NovelToon NovelToon
Jadi Budak Karena Hutang

Jadi Budak Karena Hutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Paksa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arish_girl

Fitri terpaksa bersedia ikut tuan Tama sebagai jaminan hutang kedua orang tuanya yang tak mampu mwmbayar 100 juta. Dia rela meski bandit tua itu membawanya ke kota asalkan kedua orang tuanya terbebas dari jeratan hutang, dan bahkan pak Hasan di berikan uang lebih dari nominal hutang yang di pinjam, jika mereka bersedia menyerahkan Fitri kepada sang tuan tanah, si bandit tua yang beristri tiga. apakah Fitri di bawa ke kota untuk di jadikan istri yang ke 4 atau justru ada motif lain yang di inginkan oleh tuan Tama? yuk kepoin...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arish_girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari jalan keluar

     Siang itu cuaca begitu mendung, awan hitam tergantung di atas kota, seakan siap menumpahkan ribuan rintikan air hujan yang siap mengguyur kota metropolitan tempat keluarga Wira Tama tinggal. Di kediaman keluarga Wira Tama, semua orang tampak duduk bersantai di kursi masing-masing. sepertinya Wira Tama sendiri hari ini sedang tidak sibuk bekerja, tidak seperti biasa nya. Pria tua itu tampak di sibukkan dengan laptop di depannya dengan di kelilingi dia istrinya yaitu Hera dan Tasya. Sedangkan istri pertama yaitu Arumi tidak ikut bergabung di ruangan itu.

      "mas, lagi sibuk ngerjain, apa sih?" Manja Hera.

    "biasa lah. Ini lagi ada promosi brand mobil terbaru yang akan bakal masuk ke negara kita, Indonesia. Aku sedang cari tau, harga, kualitas serta keunggulan mobil itu. Aku harus bisa memasarkan mobil itu sebelum perusahaan lain merebutnya." sahut Wira Tama sembari terus menatap layar monitornya.

      "wah, mobil keluaran terbaru? mau dong honey... Aku mau ganti mobil baru." Tasya merengek manja sambil minta di belikan mobil baru.

      "Apa sih, bukankah kamu baru 6 bulan lalu beli mobil baru. Kenapa mau beli lagi?" sanggah Hera tak suka. Sebagai istri kedua, tentu saja Hera merasa tak suka jika istri ketiga minta di belikan mobil. Apalagi baru 6 bulan lalu ia beli mobil, tidak adil banget rasanya.

        "emangnya kenapa? syirik amat lo jadi orang. Honey aja gak larang." sungut Tasya kesal.

       "kamu itu hanya istri muda, seharusnya kamu jaga batasan. Aku aja gk di kasih mobil, kamu malah ngelunjak." tambah Hera.

       "kak Hera, jika mas Wira lebih sayang sama aku, itu bukan salah aku. Tapi, itu karena mas Tama tau, kalau aku adalah istri tercantik dan yang paling penting dia itu paling sayang di antara kamu dan nenek Arumi. Jadi, kalian itu harusnya paham da ngerti. Iyakan, mas?" Kata Tasya dengan percaya diri.

       Namun, Wira bukannya menanggapi, ia terus saja fokus pada laptopnya dengan raut wajah serius.

      "honey...!! jangan diam dong honey, kak hera ngatain aku." Rengek Tasya manja.

          "Seharusnya kamu itu nyadar, mas Wira sedang sibuk.. Dia sedang bekerja. Jadi, kamu jangan mengganggu dia." cibir Hera.

            "iih, honey... kok gitu sih...!!" Tasya ngambek, dengan kedua pipi mengembung.

            "sudah, sudah. Aku pusing denger kalian ribut. Bisa gak sih kalian berdua jangan ribut di samping aku. Aku tuh lagi pusing." bentak Wira.

           Spontan Hera dan Tasya bungkam seketika Bentakan Wira membuat kedua wanita itu mematung. Namun meski demikian tatapan keduanya saling terlempar, seakan seperti mata pisau yang mencoba saling menusuk.

            "Daripada kalian berdua meributkan soal mobil, mendingan kalian berdua fokus bagaimana caranya agar aku bisa memiliki bayi. Aku mau pewaris secepatnya! Ingat, usiaku sudah semakin tua. waktuku sudah tak banyak, jika dalam waktu sebulan kalian masih juga belum bisa memberikan kabar baik itu, maka aku putuskan, aku akan menikah lagi. Aku akan mencari istri ke empat. Dan sudah pasti, aku akan mencari istri yang jauh lebih muda dari kalian. Dan jangan salahkan aku jika istri baruku akan ku manjakan dengan banyak uangku, apalagi jika sampai dia bisa memberiku anak." katanya Wira Tama sembari menutup laptop kemudian beranjak pergi meninggalkan kedua istrinya yang tertegun.

"apa? Menikah lagi?" Tasya dan Hera berucao bersamaan, keduanya saling pandang, seolah saling bertanya untuk memastikan apakah mereka tidak salah dengar.

"Kak Hera, mas Tama gak salah ngomong, kan?" Tasya bertanya.

"menurutmu?" Hera balik bertanya.

"ini semua gara gara kamu, Tasya, coba saja kamu gak terlalu manja sama mas Tama. Tuh kan, dia jadi bosan di rumah. Kita harus cegah jangan sampai terjadi pernikahan ke empat di rumah ini. Nambah kamu saja sudah jadi beban buat aku dan mbak Rumi, apalagi nambah lagi satu." Hera memutar bola matanya malas."

