NovelToon NovelToon
Tante Melinda

Tante Melinda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:224.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Alur cerita maju mundur cantik, jadi perhatikan beberapa keterangan yang menyertai setiap bab.

***

Aku wanita biasa, yang tidak pernah puas dengan apa yang Aku miliki.

"Di rumah, Aku adalah seorang istri yang baik dan patuh. Tapi jika di luar rumah, Aku adalah Aku. Apa Aku tidak normal?" tanya Melinda dalam hati.

Melinda sadar, ada sesuatu yang tidak biasa yang dia rasakan sejak kecil.

Dan itu ada hubungannya, dengan kejadian yang dialami Linda, sewaktu masih kecil dulu.


***

Yuk lanjut baca.
Jangan lupa, fav and like ya gaess👍👍🙏🙏
Kasih giff and vote juga, biar TK tambah semangat ✍️✍️✍️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemikiran Yang Bagus

"Bagaimana Rom?"

Romi kembali sadar dari lamunannya tentang Linda, saat pertanyaan yang diajukan oleh Pak Bos kembali dia dengar.

"Emhhh... itu, itu Saya... Saya belum bisa memutuskan Pak."

Akhirnya, Romi menjawab pertanyaan dari pak Bos-nya itu, dengan alasan agar dia bisa berpikir terlebih dahulu, sebelum benar-benar bisa memutuskan apa yang akan dia katakan, sebagai jawaban atas tawaran tersebut.

"Baiklah. Aku berharap, Kamu secepatnya menjawab ini. Karena waktunya tidak bisa diundur-undur."

Pak Bos memberikan tegang waktu pada Romi, agar dia bisa memikirkan kembali tawaran yang tadi.

"Ingat Rom. Kamu juga tidak boleh bicara tentang ini, pada siapapun juga."

Pak Bos, memberikan pesan dan mewanti-wanti Romi, agar tidak lepas bicara, pada yang lain.

"Baik Pak. Kalau begitu, Saya permisi dulu," ucap Romi, yang masih bisa bersikap seperti biasanya, meskipun tidak di dalam hatinya.

Begitu Romi keluar dari ruangan pak Bos-nya, dia segera mendapatkan beberapa pertanyaan dari teman-temannya, yang tentunya ingin tahu, ada apa dengan dirinya, sehingga di panggil ke dalam ruangannya pak Bos.

"Ada apa Rom?"

"Memang ada pekerjaan yang gak beres?"

"Kamu dapat bonus ya Rom? Jangan lupa bagi-bagi ya!"

Romi hanya menanggapi semua pertanyaan yang diajukan oleh teman-temannya itu, dengan sebuah senyuman saja.

Dia sendiri tidak tahu, bagaimana cara menjawab dan menjelaskan pada mereka semua, dengan tawaran yang diberikan oleh Pak Bos tadi.

Tapi Romi juga berpikir bahwa, dia tidak perlu bicara dan menceritakan tentang kejadian yang tadi ada dj dalam ruangan pak Bos-nya.

Dia juga tidak mau, mengumbar aib pak Bos dan adiknya, yang saat ini sedang hamil tiga bulan.

Berarti, perut adiknya pak Bos, juga sudah mulai kelihatan membuncit. Karena kehamilan sudah ada tiga bulan.

Romi mengeleng beberapa kali, saat membayangkan bagaimana keadaan dirinya, jika sampai menerimanya tawaran tersebut.

Itu artinya, dia akan kehilangan kesempatan, untuk bisa menikah dengan Linda.

Kekasihnya, yang sangat dia cintai.

"Hai Rom!"

Romi terkejut, dengan panggilan temannya, dengan menepuk pundaknya juga.

"Eh, ada apa?" tanya Romi bingung.

"Ah, Kamu ini malah melamun sendiri." Sahut temannya yang lain.

"Hehehe... maaf. Udah ah, yuk balik kerja!"

Romi mengalihkan perhatian teman-temannya itu, dengan mengajak mereka kembali untuk bekerja.

Dia juga tidak mau jika, teman-temannya itu akan mempengaruhi segala sesuatu, yang ingin dia lakukan, sebagai langkah untuk membuat keputusan yang dia ambil nanti.

*****

Di desa Linda, sedang gencar-gencarnya kasus pencurian.

Sudah beberapa malam ini, selalu terjadi pencurian.

Dan tentunya, pencurian itu terjadi di rumah yang berbeda-beda, dan juga pada warga yang termasuk berada, atau kaya.

Karena kasus pencucian ini membuat warga desa merasa tidak tenang dan nyaman, akhirnya, di buat beberapa kelompok warga, untuk melakukan ronda atau jaga malam, secara bergantian, bersama dengan para hansip dan polisi.

Kepala desa, sudah membuat laporan ke kantor polisi, dan meminta bantuan pada pihak kepolisian juga, agar mau memantau desanya, yang saat ini sedang tidak aman dari para pencuri.

Para pe_ronda malam, akan berkeliling secara berkelompok, di wilayah masing-masing, sesuai dengan RT masing-masing juga.

Sedang polisi yang bertugas, hanya membantu menemani mereka, dan berkeliling dari RT satu ke RT yang lainnya.

Di RT tempatnya Linda, juga melakukan hal yang sama, seperti di RT yang lain.

Untuk menemani beberapa warga yang bertugas jaga malam, para ibu-ibu, secara sadar dan bergiliran juga, memberikan beberapa camilan dan minuman, baik teh atau kopi, sebagai teman meronda.

Para laki-laki yang bertugas jaga, juga bergantian, dan tidak semuanya mendapat tugas secara serempak.

Ini karena, mereka harus pergi bekerja juga pada siang harinya.

