" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sidang
Zea hari ini tidak masuk kerja . Zea ingin segera mengakhiri permasalahannya . Bukan Zea tidak lagi berharap semua akan seperti dulu . Tapi keadaan yang tidak memihaknya . Dan Billy yang sudah tidak lagi menginginkan Zea . Meskipun Billy selalu mengatakan cinta kepada Zea .
Tapi Cinta itu tidak akan berkhianat apapun itu alasannya .
Zea memesan taksi online . Mobilnya masih berada di bengkel
" Ya ampun. Aku bahkan tidak meminta nomor ponselnya . Atau namanya saja aku tidak tahu . Astaga , semudah itu aku mempercayai orang " ucap Zea merasa bodoh .
Setelah sampai di pengadilan agama . Zea sudah di tunggu oleh pengacara nya .
" Semua bukti sudah saya siapkan ibu . Apakah suami Ibu akan hadir ?" tanya Pengacara Zea .
" Entahlah . Biarkan saja . Dia tidak datang akan lebih baik " ucap Zea .
Billy saat itu juga ijin untuk tidak berangkat bekerja . Billy akan menghadiri sidang mediasi . Billy tidak ingin berpisah dari Zea . Apapun alasannya . Billy tidak ingin kehilangan cinta Zea .
" Aku memang bodoh Ze . Aku bodoh " Billy merutuki dirinya sendiri .
Di dalam perjalanan . Billy selalu dalam rasa penyesalan . Tapi rasa sesal itu percuma . Zea sudah kekeh untuk berpisah Dari Billy .
Drt drt drt
Billy mendapat sambungan telepon dari Sarah . Billy enggan untuk mengangkat telepon dari Sarah . Billy membiarkan ponselnya berdering berulang kali .
" Aku tidak akan membiarkan kamu merusak rencanaku Sarah " ucap Billy .
Ting
" Aku butuh kamu sekarang Billy . Perut aku terasa kram dan sakit sekali Billy . Aku tidak ingin anak kita kenapa-napa Billy . Aku mohon angkat telponnya " isi pesan Sarah .
Billy membacanya . Billy lalu menyugar rambutnya . Di satu sisi Billy ingin berjuang untuk rumah tangganya . Di satu sisi ada anaknya yang sedang membutuhkannya .
Billy lalu melajukan mobilnya . Menuju tempat Sarah . Saat itu Sarah sedang berada di luar .
" Terima kasih Billy kamu sudah datang " ucap Sarah tersenyum sembari menahan sakit perutnya . Wajah Sarah benar-benar pucat saat itu .
" Kenapa kamu bisa teledor . Apa yang kamu lakukan ?" tanya Billy
" Semalam aku tidak bisa tidur . Aku memintamu untuk menemaniku . Tapi kamu menolak ku " ucap Sarah .
" Aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang " ucap Billy .
Billy lalu membawa Sarah ke mobilnya . Sarah merasa mual dan juga pusing jika di pagi hari . Bahkan Sarah tidak bisa mencium bau yang sangat menyengat . Nafsu makan Sarah juga berubah .
" Apa kamu sudah sarapan ?" tanya Billy .
Sarah hanya menggeleng .
" Kenapa belum ? Kamu itu sedang hamil Darah . Jangan sampai kamu sakit . Ada anak kita di sini " ucap Billy menyentuh perut Sarah .
" Kita akan mencarikan mu makanan . Sebelum kita pergi ke dokter " ucap Billy .
Sidang akan berlangsung 2 jam lagi . Billy yakin , jika Billy bisa membagi waktunya .
" Aku nau makan itu Bil " ucap Sarah .
Sarah menunjuk sebuah gerobak gado-gado .
" Kamu mau makan itu ?" tanya Billy .
Sarah mengangguk dan tersenyum .
Billy semakin menyayanginya setelah Sarah hamil . Sarah semakin bahagia mendapat perhatian lebih dari Billy .
Meski nanti menjadi istri kedua . Tapi Sarah akan membuat Billy selalu bersamanya .
Billy pernah berkata kepada Sarah . Jika Sarah akan di jadikan istri kedua . Tapi ternyata Zea sudah lebih dulu mundur . Tentu saja Sarah semakin senang .
Zea menunggu seraya berdiskusi kepada pengacaranya .
" Jika nanti pak Billy datang . Dan pak Billy menolak perpisahan ini . Mungkin akan cukup memakan waktu " ucap pengacara Zea .
