NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang 2

Pewaris Yang Hilang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Edane Sintink

Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura menakutkan terpancar tanpa disadari

...Bab 14...

Natasha dan Flo menceritakan semua kejadian dari Jhon berjalan dan menghampiri meja mereka sampai perdebatan antara mereka dan Jhon. Tentu saja banyak bumbu kebohongan yang mereka tambahkan untuk memanas-manasi hati Freddy.

Menurut mereka, jika Freddy menghajar Jhon, sudah pasti ini akan menjadi tontonan gratis yang sangat menarik.

Bukan hanya Natasha dan Flo. Yang lain juga terlihat sangat antusias. Siapa Freddy bagi mereka, Freddy adalah tukang bikin onar yang handal. Jika dia sudah menargetkan seseorang, maka orang tersebut akan sangat menderita. Dan mereka sangat menunggu moment dimana Jhon akan dihajar oleh Freddy sampai babak belur.

Seperti yang mereka harapkan, ketika mendengar penjelasan dari kedua gadis itu, wajah Freddy menjadi merah. Dendam lama dan dendam baru terakumulasi dalam hatinya.

Freddy tampak sangat marah. Dia berjalan ke arah Jhon, meraih kerah bajunya lalu berkata. "Kau berani sekali. Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan pernah selesai dengan mu. Bukannya rendah hati, kau malah memancing kemarahan ku lagi dan lagi. Aku ingin tau, perlakuan seperti apa yang kau inginkan?" Gumamnya sambil berusaha menggoncang tubuh Jhon. Namun anehnya, tubuh Jhon bagaikan karang yang sangat teguh. Ini membuat Freddy menjadi malu.

Tatapan Jhon masih saja kosong. Namun dia tidak mungkin untuk tidak membela diri. Dengan tanpa intonasi nada, dia berkata. "Aku sebenarnya tidak berniat menghampiri meja mereka. Ini semua salah faham. Tapi seperti apapun aku berusaha menjelaskan, mereka tidak mempercayainya!" Jhon mengungkapkan isi hatinya kepada Freddy walaupun dia tau bahwa sekuat apapun dirinya mengatakan kebenaran, Freddy tidak akan melepaskan dirinya.

"Hanya hantu yang percaya perkataan mu!" Freddy semakin terlihat marah. "Aku ingin bertanya kepada Nona Tiffany. Hukuman seperti apa yang seharusnya diterima oleh orang ini? Katakan saja dan aku akan dengan senang hati memberikan pelajaran kepada orang ini!"

Saat ini semua mata menatap Tiffany. Mereka tidak menganggap bahwa nasib Jhon sudah ditentukan. Jika Tiffany meminta Jhon untuk berlutut ouh, Jhon tidak memiliki hak untuk menolak. Namun, perkataan Tiffany mengejutkan mereka.

"Freddy, biarkan dia pergi!"

"Apa?!" Semua orang tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Menurut mereka ini adalah kesempatan bagi Tiffany untuk memberikan efek jera kepada Jhon agar kelak tidak lagi berani memiliki niat buruk terhadap dirinya. Akan tetapi Tiffany justru membiarkan Freddy untuk melepaskan Jhon.

Freddy pun terbengong sesaat. Dia tidak menyangka bahwa Tiffany akan membiarkan Jhon untuk pergi begitu saja. Kalau sampai Jhon dilepaskan begitu saja, maka jelas kesempatannya untuk menunjukkan keunggulannya akan kandas di situ saja. Bagaimana dirinya bisa menarik perhatian Tiffany lagi?

"Fany, apakah kau akan membiarkan orang ini begitu saja. Apa kau tidak khawatir kalau orang ini akan melakukan hal yang sama suatu hari nanti? Aku tau bahwa kau adalah wanita yang baik. Tapi baik terhadap orang yang tidak punya malu seperti ini adalah kezaliman terhadap diri sendiri!" Kata Freddy merasa tidak puas. Dia ingin membangkitkan kemarahan Tiffany agar dia bisa mempunyai alasan untuk bertindak.

"Benar, Fany. Orang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja," Flo dan Natasha yang sememangnya menginginkan agar Jhon mendapatkan pelajaran menjadi khawatir. Dia sudah memikirkan pertunjukan seperti apa yang disuguhkan oleh Freddy. Kalau Jhon dilepaskan begitu saja, mana ada lagi kesenangan. Kesenangan melihat Jhon diinjak-injak dibawah kaki Freddy.

Sebenarnya Tiffany bukannya wanita yang memiliki hati lembut bagaikan peri. Hanya saja dia khawatir kalau ayahnya mengetahui kalau Jhon mendapat masalah gara-gara dirinya. Alasan apa yang akan dia berikan kepada ayahnya andai ditanyakan perihal masalah ini. Inilah yang membuat dirinya meminta kepada Freddy agar Jhon dibiarkan pergi saja.

"Sudah lah. Aku memiliki alasan mu sendiri. Biarkan dia pergi dan jangan lagi ungkit masalah ini!" Tiffany membanting garpu di atas piring kemudian beranjak meninggalkan kafetaria.

"Fany!" Flo dan Natasha segera mengejar dan mensejajarkan langkahnya dengan Tiffany.