Itulah sebabnya, tugas para laki-laki, juga hanya beberapa, dan dibagi-bagi. Dalam seminggu, satu orang hanya akan menerima satu malam untuk berjaga.

Bapaknya Linda, juga mendapat tugas untuk berjaga malam.

Dan malam ini, adalah giliran bapaknya Linda.

"Bu. Bapak mau ke pos penjagaan ronda dulu. Nanti, jika sudah jam sepuluh, kirim kopi ya, buat teman melek, bareng yang lain."

Ibunya Linda, mengangguk mengiyakan permintaan suaminya itu.

"Kalau gak berani datang ke pos ronda sendiri, ajak Linda atau adiknya itu. Biar ada temannya," kata bapaknya Linda, memberi pesan yang nanti harus dilakukan oleh istrinya.

"Iya Pak."

Kali ini, ibunya Linda menjawab dengan mengiyakan, permintaan dari suaminya, yang dia juga tahu, jika bukan hanya dia saja nantinya yang akan datang untuk mengirimkan makanan atau minuman di pos ronda.

Biasanya, yang datang memberi makanan dan minuman, adalah ibu-ibu, yang suaminya sedang ada jadwal berjaga malam.

Sama seperti yang akan dilakukan oleh ibunya Linda juga.

Setelah kepergian suaminya, ibunya Linda segera pergi ke dapur, dan menghidupkan kompor minyak tanah.

Dia akan merebus singkong, yang dia ambil dari kebun belakang rumah tadi pagi.

"Lin. Linda!"

Dari dapur, ibunya memanggil-manggil nama anaknya, Linda.

"Ya Bu. Ada apa?"

Linda segera datang, dan bertanya kepada ibunya.

"Bantu Ibu kupas singkong ini. Buat teman kopi bapak di pos ronda nanti."

Tanpa banyak bicara, Linda segera duduk, di bangku pendek, yang terbuat dari kayu. Dia ikut membantu ibunya, mengupas kulit singkong.

"Lin. Ibu lihat, ada beberapa polisi yang masih muda. Sepertinya mereka juga belum menikah. Apa Kamu tidak tertarik, punya suami polisi?"

Tiba-tiba, ibunya bertanya pada Linda, tentang keinginan menikah dengan seorang polisi.

"Ibu ini apa sih. Mana mau pak polisi dengan Linda, yang hanya orang desa dan tidak punya pendidikan tinggi."

Linda memberikan sebuah jawaban, yang menurutnya sangat baik, karena itu akan membuat ibunya itu, tidak lagi mempunyai angan-angan yang tinggi.

Mungkin saja saat ini, ibunya itu sedang berpikir untuk memiliki seorang menantu polisi.

Itu akan menaikan harga diri keluarga mereka. Karena ada anggota keluarga yang menjadi seorang abdi negara,yaitu polisi.

Sebuah profesi yang masih jarang ada, di desanya Linda.

Jadi, orang-orang di desa, akan menghormati seseorang yang memiliki profesi yang menurut mereka sangat mulia.

Karena tugas polisi, selain berjaga di jalan sebagai polisi lalu lintas, dia juga bertugas untuk menjaga keamanan, dan keselamatan para warga masyarakat di tempatnya bertugas.

"Siapa bilang tidak mau? Kamu itu cantik Linda. Jangan sia-siakan kecantikan Kamu itu, dengan alasan cinta."

"Kamu bisa mendapatkan suami yang punya pangkat, dan akan dihormati juga Kamu nantinya."

Ibunya Linda, kembali mempengaruhi anaknya, agar bisa berpikir jika, Linda harus bisa memanfaatkan dirinya, dengan kecantikan yang Linda miliki, untuk bisa mendapatkan seorang suami yang berpangkat dan kaya.

Setidaknya, dengan menikahi seorang polisi, Linda akan hidup dalam kebahagiaan karena terjamin biaya hidupnya, dari gaji suaminya nanti.

Begitulah kira-kira, pemikiran ibunya Linda malam ini.

1
Senajudifa
good linda...jg semangat ya thor
Senajudifa
alah...mending keluar aj lin
Senajudifa
lamax aku ngga mampir thor
Senajudifa
kapok aj jahat banget sih
Senajudifa
lamanya aku nggak mampir thor
Senajudifa
orang ngga guna gitu buang aj kelaut
Senajudifa
ooo kurang ajar pamanx romi nih😡😡
Senajudifa
apa lg pamanx romi nih
Senajudifa
betul itu lin
Senajudifa
apa maksud pak yus nih
Senajudifa
terlambat atuh mang😁😁
Senajudifa
ngga rudi ngga pamax romi sama aj
Senajudifa
aku dukung km balik sm romy lin setor 5 bab thor maaf y skrng jarang hadir
ZasNov
Terima kasih banyak ya Kakak Author, sudah menulis novel yang bagus & mengandung banyak pesan yang baik..
Semoga novelnya semakin banyak readersnya..😄
Semangat ya Kakak, siap meluncur ke novel lainnya Kak..🤩
ZasNov
Setuju banget Kakak Author 😄👍
ZasNov
Wah mantap tuh hukuman buat Pak Rudi dan Pak Komarudin.. Akhirnya mereka mendapatkan balasan atas perbuatan buruk mereka..😄👍
ZasNov
Syukurlah.. Akhirnya trauma Linda gara Pamannya Romi bisa sembuh juga..🤗
ZasNov
Usut sampai tuntas, jangan biarkan pencurinya lolos y.. 😎
ZasNov
Pamannya Romi akan bersikap bagaimana ya saat dijenguk nanti, terlebih saat melihat Linda yang sempat diguna2 olehnya...
ZasNov
Kakek nenek biasanya memang selalu lebih manjain cucu dibanding anaknya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!