NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bantuan dari Fabio

" kamu sejak kapan di Indonesia?" setelah kejadian awkward tadi, Fabio mengajak nya makan siang di luar untuk melelehkan kecanggungan di antara mereka.

Pria itu sudah hampir satu tahun di Singapura untuk mengurus bisnis keluarga nya yang ada di sana.

" tadi pagi, karena ada rapat penting di perusahaan 'bangun dharma abadi ' jadi nya baru bisa ketemu kamu sekarang deh, padahal aku kangen banget tau sama kamu, eh belum apa-apa udah patah hati duluan, yang di kangenin malah kawin sama orang lain."

Arina terkekeh mendengarnya, dari dulu Fabio memang tidak pernah berubah sedikit pun, selalu suka bercanda, pembawaan nya yang tenang dan penuh wibawa hilang seketika saat mereka sedang berdua seperti ini, dari dulu Arina memang tidak pernah menganggap serius ucapan Fabio terkait hal ini, karena ia cukup tau diri, sekat di antara mereka cukup tebal, sangat mustahil untuk di tembus. Salsabila saja yang terlalu mendramatisir keadaan hingga ia sempat terbawa suasana tadi.

Namun, tanpa Arina sadari tatapan fabio padanya masih sama seperti dulu, dalam dan penuh makna.

" Rin, apa kamu berniat untuk menyelidiki kasus Ayah mu?" kali ini wajah mereka berubah serius, Arina mengangguk karena memang itu yang akan ia lakukan.

" Aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki nya."

" Ada perkembangan? "

Arina menggeleng." sejauh ini belum, tidak ada cctv di tempat terakhir Ayah ku mangkal. "

" kamu bisa menceritakan kronologi nya dari POV Ayah mu?" Arina mengangguk, ia menceritakan semuanya tanpa di kurangi atau pun di tambahin.

Mendengar cerita Arina, Fabio sudah bisa menarik kesimpulan dari kejadian itu." Apa ayah mu punya musuh? " melihat Arina menggeleng, Fabio menegakkan punggung nya lalu mengaduk jus strawberry nya sebelum meminumnya." kalau kamu?" imbuh nya kemudian membuat Arina berpikir sejenak.

" apa kamu punya musuh?"

Arina menghela napas kasar." seingat ku tidak ada, Bi. Aku dan Ayah ku cinta damai, kecuali setelah kecelakaan itu, mendadak aku memiliki dua musuh besar."

Fabio mengangguk, dia menyentuh dagu nya dengan ibu jari dan jari telunjuknya, ekspresi nya sarat akan orang yang sedang berpikir keras.

" kalau kamu mencari jejak sabotase itu di tempat terakhir kali ayah mu mangkal, sampai kiamat pun kamu tidak akan menemukan nya."

Arina tau itu, karena itu ia memberi tau tempat-tempat yang ayah nya datangi sebelum kecelakaan terjadi." Aku tau, Bi. Tapi semua tempat yang Ayah ku datangi sebelum kejadian itu nggak ada cctv nya sama sekali."

" berarti orang suruhan kamu kemungkinan besar terlibat dalam rencana sabotase itu."

Sebelum Arina menyelanya, Fabio sudah memberikan gambaran garis besar nya." Rumah customer yang Ayah mu datangi sebelum kecelakaan adalah kawasan elite, Rin. Mustahil kalau tidak ada cctv nya. Dalam perjalanan menuju tempat customer mu Ayah mu dalam keadaan baik-baik saja, begitu juga dengan mobil nya. Aku rasa pelakunya tidak hanya satu orang."

" Orang ku bilang, cctv di rumah orang itu rusak, Bi."

" itu hanya Alibi, Rin. di sana padat pemukiman elite, tidak mungkin rumah di sekitarnya cctv nya rusak dalam serentak kan?"

Arina terdiam, kenapa ia tidak berpikir sejauh itu, mungkin karena pikirannya terpecah dengan masalah rumah tangga nya, dia jadi sedikit dongo.

" kamu hanya perlu menanyakan pada Ayah mu, apakah beliau meminum atau memakan sesuatu di rumah customer itu. Selebihnya biar aku yang cari tau."

Arina menatap tangannya yang di genggam oleh Fabio, membuat pria itu salah tingkah saat menyadari pusat atensi wanita itu. " maaf, aku tidak bermaksud apapun, Rin." Fabio reflek mengurai genggamannya, melihat Arina berkaca-kaca membuat nya salah tingkah, khawatir Arina tidak nyaman dan berpikir yang tidak-tidak.

" terima kasih, Bi. Dari dulu kamu dan Salsabila selalu bantu aku, aku banyak berhutang budi pada kalian."

Aku tidak sebaik itu, Rin. Kalau saja kamu tidak mencuri hati ku, aku tidak akan pernah sepeduli ini pada mu. Sayang nya kata-kata itu hanya mampu Fabio teriak kan dalam hatinya.

