu baik – baik saja karena ibu yakin kamu pergi pasti ada sesuatu terjadi denganmu nak?” Tanya Retno yang belum yakin dengan jawaban Tania

Tania yang mendengar itu hanya diam dan tak bisa berkata apa – apa karena yang di katakan Retno memang benar adanya.

“Bu aku gak bisa berkata jujur di telpon tapi boleh aku meminta ibu datang ketemu aku sekalian antar Tasya ke sini?”pinta Tania dengan suara serak

Mendegngar suara serak Tania, Retno dan Tasya saling memandang mereka yakin terjadi sesuatu sama Tania.

“Ada apa Nak ? Kenapa gak katakan di telpon saja ?” Tanya Retno yang penasaran

“Iya kak..Kakak kenapa?” Tanya Tasya dengan nada khawatir

“Bu.. sayang .. aku baik – baik saja ... tapi apa yang terjadi sama aku gak bisa aku jelaskan di telpon “ Ucap Tania

“Baik ibu akan antar Tasya ketemu sama kamu sekalian lihat keadaan kamu nak “ Ucap Retno

“Makasih Bu selalu merepotkan ibu “ Ucap Tania

“Gak ada yang merepotkan untuk anak – anak ibu” Ucap Retno

“Makasih ibu... oh iya bu nanti aku kirim alamat dan transfer uang untuk ongkos ke sini sama Tasya sekalian ada sedikit uang untuk adik – adik .. gak banyak mungkin untuk biaya sekolah adik – adik nanti “ Ucap Tania

“Makasih nak udah selalu ingat adik – adik panti” Ucap Retno

Retno di kasih tau satpam ada kedatangan tamu dan Retno pun pamit sama Tania

“Nak, bicara sama Tasya ya..ibu ada tamu “Ucap Retno

“Iya bu.. makasih bu” Ucap Tania

“Assalamualaikum”

“Waailakumsalam”

Retno meninggalkan Tasya dengan Tania yang masih telpon dan ketika Tasya melihat Retno pergi lalu mematikan loadspekear dan menaruh handponenya di telinganya.

“Kak Nia..” Panggil Tasya

“Ya sayang.. “ jawab Tania

“Kangen ..” Ucap Tasya manja pada Tania membuat Tania terkekeh

“Kan mau ketemu sayang.. udah dengar nama lulus ?” Tanya Tania

“Sudah kak.. aku peringkat satu di sekolah dan mendapat beasiswa tapi belum tau daftar di mana karena aku nunggu kakak nelpon kalau gak nelpon aku gak kuliah” Ucap Tasya

“Selamat ya sayang .. kakak bangga sama kamu.. “Ucap Tania

“Maaf kakak ya sayang buat sayang khawatir karena gak ada kabar kakak selama ini tapi kakak tetap tepati janji kakak untuk jemput sayang tinggal sama kakak” Ucap Tania lagi

“Tapi kakak janji gak ulangi lagi .. aku khawatir kakak kenapa – kenapa selama gak ada kabar “ UcapTasya

“Iya sayang kakak janji maaf ya sayang membuat sayang khawatir” Ucap Tania

“Tapi kakak baik – baik sajakan ?” Tanya Tasya

“Iya kakak baik – baik sayang “ Ucap Tania

Tania melihat jam dan sudah hampir selesai jam istirahat tapi ia masih kangen nelpon sama Tasya tapi jam kerja sebentar lagi selesai. Tania lalu berdiri berjalan kembali ke ruangannya dengan masih menelpon Tasya. Tania memang mempunyai teman sekerjanya tapi setiap jam istirahat selalu pergi dengan alasan ada urusan di luar dan ada juga yang tak suka Tania karena kepintaran Tania sehingga dia menggosipkan hamil di luar nikah. Tania memang memasukkan datanya dengan status janda dan Tania tak peduli itu semua yang penting ia kerja mendapatkan uang untuk calon kedua anaknya dan adik – adik panti walau ia pergi jauh dan tak ada kabar Ia selalu membuat tabungan tersendiri untuk adik – adik panti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!