Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.14
"Kakak, apa kakak baik baik saja?" tanya Bella dengan mata yang berkaca-kaca melihat kakak nya terbaring lemah di ranjang yang tak layak lagi, di pakai.
"Bella, apa kau baik baik saja. Apa mereka menyakiti mu lagi?" tanya Jole dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bella tak apa apa kak, bella datang bersama dengan nona muda rose. Dia telah banyak membantu Bella kak, dan nona muda juga memberikan kita pekerjaan." ucap nya dengan berbinar.
Rose yang melihat kondisi Jole, langsung terdiam dan menatap penuh prihatin. Kakak dan adik itu saling mendukung satu sama lain.dan itu membuat nya sangat terharu.
"Salam nona rose, aku sudah mendengar dari adik ku tadi. terima kasih, berkat mu adik ku baik baik saja. Aku sangat berhutang Budi dengan nona." ucap jole yang hampir bersimpuh di kaki rose, untung saja rose dengan cepat menahan nya.
"Jangan seperti itu kak. Bagaimana pun, kau lebih tua dari ku. tak pantas rasanya harus bersimpuh di depan ku. Aku menolong adik mu dengan maksud yang baik. Oh ya, adik mu pasti sudah menjelaskan tentang toko yang baru saja akan aku buka kan, aku membutuhkan orang yang bisa menjahit, dan bisa mempelajari pola pola yang akan aku berikan. Dan tentu saja kalian juga akan aku sediakan tempat tinggal di sana. Jadi jangan khawatir."
Mendengar ucapan gadis muda itu, membuat mata Jole berkaca-kaca mendengar nya. Sudah lama dia ingin sekali pindah dari desa ini, desa yang memberikan kenangan indah saat orang tua nya masih ada, dan saat orang tua nya tiada, desa ini memberikan luka yang membekas di hati nya. Kaki nya yang lumpuh, tak bisa berbuat banyak hal, dan harus merepotkan adik nya itu. Dia benar benar tak memiliki semangat hidup lagi. Tapi tiba tiba, harapan datang kepada keluarga nya, melalui rose, dia bisa bangkit dari rasa keterpurukan yang menyakitkan ini.
"Kak, apakah kakak setuju?" tanya Bella dengan tatapan memelas.
"Tentu saja, ini kesempatan kita, jadi tak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang datang kan."ucap nya tersenyum tipis.
"Nah, itu baru pilihan yang bagus. Ayo segera berkemas, dan paman kusir tolong bantu kami ya. Bantu membawa barang barang dari bella dan kakak nya."
"Siap nona."
Setelah urusan nya selesai, dan rose menyewa sebuah rumah pinggiran kota, yang dekat dengan toko baru yang baru saja di beli nya tadi. Disana bela dan kakak nya bisa beristirahat dengan, aman tanpa gangguan orang orang desa itu. Dia tak bisa membawa mereka ke istana. karena konflik disana saja belum bisa dia taklukkan.
"Baiklah, kalian bisa beristirahat disini, aku akan kembali pulang. semua persediaan makanan juga sudah dilengkapi. Kalian tak akan merasakan lapar lagi." ucap rose dengan tatapan tulus nya. karena sebelum ke tempat ini, rose membeli barang barang makanan, dan perlengkapan tidur, untuk kedua nya bisa aman dan nyaman. Tentu saja kedua gadis itu, mengucapkan rasa terima kasih nya.
"Terima kasih nona, kau seperti malaikat pelindung bagi ku dan Kakak ku. terima kasih banyak, aku dan kakak akan mengabdi kepada mu." ucap Bella dengan tatapan tulus nya.
"Kalian adalah bagian dari orang ku, jadi sudah sewajarnya aku memerlukan kalian dengan baik. Ingat, aku tak suka penghianatan, jadi tolong jaga kepercayaan ku ini."
"hamba akan selalu mematuhi perintah nona muda." ucap Bella dan juga jole secara serentak.
