NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Bertemu kembali

Setelah itu, apa yang terjadi? Dan seharusnya Handoyo Chuzuru pasti kaget setengah mati, Iblis yang dia hadapi saat ini, adalah Tio Satrio yang dia penjarakan.

......................

Apakah kamu percaya hal seperti itu? Lagipula sudah berada di lokasi, dia hanya bisa genggam pedang Katana yang begitu kuat, karena merasakan energi Sihir gelap, yang begitu sangat pekat. "Ini... Energi Sihir ini, bener-bener kekuatan Iblis." Lamunan Chuzuru tak percaya, atas apa yang dia rasakan? Selama ini.

......................

Kok bisa merasakan sih, padahal jarak dia dengan Tio Satrio sangat jauh, itu karena dia sangat kuat, satu-satunya Kakak tertua yang sangat hebat di keluarga Handoyo, ketimbang, adik kembar yang masih berada di sekolah TK, yang tidak tahu, bahaya yang ada di dunia ini.

Sehingga dia memiliki tanggung jawab yang begitu besar, yang ada dipundak ya, maka sebab itu, kemana pun dia pergi, dia membawa nama baik Keluarganya.

Bahkan untuk memilih calon suami saja, harus memiliki status yang sama dengannya, kalau tidak, pihak keluarganya akan menyingkirkan Pria tersebut, bahkan tidak biarkan hidup damai, kalau perlu, bikin dia mati, karena Putri keluarga Handoyo, begitu sangat berharga, dan tidak boleh di sentuh pria sembarangan, sebelum tahu bibit dan bobotnya seperti apa.

Dan kalian sendiri tahu lah, gimana sifat Ayah Chuzuru kan? Bener-bener gila Posesif ya, untungnya anak keluarga Handoyo satu ini, nggak ikutan gila kayak Ayahnya, kalau tidak, bisa-bisanya merusak generasi penerus mereka, bener-bener tidak normal keluarganya.

Dan lebih untungnya lagi, Chuzuru di pasangkan orang yang dia cintai, dan sudah berpacaran, kurang lebih empat tahun.

Dan merupakan takdir yang tidak bisa dia hindari, tapi syukurlah, dia memiliki garis takdir yang baik.

Hanya saja... Tapi ya sudahlah, dia bener-bener ceroboh, aku sendiri pun, tidak tahu harus ngomong apa lagi?

......................

Apakah kalian tahu, kenapa dia berada di posisi belakang saat ini? Itu karena... Para Hunter peringkat D, C, B, dan A, juga hadir di lokasi, dan berharap dapat peluang hadiah tersebut, kan lumayan, ada tambahan uang jajan, iya kan.

Kok bisa, padahal peluangnya sangat kecil, nama juga orang awam, ambil kesempatan dalam keadaan kesempitan, meskipun belum tahu bahaya yang akan datang.

Sehingga padangan Chuzuru, tidak bisa lihat apapun, karena sudah banyak Hunter telah hadir di sini, dan tidak ada satupun, untuk bertindak duluan.

Karena sebagian besar Hunter, tidak ada ingin mati duluan, setelah tahu kekuatan level Tio Satrio, sangat berbahaya, mana ada sudi mereka jadi umpan, mereka hanya menunggu kesempatan mereka untuk bergerak.

Termasuk Chuzuru sendiri, dia akan tunjukkan Pontensi Sihir kuatnya. "Chuzuru... Kamu bisa membunuh Iblis itu, dan menunjukkan putri Handoyo seperti ku, pantas dihormati oleh mereka." Bergumam Chuzuru, dengan semangat membara.

"Nona muda emang hebat, dia pantas di hormati banyak orang, termasuk pemimpin negeri ini." Batin Bang Anas, yang begitu sangat bangga terhadap Handoyo Chuzuru, bahkan pedangnya pun, bersedia melindunginya.

Kenapa dia berbatin seperti itu? Itu karena, Bang Anas merasakan Pontensi Sihir Chuzuru, semakin kuat, bahkan berniat mencabut pedangnya, kalau terjadi apa-apa terhadap Nona mudanya. "Seluruh Pengawal Handoyo! Utamakan melindungi Nona muda Handoyo!" Perintah Bang Anas.

"Siap pak!" Jawab serentak para pengawal elit Handoyo, sekaligus menganggap Bang Anas itu, Bos mereka yang begitu terhormat.

Setelah selesai berkata demikian, malah terjadi ledakan cahaya, yang begitu silau, dan itu kesempatan Chuzuru, untuk menebas, dengan lompatan besar yang begitu memukau, dan perlihatkan gerakan tubuh indah kepada semua orang.

