NovelToon NovelToon
Suami Pengganti

Suami Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Jauh di lubuk hatiku, aku menolak pernikahan ini. Tapi bagaimanapun, aku tidak bisa mengecewakan kedua orang tuaku.

Aku terpaksa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai sama sekali. Ini di karnakan, pacarku yang akan menikah denganku, menghilang. Bisakah aku mengubah rasa terpaksa ini menjadi rasa cinta pada suamiku? Haruskah aku bertahan dengan orang yang dingin seperti Adya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

"Lepaskan saja Kaila, jika kamu memang tidak sanggup untuk menahan beratnya beban yang sedang kamu rasakan. Aku siap untuk meminjam bahuku, supaya kamu punya tempat untuk bersandar," kata mas Adya yang tiba-tiba menyadarkan aku, kalau aku sedang tidak sendirian.

"Mas ... mas Adya ...."

"Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Kamu tidak perlu menutupi apa yang kamu rasakan sekarang. Tumpahkan saja Kaila, dengan begitu, kamu akan meringankan sedikit beban yang kamu miliki."

Apa yang mas Adya katakan mungkin ada benarnya. Aku hanya ingin menangis saat ini. Beban yang aku rasakan terlalu berat untuk aku tahan.

Tanpa pikir panjang lagi, aku menangis di bahunya mas Adya. Menumpahkan apa yang selama ini aku simpan dalam hati.

Adya POV

Aku merasa kasihan dan prihatin pada Kaila sekarang. Ia terlihat sangat menyedihkan ketika ia menumpahkan apa yang ada dalam hatinya.

Gadis yang terlihat kuat dan mampu menutupi luka dari pandangan orang lain. Ternyata sangat menyedihkan, ketika menumpahkan apa yang ia rasakan.

"Aku tidak bisa membantu kamu dalam masalah yang kamu rasakan saat ini Kaila. Mungkin, aku bisa membantu kamu, menutupi luka yang telah ada dalam hatimu secara perlahan."

Mungkin, karna rasa sedih yang telah ia larutkan dalam air mata barusan, membuat Kaila lelah, sehingga ia tertidur di bahuku sekarang.

Wajah putih mulus ini, terlelap dengan sendirinya di bahuku. Membuat aku tidak tega untuk membangunkannya. Walaupun saat ini, mobil telah berhenti di depan rumah.

"Pak Ali, tolong keluarkan barang-barangnya duluan ya. Biarkan saja keluar nanti saja, setelah Kaila bangun."

"Baik Tuan muda," ucap pak Ali langsung melaksanakan apa yang aku perintahkan.

Lima belas menit telah berlalu. Pak Ali telah selesai mengeluarkan semua barang yang kami bawa. Tapi Kaila masih terlelap di bahuku.

"Tuan muda, sebaiknya, nona muda di pindahkan di kamar saja. Biar ia bisa lebih nyaman, dan Tuan muda juga bisa istirahat."

"Tidak perlu pak Ali, biarkan saja Kaila tidur dulu di sini. Saya gak papa kok."

"Lagian, nanti Kaila bisa bangun kalau saya pindahin," ucapku lagi.

"Tapi Tuan muda, Tuan muda tidak akan bisa beristirahat, jika nona tidak dipindahkan."

"Gak papa pak Ali, saya juga sedang istirahat sekarang."

Kaila membuka matanya secara perlahan. Mungkin ia terganggu, karna pak Ali yang begitu berisik.

"Di mana kita?" ucap Kaila sambil mengucek katanya perlahan.

"Ini .... kita sudah sampai ya? Kapan kita sampai?"

"Kita sudah sampai hampir tiga puluh menit yang lalu nona," kata pak Ali menjawab dengan cepat apa yang Kaila katakan.

"Ngak kok, kita belum lama sampai," kataku sambil menatap pak Ali dengan kesal.

"Ya ampun, maafkan aku mas, aku ketiduran cukup lama."

"Gak papa, kamu gak lama kok tidurnya. Ayo kita keluar, kamu bisa lanjutkan tidur mu di dalam."

Aku dan Kaila sama-sama turun dan melihat-lihat rumah kami.

"Gimana Lala? Apa kamu suka sama rumah baru kita? Yah, walaupun tidak terlalu luar dan tidak seindah rumah mama dan papa."

"Aku rasa, rumah ini sangat indah, mas. Suasana terlihat sangat asri dan nyaman. Semuanya tertata dengan rapi. Ditambah dengan udara yang sejuk dan segar. Aku rasa, ini sangat bagus," kata Kaila dengan sedikit senyum di bibirnya.

"Bagus deh, jika kamu menyukai rumah ini. Aku takutnya, kamu tidak suka dengan rumah yang aku pilih untuk kita tinggal."

"Siapa bilang aku tidak suka? Rumah ini sangat cocok dengan apa yang aku harapkan. Tidak terlalu besar, namun tertata dengan rapi."

Hati ini begitu bahagia ketika Kaila mengatakan suka dengan rumah yang aku beli dengan uang hasil kerja kerasku sendiri.

Ntah apa yang membuatku merasa nyaman dan tenang, ketika melihat senyum yang terlukis di bibir indah milik Kaila.

"Lho, apa yang kamu tunggu mas? Kenapa gak masuk sekarang aja? Aku ingin melihat di dalamnya seperti apa," kata Kaila membuyarkan lamunan sesaatku.

"Oh iya ya, ayo kita masuk!"