Bibi Anti yang melihat interaksi manis mereka, hanya bisa tersenyum tipis, dan langsung menghampiri nona kecil nya, mereka akan segera kembali ke istana, karena sudah lama pergi dan pastinya orang orang akan curiga.
****
Di kamar nya, rose merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah nya. Bahkan dia hampir saja tertidur di kasur empuk itu. Tapi tiba tiba Bibi Anti datang dengan tergesa-gesa, membawa satu set pakaian bagus dari selir Merry ibunya.
"Nona, ayo bersiap siap, selir Merry memberikan mu, satu set pakaian indah, beserta perhiasan untuk nona muda."
mendengar ucapan Bibi Anti, membuat rose langsung bangkit dari kasur dan melongo tak percaya.
"Bibi, kau mengatakan siapa yang memberikan pakaian ini?"
"Selir Merry nona kecil, dan tadi pelayan setia nya, yang mengantarkan nya ke sini."
"Wow, Habis kepentok apa tuh selir, jangan jangan ada udang di balik bakwan ni." gumam nya dengan berpikir keras.
"Nona, ayo bersiap, kau harus tampil semaksimal mungkin. sebab banyak orang yang akan datang, termasuk teman teman nya putra mahkota." ucap bibi Anti yang begitu bersemangat.
Dengan wajah yang mengerucut sebal, rose terpaksa menuruti ucapan bibi Anti, dan wajah nya juga di oles tipis, dan membuat nya semakin memukau. walaupun usia nya baru 10 tahun, kecantikan rose mulai terpancar, dan bahkan wajah nya sangat mirip dengan kaisar Tinus yang tampan rupawan itu. Sedangkan Felica, lebih mirip dengan ibu nya yaitu permaisuri Elli. Oleh sebab itu, Felicia selalu iri dengan rose, karena wajah nya begitu mirip dengan sang kaisar.
"Wow, nona kecil sangat luar biasa." puji bibi Anti dengan wajah yang berbinar, melihat kecantikan rose yang sudah mulai terpancar saat di beranjak remaja.
"Bibi, aku tau aku cantik, tapi bibi sudah mengatakan itu hampir 10 kali. jangan memuji nya lagi, atau aku akan terbang seperti burung dara."
Kedua nya bercanda bersama, dan bibi Anti juga sudah bersiap memakai pakaian terbaik nya.
Malam pun tiba, para tamu yang hadir rata rata dari kaum bangsawan semua. Anak anak raja, atupun anak anak pejabat lainnya juga hadir memenuhi undangan nya.
Putri Felicia hari ini memakai gaun yang cukup ketat, sehingga tubuhnya berbentuk dan sangat seksi terlihat. bahkan make up yang digunakan nya cukup tebal, sehingga menjadi pusat perhatian orang orang.
Permaisuri Elli, berdiri anggun di sebelah sang kaisar Tinus yang gagah dan rupawan itu. Dari kejauhan selir Merry yang melihat nya, hanya bisa berdecak kesal, dan mencoba menarik perhatian sang kaisar Tinus.
Rose dan bibi Anti berjalan menuju ke aula taman yang sudah di sulap dengan sangat baik. bahkan jamuan nya terlihat sangat mewah.
"Wow, ini luar biasa. Bagus juga selera selir Merry, dia bisa mengatur nya dengan sangat baik. Pantas saja mendapatkan pujian, dan hadiah dari sang kaisar berupa satu bros mawar yang indah yang saat ini, sedang di pakainya." gumam rose yang masih melongo dengan pesat orang orang jaman kuno ini.
Rose tak sadar, bahwa saat dia masuk ke pesta kedewasaan sang pangeran pertama, dia sudah menjadi pusat perhatian orang orang yang melihat. Gaya nya begitu elegan, dan membuat orang orang berdecak kagum. Wajah nya begitu mirip dengan kaisar Tinus, dan berbeda jauh dengan putri Felicia.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh