NovelToon NovelToon
SECRET BABY

SECRET BABY

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Pernikahan Kilat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:621k
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Follow IG @Sensen_se

Tak kunjung hamil, Sofia harus menerima hinaan, cacian, gunjingan dari suami beserta keluarganya. Sofia tidak tahan, ia kabur setelah tepat dua tahun pernikahannya.

Reza Reynaldi—suami Sofia menganggap, wanita itu tidak akan pernah bisa bertahan dengan kerasnya hidup di luar sana. Karena selama ini, Sofia hanya menjadi ibu rumah tangga saja.

Siapa sangka, mereka dipertemukan lagi 8 tahun kemudian, dalam kondisi yang berbeda. Sofia menjadi wanita karir yang hebat didampingi seorang anak kecil berusia 7 tahun yang memiliki talenta luar biasa.

Penyesalan besar pun seketika merajai hati Reza, ketika tahu bahwa itu darah dagingnya. Ia bertekad untuk mengejar cinta Sofia lagi.

Akankah mereka bisa bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Curiga

“Mas Tama!” pekik Sofia terkejut dengan tubuh terhuyung dari ke depan. Seatbelt yang terpasang, tentu melindungi tubuhnya terbentur dashboard mobil.

“Brak!”

Belum pulih dari keterkejutannya, Sofia  mendengar benturan keras yang menghantam belakang mobilnya. Tubuhnya pun terlonjak dan kembali terhuyung ke depan. “Astagfirullah!” seru Sofia dengan napas tersengal-sengal.

“Sofia, Sofia! Kamu tidak apa-apa?” Maafkan aku,” cecar Tama khawatir bergegas melepas sabuk pengaman dan hendak mendekati Sofia.

Akan tetapi, gedoran di kaca jendela segera menyadarkannya. Tama keluar dari mobil, sudah ada wanita cantik yang kini menjulang tinggi di hadapannya.

“Kau punya mata tidak? Ini area tidak boleh stop sembarangan! Mana ngerem mendadak pula!” teriak wanita itu menggebu-gebu. Jelas, ia tidak mau disalahkan.

“Maaf. Saya akan bertanggung jawab,” sahut Tama melenggang ke belakang, melihat seberapa kerusakannya. Ia kembali menemui wanita berpakaian sexy itu. “Silakan bawa ke bengkel. Saya yang akan membayarnya. Ini kartu nama saya,” tegas Tama menyodorkan kartu nama.

Tak kunjung mengambil, Tama meletakkan kartu nama itu dengan paksa di telapak tangan wanita cantik itu. Lalu berbalik untuk segera kembali masuk ke mobil.

“Sofia, kamu baik-baik saja?” tanya Tama khawatir.

“Hmm, hati-hati, Mas,” balas Sofia masih mengatur debaran jantungnya yang berlarian. “Bagaimana mobil di belakang, Mas?” sambungnya dengan tatapan sayu. Ia masih benar-benar syok.

“Sudah beres. Maaf ya, Sofia. Nanti aku benerin kerusakan mobil kamu,” ucap Tama merasa bersalah.

Sofia masih merasa sesak, ia hanya mengangguk tanpa bersuara. Mobil kembali berjalan normal, walaupun bemper mobil belakang Sofia penyok.

Bukan menuju kediaman Reza, melainkan berhenti di sebuah restoran. “Tunggu sebentar. Aku mau beli minuman dulu,” pamit Tama bergegas keluar meninggalkan Sofia di dalam mobil.

Tak berapa lama, Tama kembali dengan dua cup kopi dan satu botol air mineral. Tama segera membuka segelnya dan memberikan pada Sofia. “Minum dulu, Sofia,” ucapnya.

Tangan Sofia gemetar menerimanya. Memilih minum air mineral dalam beberapa kali tegukan kasar. Sedikit menenangkan hatinya yang gusar. Napasnya pun perlahan berembus dengan normal.

“Hati-hati, Mas,” ujar Sofia memperingatkan.

“Iya, aku ... aku hanya terkejut,” sahut Tama menjadi salah tingkah. “Nggak apa-apa ‘kan istirahat sebentar? Mau keluar?”

“Enggak udah di sini aja.” Meski dalam hati Sofia ingin segera sampai ke rumah Reza, tetapi ia tidak bisa memaksa. Lagi pula, kaki kanannya semakin berdenyut nyeri. Ia sendiri tidak bisa menyetir saat ini. Mereka butuh waktu sejenak untuk menenangkan diri.

\=\=\=\=°°°\=\=\=\=

“Nah! Kita sampai! Ayo turun!” ajak Reza.

Nino mengamati rumah dua lantai itu. Tidak terlalu antusias, masih kepikiran dengan ibunya yang sampai saat ini belum ia dengar kabarnya.

“Kenapa? Ayo masuk. Kita tunggu mama di dalam!” Reza masih berusaha merayu.

