NovelToon NovelToon
Suamiku Mantan Calon Ipar

Suamiku Mantan Calon Ipar

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Perjodohan / Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:9.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

"Dia istriku."

"Tapi dia milikku, Kak."

---------

Menggantikan sang Adik dalam sebuah pernikahan tak pernah menjadi mimpi dalam hidup Dirgantara Avgian. Sebuah kejutan yang disusun sebaik mungkin untuk sang adik nyatanya menyeret Gian dalam sebuah ikatan pernikahan yang tak dia inginkan.

Bagaimana mungkin ia mencintai gadis yang sudah bertahun–tahun menjadi kekasih adiknya, dan bagaimana mungkin ia menjalani pernikahan dengan gadis kecil yang masih sibuk dengan pelajaran Matematika, sungguh tidak dapat dipercaya.

ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin Pengganti

Radha tercekat, diam membisu, tubuhnya bergetar kala mata tajam itu menatapnya penuh ancaman. Semakin mendekat dan kini duduk di sampingnya.

Di luar dugaannya, apa mungkin ia yang salah. Tapi, bukankah Ardi mengatakan bahwa calon suaminya adalah putra bungsu Raka. Kenapa yang kini bersanding denganny Adalah pria ini, pikir Radha tanpa henti.

Jelita yang kini menahan sesak hanya mampu menahan air mata, terbungkus rasa malu yang bahkan mengulitinya. Tatapan aneh dari beberapa istri rekan kerja Raka membuat Jelita berusaha menahan kristal beningnya agar tak tumpah.

Tak pernah terpikirkan bahwa Haidar akan senekat itu, ini bukan mimpinya. Bukan inginnya, Jelita tidak menghendaki pernikahan tanpa cinta di alami jua oleh anak-anaknya, tidak sama sekali.

Raka dan Ardi pun sama, malu, bahkan sangat amat malu. Tertahan beberapa menit saat Ardi harus menjabat tangan Gian dan menikahkan putrinya bukan pada lelaki yang seharusnya.

Tidak ada senyum dan tatapan bersahabat dari pemilik manik coklat itu, saat ini bahkan rahangnya tengah mengeras menahan amarah yang amat sangat membuncah.

Gian tetaplah Gian, apapun akan ia lakukan jika itu keinginan Raka. Pun harus mengorbankan kebahagiaannya, tidak, lebih tepatnya semua akan ia dapatkan. Pengakuan sang Papa dan juga bahagianya sendiri.

"Mas, kamu yakin?"

"Kita tidak punya pilihan, Ta, maafkan aku."

Sungguh, teramat sangat menyesal Raka. Niat hati memberikan kejutan untuk Haidar, namun yang terjadi malah sebaliknya. Ia yang terkejut karena ulah putra bungsunya.

Ruangan kini hening, akad sebentar lagi akan dimulai. Janji suci yang seharusnya di nanti dan direncanakan sejak lama oleh beberapa orang di luar sana. Tapi, itu tidak berlaku untuk Gian.

Menjadi pengantin pengganti, lucu sekali, tak pernah terbayangkan akan berada di posisi ini, pikir Gian. Sejenak ia melirik Radha melalui ekor matanya, bahkan anak itu masih begitu kecil.

"Ehem, bagaimana siap?"

Gian sejenak menarik napas dalam, menatap wajah Ardi dengan sejuta duka di dalam sana. Tak apa, setidaknya ia menyelamatkan martabat kedua orang penting ini. Prihal Radha, ia akan urus nantinya, tentang perasaan takkan mungkin ada untuk gadis rata bentukkan Radha.

Ardi dengan berat hati, namun niat harus tetap suci. Bismillah, ia meminta keberkahan dari hal terpaksa ini. Tak ingin sang Putri merasa menjadi korban keegoisannya, Ardi meraung maaf dalam batinnya.

"Saya terima nikah dan kawinnya, Radhania Cheilla Azura dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

Dalam satu tarikan napas, Gian berhasil meloloskan kalimat itu. Entah karena apa, yang jelas tidak ada sensasi dalam hatinya, gugup dan sejenisnya tak ia rasakan. Mungkin karena ia tak menganggap pernikahan ini berharga.

"SSSAAAAHHHH"

Radha memejamkan matanya erat-erat, manakala saksi berkata demikian artinya dirinya telah resmi menjadi istri orang.

Beberapa hari mengenal Gian, sedikit demi sedikit ia paham betapa menyeramkannya sifat pria itu. Gian terlalu dewasa untuknya, bahkan jika dilihat dari postur tubuh mereka Radha bisa di katakan sebagai anak gadisnya.

