Cerita ini menceritakan Tentang Perjalanan hidup Aqila Putri Mahesa.
Seorang gadis Remaja Yang ingin mencari kedua orang tua,akibat tragedi di malam itu,dia harus terpisah dari kedua orang tua,bahkan sebelum dia sempat melihat wajah Papa dan Mama nya,Aqila di rawat dan di besarkan oleh Omnya dia saat dirinya masih bayi,Tetapi semenjak kepergian Omnya,Aqila merasa putus asa kini hidupnya tak tau lagi arah tujuan,orang yang jadi panutan untuk mencari orangtua dan yang selalu melindungi dirinya kini telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya.
Bagaimana kisah selanjutnya? jangan lupa ikuti terus cerita ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meri Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SIAPA WANITA ITU?
Setelah masuk ke dalam kamar Aqila merebahkan tubuh nya ke atas kasur,ia memeluk bantal guling dan memeluk boneka nya sambil menangis.
Tak lama kemudian Aqila terlelap,mungkin karena kelelahan akibat menangis atau bisa jadi karena terlalu lama menahan rasa sakit di hati.
Sedangkan Vino masih setia duduk di luar,dia menikmati setiap hembusan angin malam,sesekali dia berbicara sendiri.
"Apa aku salah menginginkan nya?" guman Vino pelan.
"Agrahhh!" Vino mendesah frustasi karna memikirkan apa yang telah dia lakukan,ia sudah membuat Aqila ketakukan.
"Lagian itu juga bukan yang pertama untukku Aqila! Aku hanya ingin merasakan nya ketika kamu dalam ke adaan sadar saja," gerututan ringan.
KEESEKAN PAGI.
Hari ini Aqila bangun lebih awal,di bergegas mandi dan siap-siap,karna hari ini hari minggu Aqila memutuskan ingin pergi jalan-jalan pagi ini di taman kota.
Aqila pergi sendirian karna ia ingin menenangkan pikiran yang semalam sempat mengganggu pikirannya.
Sebelum ke luar dari dalam kamar,Aqila berguman sendiri di depan cermin sambil melihat pantulan wajah dia.
"Sebenarnya aku juga menginginkan nya Vin,"
"Tapi aku sudah berjanji,kalau aku hanya memberikan kepada orang yang benar tulus menyayangi dan mencintaiku,"
"Aku pikir kau adalah orang nya,ternyata aku salah Vin," tak terasa pagi ini air mata ku mulai mengalir membasahi pipi ku.
Dengan cepat aku menyeka semua air mata yang jatuh membasahi pipi ku,lalu aku bergegas turun ke lantai dasar.
Sampai di lantai dasar aku lansung masuk ke dalam dapur,untuk mengambil segelas air minum,rasa nya tenggorokan aku sudah kering sejak semalam.
"Non Aqila" sapa lala yang datang dari arah belakang,aku kaget lalu lansung menoleh ke belakang,melihat ke sumber suara.
"Astagaaa! Mbak lala," ucap ku kaget,sambil menghenpaskan napas.
"Maaf non mbak lala tidak bermaksud," ucap Lala sambil menunduk.
"Eh..Mbak lala,biasa saja mbak,Aqila ngak apa-apa kok," ucap Aku lalu memberikan seulas senyuman.
Lala membalas senyuman Aqila, "Non Aqila mau kemana kok pagi-pagi sudah rapi?" tanya lala sambil melihat penampilanku.
"Non Aqila mau mbak masakin sarapan apa?" tanya nya lagi.
"Udah mbak ngak usah,Aqila ngak sarapan,"
"Aqila nanti makan di luar saja,Aqila mau cari udara segar," ucap ku semangat.
"Vino udah bangun mbak?" tanya Aku lagi.
"Mbak lala kurang tau non,soal nya tuan Vino baru pulang subuh tadi," jawab lala.
