NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterpurukan & Perkenalan

Setelah kejadian pertengkaran kami malam itu, hubungan kami sebagai teman kelompok KKN jadi sedikit renggang. Kami takut semuanya jadi kacau dan tak pernah kembali lagi. Meskipun para perempuanya sudah memaafkan kami tapi perasaan bersalah itu akan tetap ada dan terus menghantui kami, bahkan aku gak berani lagi untuk menatap wajah mereka. Aku benar-benar merasa tidak layak untuk menatap teman-teman ku. Mulai hari itu aku pun menjadi lebih pendiam, aku terpuruk sehingga tidak peduli lagi pada semua yang terjadi dan akan terjadi nantinya. Aku hanya perlu menunggu sampai masa KKN selesai lalu setelah itu berpisah dengan teman-teman ku.

Hari itu dimulai dengan langit yang gelap dan mendung lalu tak lama hujan pun turun. Aku duduk sendirian didepan posko sambil melihat air yang jatuh membasahi tanah dan dedaunan. Beberapa saat kemudian hujan pun berhenti, lalu kami pergi kelapangan balai desa untuk melanjutkan kembali pekerjaan kami yaitu membuat panggung dan menghiasnya.

“Huff” suara helaan nafas ku yang berat.

Aku benar-benar benci pada semuanya, terutama pada diri ku sendiri karena pada akhirnya tidak bisa berubah menjadi lebih baik. Sebelum datang kesini untuk melaksanakan KKN, aku sudah janji pada diri ku sendiri untuk berubah menjadi lebih baik dan meninggalkan semua masa lalu ku yang buruk. Waktu itu tekad ku sangat lah kuat dan aku yakin pasti bisa melakukannya namun semenjak sampai disini pada akhirnya aku sama saja—gak ada yang berubah sama sekali dari ku.

“Huff...benar-benar menyedihkan diri ini” gumam ku, setiap kali terdiam selalu terbayang wajah teman-teman ku yang menangis kemarin malam. Aku gak nyangka akan melakukan hal seburuk itu sampai membuat mereka menangis dan trauma pada ku.

“Makan Enal” panggil Eni namun aku tak menjawabnya

“Kamu kenapa diam-diam terus?” ujar Putra

“Nggak kok” balas ku

Disaat teman-teman ku sedang bekerja menyiapkan segala hal untuk kegiatan besok, namun aku hanya diam saja seperti orang yang kehilangan arah dan tujuan—gak tau harus melakukan apapun. Saat itu aku pun berkata pada diriku sendiri.

“Teman-teman, bagaimana cara kalian tetap bisa asik dan tersenyum seperti gak terjadi apa-apa?”

“Beri tau aku—aku juga ingin seperti kalian, bisa kembali baik-baik saja lagi dengan kalian”

Saat itu tiba-tiba muncul suara aneh dalam diriku, “Ada apa?Kamu butuh bantuan lagi” ujarnya lalu aku pun melihat sosok pemuda dengan senyuman aneh berdiri menghampiri dan menyapa ku dengan ramah.

“Yoo, lama gak ketemu” ujarnya lalu menanyakan juga kabar ku

“Bagaimana keadaan mu setelah itu?” lanjutnya bertanya namun aku hanya diam saja.

“Hadehhh, baiklah kalau gitu biar aku aja ambil alih” ucapnya lalu berdiri dan pergi. Aku hanya diam menatap punggungnya dari belakang. Karena aku pendiam disini maka tokoh utamanya kita ganti yah.

Kita beralih pada teman-teman ku perempuan yang datang membantu ditenda untuk membersihkan sampah dan juga menghias tenda. Sore itu mereka meniup balon lalu Anwar dan Ikon yang memasangnya dilangit-langit.

“Mana kemarin yang mau jadi mc” bicara ibu desa lalu teman-teman ku menunjuk satu orang yaitu Fatin.

“Oke, sini ikut—mau latihan kan” ajak beliau lalu Fatin pun pergi meninggalkan teman-temannya.

“Semangat Fatin” ucap Ruka dan Tian menyemangatinya. Kemudian Fatin pun masuk kedalam balai desa, saat itu ada seorang cowok yang sedang duduk sendirian sambil memegang secarik kertas.

“Ini kenalin teman mu yang akan jadi mc” ucap bu desa

“Halo kak, nama ku Deta”kata cowok itu lalu berkenalan dengan Fatin. Mereka berdua pun melakukan sedikit obrolan ringan agar tidak gugup. Setelah itu mereka pun mulai latihannya, namun beberapa kali Deta melakukan kesalahan tapi Fatin mengajarinya dengan baik. Begitu juga sebaliknya ketika Fatin melakukan kesalahan maka Deta memakluminya. Dalam waktu yang singkat mereka berdua pun jadi dekat.

