BAB 01.risti putri
di pagi hari yang masih buta,seorang gadis cantik nan mungil,sudah berkutat di dapur untuk memasak,ya dia adalah risti,si gadis mungil,sebelum berangkat kesekolah,dia sudah terbiasa bangun pagi/subuh,untuk membereskan rumah dan memasak,dia tinggal bersama tantenya mia,tantenya mempunyai anak,nama anak tantenya marwah aulia dewi,tapi mereka tidak akur,karna marwah selalu iri pada risti,karna banyak cowok di sekolah mereka menyukainya...
"ahirnya selesai juga kerjaannya,huft,capek banget,ya,gimana lagi,namanya numpang" kata risti sambil senyum....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhytri Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
ke esaokan harinya,risti yang sedang memasak,dan bik ani dan yang lainya membereskan rumah,sementata nia dia melihat minyak panas di dekat risti...
karna hari ini hari libur,risti yang memasak semuamya untuk tuan dan nyonyanya,beserta untuk semua teman kerjany,bik ani yang melihat risti bahagia karna memasak tersenyum melihat risti,tanpa sengaja bik ani melihat nia yang mengambil minyak panas di dekat risti...
bik ani berjalan mendekati risti bersamaan dengan nia yang akan menyiram minyak itu ke risti...
akhhhh panasssss
bukan risti yang berteriak apa lagi bik ani,ya yang berteriak adalah tersangka yang ahirnya menjadi korban,siap lagi kalo bukan nia...
dan pahlawan yang menolong risti adalah Adam,ya adam juga melihat itu,tanpa aba2 adam langsung menahan tangan nia,dan menyiram kembali nia dengan tangan nia di kendalikan tangan besar adam...
semua yang ada di sana menuju ke suara itu,sementara adam langsung ke toilet karna tidak tahan ingin buang air,karna niat adam memang ke kamar mandi belakang,tpi mendapat pemandangan yang tidak enak...
bima dan orang tuanya juga ke sana..sementara risti gemetar dan ketakutan..
"astaga ada apa ini teriak2,nia kenapa wajah mu seperti itu" inda mengedarkan pandanganya ke inda dan bergantian ke risti...sementara bima melihat risti ketakitan..
semuanya hanya diam saja
"risti menyiram saya nyonya pake minyak goreng" bohong nia,sementara yang lain kaget,apa lagi bik ani,yang melihat dengan jelas kalo nia lah yang ingin menyiram risti...
"bohong nyonya,nia bohong sebenarnya nia lah yang ingin menyiram risti,tpi entah kenapa jadi nia yang kenna"jawab bik ani membela risti..
"bik ani jngn bohong,di sini tidak ad bukti kalo saya yang ingin mencelakai risti,bik ani liat sendiri kan kalo tempat minyak ad di tangan risti" padahal risti cuma bantu nia mengambil tempatnya itu...
sementara nyonya indah dan pak ariya jadi bingung,karna memang sekarang risti memegang tempat itu,di sisi lani mereka tidak yakin...
bima yang di sana hanya memantau apa saja yang akan mereka katakan..sedangkan adam yang selesai dan keluar kamar mandi langsung heran,kenapa banyak orang berkumpul...
"ternyata risti bisa sekejam itu pada nia,walaupun nia sering menghina dan menyakitinya,tapi dengan cara menyiram nia dengan minyak panas itu sangat kejam" gumam sala satu maid kepada temanya.dan itu di dengar adam
"sial,kenapa mereka membicarak risti" adam pun ke sana dan mendengar nia memprofokasi semuanya...
"ohhh,jadi kalo tadi saya tidak memegang tangan mu dan menyiram balik,apa kah risti akan di salahkan dan menuduh dirinya menyiram dirinya sendiri" sontak semua orang berbalik ke arah adam..
sedangkan nia membeku ketakutan,bukanya harusnya adam pergi,kenapa di sini...
"maksud kamu apa adam" tanya inda dan ariya bersamaan..
ahirnya ada mengatakanya...
indah sangat marah pada nia,bisa2x dia ingin melukai risti,dan lagi memfitnahnya..
"nia sekarng kamu keluar dari sini,jangan pernah menginjakan kaki mu di sini,kamu saya pecat,saya tidak membutuhkan orang yang tidak tau diri di sini untuk kerja" geram indah pada ani,ariya dan bima juga emosi pada nia...
sedangkan risti masih ketakutan dan gemetar,bima yang melihatnya langsung menggedongnya...nia yang melihat itu dengan tidak tau malunya "aku yang di siram harusnya kamu menggendongku bimaaa" teriak nia
plak plak plak plak.." dasar tidak tau malu" geram indah.
"telfon polisi,dan serahkan dia ke sana" timpal ariya,adam tersenyum sinis ke arah nia..
BERSAMBUNG