.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Rias menoleh saat menyadari Isabella menyentuh pundaknya, dia memutarkan kepalanya dan kini mereka tengah saling pandang satu sama lain.
"Terima kasih ya..." kata Isabella dengan senyum ceria.
Rias ikut tersenyum menanggapi Isabella, "Seperti baru kenal saja, kamu tidak perlu sungkan seperti itu Isabella," Balas Rias dengan senyum hangat.
"Biarlah, izinkan aku memanjakan mu malam ini, kau hanya perlu menikmatinya saja," Isabella sedikit memijat punggung Rias, entah apa yang direncanakan oleh wanita itu membuat Rias sedikit curiga.
Dia hanya bisa tertawa kecil sambil mengikuti instruksi dari sahabatnya itu, Rias di giring untuk keluar rumah Isabella dan ternyata wanita itu membawanya hingga keluar pintu kediamannya.
Prank secara tidak langsung juga mengikuti Isabella, bagaimana mungkin bocah itu tidak mengikutinya. Wanita itu pergi membawa ibunya begitu saja tanpa memberitahukannya terlebih dahulu, untung saja Frank cukup cepat menyadarinya dan bisa segera menyusul ibunya.
Dia tidak banyak bicara dan hanya mengikuti dari belakang, Frank tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi namun dia cukup penasaran dengan hal tersebut.
"Kamu bisa pulang terlebih dahulu, nanti jam 9 kamu datang ya. Kita akan makan malam bersama, dan kamu tak perlu menyiapkan apapun," Kata Isabella memberitahukan maksudnya.
Entah sedang kerasukan atau apa tapi sungguh tidak biasa Isabella memperlakukan Rias seperti itu, dia sedikit menanam curiga berpikir bahwa wanita itu memiliki maksud lain kepadanya.
"Ada angin apa sampai kau mau melakukan itu semua? apakah kau mendapatkan seorang pria kaya?" goda Rias yang berhasil mendapatkan pukulan ringan dari Isabella.
"Sembarang, Kau berpikir terlalu banyak Ris! a - aku cuman sedang senang saja," wajah Isabella sedikit tersipu malu saat mengatakan hal tersebut.
Rias hanya bisa tertawa kecil, kemampuan sahabatnya itu dalam berbohong sungguh buruk. Namun dia tak mau merusak suasana hati Isabella yang terlihat sangat senang, apapun alasan wanita itu dia yakin kalau itu takkan buruk baginya.
"Baiklah kalau begitu, aku dan Frank pamit pulang terlebih dahulu. Kau jangan sampai merengek untuk minta bantuan ya... hahaha," lagi-lagi Rias menggoda Isabela dan membuat wajah wanita itu tersipu malu.
"Pergi kau Rias!! Hmph!" Isabella langsung menutup pintu kediamannya karena tak kuasa lagi menahan rasa malunya, sahabatnya itu benar-benar sangat jahil.
Dia mendengus kesal dan pergi menghampiri David di kamarnya, bocah kecil itu masih sibuk dengan permainannya seorang diri. Seperti hanyut dalam dunianya sendiri bahkan kepergian prank pun tak disadarinya, Isabella hanya tersenyum kecil memperhatikan tingkah lucu dari putranya itu.
Senyuman itulah yang selalu menjadi penyemangat hidup bagi Isabella, bahkan dia rela menukar segala yang dimilikinya hanya untuk melihat saat-saat seperti itu.
Isabella menghampiri putranya dan duduk disamping bocah yang tengah asik bermain itu, entah kedatangannya disadari atau tidak namun pria kecil itu tetap fokus pada mainannya.
Salah satu cara untuk membuat David tersadar adalah ikut bermain dengannya, tentu saja dia akan sadar jika ada orang lain yang masuk ke dalam permainannya.
Beberapa menit Isabella lalui dengan bermain bersama putranya, Sekarang dia sudah bukan remaja lagi. Menemani anak kecil cukup menguras energi nya, akhirnya Isabella memilih untuk beristirahat sebentar sambil menyelonjorkan kakinya.
"Sayang... mau membantu Mama?" tanya Isabella kepada David yang ikut menyelonjorkan kakinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..