" nggak ada yang gratis di dunia ini, kamu harus balas budi suatu saat." suasana yang sempat serius tadi kembali cair dengan satu kalimat dan kekehan dari pria itu.

Arina mengangguk cepat." aku tidak akan pernah melupakan ini. Kapan pun kamu butuh bantuan ku, aku akan selalu siap."

Fabio tersenyum getir, namun sebelum Arina menyadari nya, ia menutupi nya dengan seringai lebar secepat kilat.

" kalau aku minta hati mu sebagai imbalan gimana?" meski terdengar bercanda, tapi dalam hatinya Fabio sungguh-sungguh mengatakannya.

" kita lihat saja nanti." Arina tertawa renyah sebelum menghabiskan makanannya. " Bi, kayaknya kita harus segera balik deh, jam makan siang sudah hampir habis ini." Arina mengerling Arlojinya.

" siapa yang berani menegurmu saat bersamaku."

" Salsabila." jawabannya spontan, meski tidak sungguh-sungguh, tapi suara Salsabila yang melengking ketika menegurnya membuatnya tidak nyaman, apalagi posisinya sebagai kepala departemen, bisa hilang wibawa nya jika dia kena omel di depan umum.

" Aku yang akan mengurus nya nanti." Fabio tampak meremehkan kekhawatiran wanita itu.

" nggak bisa, Bi. Aku harus memberi contoh yang baik untuk anak-anak, lagian kerjaan ku banyak, kamu mau tanggung jawab kalau aku tidak bisa menyelesaikan nya?"

Fabio hampir melupakan sifat Arina yang satu ini, tingkat kedisiplinan nya yang tinggi di gabung dengan watak nya yang keras kepala, benar-benar kombinasi yang sangat alot.

" baiklah!" putus nya kemudian setelah menghabiskan makanannya.

Dalam perjalanan kembali ke kantor, Arina sibuk membalas pesan-pesan dari bawahannya. Sehingga ia mengabaikan Fabio yang sedari tadi sibuk mencuri pandang melalui spion tengah yang sengaja ia arah kan ke arah Arina.

" Kalau aku tidak salah, seperti nya suami kamu ringan tangan."

" hah?" Otak Arina mendadak loading mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Fabio, padahal ia dengar dengan jelas apa yang pria itu katakan.

" pipi kamu sedikit bengkak."

Arina tersenyum kecut, ia teringat tamparan Alvian dan Riska semalam, tamparan itu memang cukup kuat, sehingga ia kesakitan setelah rasa kebas di pipinya memudar. Padahal ia sudah berusaha menyamarkan nya dengan make up, tapi rupanya Fabio cukup jeli.

" Sebenarnya Alvian pria yang baik, hanya saja karena dendam dan pernikahan tanpa cinta, dia tak bisa mengontrol emosinya." Arina serius mengatakan itu, selain kesaksian dari Desi, perlakuan pria itu pada Riska semalam yang tak sengaja di lihatnya sudah membuktikan kalau pria itu sebenarnya tipe pria green flag.

Fabio tersenyum kecut, bahkan setelah di perlakukan buruk sekalipun, Arina masih menjaga nama baik laki-laki kurang ajar itu, kenapa bukan dia yang memiliki keberuntungan itu.

" kau mencintainya?"

Meski bingung, Arina tetap memberikan jawaban pada pertanyaan Fabio." sampai saat ini sih belum."

Jawaban Arina yang terkesan seperti akan berusaha mencintai pria itu membuat hatinya terasa nyeri, harusnya dulu ia lebih intens lagi mendekati Arina, tanpa selipan candaan di dalamnya. Tapi rasa gengsi kalau dia akan di tolak mentah-mentah membuat nya tidak memiliki pilihan lain.

" kalau begitu apa kau menyukainya?"

Arina menghela napas berat." aku tidak menyukai orang yang mencelakai Ayah ku."

Mendengar itu senyum tipis di bibir pria itu terbit, tipis sekali, nyaris tak terlihat, mustahil kalau Arina menyadari nya.

" kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi."

" maksud nya?" Alis wanita itu hampir bertautan.

" aku tidak akan sungkan menuntut pria banci itu kalau dia berani menyakiti fisik mu lagi."

" kalau hati ku yang di lukai?"

" apa kau sedang memberikan kode pada ku untuk ku rebut dari suami mu?" Arina dan Fabio serentak tertawa bersama. Hanya seperti ini saja, melihat Arina tertawa lepas membuat hati nya damai sekaligus berdegub kencang. Sial! Dia harus berhenti atau dia yang tidak akan kuat mengendalikan perasaannya lagi.

1
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
chrisytells
Jangan ada korban? Anak SD disekolah itu mungkin, sampai masuk penjara?
chrisytells
Bisa jadi Arina benar nih.
Blueberry Solenne
Ini bukan kesalahan kamu Arina ini sudah kehendak sang penguasa, kamu pasti bisa melewatkan ujian ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!