NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: SANGKAR EMAS

Begitu Alsya melangkah masuk ke rumah sore itu, suasana sunyi yang mencekam sudah menyambutnya. Wangi aromaterapi di ruang tengah yang biasanya menenangkan, kini terasa menyesakkan. Papa Saga Anantara dan Mama Luna Ayunda sudah berdiri di tengah ruangan dengan tangan bersedekap, sementara Eliza duduk di sofa dengan wajah yang dibuat-buat sedih—seolah dia baru saja habis menangis hebat.

"Bagus ya, jam segini baru pulang. Dari mana saja kamu?" suara Saga terdengar rendah, tenang, tapi sangat berbahaya.

Alsya mencoba mengatur napasnya yang memburu. "Dari bengkel, Pa. Kan kemarin aku sudah bilang kalau motor aku mogok karena kehujanan, jadi aku harus ambil sekarang."

"Ambil motor atau asyik berkeliaran dengan cowok tidak jelas itu?" potong Luna sambil melempar beberapa lembar foto ke atas meja marmer.

Foto-foto itu diambil dari jauh, menunjukkan Alsya yang sedang tertawa lepas di atas motor Samudera, dan foto lainnya saat Samudera mengacak rambut Alsya di depan gerbang sekolah.

"Mama sudah dengar semuanya dari Eliza. Kamu sengaja mendekati anak baru itu untuk mengancam Revaldi? Kamu mau menghancurkan hubungan bisnis Papa kamu hanya karena kecemburuan buta pada saudara kamu sendiri?" Luna menatap Alsya dengan tatapan jijik yang membuat ulu hati Alsya perih.

Alsya menoleh ke arah Eliza. Saudara kembarnya itu langsung menunduk, meremas tisu di tangannya seolah dia adalah korban di sini.

"Eliza cerita apa sama Mama? Dia bilang aku yang jahat? Ma, Pa, Revaldi yang hampir bikin Samudera dikeluarkan dari sekolah pakai cara licik! Dia naruh obat-obatan di tas Samudera!" teriak Alsya membela diri, suaranya bergema di ruangan yang luas itu.

"Tutup mulut kamu!" Saga maju satu langkah, auranya mengintimidasi. "Revaldi itu anak baik-baik dari keluarga terpandang. Papa lebih percaya pada Eliza dan Revaldi daripada kamu yang setiap hari kerjanya cuma bikin malu keluarga ini. Kamu tahu berapa besar kerugian Papa kalau keluarga Revaldi tersinggung karena ulah premanisme teman kamu itu?"

"Papa cuma peduli soal uang dan nama baik!" air mata Alsya akhirnya pecah. "Aku hampir difitnah di sekolah, tapi Papa nggak pernah nanya keadaan aku! Kenapa selalu Eliza yang benar? Kenapa aku selalu jadi tersangka di rumah ini?!"

PLAK!

Suasana mendadak hening. Saga baru saja menampar meja di depan Alsya dengan keras untuk membungkamnya.

"Jaga bicara kamu, Alsya Ayunda! Mulai detik ini, motor kamu disita. Kamu berangkat dan pulang sekolah harus bersama supir dan Eliza. Jangan harap bisa keluyuran lagi. Dan ponsel kamu... serahkan sekarang!"

"Nggak! Papa nggak bisa lakuin ini! Ini privasi aku!" Alsya mundur, mendekap tasnya erat. Di dalam sana ada ponselnya—satu-satunya jembatan antara dia dan Samudera, satu-satunya tempat dia bisa menjadi dirinya sendiri.

"Berikan sekarang, atau Papa akan kirim kamu ke sekolah asrama di luar kota detik ini juga! Papa tidak main-main," ancam Saga dengan mata berkilat.

Dengan tangan gemetar dan hati yang hancur berkeping-keping, Alsya merogoh tasnya. Dia menyerahkan ponselnya ke tangan Saga. Dia merasa separuh nyawanya baru saja direnggut.

"Masuk ke kamar. Kamu dilarang keluar rumah selain untuk sekolah. Jangan pernah berpikir untuk menemui Samudera lagi, atau kamu akan tahu akibatnya," ucap Luna dingin sebelum mengajak Eliza masuk ke ruang makan.

Alsya berlari menuju kamarnya, mengunci pintu, dan menenggelamkan wajahnya di bantal. Dia merasa seperti burung yang baru saja belajar terbang, lalu sayapnya dipatahkan secara paksa dan dimasukkan kembali ke sangkar besi yang dingin. Tanpa ponsel, tanpa motor, dia benar-benar terisolasi.

Keesokan harinya di sekolah, keadaan tidak lebih baik. Alsya dikawal ketat oleh supir sampai ke depan lobi. Dia merasa seperti tahanan kota. Di kelas, dia hanya duduk diam, mengabaikan pelajaran, menatap kosong ke arah pohon-pohon di luar jendela.

TUK. TUK.

Bunyi ketukan di kaca jendela lantai dua itu mengejutkannya. Alsya menoleh dan jantungnya nyaris melompat. Samudera berdiri di balkon luar, nekat memanjat pipa air hanya untuk sampai ke sana.

Samudera tidak bicara, dia hanya menempelkan selembar kertas di kaca sebelum menghilang dengan cepat agar tidak tertangkap guru. Alsya buru-buru mengambil kertas yang jatuh ke lantai itu.

Samudera: "Gue tahu loe dikurung. Jangan takut. Jam istirahat, loe harus ke gudang belakang sekolah. Ada sesuatu yang harus gue tunjukin. Gue nggak bakal biarin loe sendirian di sangkar itu, Sya."

Alsya meremas kertas itu di dadanya. Di tengah kepungan kebencian keluarganya, setidaknya dia tahu ada satu orang yang rela memanjat dinding hanya untuk memastikan dia baik-baik saja.

Namun, di sudut kelas, Eliza memperhatikan tangan Alsya yang gemetar menggenggam kertas itu. Dia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak pernah dia tunjukkan di depan orang tuanya.

"Kita lihat seberapa jauh loe bisa lari, Sya," gumam Eliza pelan.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!