NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14.

"Ada apa ini? kenapa ramai di sini?!!"

Terdengar suara Ayah Mark menerobos kerumunan tetangga, yang memadati di depan pintu dapur yang tampak terbuka lebar.

"Frank! suamiku! untung kamu cepat pulang! lihatlah putramu ini, dia menindas kami! lihat!!"

Melina seketika kembali menjerit sembari menangis tanpa air mata, melihat suaminya yang telah pulang dari pasar.

Ia menunjuk meja makan yang terjatuh ke lantai dapur, dan sarapan yang berserakan di lantai dapur.

"Siapa yang melakukannya?!!" tanya Frank terkejut melihat dapur bagaikan kapal pecah.

"Dia!!" tunjuk Mario ke arah Mark.

"Tuan Theodor! istri dan anak-anak anda menganiaya istri Mark! mereka sangat jahat!!"

Tiba-tiba salah satu tetangga buka suara membela Mark dan Ivana, lalu tetangga lainnya juga ikut membenarkan apa yang dikatakan teman mereka tersebut.

"Benar! anda harus menegur istri dan anak-anak anda! mereka sungguh tega memukul istri Mark!!"

"Kejam sekali istri dan anak-anak anda!!!"

Yang lain serentak menunjuk ke arah Melina dan adik-adik Mark.

Sudut bibir Mark menyunggingkan senyuman, ia merasa puas mendengar para tetangga mereka itu menyalahkan keluarga kandungnya.

Melina seketika menjadi gelagapan mendengar tudingan tetangga, yang memojokkannya bersama dengan ketiga anaknya.

Maksud hati tadinya ingin memojokkan Mark, agar Mark mengalah, dan tidak mempersoalkan apa yang telah ia lakukan pada Ivana.

"Aku ingin pisah rumah dengan kalian! aku ingin hidup berdua dengan istriku! kalian sangat jahat, semua pekerjaan rumah kalian bebankan pada istriku!!"

Mark pun mengajukan pisah rumah kepada Ayahnya, dan dengan lantang mengatakannya, agar semua yang ada di sana mendengar apa yang ia katakan.

"Apa?!!" mata Frank Theodor membulat memandang Mark terkejut.

"Pisah rumah?! Mark kamu yakin mau pisah rumah? Huh! kamu itu mana bisa menafkahi istrimu, kalau pisah rumah dengan kami!!"

Alice nyaris tertawa mendengar apa yang dikatakan Mark, yang ia tahu hanya bisa bekerja membantu Ayah mereka di pasar.

Mark tidak memiliki kemampuan, atau keahlian apa pun untuk bekerja.

Ia hanyalah si sampah yang hanya bisa berjudi, dan bermabuk-mabukan.

Sudut bibir Mark tersenyum tipis mendengar perkataan adiknya itu.

Mereka tidak mengetahui, kalau ia terlahir kembali, dan memiliki pengetahuan tentang masa depan.

"Apa kamu sudah gila, Mark??!" tanya Frank Theodor.

"Terserah Papa mau bilang apa! pokoknya aku mau pisah rumah dengan kalian!!" kata Mark dengan gigih.

Ia akan terus mengatakan pisah rumah, sampai Ayahnya menyetujui melepaskannya untuk pisah rumah dengan mereka.

Melina dengan cepat berdiri di antara Mark dan suaminya, "Tidak bisa! kamu tidak boleh pisah rumah dengan kami! Mario dan Marley masih kuliah, siapa yang membantu Frank berjualan di pasar!!!"

"Suruh saja mereka membantu Papa!!" jawab Mark.

"Apa?!! jangan sembarang bicara kamu! Mario dan Marley harus lulus kuliah, agar mereka bisa mendapat ijasah, dan dapat bekerja di pabrik serta kantor sipil!!!" jerit Melina menjawab Mark tidak senang.

"Untuk apa aku peduli dengan mereka! mereka saja tidak peduli denganku!!" jawab Mark acuh tak acuh.

"Frank! kamu jangan biarkan dia pisah rumah! siapa yang akan membantu mu berjualan di pasar! dia sudah biasa membantu mu, tenaganya lebih kuat dari Mario dan Marley!!" kata Melina memohon kepada suaminya, agar menahan Mark tetap tinggal di kediaman Theodor.

"Mark! kamu itu putra sulung di keluarga Theodor! bagaimana bisa kamu berpikiran untuk pisah rumah dengan kami!!" kata Frank Theodor menolak permohonan Mark untuk pisah rumah.

"Pokoknya aku mau pisah rumah! kalian sangat jahat pada istriku! aku tidak mau istriku selalu ditindas kalian!!" Mark tetap ingin pisah dari keluarga Theodor.

Tetangga yang menyimak perdebatan Mark bersama keluarganya, mereka seketika mendukung Mark untuk pisah rumah dengan keluarga Mark.

"Nyonya Melina, ternyata anda ingin memanfaatkan tenaga Mark, mencari nafkah untuk menyekolahkan ke dua putramu! anda sungguh kejam!!"