Tidak ada adegan cium kening, dan atau hal manis lainnya. Menatap netra tajam Gian, baik Raka maupun Ardi tak sanggup berucap. Dengan bersedianya Gian menggantikan Haidar saja sudah lebih dari cukup, pikir Raka.

Pernikahan tak berarti, Radha tak merasa dirinya telah memiliki suami. Gian berlalu pergi usai akad berlangsung, hanya tinggal dirinya dan Jelita yang kini memuji kecantikannya.

Ia bukan anak kecil, paham betul apa yang sebenarnya tengah Jelita lakukan untuknya. Semata-mata menghibur, pernikahannya begitu berbeda dengan pernikahan sang Papa yang dulu menebar senyuman bersama Dewi.

"Mas, apa Gian sudah kembali?"

"Belum, Ma, mungkin ada hal yang tak bisa ia tinggalkan," ujar Raka memberikan ketenangan. Tak ingin menantunya berpikir macam-macam.

Menatap wajah polos Radha, sungguh ia merasa berdosa. Benar kata Ardi, rencananya tak berjalan dengan baik. Hingga putra dan putri mereka yang menjadi korban.

******

Jauh dari kata resepsi megah, karena Gian pasti menolaknya. Jika Raka telah mengeluarkan uang begitu banyak demi pesta pernikahan putranya, Gian tak peduli. Tak ingin ia bersandiwara lebih, menerima tawaran sebagai suami Radha adalah hal terberat yang pernah ia terima.

Gagalnya pesta besar-besaran keluarga kaya itu, Celline tersenyum menang. Meski tetap saja rasa iri itu membatin dalam dirinya, Gian yang teramat tampan membuatnya seakan gila, lagi-lagi ia kalah.

Sudah dua hari pernikahan berlalu, namun Gian belum juga kembali. Jelita yang begitu menyayangi Radha jelas saja meminta Radha untuk tinggal bersamanya.

"Sayang, ini kamarmu."

Radha menatap sekeliling kamar, ia tak suka dengan nuansa maskulin di dalamnya. Benar-benar bukan tipenya, aroma khas tubuh Gian menyeruak di sini.

"Ma, bisa aku ke kamar yang lain saja? Kamar ini terlalu besar," ujar Radha menolak secara halus, bukan itu alasannya, ia tak siap jika harus sekamar dengan suami ghaibnya itu.

"Heem, tidak, ini kamar Gian yang artinya kamar kamu juga, Sayang."

Tersenyum kelu, hidupnya bebasnya secepat itu terenggut. Bahkan untuk menentukan tidur dimana ia seakan tak punya hak lagi, menerima semua yang terjadi adalah pilihan terakhir Radha.

Tbc

1
Karsini Agus
y Allah.... jgn jahat2 bikin ceritanya kak desh... kasian Haidar. kasian qt jg yg bacaaa/Sob//Sob//Sob//Sob/
Desy Puspita: Ya Allah, Kak, ini novel zaman purbakala masih dibaca 🤣😭 baca novel yang baru aja napasiih, jelek banget novel ini
total 1 replies
Mari Anah
😄😄😄
Mari Anah
🤣🤣🤣🤣kocak
🌸WD🌸
Radha cantik banget balesnya 🤣🤣🤣🤣🤣
Mari Anah
🤣🤣🤣🤣aku jg kaget radha
chess🍂
papa Raka egois banget sumpah.
Ais NSP
RadhaGian jodoh yang tidak disangka kisah cinta rumit mengorbankan rasa persaudaraan makasih kak othor banyak kasih pelajaran kehidupan dalam cerita ini. Sukses terus dengan semua karyamu semangat kak othor/Good//Heart//Rose/
Juan Sastra
kisah terpanjang namun ggak bikin bosen baca,, 👍👍
Juan Sastra
layla pergi alhamdulillah,,pantas aman
Juan Sastra
agak langka sekarang ya catherin,, lelaki seperti gian
Juan Sastra
takutnya nanti gian di jebak sama ulet bulu itu,, dan minta di nikahi, jelitabkok ggak ngeh sih jika uler itu jahat suka matok zura
Juan Sastra
benar bukan may pepatah bilang dunia tak selebar daun kelor,,gak jadi iparan namun jadi besanan
Juan Sastra
biasalah rey namanya juga terbucin bucin ter zura zura,,,😂😂😂😂
Juan Sastra
perempuan bego ya gitu,,, mau aja di bodohi bodohi
Juan Sastra
good girl,, cerdas radha aku suka
aryuu
tak sepolos yang kudugong
Juan Sastra
mampus
Raja Rosnenty
Luar biasa
my_dear_Budiarti
amin🤲
Juan Sastra
syukur karma berlaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!