"Vino baru pulang mbak?" tanya Aku kaget,aku merasa tidak percaya selama ini Vino tidak pernah pulang tengah malam apa lagi subuh,mbak lala hanya mengangguk.
Selesai berbicara sama mbak lala,aku mintak izin pamit,hari ini aku mau jalan-jalan,tapi aku tidak bilang sama mbak lala kalau aku mau pergi ke taman kota.
TAMAN KOTA.
Sampai di taman kota aku seperti orang ke binggungan,semua orang menikmati hari libur bersama keluarga dan orang-orang yang di sayang,sedangkan aku cuma seorang diri.
Aku melihat ada bangku kosong di pojok ujung taman,aku berjalan pelan menuju ke sana sambil melihat-melihat keluarga utuh bermain bersama dengan canda dan tawa.
"Hanya sesederhana ini,mereka begitu tampak bahagia," guman aku pelan.
Tepat bangku sudah di depan mata ku,aku lansung duduk,sekali lagi mata ku ini tidak henti melihat ke bahagian orang-orang di sekitar aku.
Rasa nya aku pengen sekali menikmati kebahagian sesederhana ini,tapi rasa nya itu mustahil bagi ku,kini tampa aku sadari air mata ku mulai jatuh ke pipi lagi.
Entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu sering menangis,walaupun itu cuma masalah kecil saja,hati ku begitu mudah rapuh.
Ketika aku menangis,tiba-tiba ada seorang wanita datang duduk di samping ku,lalu dia memelukku dengan begitu erat,aku kaget lalu aku lansung melihat siapa wanita itu.
Di menatap wajah ku,sorot tatapan mata nya begitu dalam,dan begitu tulus seperti orang yang sangat merindukan seseorang.
"Jangan menangis lagi sayang,mama ada disini," ucap wanita itu kemudian di memberikan senyuman kepada aku.
Aku begitu kaget setelah melihat siapa wanita itu,aku bukan nya takut,tapi aku malah merasa nyaman di peluk oleh dia.
FLASHACK.
Hari ini aku bermain ke Apartemen kak Nara,tapi aku datang di waktu yang kurang tepat,kak Nara hari itu mau pergi kesebuah Rumah Sakit lain,karna Kak Nara bekerja di dua Rumah Sakit.
Yang Satu Rumah Sakit Umum dan yang satu nya lagi Rumah Sakit Jiwa,karna kak Nara jurusan Pisikologi jadi dia juga bekerja di RS itu.
Singkat cerita,
Karna aku sudah terlanjur datang,Kak Nara mengajak ku untuk ikut dengan dia bekerja.
"Aqila? hari ini kakak ada pekerjaan penting,apa Aqila sebaik nya ikut kak saja,?" ajak Nara sambil melihat aku.
"Emang Aqila boleh ikut kak?" tanya aku balik,kak Nara hanya tersenyum mendengar pertanyaan ku.
"Jika tidak boleh,mana mungkin kakak mengajak kamu," ucap Nara sambil mencolek hidung ku.
Aku terkekeh setelah mendengar ucapan kak Nara,kok aku bodoh sekali ya,kalau tidak boleh mana mungkin dia menawariku untuk ikut.
"Tapi hari ini kakak kerja di RS Kejiwaan,apa Aqila nanti tidak merasa takut?" tanya Nara khawatir.
"Tidak apa-apa kak,kan mereka semua tidak makan orang," guman ku sambil tertawa ringan.
Sampai di rumah sakit,kak Nara menyuruh aku menunggu dia di dalam ruangan nya,selama dia bekerja sebentar.
Aku sangat merasa bosan,dan akhir nya aku keluar ruangan dan melihat-lihat semua pasien yang mengalami depresi.
Terkadang aku sangat merasa takut,melihat pasien yang kembali mulai histeris,rasa nya aku tidak tahan melihat mereka,mereka di kurang di dalam ruangan dan di kasih obat penenang setiap dia kembali memberontak.