"kok aku sih, kak? itu kan memang maunya mas Tama jadiin aku istri. Kalau bukan karena mas Tama banyak uangnya, mana mau aku sama akik akik. Masih banyak cowok ganteng dan masih muda yang mau sama aku, tapi ku tolak karena mereka gak punya uang." sungut Tasya.

"ya sudah. Kalau itu sudah menjadi keputusan mas Tama, kita harus mencari tau, siapa kira kira perempuan yang akan di nikahi mas Tama?" tanya Hera.

"siapa ya kira kira?" Tasya ikut berpikir keras menebak siapa kira kira calon istri ke empat suaminya.

"kalau sekretaris, kayaknya gak mungkin. Kan sekretaris mas Tama laki-laki. Tapi, kalau itu karyawan yang lain, entahlah. Di kantor masih banyak karyawan mas Tama yang masih gadis dan seksi. Aku sulit untuk memprediksi." Tasya mencoba memprediksi.

"ah sudah lah! Kita cari tau saja nanti. Kita lihat gerak gerik mas Tama. Siapa kira kira wanita yang di dekati oleh mas Tama. Kalau perlu, kamu tugaskan mata mata untuk mengintai mas Tama di kantornya." Titah Hera.

Kedua wanita yang awalnya selalu ribut dan selalu berselisih pendapat itu, akhirnya bekerja sama untuk memata matai Wira Tama, Mereka taka ingin agar sang suami nambah istri lagi.

****

Keesokan harinya, Hera menghubungi dokter yang biasa menangani kandungannya. Hera benar benar tak ingin melewatkan kesempatan yang di janjikan suaminya. Hera harus bisa menargetkan diri agar bisa hamil.

"Dokter, bagaimana? Apa masih ada harapan bagi saya untuk bisa hamil?" tanya Hera.

"nyonya Hera, sebenarnya itu susah. Kandungan anda sangat rentan dan sulit hamil. Jadi, benih tuan Wira seakan kesulitan untuk Membuahi sel telur anda." jawab Dokter.

"lalu, bagaimana caranya agar saya bisa hamil secepatnya?" tanya Hera benar benar tak sabar.

"hanya ada satu, yaitu inseminasi buatan. Mengingat kualitas sperma tuan Wira, mungkin karena faktor usia." dokter menjelaskan.

"Tapi, dok? itu tidak mungkin. Mas Wira tak akan mau melakukan inseminasi buatan seperti yang di anjurkan. Dari pada membuat program seperti itu, Sepertinya mas Tama lebih suka mengubah istri dan cari istri baru. Dia tak mau ambil pusing. Jika para istrinya sudah tidak bisa ia gunakan untuk memproduksi anak, ya sudah itu di buang. Ganti yang baru. Aku tidak bisa memaksa mas Wira." Hera berkata dengan raut wajah sedih. Mungkin saja dia bisa untuk ikut program itu, tapi, rasanya sangat sulit untuk membujuk Wira untuk mau. Sudah sikap dan watak suaminya yang keras kepala, dan bahkan bisa di bilang tak akan perduli dengan nasib para istrinya.

"apa yang harus saya lakukan dokter?" Hera tampak putus asa.

"saya tidak bisa berbuat apa apa, nyonya. Semua tergantung nyonya dan tuan Wira saja." dokter ikut pasrah.

1
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
bukan hamil tapi mual ngebayangin malam pertama ketemu yang kisut😂
mince
terlalu pusing terus muntah
Galih Galvin
bagus Thor ceritanya tp masa iya harus nikah sama pak tua gak seru Thor
Akhmad Soimun: malah jadinya seru Kak,bikin penasaran bgt.. ini tuh si Fitri dibuat nggak bisa menjelaskan ke siapapun..jdi kita yg baca makin penasaran kira² kejadian apa yg bikin Fitri nggak jd istri Kakek Wira😃❤️❤️
Arish_girl: di simak aja kaka, pasti nanti akan seru
total 2 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
kenapa gak jujur aja Fitri biar tuh aki2 ga jadi nikahin kamu
mince
semoga fitri gak jadi menikah sama juragan wira
Arish_girl: iya kaka
total 1 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
astaga tuh kakek tua kapan ngacanya ya. cari istri ko ABG🙄
Yani Aulia
lanjut...mkin seru
Galih Galvin
dari pada Fitri nikah sama pak tua mending Fitri nikah sama cucunya yang lumpuh itu Thor
Akhmad Soimun
Fitri itu bwt cucu Anda Kakek, Anda gak pantas di bilang baik karna matanya terlalu jelalatan
mince: fitri jangan sampai menikah dg juragan tama mendingan sama devan aja yg seumuran biarpun lumpuh kan masih bisa srmbuh
total 1 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
bagus ceritanya
Yani Aulia
ayooo lnjutt,seru. semangat
Ibrahim Efendi
sejauh ini, saya suka ceritanya. gak bertele-tele dan gak mendramatisir yang gak perlu. alur cerita mengalir normal. pemilihan kata/bahasa juga cukup baik.
mince
lanjut kak ceritanya bagus
Arish_girl
bagaimana karya ini menurut pendapat anda? silakan tinggalkan jejak di kolom komentar dan bagikan ulasan anda agar author tambah semangat dalam berkarya. Jangan lupa rekomendasikan karya ini pada orang lain
mince: karyanya bagus kak
total 1 replies
Yani Aulia
semangat kk
Yani Aulia
ya
Yani Aulia
lanjutkan
Yani Aulia
ayoo
Yani Aulia
kasihan
Yani Aulia
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!