Tisha Silvalia gadis panti asuhan yang dibuang oleh orang tuanya.dan harus menerima kenyataan bahwa suami yang menemaninya selama tiga tahun ini mengucapkan kata cerai saat Tisha mengandung Buah hati pertama mereka,kehadiran orang ketiga memicu pertengkaran mereka dan dengan mudah Ardan suami Tisha mengucapkan talak.Hati Tisha hancur namun memilih menerima keputusan suaminya.selama pernikahan suami nya tidak pernah memperdulikan kebahagia Tisha.Ardan memilih tinggal menetap diluar negeri hanya sekali-kali pulang ke Indonesia saat ingin mengecek beberapa cabang bisnisnya.Dan kesalahan terbesar menurut Ardan adalah menerima Tisha sebagai istrinya yang tak dicintainya karena perjodohan yang direncanakan Orang tua Ardan dengan ancaman kalau menolak semua aset kekayaan akan papanya ambil alih.tentu Ardan tidak mau kehilangan semua itu ia tidak bisa hidup tanpa harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14
Waktu sudah semakin siang Raksa sudah kembali lagi kerumah sakit bersama Taufan.bersama mereka menuju keruangan Ardan.
"Gimana apa ada perkembangan kesehatan Ardan????"Raksa langsung bertanya pada istrinya saat memasuki Ruang perawatan Ardan.
Cintya hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Suaminya.
"Tisha,Sudah lama disini???"
Tanya Raksa melihat menantunya itu duduk diam disamping Ardan.
Merasa ada yang menyebut namanya Tisha menoleh dan melihat Raksa sudah ada dibelakangnya.
Tisha lupa menghapus air matanya yang sudah mengalir di pipinya.Namun Tisha tersadar dan langsung menghapus cepat airmatanya Memakai punggung tanganya.
"Jangan tutupin kesedihan mu Tisha,menangis lah,ada kalanya menangis bisa membuat pikiran mu sedikit tenang".Raksa tidak melarang Tisha menangis Ia bisa merasakan kepedihan dihati menantunya itu.
Cintya mencairkan suasana yang mulai melow "Ayo kita makan siang,ini masakan Tisha pasti enak,mama udah gak sabar ingin Mencicipinya".
"Wah,kebetulan papa lapar nih,Taufan juga kan"
Taufan hanya mengangguk malu karena ia dari tadi sibuk mengurus ganti rugi untuk keluarga korban,ia sampai lupa belum makan sampai sekarang ini.
"Sini kita makan sama-sama,Tisha masaknya banyak nih,Rasanya mama jamin Fan enak seratus persen"puji Cintya untuk masakan menantunya.
"Pantes aja Ardan kalau udah pulang ke Indonesia berat badannya naik ya ma"Taufan sudah terbiasa memanggil orang tua Ardan sebutan papa dan mama.
"Iya,tiap hari selalu dimanjain dengan masakan istri siapa yang menolak,iya kan pa,walau masakan mama jauh dari sempurna aja bisa buat Papa nya Ardan gembul gitu".Tunjuk mama pada suaminya
Tisha tersenyum kecut Andai saja Ardan mau memakan masakan Tisha secara langsung Tisha akan merasa bahagia,selama ini Ardan tak mau makan bila Tisha yang memasak dan karena ingin berbakti pada suaminya Tisha memasak diam-diam untuk Ardan dan Selama ini Ardan yang Ardan tau adalah Bi Tuti yang memasak untuknya dan Ardan selalu memberikan pujian untuk Bi Tuti.Tisha sangat senang Ardan menyukai masakannya.
"Tisha,,,Bi Tuti,Sini ikut makan"Cintya mengajak Tisha dan Bi Tuti makan bersama
"Tisha belum mau makan ma,masih betah disini nemenin Mas Ardan,lagi pula Tisha udah makan banyak dan minum susu jadi masih terasa kenyang".
"ya sudah,nanti jangan lupa periksa kandungan mu ya"Cintya mengingatkan lagi menantu
"Bi Tuti juga masih kenyang Bu Cintya"Tolak Tuti karena memang ia belum merasa lapar sekarang.
"Beneren nih Bi,ini enak Lo"
"Iya Bi Enak"Taufan juga ikut memuji masakan Tisha yang ia rasa emang lezat dan pas dilidahnya.
"Cepatlah cari istri,biar ada yang ngerawat juga masak buat kamu"ucap Raksa pada Taufan
"Uhukkkkkk"Taufan tersedak dan Cintya dengan cepat memukul punggung Taufan pelan.
"Papa sih,kan kesedak nih Taufan"Cintya memarahi Suaminya
Raksa mengambil air dibotol lalu membukanya dan memberikan pada Taufan "Ini minum dulu,maaf papa hanya bercanda,tapi kalau dianggap serius boleh juga"ucap Raksa tanpa merasa berdosa
"Nanti mama yang cariin jodoh buat Taufan,Pilihan mama gak pernah ngecewain".
"Taufan belum mau menikah ma,,pa,,masih fokus sama karir".
"Sampai kapan,lagi pula umurmu itu sudah tak bisa dibilang Muda,sudah waktunya berumah tangga"Raksa selalu berkata apa adanya.
"Mungkin belum menemukan yang tepat aja ya fan".tanya Cintya
"Taufan ingin cari wanita seperti Tisha pa"Taufan tanpa sadar ucapannya lolos begitu saja dari mulutnya.
Tisha memandang Taufan rasa tak percaya menyebut dirinya adalah tipe wanitanya.
"Kalo mau seperti Tisha kamu harus berusaha mencarinya,soalnya orang seperti menantuku itu stoknya limited edition"
"Ya, gampang ma,berarti Taufan menunda untuk menikah bila tak menemukan nya"Ucap Taufan dengan santainya.
"Jadi bujang tua,baru tau rasa"ucap Raksa lagi
"Jangan di doain gitu dong pa"Taufan gak terima
"Mangkanya cepat nikah"
Merasa tertantang Taufan pun berucap asal
"Kalo Ardan secepatnya pulih,Taufan janji akan mencari istri dan menantu buat mama dan papa".
"Papa pegang janjimu"
"hmmmmmmmmm"Taufan menarik nafas panjang menyadari sudah salah bicara