Laras Kinanti pergi mengadu nasib ke Ibukota, untuk mencari keberadaan suaminya yang menghilang tanpa kabar.
Pencarian Laras berujung luka, karena suami yang ia cari itu menikah dengan Nadine Chandra, yang tak lain adalah putri majikannya.
Sanggupkah Laras bertahan dengan status sebagai pelayan madunya?
Mampukah dia menghadapi kekejaman suaminya sendiri?
Adakah kebahagiaan untuk Laras?
Karya ini kolaborasi dua Author Kece
Nazwatalita dan Jannah Zein.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14 BULAN MADU 2
Beberapa jam kemudian, mereka sampai di villa milik Nalendra. Nadine tersenyum lebar, begitu pun Galang. Rasa lelahnya terbayar sudah saat melihat pemandangan di area villa itu.
Udara yang sejuk dengan hamparan hijau khas daerah pegunungan. Tak jauh dari sana terlihat air terjun yang semakin mempercantik keindahan alam di sana.
Benar-benar tempat yang sempurna untuk mereka berbulan madu.
"Sayang, gimana? Keren, kan?" Nadine memeluk sang suami sambil tersenyum.
"Iya, Sayang, indah banget." Galang menatap sang istri sambil menghadiahkan satu kecupan di keningnya.
Kedua matanya menatap air terjun yang terletak tidak begitu jauh dari villa itu.
Tiba-tiba kejadian saat di toilet kantor itu terlintas di kepalanya. Pada saat ia memeluk dan mencium perempuan itu.
Galang segera menepis perasaan aneh yang tiba-tiba merasuk ke hatinya.
Galang menatap Nadine yang tersenyum manis padanya. Perempuan dalam pelukannya ini juga tak kalah cantik dari dia. Nadine hadir di hidupnya, saat Laras menggoreskan luka yang begitu dalam di hatinya.
Dua orang yang ditugaskan menjaga villa Nalendra datang menghampiri Nadine dan Galang.
"Selamat datang, Tuan, Nona." sapa mereka berbarengan. Mereka adalah sepasang suami istri yang merawat villa ini.
Nadine dan Galang tersenyum. Mereka berdua masuk ke dalam villa mewah itu. Sementara, sepasang suami istri yang merawat villa itu membawakan barang-barang majikannya yang masih berada di dalam mobil.
*****
Galang dan Nadine baru membaringkan tubuh lelahnya di tempat tidur. Mereka berdua baru selesai mandi.
Galang menatap wajah istrinya. Memindai wajah cantik perempuan itu. Bibirnya bergerak meraih bibir istrinya. Sejenak mereka terbuai, tenggelam dalam kelembutan bibir dan sapuan lidah yang menari dan saling membelit.
Galang melepaskan tautan bibirnya, saat tiba-tiba bayangan ketika dia mencium Laras kembali terlintas.
Sementara Nadine mengatur napasnya yang memburu, akibat ciuman suaminya. Perempuan itu menatap Galang penuh damba.
"Malam ini, aku ingin menjadi milikmu seutuhnya." Nadine menatap pria di depannya itu.
"Setelah beberapa malam kemarin kita gagal melakukannya," lanjut Nadine dengan wajah bersemu merah.
"Itu karena tamu bulanan kamu datang, Sayang. Kalau dia tidak datang, aku pasti sudah memakanmu." Galang menatap wajah cantik Nadine yang terlihat menggemaskan.
Perempuan itu memakai lingerie super seksi, yang memperlihatkan hampir seluruh bagian tubuhnya yang begitu menggoda. Galang menelan salivanya. Kemudian, tanpa basa-basi kembali meraih bibir istrinya.
Malam semakin dingin, tetapi, suasana di dalam kamar itu justru semakin panas. Sepasang pengantin baru itu memadu cinta dengan penuh gairah. Saling memberi kenikmatan dan saling memuaskan satu sama lain.
"Terima kasih, Sayang, karena kamu sudah menjaganya untukku." Galang mencium kening istrinya setelah permainan mereka berakhir.
Malam ini, akhirnya dia berhasil memiliki Nadine seutuhnya. Namun, ada sesuatu yang memicu gairahnya saat bermain dengan Nadine.
Wajah perempuan itu terlintas saat permainan panasnya dengan Nadine. Semakin jelas bayangan itu tampak di matanya, gairahnya terhadap Nadine semakin memuncak.
'Kenapa gairahku langsung naik saat membayangkan wajahnya?'
Galang memeluk tubuh Nadine. Menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru dia rasakan bersama perempuan itu.
****
Laras bangun dari tidurnya. Semalaman dia tidak bisa tidur. Bayangan saat Galang menciumnya di toilet kantor terus terlintas di kepalanya.
Dia mungkin memang masih mencintai pria itu. Namun, setelah apa yang pria itu lakukan padanya, sedikit demi sedikit rasa cintanya berubah rasa benci.
Laras sangat kesal saat pria itu menyentuhnya. Walaupun saat ini pria itu masih berstatus sebagai suaminya.
Keputusan Galang menikah lagi dengan perempuan yang tak lain adalah putri dari sang majikan, menorehkan luka yang begitu dalam di hatinya.
Laras tidak ingin berbagi. Bukan hanya Laras, perempuan manapun di dunia ini pasti tidak akan mau berbagi suami dengan perempuan lain. Laras sangat mencintai Galang, tetapi, perbuatan Galang membuat rasa cintanya yang begitu besar perlahan terkikis kebencian.
'Saat ini mereka pasti sedang bahagia, menikmati bulan madu mereka.'
Hati Laras berdesir perih saat mengingat mereka berdua.
'Aku ingin mengakhiri semuanya, tetapi kenapa sudut hatiku yang paling dalam masih tidak terima?'
Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar. Hampir setiap hari Laras menunggu pria itu pulang. Saat pertama kali dia tahu, kalau dirinya hamil, dia sangat antusias. Kebahagiaan menyelimutinya.
Saat itu, dengan penuh semangat Laras datang ke rumah Galang. Perempuan itu mengatakan pada ibu mertuanya kalau saat itu dia sedang mengandung anak Galang. Dia ingin sekali memberitahukan pada Galang, kalau saat ini ada nyawa, hasil buah cintanya dengan pria itu.
Namun, sang ibu mertua terlihat tidak begitu senang. Dia bahkan dengan begitu kejam mengatakan agar dia menggugurkan bayi itu, karena dia sangat yakin kalau Galang tidak akan mau menerima anak itu.
.By: Nazwatalita
Ikutin terus ceritanya ya, jangan lupa dukung Authornya dengan cara like, komen, dan hadiahnya. Jangan lupa votenya juga ya 🙏🙏
Terima kasih sudah membaca ....
Sambil nunggu kelanjutannya, kalian boleh mampir ke sini nih
yg jahst tu kel nya