" Saya minta tolong kepada anda Pak . Agar semua segera selesai " ucap Zea .
" Maaf Ze , aku terlambat " ucap Kikan berlari menghampiri Zea
Kikan lalu memeluk Zea . Simbok juga bersama Kikan . Kikan tahu jika ini adalah hal berat yang harus di lalui Zea . Kikan tidak akan membiarkan Zea sendirian .
" Ze , Sorry kamu nggak akan marah kan sama aku ?" tanya Kikan menatap Zea lekat .
" Nggaklah Kikan . Cuma terlambat gitu doang aku marah. Lagian ya , aku itu nggak papa " ucap Zea .
" Bukan itu Ze " ucap Kikan .
" Lalu ? Nggak usah mode serius gitu deh . Buat aku jadi penasaran. "ucap Zea memaksakan senyum .
" Zea " sapa Seseorang yang sangat Zea rindukan .
" Mama " ucap Zea lirih .
Mama Zea lalu memeluk Zea dengan erat . Air mata Mama Ranum luruh begitu saja . Zea juga ikut terisak . Tak percaya jika Mamanya akan ikut hadir di persidangannya .
Ranum Agatha adalah istri dari Seno Agatha . Mama Ranum di beri tahu oleh Simbok . Tapi sebenarnya bukan simbok yang memberitahu . Namun Mama Ranum yang selalu menanyakan keadaan Zea . Hingga mungkin karena perasaan ibu dan anak . Mama Ranum selalu ingin bertemu Zea . Meski Simbok selalu beralasan . Tapi sebagai seorang ibu . Mama Ranum mengerti jika Zea sedang ada masalah dengan Billy.
Dari cerita Simbok sebelumnya . Mama Ranum tahu kalau Billy sudah menyakiti anaknya .
" Maafkan Zea Ma " ucap Zea .
" Sudah sayang . Semua sudah berlalu " ucap Mama Ranum .
" Zea , sekarang apapun yang menjadi keputusan mu . Mama tidak menyalahkan mu . Mungkin ini yang terbaik untuk kamu . Kamu anak kuat dan hebat . Wanita kuat itu tidak boleh cengeng " ucap Mama Ranum yang selalu menganggap putrinya itu sebagai anak kecil .
Zea mengangguk lalu kembali memeluk Mama Ranum . Saat ini memang Zea membutuhkan Mamanya .
" Pulanglah nak . Mama sangat merindukan mu " ucap Mama Ranum .
" Tidak sekarang Ma . Maaf " ucap Zea .
Zea masih takut jika Papa Seno akan memarahinya . Dulu Zea sangat dekat dengan Papanya . Namun saat Zea memilih Billy . Di situlah Papa Seno berubah .
" Jangan khawatir dengan Papa mu sayang . Papa mu juga merindukanmu . Mungkin Papa mu terlihat keras . Tapi hatinya lembut sayang . Hanya egonya lebih kuat " ucap Mama Ranum.
" Aku akan pulang setelah masalah ini selesai " ucap Zea memaksakan senyum .
" Baiklah . Mama akan menemanimu sampai kamu selesai sidang " ucap Mama Ranum .
Zea memeluk Mama Ranum . Zea merasa ada kekuatan baru karena ada ibunya .
Sudah satu jam lebih . Namun Billy tidak juga datang . Akhirnya mediasi gagal . Dan Zea tidak ingin mediasi . Zea ingin semua segera terselesaikan .
Arron yang juga berada di sana . Turut menyaksikan sidang perceraian Zea . Gila, ya Arron memang sudah gola karena Zea . Tidak ada yang bisa menolak Arron . Tapi tidak dengan zea .
" Bantu dia sampai selesai . Segera percepat perceraiannya " ucap Arron kepada Kevin .
" Apa kamu gila Arron . Kamu boleh menginginkannya . Tapi jangan sampai kamu ikut campur urusan rumah tangganya . Dia belum menjadi janda Arron . Biarkan mereka menyelesaikan urusannya . Atau kamu mau di panggil pembinor ?" ucap Kevin .
Arron merasa kesal dengan ucapan Kevin . Tapi perkataan Kevin ada benarnya juga . Arron akan mencoba bersabar . Meskipun Arron tidak mungkin bisa .
" Tapi aku mau kamu awasi sidang perceraiannya " ucap Arron .
" Ya ya . Lakukan semua yang kamu inginkan " kesal Kevin .