“Tolong telepon mama, Om. Aku mau bicara,” ucap Nino masih duduk di tempatnya.

Reza tampak menghela napas kasar. Rupanya Nino cukup keras kepala dan tidak mudah percaya begitu saja. Kemudian meraih ponsel dengan malas. Menekan panggilan untuk Sofia dan menyerahkan pada Nino usai menekan tombol loudspeaker. Ia penasaran akan tanggapan Sofia.

“Halo, Ma. Assalamu’alaikum. Ini Nino. Mama di mana? Mama baik-baik saja ‘kan? Nino di rumah Om Reza. Maaf, Nino ninggalin mama sendirian. Apa mama bisa menyusul ke sini?” cecar Nino tiada jeda ketika mendengar suara Sofia di ujung telepon. Ia benar-benar khawatir pada wanita yang melahirkannya itu.

“Wa'alaikumsalam, Sayang. Iya, ini mama di jalan mau nyusul kamu. Tetap di sana ya, Nak. Jangan ke mana-mana,” perintah Sofia dengan lembut.

“Baik, Ma. Hati-hati ya. Mama sendiri?”

“Enggak, Nak. Mama sama Om Tama. Yaudah, Mama jalan dulu ya,” sahut Sofia lalu segera mematikan ponselnya.

“Udah, Om. Terima kasih.” Nino mengembalikan ponsel Reza sembari menunduk.

Reza mengangkat dagunya, hingga kini manik sendu Nino, menatap nanar. “Sama-sama. Jadi, sekarang percaya ‘kan sama Om?”

Nino hanya mengangguk. Barulah ia mau turun dan masuk ke dalam rumah minimalis itu.

“Nino! Sambil nunggu mama, kamu tidur di kamar om ya. Sepertinya kamu lelah. Istirahatlah,” ujar Reza sembari membuka pintu.

“Mm, terima kasih, Om.”

Reza meninggalkan Nino di kamar. Ia sendiri tengah membersihkan diri di kamar lain.

Nino memang tak semudah itu percaya. Ia penasaran ada hubungan apa antara mamanya dan juga pria itu. Bukankah mereka baru bertemu akhir-akhir ini. Tapi, kenapa sang mama begitu mengenalnya? Begitulah keramaian isi otak dan hati Nino.

Dengan langkah pelan, Nino mengedarkan pandangan ke kamar luas bernuansa abu-abu dan hitam itu. Hingga langkahnya terhenti ketika menemukan beberapa foto dalam bingkai kecil di atas nakas.

Nino meraihnya, keningnya mengernyit ketika melihat wajah tak asing dalam foto tersebut.

“Mama? Om Reza?” gumamnya berpikir keras.

Bersambung~

1
Yus Nita
bak kata pepatah y..
buah jatuh gakjauh dati pohon ny
Yus Nita
bantu jawab y nino
itu orng stress yggaknerima kenyataan 😃😃😃
Yus Nita
preetttt...
Yus Nita
mampis lo kan Reza. .
Yus Nita
anak dan ibu sama saja kelakuan n
mirissssss
Yus Nita
ini model suami yg di rindu kan Neraka.
jijik melihat istri yg menutuo aurat ny.
maalah bangga dengan yg memperronton kan tubuh ny pada orang lain.
Katherina Ajawaila
Reza, ngk salah tuh nyebut lg sofia ku, jijik x, ngimpi ya
Katherina Ajawaila
sombong nua jd suami, ngk mikir makmur nya suami itu juga pasti karnaseport istri, kalau suami mau jujur y
Yuliana Purnomo
ceritanya mau menjebak Sofia,, hahahah kalah telak yani,, yg ke jebak anknya sendiri
Yuliana Purnomo
kalau reza cerdik,, selama seminggu bersama Nino,, ambil kek rambut nya untuk tes DNA,, kalau dia penasaran Nino anak siapa?
Yuliana Purnomo
ampun ampun deketin ank kecil,, haknada kalem. kalemnya yaa disangka penculik lah
Yuliana Purnomo
kalah sm anaknya (Reza) ,, pengertian nya tingkat dewa walaupun masih kecil
Yuliana Purnomo
karakter reza emang sepayah itu yaa,, walaupun udah pisah lama,, tapi kog masihh aja egois nya ituuu looh
Yuliana Purnomo
haleeeehh sekarng aja nyebut Sofia ku,,, kemarin kmren ngapain aja bung
Yuliana Purnomo
halaahhhhh reza reza,, kasep kamu baru menyadari betapa pentingnya kehadiran istri mu
Yuliana Purnomo
tunggu aja,, gak lama lagi kamu bakalan menyesal
Adelia Rahma
Luar biasa
Mazree Gati
UNTUNG BACA ENDINYA DULU,, RUJUK,, MENGECEWAKAN
@ni
t o p b g t ❤️❤️❤️❤️❤️
Omha Achun
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!