“Eh Fatin” ujar Anwar masuk kedalam balai bersama Dani lalu saat itu Fatin malah jadi gak fokus

“Ada apa kak?” tanya Deta

“Nggak apa-apa kok, ayo lanjut baca lagi” balas Fatin lalu mereka lanjut latihan lagi tapi Fatin kembali melakukan kesalahan. Dia teringat pada kejadian semalam waktu teman-temannya saling bertengkar, Karena gara-gara itu dia jadi teringat kembali pada trauma masa lalunya.

“Kakak nggak apa-apa?” tanya Deta

“Maaf-maaf, aku hanya sedikit pusing” jawab Fatin

“Kita istirahat aja dulu kalau gitu” saran Deta lalu Fatin pun mengangguk. Dia pun pergi keluar untuk mencari udara segar dulu, berharap bisa mengembalikan perasaanya agar lebih baik lagi.

“Huff..kenapa aku jadi teringat itu lagi”

“Ku pikir itu sudah lama ku hilangkan tapi kenapa malah tiba-tiba muncul lagi. Ini pasti gara-gara kejadian semalam” gumam perempuan itu lalu tak sengaja melihat seorang yang dikenalnya berjalan sendirian. Mereka berdua saling betatapan namun tak lama karena cowok itu langsung menunduk dan kembali berjalan. Fatin pun bingung, tapi dia segera mengabaikannya juga karena harus lanjut latihan lagi. Dia pun kembali masuk dalam balai desa untul latihan bersama Deta. Entah cuman perasaanya saja tapi apa, namun Fatin menyadari bahwa Deta selalu memperlakukan dia berbeda dengan teman-temanya yang lain.

“Makasih yah kak” ucap Deta

“Um sama-sama, kita disini sama-sama belajar kok” balas Fatin lalu pemuda tersebut menawari Fatin minum.

“Seru yah teman-teman kakak” ujar Deta lagi

“Yah, warga disini juga seru. Aku senang bisa KKN disini” balas Fatin kembali.

“Semoga nanti aku juga dapat teman yang baik ketika udah kuliah” kata pemuda itu berharap lalu Fatin mengaminkanya.

“Sudah, ayo latihan lagi” katanya lalu ketika mau membaca tiba-tiba saja sebuah bola plastik melayang kearah Fatin tapi beruntung Deta berhasil menahanya sehingga tidak mengenai Fatin.

“Kakak, nggak apa-apa” ujar Deta

“Umm” Fatin mengangguk

“Soory...soory, aku gak sengaja” bicara Anwar yang sudah menendang bola tersebut.

“Hum” Fatin menatapnya sinis

“Heheh” Anwar membalasnya dengan cengiran lalu pergi lagi setelah mengambil kembali bolanya. Fatin sepertinya tidak mempermasalahkan itu namun berbeda dengan Deta yang sepertinya sedikit kesal. Kerut didahinya muncul, Fatin yang menyadari itu langsung bilang tidak apa-apa. Karena hal seperti itu sudah biasa bagi mereka apalagi yang melakukanya adalah kordes. Fatin pun pada akhirnya menceritakan teman-temannya malam itu kepada Deta. Mereka berdua duduk saling berhadapan dan mengobrolkan banyak hal, sementara itu teman-temanya yang lain sedang menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan lomba besok.

“Bagaimana adik-adik, apalagi yang kurang?” ujar Rio salah satu panitia dari desa sekaligus juga bendahara umum desa tempat kami KKN.

“Ini yang kurang, tali untuk lomba tiup botol” ucap Anwar

“Tali yang bagaimana itu” tanya kembali Rio lalu Ruka pun menjelaskanya

“Nanti besok aja kali belinya, soalnya ini sudah malam” kata Rio

“Iyah nggak apa-apa”

“Terus sama ini, lapangan kan itu belum jadi semua jadi besok pagi rencananya kita mau lanjutkan” bicara Anwar

“Iyah yah, nanti ada ketua yang bantu kalian” lalu Rio menegur satu temannya.

“Hai, kenalin Agus. Aku ketua panitia kegiatan ini” ucap pemuda tinggi itu.

“Nanti, kalau ada masalah apapun itu komunikasikan saja yah sama ketua panitia” kata Rio lagi lalu mereka semua pun saling berkenalan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!