Dan Himiwari melihat aksi Chuzuru sedikit terkejut. "Kenapa calon adik ipar ku? Ada di sini, mantap! Aku tunjukkan kemampuan ku, aku akan bantu kamu, adik ipar." Bergumam Himiwari, dengan tongkat Sihir keemasan, ditangan kanannya, bahkan membaca mantera Sihir, dengan bahasa kuno Sihir, dan merupakan bahasa yang tidak bisa dimengerti oleh manusia.

Tapi entah kenapa? Sihirnya tidak bisa dibentuk, padahal Chuzuru berhasil menebas lengan Tio, dengan begitu pesisir, dan seharusnya dapat terpotong. "Apa yang terjadi? Kenapa sihirku gagal? Ini tidak mungkin, padahal aku keluar energi Sihir ku, yang begitu besar."

Dan menyadari, energi Sihirnya, di serap oleh orang, tapi dia tidak tahu, siapa yang berani melakukan itu?

Dengan perasaan yang begitu besar, dia tahu, siapa menyerap energi Sihirnya. "Iblis laknat! Dia mencuri energi Sihir ku!" Ucapan Himiwari marah.

Dan berniat terbang menukik tajam, ke arah Tio Satrio, sebab Tio lah, yang telah mencuri energi Sihirnya, dengan melakukan tendangan, dan mengincar bagian kepala, akan tetapi berhasil ditahan oleh Tio. "Jangan buru-buru Nona manis, kamu pasti dapat giliran ya, akan aku bikin engkau tak berdaya, dan lemas di hadapanku, kalau kamu ingin bermain secara duo." Ucapan Tio yang begitu tenang, kalau Tio gagal menahan tendangan Himiwari, dia pasti geger otak.

"Dasar otak mesum! Akan ku bunuh kau!" Marahnya Himiwari, dengan wajah memerah kayak tomat.

Tanpa ada rasa malu, Tio berkata. "Pakaian dalammu bagus juga, warna pink ya, emang cocok untukmu." Karena Tio berhasil melihat dibalik rok Himiwari, makanya dia ngomong tidak sopan.

"Brengsek! Mati kamu bangsat!" Ucapan Himiwari, dengan mundur berapa langkah, sekali lagi, dia segera baca mantera. "Fire Ball!" dengan serangan tembakan bertubi-tubi, dalam bentuk bola api yang begitu panas.

"Sungguh bodoh!" Bergumam Tio, begitu sangat tenang, dengan gunakan Chuzuru, sebagai tameng hidupnya.

Melihat ini, Himiwari sangat menyesal, karena semua serangan Sihirnya, mengenai, tubuh Chuzuru. "Tidak mungkin... Aku menyerang adik ipar." Ucapannya, yang begitu pucat.

"Bagus... Bagus... Kamu mampu bertahan, kamu emang pantas, menjadi Istriku." Ucapan Tio yang begitu bangga. "Tapi lain kali, jangan gitu dong, tubuhmu keliatan rusak, jadi tidak keliatan cantik lagi." Sambungnya, yang begitu sombong. "Terimakasih ya, telah melindungi aku sayang." Puji ya.

"Nona Muda!" Teriakan Bang Anas, seketika langkahnya terhenti, setelah Tio berkata. "Kamu lagi, sudah kubilang, orang luar tidak boleh ikut campur, atau kamu harus menanggung akibatnya."

"Kamu... Adalah... Tio Satrio, tidak ku sangka kamu adalah Iblis, brengsek! Kalau aku tahu kamu itu Iblis, saat itu juga, sudah dari dulu menebas kau!" Marahnya Bang Anas, dan mengambil posisi menyerang.

"Tidak sadar diri, apa kamu tidak bisa lihat? Apa yang terjadi di sekitarmu? Baru kamu bisa nilai, apakah aku bisa di tebas oleh pedangmu?" Balasan Tio.

Setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu, Bang Anas pun melihat sekeliling ya, dan menyadari orang-orang yang sudah di tumbang kan oleh Tio, merupakan Hunter peringkat S. "Bagaimana? Apakah kamu masih bilang, kamu mampu menebas ku?" Tanya Tio.

......................

Terus... Bagaimana tanggapan Chuzuru? Setelah tahu, Tio adalah bangsa ras Iblis.

Bagaimana aku katakan ya? Dia hanya bisa terpaku diam, dan hampir mau pingsan setelah menerima serangan Kakak Iparnya.

Awalnya sih dia sangat senang, karena berhasil menebasnya, setelah Tio berkata. "Chuzuru... Kamu datang rupanya."

Menyadari suara itu, sangat familiar baginya, dia pun melihat wajah Tio. "Kamu adalah kaum Iblis." Balasan Chuzuru tak percaya.

"Jangan terkejut seperti itu, dari awal aku adalah Iblis, kamu aja tidak menyadarinya." Begitulah perkataan Tio, sebelum dirinya, mendapatkan serangan tendangan Himiwari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!