Kaila melihat setiap sudut rumah ini. Sedangkan aku hanya menjadi penonton saja, sambil mengikuti langkah kaki Kaila yang menyusuri rumah baru kami.

"Gimana Lala? Apa kamu suka dengan dekor dalam rumah ini?"

"Iya, aku suka dengan semua dekor rumah ini. Semuanya terlihat sangat serasi dengan cat dan gorden. Yang mendekor rumah ini, pasti punya jiwa seni yang luar biasa."

"Terima kasih atas pujiannya, nona," ucapku sedikit tersanjung.

Kaila menatap wajahku sambil mengerutkan dahi. Ia terlihat tidak mengerti dengan apa yang aku katakan barusan.

"Kaila, rumah ini aku sendiri yang mendekornya. Awalnya, rumah ini tidak bercatkan warna hijau. Tapi, saat aku tahu kalau kamu suka warna hijau, aku rubah warna catnya."

"Dari mana kamu tahu kalau aku suka dengan warna hijau?"

"Dari papa."

"Papa?"

"Iyah, papa. Sebenarnya, saat aku beli rumah ini. Aku tidak membelinya sendirian. Aku minta papa dan mama kamu membantu aku memilih rumah. Dan juga, aku minta mama dan papa kamu buat atur ulang semua yang ada di rumah ini."

Kaila tersenyum sambil berjalan mendekati aku.

"Ternyata, kamu gak dekor rumah ini sendirian ya," kata Kaila sambil mendekat dan mencubit pingangku.

"Auhhh ... sakit Lala. Kenapa kamu malah cubit aku sih?"

"Karna kamu telah membuat aku berpikir, kalau rumah ini didekor dengan keinginan kamu sendirian."

1
Qaisaa Nazarudin
COBA AJA KALO MAYA GAK SAKIT, PASTI DIA DAN BRAM UDAH SELINGKUH DI BELAKANG KAMU..
APA KATA BRAM TADI? CINTA SESAAT.. PENGEN NGAKAK AKU,APA BRAM AMNESIA? MALAH WAKTU ITU DIA SENDIRI NGAKU DENGAN MAYA DIA GAK MENCINTAI KAMU,NIKAH JUGA ORTU YG MAKSA,DIA BILANG TERGILA-GILA DENGAN MAYA,UDAH MAU NIKAH AJA MASIH SELINGKUH,ORANG KALO SEKALI SELINGKUH TETAP AKAN SELINGKUH,APAPUN ALESANNYA,DIA SUDAH MEMPERMALUKAN PIHAK KELUARGA WANITA..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
WKWKWKWKK APA KABAR DENGAN MAYA MU,YANG KATANYA KAMU EMANG UDAH GILA DAN CINTA MAYA SAAT PANDANG PERTAMA?? KAMU UDAH DI SELINGKUHIN MAYA,MAKANYA SEKARANG MAU JADI OENGEMIS UTK KAILA,GILA..😡
Qaisaa Nazarudin
Dan ingat satu lagi ,IPAR ADALAH RACUN,Apalagi mereka pernah ada hubungan,Bahkan sampai mau menikah..Tindakan Adya utk membawa isterinya pindah itu udah emang paling bener menurut..Berbalik pada Bram,Apapun alasan nya kabur waktu itu,tetap lah salah, Dia sudah mempermalukan pihak wanita..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Pantesan Bram pulang, Ternyata semua aksesnya telah di blokir sama papanya..Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Gampang banget ya dia bicaranya kek gitu setelah apa yg dia lakukan,Dan mempermalukan keluarga..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Kaila Bego..Moga aja kamu gak nyesel kalo sesuatu terjadi pada suami kamu,malah milih percaya sama wanita lain dari suami sendiri,dasar goblok..
Qaisaa Nazarudin
Mending kamu datangin tuh Jalang bersama mama mu, Selesaikan dulu dengan nya,Setelah itu baru kamu membujuk Kaila..
Qaisaa Nazarudin
Jadi CEWEK MURAHAN DAN JALANG aja BANGGA..Ckk memalukan kaum hawa aja kamu..
Qaisaa Nazarudin
Move on Kaila,Orang udah gak sudi ngapain masih di pikirin, Sekarang kamu harus bisa menjaga perasaan suami kamu,Jangan egois..Kadang apa yg kita kita inginkan belom tentu yg terbaik buat kita,Terima lah takdir mu dengan ikhlas,karena aku juga pernah berada di posisi mu..
Qaisaa Nazarudin
KAYLA SOSOK PILIHAN ORTU BRAM/ADYA ,UDAH PASTI KAYLA DI TERIMA BAIK DLM KELUARGA INI,TERUS GIMANA DENGAN NASIB NYA MAYA..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Moga aja Adya benaran baek ya sama Kayla..
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu Mas,dia bukan kakak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Yup aku setuju,di gantikan dengan yg lebih baik..
Qaisaa Nazarudin
Oh ku pikir Adya tuh adek..bagus dong kalo Bram itu yg adek..Biar kenak tuh Bram sama Adya dan keluarga nya,bikin malu aja,Jangan nyesel kamu setelah ini Bram..
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan sahabat namanya,Dasar Jalang..
Qaisaa Nazarudin
DASAR PENGECUT,SEMOGA MAYA ITU BUKAN CEWEK BAEK2 BARU TAU RASA KAMU,AKU TEPUK TANGAN DEH..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata adek kakak kah? Berarti Adya sebelum ini gak kenal calon kakak iparnya?
Santi
Lumayan
IRna Naa
Luar biasa
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!