Karna merasa takut pada pasien yang aku lihat tadi,Aku masih terus berjalan dan sampai pada akhirnya aku melihat sosok seorang wanita,dia memeluk boneka sebagai anak nya.
Ketika dia menyadari aku sedang melihat dia,dia memberikan aku sebuah senyuman dan dia juga melambai-lambaikan tangan ke arah aku.
Aku ingin mendekati ruangan itu karna masih penasaran,namun aku di kagetkan oleh seseorang, "Hy kamu mau kemana?" tanya dia sambil menepuk bahu ku pelan.
Aku sangat kaget,lalu aku lansung saja menoleh ke belakang, "Kakak Nara! bikin Aqila kaget saja,untung aku tidak jantungan kalau jantungan bisa mati mendadak Aqila kak," ucap aku panjang lebar tampa bernapas.
Melihat tingkah laku aku kakak Nara malah terkekeh, "Kamu ini Cerewet sekali ya,bica cepat sekali tampa jedah pula," ucap Nara terkekeh.
"Kamu ngapain kesini? Tadi kakak sudah bilang,"
"Kalau Aqila tunggu kakak di ruangan kakak,kan kakak sudah bilang cuma sebentar," ucap Kakak Nara tapi aku hanya membalas dengan senyuman.
"Maaf kak,abis Aqila bosan,"
"Kakak Wanita itu siapa?" tanya Aku sambil menunjuk orang yang melambaikan tangan tadi.
"Apa dia juga pasien kakak?" tanya Aku lagi namun kakak Nara membalas dengan menggeleng kepala.
"Dia bukan pasien kakak,tapi kakak tau sedikit tentang dia"
"Tapi kalau kakak dengar dari dokter yang merawat dia saja sih,dia itu terkena Trauma pisikologi yang sangat tinggi,"
"Dia seperti itu semenjak kepergian putri dan putra nya" ucap Nara lagi.
"Kamu tadi mau dekatin dia?" selidik Nara,aku hanya mengangguk.
"Kamu tidak boleh sembarangan dekat sama orang disini,bisa saja mereka menyakitimu,"
"Apa lagi sama ibu yang kamu tunjuk tadi,nama putri dia kalau kakak tidak salah dia sering berguman nama Aqila,nama putrinya persih sama nama kamu," ucap Nara.
"Jika kamu mendekati dia,nanti kamu di samain seperti anak di luar sana,dia sering merebut anak orang dan dia juga sering mengagap itu putri dia," ucap nya lagi.
Setelah kakak Nara menjelaskan semua nya kepada aku,aku hanya mengangguk pertanda aku mengerti maksud kakak Nara.
*****
Dia masih senang tiasa memeluk aku,layak nya seorang ibu yang tidak pernah merasakan rasa sakit atau seperti pada ibu normal biasa nya.
"Kenapa kamu masih diam sayang?"
"Ini mama,apa kamu tidak merindukan mama?" tanya wanita itu lagi dengan raut wajah sedih.
Aku sempat kaget aku harus menjawab apa,dan aku juga melihat kalau ibu ini masih pakai pakaian pasien Rs,jadi aku berpikir kalau dia kabur dari Rs.
"Iyaaa...tantee..."
"Eh....maaksud Aqila..mamaaa,"
"Aqila juugaa..kaangenn mama," ucap Aku terpatah-patah,dia malah semakin tersenyum melihat aku,sekali-kali dia mencium pipi ku dengan gemes,tapi aku hanya diam saja.
Karna melihat ibu ini masih memakai baju pasien,aku berpikir bagaimana cara agar aku bisa mengantarnya kembali ke rumah sakit kembali.
bukan ke pergian 🙏🙏
semangat 👍👍👍
Raka, mau PDKT??
Thor, ingat setelah koma, spasi yaaaa
Thor, nulisnya:degdegan......begitu
Ah ya....ceritanya cukup menarik, tapi biasa....maklum, layar sentuh bikin terpeleset. Bagus 👍👍👍
Ayo thor, direvisi 🤗🤗