Mata Freddy terbelalak ketika melihat Tiffany meninggalkan kantin begitu saja. Dengan geram dia mendorong tubuh Jhon dan berniat untuk mengejar Tiffany. Namun diluar dugaannya, bukannya tubuh Jhon yang terpental, justru tubuhnya lah yang mundur beberapa langkah nyaris menghantam meja dibelakangnya.

"Kau?!" Freddy menjadi marah lalu menunjuk hidung Jhon dengan jari telunjuknya yang bergetar. "Benari kau melawan hah?"

Jhon menyipitkan matanya. Entah sejak kapan pikiran itu muncul. Tapi dia samar-samar dapat merasakan bahwa dia tidak suka di tunjuk-tunjuk seperti itu. Bahkan dia pun dapat merasakan bahwa seumur hidupnya tidak ada seorangpun yang berani menunjuk dirinya.

Memang benar. Sepanjang hidupnya baik itu di keluarga William, di organisasi Dragon empire, bahkan di medan perang, tidak satupun orang berani menunjuk hidungnya. Andai ada yang berani, mungkin orang itu sudah menjadi santapan cacing tanah dan rumput dikuburan orang tersebut mungkin sudah setinggi satu meter.

Tangan Jhon terkepal erat. Bahkan tatapannya menjadi sangat dingin.

Freddy seolah-olah tenggelam dalam kegelapan tanpa sadar ketika tatapan mereka bertemu.

Bergidik juga bulu kuduknya ketika tatapan mereka bertemu. Seolah-olah dia dapat merasakan jika dirinya bertindak semakin jauh, kemungkinan malaikat maut sudah bersiap untuk menarik nyawanya.

"Apa? Tatapan seperti apa itu?" Bentak Freddy. Dia ingin mengembalikan kehormatan nya sekaligus berusaha untuk membuang perasaan takut dalam hatinya.

"Kau tau bahwa aku sangat tidak suka ditunjuk. Tanyakan kepada para hantu bahwa apa yang menyebabkan mereka menjadi hantu? Itu karena mereka berani menunjuk ku. Apa kau ingin menjadi salah satu dari mereka?"

Kata-kata Jhon mengalir begitu saja tanpa dia sadari.

Ruangan seketika terasa dingin seperti berada di kutub Utara. Aura yang sangat kuat melanda seluruh orang yang berada di radius lima puluh meter. Ramai yang terkejut mengapa tiba-tiba mereka merasakan hawa yang sangat dingin sampai-sampai membekukan tulang.

"Kau?!" Freddy ingin terus memarahi Jhon. Tapi ketika sekali lagi tatapan mereka bertemu, Freddy langsung jatuh terduduk. Pada sudut bibirnya tiba-tiba mengeluarkan darah.

"Uhuk..," Freddy terbatuk-batuk kemudian menyemburkan darah dari mulutnya.

Tatapan itu seperti berasal dari neraka.

Dia dapat merasakan seperti sedang diincar oleh makhluk yang haus darah. Sedangkan Jhon masih tetap berdiri di tempatnya semula tanpa bergerak sedikitpun. Hanya tatapannya saja yang tajam. Jelas ini adalah kekuatan mental yang tanpa dia sadari terlepas begitu saja. Saat ini, andai ada segelas air dihadapan Jhon, kemungkinan air itu akan berubah menjadi es.

"Tidak mungkin. Ini pasti halusinasi. Tidak. Aku adalah tuan muda dari keluarga Birmingham. Bagaimana aku bisa ketakutan dengan orang kampung ini?" Freddy masih tetap ngotot tidak mau menerima bahwa dirinya dibuat ketakutan oleh Jhon yang dia anggap bukan siapa-siapa.

"Aku belum selesai dengan mu. Ingat saja! Kau pasti akan ku buat sangat menderita!" Ancam Freddy sebelum pergi. Dia harus menjaga martabatnya dengan memberikan ancaman kosong seperti itu.

Jhon sama sekali tidak menggubris. Dia masih berdiri seperti orang bodoh seolah-olah semua yang terjadi tidak ada hubungannya dengan dirinya.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
👍🏾⭐👍🏼⭐👍🏾
y@y@
👍🏻👍🏿🌟👍🏿👍🏻
y@y@
💥👍🏼⭐👍🏼💥
m.j_yanas314
akhir nya keluarga William kembali,....

semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
Ahmad Fauzi
lanjutt othor ganteng 👍🏽❤️🥰 ,semangatt update nya ,kalo bisa jangan satu lahh minimal update nya 2 atw 3 ..hee hee 😬🤭🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁
Tina aja: salam kenal juga 🙏😁
total 2 replies
WAHYU
69 Thor, kenapa harus 69?
itu adalah angka keramat 18+++
WAHYU
berarti ayah Jhon Wiliam adalah putra dari pasangan Joe Wiliam & Tiara
Tina aja
nah Jhon dengerin neh petuah otor👍😁
Tina aja
Arden itu ikan yg d awetkan dalam kaleng kan😅....wes jadi nama kota rupanya😅😅
DISTYA ANGGRA MELANI
Lanjut thor... Smngt
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
y@y@
⭐💥👍🏼💥⭐
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁😁
Tina aja
David psis ryan🤩
Ahmad Fauzi
aihh ..othor mulai nackhalll ..pikirannya liarrr 🤣🤣😄🤭
Tina aja
jasson Statham 🥰🥰🤩🤩
Tina aja
fix ne orang mirip riko🤩🤩
Tina aja
waaa sama pesis ngga ya dgn wanita pengawas asrama jery🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!