"Benar! anda tidak boleh seperti itu, Nyonya!!"

"Tuan! Mark sudah berkeluarga, kalian harus melepaskannya untuk membangun rumah tangganya sendiri!!"

"Iya! dari pada kalian ribut setiap hari, lebih baik pisah saja!!"

"Kalian juga tidak menyukai istri Mark! kan lebih bagus kalau kalian pisah saja!!"

"Ada apa ini?! keributan apa yang terjadi di sini?!!"

Tiba-tiba kepala RW muncul dari antara kerumunan tetangga, dan masuk ke dalam dapur.

Mark tersenyum senang melihat kedatangan kepala RW, dan ia pun menarik tangan kepala RW.

"Paman, untung kamu datang! keluarga ku tidak mengijinkan aku pisah rumah dengan mereka! tolong Paman menjadi perantara kami mengatasi permasalahan kami!!" kata Mark penuh semangat.

"Apa benar anda tidak mengijinkan putra anda untuk pisah rumah, Tuan Theodor?!" tanya kepala RW.

Ia tidak perlu bertanya lagi, kenapa Mark harus pisah dari keluarganya.

Ia tahu keluarga Theodor membenci istri Mark, dan Mark yang selalu mendengarkan perkataan keluarganya, tidak pernah berusaha untuk membela istrinya.

Tapi, melihat Mark saat ini membela istrinya, dan ingin keluar dari kediaman Theodor, sepertinya Mark menyadari telah menyia-nyiakan istrinya.

Sebagai kepala RW, ia mendukung keinginan Mark.

Sudah seharusnya Mark berdiri sendiri membangun keluarganya tanpa keluarga kandungnya.

Sementara itu, Melina tersenyum cengengesan mendengar pertanyaan kepala RW, dan ia pun dengan suara yang ramah mencoba untuk memenangkan hati kepala RW.

"Anda jangan dengarkan putraku! dia itu hanyalah putra yang tidak berguna, bagaimana jadinya kalau dia pisah rumah! dia hanya mengetahui cara bekerja di pasar saja! dia tidak memiliki pengetahuan untuk bekeja dengan cara yang lain! dia pasti tidak dapat menafkahi istrinya!!"

"Paman, jangan dengarkan apa kata Mamaku! tentu saja aku dapat melakukan pekerjaan lainnya! selama ini mereka selalu menghalangiku untuk bekerja di tempat lain, karena mereka masih membutuhkan tenagaku mencari nafkah!!" kata Mark mematahkan apa yang dikatakan Ibunya.

Kepala RW tersenyum mendengar perkataan Mark, "Baguslah kalau kamu akhirnya sadar, kalau kamu itu sudah berumah tangga! sudah seharusnya kamu hidup mandiri bersama istrimu!!"

Mark menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Kepala RW, "Ya! aku akan belajar mandiri menafkahi istriku!!"

"Apa kamu yakin, Mark?!" tanya Alice meragukan Mark.

Mereka tahu Mark tidak dapat melakukan apa pun, dan Alice yakin Mark dalam tiga hari saja, pasti sudah kewalahan untuk membiayai kehidupan rumah tangganya.

Alice meraih tangan Ibunya, lalu membisikkan apa yang ia pikirkan ke telinga Ibunya.

Melina tersenyum mendengar apa yang dibisikan Alice, dan raut wajahnya seketika terlihat senang.

"Baik! kami setuju untuk melepaskan mu pisah rumah dengan keluarga Theodor! kami akan membuat surat pernyataan untuk kamu tanda tangani!!" kata Melina akhirnya dengan penuh keyakinan.

Mendengar apa yang dikatakan Ibunya, Mark pun seketika begitu senang sekali.

"Baik! aku setuju untuk tanda tangan! pernyataan apa yang kalian ingin buat untuk kutanda tangani!!" jawab Mark dengan penuh semangat.

"Aku akan menulis sebentar! kamu jangan menyesali keputusanmu pisah rumah dengan kami!!" sahut Alice, tidak kalah dengan penuh semangat.

Ia kemudian pergi untuk mengambil kertas kosong, dan peralatan tulis.

Bersambung.......

1
Suherni 123
ternyata saling berhubungan ya Mark
Cindy
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
Suherni 123
laa,,, gak kena sangsi enak bener

akhirnya up juga ya Thor,, sehat selalu ya
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
zahrahaifa
udeh ... gitu doang thor .... hukumannye cuman gitu aje.... dibikin gembel dong baru seru
Cindy
lanjut
Arieee
bagus, 👍👍👍👍👍👍👍👍
Suherni 123
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
wadaw... merinding disko nih😄

rasain Daniela
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Cindy
lanjut
Suherni 123
mendung mendung syahdu dikasih ah ih uh oh😅
rofik
masih ada teka tekinya?
Suherni 123
udah keterlaluan tuh Daniela kasih pelajaran atuh Mark tuman
zahrahaifa
masa cuma ditabok doang si jalang nye.... minimal dibikin cacat lah ato ga lumpuh permanen... ga seru
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
kapan hidup bahagia nya Mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!